Tampilkan postingan dengan label Anis Matta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Anis Matta. Tampilkan semua postingan

Minggu, 02 Juni 2013

PKS DIY Tegaskan Menolak Kenaikan Harga BBM

Yogyakarta, 1/06/2013, DR. Sukamta, Ketua DPW PKS DIY menyatakan dukungannya kepada sikap Fraksi PKS DPR RI yang menolak kenaikan harga BBM. Disela-sela kesibukannya memantau persiapan pertemuan Caleg se DIY-Jateng yang diadakan di Jogja Ahad, 1 Juni 2013 serta menghadirkan langsung Presiden PKS Anis Matta, Sukamta menyampaikan penolakan kenaikan harga BBM. "Saya sudah perintahkan agar semua anggota DPRD dari PKS di DIY memasang spanduk penolakan kenaikan harga BBM, sebagai sikap tegas PKS DIY terhadap masalah ini” papar Sukamta yang juga anggota DPRD DIY ini.

Ada 3 alasan PKS DIY menolak kenaikan harga BBM, pertama: Kenaikan harga BBM akan memicu kenaikan harga barang-barang kebutuhan lain, menambah beban masyarakat yang sudah semakin berat. “Kebijakan ini akan menambah berat beban masyarakat, berpotensi mendorong gejolak sosial dan resistensi publik terhadap pemerintah” papar Sukamta.

Kedua, PKS menilai pemerintah tidak bersungguh-sungguh membuat kebijakan tatakelola energi nasional, sehingga hanya mengandalkan energi dari minyak bumi, kurang perhatian pada energi-energi alternatif yang berdampak pada hajat hidup orang banyak, “Sebagai contoh PLN yang sampai saat ini masih lebih mengandalkan pasokan Minyak daripada Batubara, Panasbumi atau Bahan Bakar Gas (BBG), padahal kebutuhannya sangat besar...” lanjut lelaki lulusan Inggris ini.

Ketiga, Struktur APBN sebetulnya masih mampu menanggung beban subsidi, terlebih lagi saat harga minyak dunia turun. “Pemerintah dapat memanfaatkan Saldo Anggaran Lebih (SAL) secara optimal yang jumlahnya cukup besar” imbuh Sukamta. Sebagaimana dilaporkan oleh pemerintah pada DPR RI, SAL tahun 2012 mencapai Rp69,77 triliun yang merupakan penjumlahan dari SAL 2011 sebesar Rp35,76 triliun dan SILPA tahun 2012 sebesar Rp34 triliun.

“Jadi intinya, Jangan sampai masyarakat yang menderita akibat pemerintah yang salah kelola anggaran dan kebijakan energinya” pungkas Sukamta.

*foto: solopos
Read more »

Anis: PKS Harus Jadi Nomor 1 di Pemilu 2014



Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Anis Matta, menargetkan partainya untuk dapat meraih posisi teratas pada Pemilu 2014. Saat ini, PKS terus melakukan konsolidasi internal untuk mewujudkan target tersebut.

"Misi kita pada 2014 harus nomor satu," kata Anis saat acara pembekalan 1.864 calon anggota legislatif (caleg) dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di Mepro Convention Hall, Kota Bandung, Jawa Barat, Sabtu (1/6/2013).

Untuk mewujudkan target itu, Anis meminta semua kader bekerja keras. Bahkan kader yang jadi kepala daerah diminta bisa memberi kontribusi signifikan untuk pemenangan PKS. "Untuk yang jadi gubernur, minimal raihan suaranya sama dengan hasil pilgub," pinta Anis.

Pada acara pembekalan itu, Anis menyuntik semangat para kadernya untuk memperbaiki negeri ini. "Kalau kita ingin menciptakan perubahan hakiki adalah dengan melakukan rekonstruksi pemikiran. Kita Insya Allah layak melakukan pekerjaan itu, karena sejak awal (PKS) ini organisasi dakwah dan politik bagian ekspansi yang kita lakukan," kata Anis.

Anis berpesan agar, caleg harus jadi desainer untuk kemenangannya sendiri dan partai pada pemilu nanti. “Caleg harus bisa jadi penakluk untuk masalah besar dan kecil di negeri ini. Kita harus punya mindset eksperimen, jangan takut gagal. Kalau gagal, evaluasi," katanya.

*http://news.okezone.com/read/2013/06/01/339/816034/anis-pks-harus-jadi-nomor-1-di-pemilu-2014
Read more »

Senin, 27 Mei 2013

Silaturohim Anis Matta dengan Masyarakat dan Alim Ulama Cilincing


Anis Matta : Orang yang Semestinya Sering Ingat Kematian adalah Politikus dan Penegak Hukum

Pengajian masyarakat cilincing yang diadakan di kediaman Ustzh. Hj.Yusriah Dzinnun, S.Pd. malam ini (26/05) berjalan khusyu’ dan penuh khidmat. Selain dihadiri oleh para kader PKS se-Cilincing, turut hadir pula para alim ulama, tokoh masyarakat dan juga Presiden PKS Anis Matta, Lc. dan rombongan.
Ratusan jamaah memadati halaman rumah Ustzh. Hj. Yusriah Dzinnun, dari teras rumah hingga lapangan depan yang disediakan tenda serta layar agar jamaah yang tidak bisa masuk,dapat menikmati rangkaian acara melalui layar tersebut.
Dalam tausiyahnya,  Anis Matta mengajak para jamaah yang hadir agar sering-sering mengingat kematian, karena kematian dapat meluruskan akhlaq serta menjaga kerja hati dan kontrol diri.
“Dengan mengingat mati, maka kita dapat meluruskan akhlaq kita, dan terutama lagi dengan kematian kita dapat mengendalikan kerja hati dan kekuatan kontrol kita” terang Anis Matta dalam tausiyahnya.
Anis Matta menilai, pihak-pihak yang semestinya lebih sering mengingat kematian adalah para politikus dan penegak hukum. Karena tak dipungkiri merekalah yang kesehariannya tak lepas dari sebuah agenda konspirasi. Banyaknya godaan yang hadir dari profesi sebagai politikus dan penegak hukum, maka menghadirkan pentingnya mengingat kematian dalam intensitas yang lebih tinggi.
“Orang yang seharusnya lebih sering mengingat kematian adalah para pilitikus, yaitu yah saya ini” pungkas Anis Matta sambil mengarahkan tangannya ke dirinya sendiri, gesture Anis Matta spontan mengundang gelak tawa dari jamaah.
Turut menyertai Anis Matta yaitu Ahmad Zainuddin Lc, anggota DPR RI FPKS dan Ahmad Rilyadi, SE mantan anggota DPR RI FPKS yang mengundurkan diri karena ingin fokus dengan partai.
Acara berlangsung khidmat dengan rangkaian tahlil dan tahmid serta rangkaian tausiyah dari para alim ulama yang hadir. (ar/kabarpks)


*Foto: Chandra Alif, pks.or.id

Read more »

Sabtu, 25 Mei 2013

Arahan Presiden PKS Anis Matta untuk Struktur dan Seluruh Kader PKS | Penting!



DPP PKS berkumpul dengan Dewan Pertimbangan Wilayah (DPW) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) se-Indonesia untuk membahas evaluasi program sebagai persiapan menghadapi Pemilu 2014. Pertemuan yang bertitel "Election Update I" ini digelar di Gedung Bidakara, Pancoran, Jakarta Selatan, Jumat (24/5/13). Acara diawali dengan Arahan oleh Presiden PKS Anis Matta. Berikut ini poin-poin "Arahan" Presiden PKS yang dituturkan Aboe Bakar al-Habsy aleg PKS via akun twitternya @aboebakar15.


by @aboebakar15

Presiden Anis Matta menyampaikan arahan di depan peserta Election Update 1.
  1. Pertemuan ini adalah konsekuensi atas hasil Mukernas, yaitu penetapan target, milstone dan out come.

  2. Rapat ini sebenarnya adalah rapat DPP yg diperluas dg menghadirkan Ketua dan Sekjend DPW Se-Nusantara, Insya Allah akan digelar rutin.

  3. Sebenarnya tahap pertama sudah kita lewati, ibarat pesawat kita sudah di run way.

  4. Sayangnya, dari tower ada info bahwa cuaca sedang buruk, sepertinya badai kedua datang lagi.

  5. Sepertinya ini sudah menjadi takdir kita, kita tidak ada pilihan, kita harus tetap take off.

  6. Untuk bisa take off dalam situasi ini, kita harus memiliki basis ruhiyah yang kuat.

  7. Dalam setiap pertarungan, pemenang adalah siapa yang dpt bertahan lebih lama.

  8. Makna-makna ruhiyah lah yang selama ini nge-drive da'wah kita.

  9. Ikhlas merupakan bagian dari makna ruhiyah yang membawa kepasrahan pada setiap ibadah kita.

  10. Selain itu, sidiq merupakan makna ruhiyah lain yang menghiasi da'wah ini.

  11. Selain itu kita perlu selalu memperbaharui rasa persaudaraan kita dalam jam'ah dan mengutamakan kepentingan Jama'ah diatas lainnya.

  12. Presiden Anis Matta memnyarankan agar ketua DPW selalu mentaujihkan makna-makna ruhiyah tersebut di jajarannya.

  13. Atas semua persoalan, pasti ada data dan analisa yg benar, namun yg paling penting adalah pengambilan keputusan.

  14. Untuk mengambil keputusan inilah kita akan memeasuki area spiritual keimanan kita.

  15. Atas apapun peristiwa yang terjadi kita harus mengambil presepsi husnudhon billah (baik sangka pada Allah).

  16. Husnudhon billah ini akan bermuara pada ijaabillah, setiap pandangan positif akan menjadi energi positif buat kiat.

  17. Cuaca itu tidap bisa diprediksi manusia, semua kendali ada pada Allah.

  18. Bisa jadi cuaca di depan mata kita buruk, namun setelah kita lewati yg ada adalah cuaca yang cerah.

  19. Oleh karenanya setiap peristiwa kehidupan dikendalikan oleh Allah SWT, oleh karenanya bisa kita intervensi melalui doa.

  20. Penting pula memberikan prespektif ukhrowi atas 1 peristiwa, jangan hanya melihat dampaknya di dunia, tapi juga akhirat.

  21. Dengan memasukkan persepsi ukhrowi, kita telah melakukan pengamanan dalam jangka panjang, bukan sekedar jangka pendek.

  22. Dg analisis tsb kita akan berfikir bgm kondisi akhirat, bgm pula sejarah mencatat sikap kita.

  23. Kesemuanya ini akhirnya harus dikembalikan pada taqdir, Allah lah yang memberi manfaat dan mudhorot.

  24. Jangan sampai kita terpuruk hanya karena persoalan opini publik, ingat manfaat dan mudhorot hanya dari Allah SWT.

  25. Sejarah mencatat kita telah berhasil menggeser isu Palestina dari isu Arab, menjadi isu Islam, kemudian isu Kemanusiaan.

  26. Impact dari persepsi tadi kita akan selalu bekerja dengan gembira secara spiritual, itulah sumber kegembiraan ruhiyah kita.

  27. Janganlah kamu bersedih, janganlah merasa sumpek atas semua persoalan, itu adalah pekerjaan Allah untuk melemahkan tipudaya mereka.

  28. Nasib Da'wah ini tidak boleh diserahkan kepada gedung kecil di Jakarta ini (Markaz DPP PKS).

  29. Kalau kita membebaskan diri dari galau, kita membebaskan diri dari belenggu pertama.

  30. Kedua, kita melepaskan belenggu kedua yang berhubungan dg diri kita, diam tidak mau inisiatif.

  31. Selanjutnyan kita lepaskan belenggu ketiga yang berkaitan dengan orang lain, yaitu tidak mau bertarung atau melawa alias penakut.

  32. Kita adalah gerakan yang kemampuan kita selalu mengimbangi tantangan yang kita hadapi.

  33. Untuk itu perlu kembali dihidupkan akal kolektif atau akal jamaah kita, sehingga kita satu frekuensi dalam membaca dan menghadapi masalah.

  34. Ketika kita mampu menggunakan manajemen total, Insya Allah kita akan mampu mengkondisikan semua hal untuk kepentingan kita.

  35. Kita semua percaya dg teori konspirasi, namun lebih penting adalah bagaimana kita mengambil nilai positif dan membalik keadaan.

  36. Kita harus membalik keadaan ini, menjadi sebuah peluang dan kesempatan untuk kita, sehingga kita akan lebih progresif.

  37. Arahan Presiden sudah selesai, dilanjutkan pembahasan oleh Sekjend.

*http://chirpstory.com/li/81068

Read more »

Jumat, 24 Mei 2013

Anis Matta: Sejarah Dikendalikan oleh 'Challenge for Response'


Kutipan wawancara eksklusive Arya Sinulingga, Host MNCNews, dengan Anis Matta, Presiden PKS, pada acara "One On One Bersama Anis Matta" yang disiarkan live MNCNews, Rabu (22/5/13).

***

Arya Sinulingga : Belakangan ini PKS mengalami goncangan yang sangat besar, bagaimana komentar Pa Anis Matta menyikapi hal ini?

Anis Matta : Sebelumnya saya akan memaparkan sikap pribadi saya dalam menyikapi setiap masalah. Baik yang menyangkut saya maupun menyangkut orang lain dan saya ada didalam pusaran peristiwa tersebut. Saya akan selalu memulai dengan sebuah pertanyaan : "Apa yang diinginkan Allah, atau hikmah apa yang akan Allah berikan dari setiap peristiwa ini?"

Apapun aktivitas yang kita lakukan, pada dasarnya selalu ada tantangan dan cobaan. Selanjutnya cara kita bereaksi terhadap sebuah masalah ditentukan oleh persepsi kita, karena itu maka saya selalu memulai dengan pertanyaan tersebut, hikmah apa yang akan Allah berikan dibalik peristiwa ini. Setelah saya menangkap hikmah dibalik peristiwa itu, maka saya akan bereaksi dibawah bimbingan hikmah dari peristiwa itu.

Apa yang saya alami saat menjadi Presiden PKS 1 Februari 2013, tidak jauh berbeda dengan apa yang saya alami saat saya diangkat menjadi sekjen PK tahun 1998. Saat itu saya tidak mempunyai pengalaman, tidak punya pengetahuan, PK tidak punya tokoh, tidak punya dana. Kita bergerak dengan apa yang kita miliki seadanya. Namun karena saat itu kita mempersepsikan sebagai momentum pembelajaran yang akan memicu kita untuk tumbuh. Bahkan saat itu saya pribadi tidak mengetahui bagaimana sistem perhitungan pemilu itu seperti apa. PK pernah tidak lulus parlemen threshold sehingga akhirnya harus membuat partai baru bernama PKS.

Saya mempunyai sebuah keyakinan, bahwa Allah tidak akan pernah menimpakan sebuah beban melebihi kemampuan kita untuk mengatasinya. Jadi begitu beban seperti ini datang, saya percaya bahwa beban yang datang belakangan ini pasti akan dapat tertanggulangi dan bahkan bisa menjadi alat untuk memicu adrenalin kita untuk jauh lebih produktif. Jadi tantangan itu adalah salah satu dari sisi yang membuah sebuah sejarah itu hidup.

Dalam filsafat sejarah, sejarah dikendalikan oleh Challenge for Response, makin besar tantanganya, maka akan semakin besar responya. Kalau tantangan kecil, maka respon juga akan kecil. Maka dari itu, saya mendefinisikan masalah PKS ini bahwa kondisi ibarat PKS itu ada di tepi sumur, apabila ada yang menggeser/mendorong maka bisa saja terjatuh.

Saya menggunakan istilah sumur ini melihat dari kisah nabi Yusuf. Kala itu saudara-saudaranya berfikir dengan memasukan Nabi Yusuf kesumur maka semuanya sudah selesai. Sejarah mencatat kemudian 40 tahun kemudian saudara-saudara Nabi Yusuf kembali bertemu ditempat yang berbeda, bukan di sumur namun di Istana.

Saya menggunakan metafor ini karena saya yakin ketika kita menghadapi masalah dan kita menafsir masalah dalam persepektif Allah, biasanya Insya Allah akan membimbing kita bereaksi secara baik terhadap masalah ini.

***

Arya Sinulingga : Untuk kasus impor daging sapi ini, mengapa yang lebih terekspos adalah masalah perempuan?

Anis Matta : Itu salah satu bukti dari bias dalam membahas persoalan ini. Inilah yang oleh banyak pihak menyampaikan masalah ini sebagai Festivalisasi. Dalam setiap pelaksanaan hukum, pada akhirnya bertumpu kepada persoalan niat. Kadang-kadang anda punya alasan secara legal memang mempunyai hak untuk memanggil siapa saja, namun tidak signifikan. Namun hal ini diperlukan untuk menjadikan tontonan dan menjadikan bias.

Namun saya kira orang-orang akan salah paham bahwa publik Indonesia akan terpengaruh dengan masalah ini. Publik memahami bahwa dengan menghadirkan sosok-sosok perempuan ini sudah berada diluar konteks.

Publik Indonesia sudah sangat cerdas memberikan penilaian, akses informasi sudah sangat terbuka luas. Publik sudah semakin cerdas melihat ada kejanggalan dari kondisi ini. Publik Indonesia melihat betapa bias dan carut marutnya mengimplementasikan agenda-agenda hukum di negeri ini. Jadi saya tidak terlalu khawatir, apalagi meninggalkan dukungan ke PKS.

*kabarpks
Read more »

Kamis, 23 Mei 2013

Label : Ini 2 Prinsip Anis Matta Dalam Berpolitik


Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Anis Matta mengatakan, dirinya punya dua prinsip hidup dalam perpolitikan di Indonesia.
Menurutnya, dua prinsip itu adalah pertama memberikan kontribusi terhadap yang apa yang sudah dipercayakan kepada dirinya dan berusaha maksimal dalam menjalankan tugas itu. Karena menurutnya, yang dipentingkan itu kontribusi apa yang bisa diberikan dalam organisasi.
"Kedua saya punya prinsip sebagai belajar cepat. Saya berpikir politik ini adalah ilmu yang dipelajari oleh setiap orang, sepanjang dia mau terjun ke lapangan. siapa yang belajar dengan tekun di awal, dia pasti akan memperbaiki performance-nya," kata Anis Matta, dalam diskusi live di MNC News, Rabu (22/5/2013).
Seperti diketahui, prahara yang menimpa PKS, memunculkan wacana di kalangan internal partai ini, untuk ke luar dari koalisi. Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) PKS Fahri Hamzah secara pribadi berharap, partainya ke luar dari Sekretariat Gabungan (Setgab) partai koalisi pendukung pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
"Saya ingin sekali partai ini ke luar dari koalisi," kata Fahri di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Selatan.
Namun, dia enggan mengungkapkan secara rinci alasan harapannya tersebut. Anggota Komisi III DPR ini hanya mengaku sebagai politikus PKS yang gencar mengkritik pemerintahan Presiden SBY.
Pada kesempatan itu dia mengakui, harapannya itu sangat bergantung kepada keputusan institusi partainya. "Saya termasuk yang memprotes cara kepemimpinan SBY. Tapi ada kewenangan yang lebih tinggi. Itu pendirian saya pribadi," cetusnya.

*http://nasional.sindonews.com/read/2013/05/22/12/751874/ini-2-prinsip-anis-matta-dalam-berpolitik
Read more »

PKS Yakin Raup Suara Pemilu 2014 Lebih Banyak


POLITIK

PKS Yakin Raup Suara Pemilu 2014 Lebih Banyak

Metrotvnews.com, Jakarta: Meski sejumlah kadernya diterjang badai kasus suap impor daging sapi, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) optimistis raihan suaranya pada Pemilu 2014 lebih baik ketimbang Pemilu 2004 dan 2009.

Demikian ditegaskan Presiden PKS Anis Matta ketika berkunjung ke kantor Media Group di Kedoya, Jakarta Barat, Rabu (22/5) siang. Kedatangan Anis didampingi Wasekjen Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mahfudz Siddiq dan anggota Fraksi PKS Fahri Hamzah.

Kehadiran petinggi PKS tersebut disambut Direktur Pemberitaan Metro TV Suryopratomo, Pemimpin Redaksi Metro TV Putra Nababan, Wakil Pemimpin Redaksi Metro TV Najwa Shihab dan Asep Setiawan, serta Deputi Kepala Divisi Pemberitaan Media Indonesia Abdul Kohar. 

Keyakinan Anis Matta bersandarkan pada empat hal. "Jangkauan struktur partai lebih luas dan kader kini lebih banyak. Lalu dengan adanya isu suap impor daging, sekarang PKS menguasai panggung di TV. Yang keempat ialah narasi yang orisinal," ujarnya.

Cara konvensional untuk memasarkan partai politik dengan banyak memasang iklan di berbagai media massa dinilai Anis tidak cukup manjur. "Buktinya, banyak partai yang gagal meski telah beriklan di mana-mana," kata Anis.

Jurus sakti yang diandalkan PKS ialah adanya narasi yang orisinal. "Masyarakat lebih percaya kepada kader kami di DPRa, DPC, DPD karena lebih kenal. Masyarakat tidak kenal dengan yang di atas," tutur Anis.

Bahkan, Anis telah menunjuk Fahri untuk menangani masalah hukum, Mahfudz di bidang politik, dan Andi Rahmat di bidang ekonomi dalam menjelaskan kebijakan PKS kepada masyarakat.

"Saya sudah memerintahkan agar ketiganya berbicara di televisi. Jangan takut salah berbicara. Sebelum berbicara salah, mereka sudah saya maafkan," tandas Anis.

Editor: Wisnu AS
Read more »

Anis Matta: Saatnya PKS Mulai Bicara


Jakarta: Partai Keadilan Sejahtera (PKS) memulai fase bicara setelah menyelesaikan masalah internal pasca-bergulir kasus impor daging sapi yang menjerat mantan Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq. Bahkan Presiden PKS Anis Matta menegaskan, segala ketidakpastian sebagai implikasi dari sistem dan struktur partai telah selesai.
Anis Matta bersama sejumlah rekan dari DPP PKS mendatangi Kantor Metro TV. Dalam kesempatan ini, Anis mengatakan, kasus mantan Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq menjadi momentum penting bagi PKS untuk memperbaiki diri.
Anis juga menegaskan, masalah Luthfi Hasan adalah domain individu, bukan partai. Anis juga menganggap berbagai masalah yang mendera PKS sejak dirinya menggantikan Luthfi Hasan telah selesai. Menurutnya, kini saatnya bagi PKS untuk mulai berbicara.
Anis membantah adanya target PKS mengumpulkan uang sebesar Rp2 triliun dari tiga kementerian, dalam rangka menghadapi pemilu 2014. Menurut Anis, dalam tiga pemilu terakhir PKS lebih mengandalkan dukungan dana urunan dari para kadernya.

*http://www.metrotvnews.com/metronews/video/2013/05/23/1/177801/Anis-Matta-Saatnya-PKS-Mulai-Bicara
Read more »

Minggu, 19 Mei 2013

"Cermin Kebenaran" | Anis Matta



Di awal hanya ada Allah sendiri. Lalu Ia menciptakan arsy-Nya di atas air. Setelah itu Ia ciptakan pena. Kemudian dengan pena itulah ia menitahkan penulisan semua makhluk yang akan Ia ciptakan di alam raya ini: langit, bumi, malaikat, manusia, jin hingga surga dan neraka. Dengan pena itu juga Ia menitahkan penulisan semua kejadian dengan urutan-urutannya pada dimensi ruang dan waktu. Begitulah susunan kejadiannya.

Dari Allah awalnya dan kelak ke sana akhirnya. Namun jika Allah tidak mendapatkan manfaat dari ciptaan-ciptaan-Nya, maka tidak ada yang dapat menjelaskan motif di balik sejarah kehidupan itu kecuali hanya satu kata: c i n t a!

“Maka”, kata Ibnu Qayyim dalam karyanya Taman Para Pencinta, “semua gerak di alam raya ini adalah gerak yang lahir dari kehendak dan cinta.” Dengan dan untuk itulah alam ini bergerak. Kehendak dan cintalah alasan pergerakan dan pemberhentiannya. Tak satupun makhluk di alam ini yang bergerak kecuali bahwa kehendak dan cintalah motif dan tujuannya.

Sesungguhnya hakikat cinta adalah gerak jiwa sang pencinta kepada yang dicintainya. Maka cinta adalah gerak tanpa henti. Dan inilah makna kebenaran ketika Allah mengatakan,

“Dan tiadalah Kami menciptakan langit dan bumi serta semua yang ada di antaranya kecuali dengan kebenaran.” (QS Al Hijr: 85).

Jadi, cinta adalah makna kebenaran dalam penciptaan. Itu sebabnya, hati yang dipenuhi dengan cinta lebih mudah dan cepat menangkap kebenaran. Cinta tidak tumbuh dalam hati yang dipenuhi keangkuhan, marah dan dendam. Bukankah Nabi saw mengatakan makna sombong adalah menolak kebenaran. Begitulah keangkuhan menyesatkan Abu Jahal, Heraklius dan Saddam Husein.

Cinta melahirkan pengakuan dan kerendahan. Cinta adalah cahaya yang memberikan kekuatan penglihatan pada mata hati kita. Begitulah cinta akhirnya membimbing Abu Bakar, Al Najasyi dan Cat Steven kepada Islam. “Cinta dalam jiwa”, kata Iqbal, “serupa penglihatan pada mata”.

Pengetahuan bahkan bisa menyesatkan kalau ia tidak dibimbing oleh kelembutan tangan cinta. “Itu kebutaan.”, kata Einstein. Sebab ia tidak melahirkan pengakuan dan kerendahan hati. Itu juga yang menjelaskan mengapa ilmu pengetahuan modern justru menjauhkan Barat dari Tuhan. Di sana cinta tidak membimbing pengetahuan. Maka dengan penuh keyakinan Iqbal berkata dalam karyanya Javid Namah:

Pengetahuan bersemayam dalam pikiran,
Tempat cinta ialah hati yang sadar-jaga;
Selama pengetahuan yang tak sedikit juga mengandung cinta,
Adalah itu hanya permainan sulap si Samiri;
Pengetahuan tanpa Ruh Kudus hanya penyihiran



*Serial Cinta Anis Matta
Read more »

Rabu, 24 April 2013

Presiden PKS Kumpulkan Pengurus PKS Sedunia di Turki



Jakarta - Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Anis Matta bersama rombongan berangkat ke Istanbul, Turki. Di Istanbul, Anis akan bertemu dengan pengurus perwakilan PKS luar negeri dan kader seluruh dunia.

"Istanbul kita pilih karena posisinya di tengah-tengah sehingga kader PKS dari Afrika, Eropa, Amerika, dan Asia mudah berkumpul," ujar Anis Matta dalam keterangan pers yang diterima, Selasa (23/4/2013) malam.

Selain itu, Presiden PKS dan rombongan berencana bertemu dengan pengurus AK Party yang kini berkuasa di Turki. AK Party sendiri telah cukup lama bekerjasama erat dengan PKS.

Diharapkan, kader PKS dapat belajar dari AK Party yang berhasil mengubah Turki dari negara yang tidak diperhitungkan di Eropa menjadi salah satu negara yang perekonomiannya paling menggairahkan dan diperhitungkan di dunia. Turki yang sebelumnya dikuasai militer juga sukses mengelolah transisi negaranya menjadi negara demokrasi maju dan modern.

Pertemuan akan digelar selama dua hari, 27-28 April 2013, disi dengan pengarahan Presiden PKS dan konsolidasi kader menghadapi Pemilu 2014.

Sejak terpilih menjadi Presiden PKS pada 1 Februari 2013, Anis Matta melakukan roadshow maraton ke seluruh wilayah Indonesia. Wilayah yang menjadi prioritas adalah Jabar, Sumut, Jateng, NTB, dan Maluku Utara.

"Saya ingin mengukur apakah mesin politik masih penuh bekerja," ujar Anis.

Hasilnya cukup menggembirakan. Di Jabar dan Sumut, kader PKS yang diusung dalam Pilkada memenangkan kursi Gubernur.Sementara di sejumlah Pilkada tingkat kota/kabupaten di Jabar, Kalsel, dan Kalteng, kader PKS juga memenangkan Pilkada.

"Saya anggap konsolidasi di dalam negeri telah selesai dan sekarang waktunya saya bertemu kader di seluruh dunia," imbuhnya.

Kader PKS di seluruh dunia tercatat sebanyak 7.000 orang yang tersebar di 22 negara. Sejauh ini jumlah tersebut merupakan jumlah kader partai politik terbesar yang berada di luar negeri.


(mad/fdn)
Read more »

Sabtu, 20 April 2013

4 Gaya Nyentrik Presiden PKS Anis Matta | "Jiwa Muda yang Beda"


Yang muda, yang memimpin. Itu sekelumit gambaran kepemimpinan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Anis Matta. Pria kelahiran Bone 7 Desember 1968 ini punya gaya nyentrik saat mengkomandani partai bulan sabit kembar ini.
Anis Matta resmi menggantikan Luthfi Hasan Ishaaq yang terjerat kasus impor daging sapi.
Ia lalu menyerukan tobat nasional kepada seluruh kadernya. Anis Matta mundur dari posisinya sebagai Wakil Ketua DPR dan memilih fokus memperbaiki citra PKS. Anis Matta berambisi PKS nangkring di posisi 3 besar pada Pileg 2014 mendatang.

Berikut 4 gaya nyentrik Presiden PKS Anis Matta:


1. Konsolidasi Pemilu dalam Gerbong KA


PKS menggelar rapat penting soal strategi Pemilu 2014 di dalam gerbong KA Eksekutif Argo Sindoro jurusan Jakarta-Semarang.
PKS sengaja menyewa 4 gerbong KA Argo Sindoro jurusan Jakarta-Semarang. Para petinggi PKS akan menuju Semarang dalam rangka Rapimnas dan Milad ke-15 PKS pada 18-20 April 2013.
"Rapat di kereta membahas strategi pemenangan Pemilu 2014, kami akan memutuskan strategi Pemilu di atas kereta. Dalam Islam, doa musafir itu makbul," kata Presiden PKS Anis Matta sembari tersenyum, saat dijumpai wartawan di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (17/4/2013).
Anis Matta didampingi sejumlah petinggi PKS seperti Wasekjen Fahri Hamzah dan semua ketua DPD PKS Wilayah Jabodetabek berangkat dari Stasiun Gambir sekitar pukul 16.45 WIB.
Semuanya akan menghadiri acara puncak konsolidasi nasional PKS di Semarang. Rapimnas dan Milad PKS dijadikan puncak konsolidasi PKS pasca kemenangan di Pilgub Jabar dan Pilgub Sumut.
"Kami memilih Semarang untuk memperkuat komitmen kami untuk menguatkan basis PKS di seluruh Pulau Jawa terutama Jawa Tengah, selain itu Rapimnas itu dukungan kami kepada kandidat cagub Jateng," tegas Anis yang santai mengenakan kaos polo putih dan jeans biru ini.
2. Outbond Perkokoh Internal

Anis Matta mengajak 70 orang pengurus inti Dewan Pimpinan Pusat PKS untuk mengikuti kegiatan alam (outbond) di Bali.
Outbond selama 4 hari ini dimaksudkan untuk memperkokoh manajemen internal pasca kesibukan terkait perkara yang menyeret Luthfi Hasan Ishaaq.
"Kami melakukan pembenahan mulai dari atas, besok (hari ini) kami bertolak ke Denpasar hingga Kamis (14/2), kami akan melakukan program outbond untuk melakukan team building di lingkungan DPP dulu. Struktur pengurus DPP ini kita gojlok, kita akan lakukan program re-orientasi melalui kegiatan outbond," ujar Anis saat ditemui detikcom, di Hotel Grand Clarion, Makassar, Minggu (10/2/2013) malam.
Sebelum melakukan outbond di Bali, pengurus inti PKS lebih dulu mengikuti roadshow di 5 kota, yakni Bandung, Medan, Yogyakarta, Surabaya dan Makassar untuk menyapa para kader PKS di daerah. Hal ini dianggap penting agar seluruh unsur ketua di struktur DPP PKS melihat langsung realitas di lapangan.
Anis menambahkan, perkara yang menyeret mantan presiden partainya memaksa pengurus DPP PKS melakukan pembenahan. Mulai dari pembenahan spiritual, pembenahan pemikiran, pembenahan prilaku kader PKS dan pembenahan manajemen organisasi.
alam silaturaDhmi Anis dengan seribuan kader PKS Sulsel yang digelar di Hotel Sahid Makassar, Anis menceritakan tiga kisah untuk menginspirasi para kader dan pengurus PKS.
Tiga kisah itu adalah kisah perang Ain Jalut keberhasilan umat Islam mengalahkan invasi kaum Tartar dari Mongolia, kisah Perang Hittin yang menampilkan sosok Sultan Salahuddin Al Ayyubi yang berhasil mengalahkan invasi kaum salibis dan kisah pembebasan Konstantinopel oleh Muhammad Al Fatih.
"Saya memperdengarkan kisah ini untuk menginspirasi pengurus dan kader PKS untuk menciptakan momen sejarah mereka sendiri, mudah-mudahan di tahun 2014 mereka berhasil menciptakan momen sejarah itu," harap Anis.
3. Kalah Makan Durian

Di sela-sela konsolidasi kader dan temu tokoh di Medan, Sumatera Utara (Sumut), Anis Matta ikut lomba makan durian melawan belasan jurnalis cetak dan televisi. Dia pun kalah telak.
Bermula dari acara makan durian Presiden PKS bareng jurnalis yang yang digagas Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Sumut Gatot Pujo Nugroho. Kegiatan berlangsung di Warung Durian Ucok, Jalan Wahid Hasyim, Medan, Selasa (5/2/2013) malam.
"Belum ke Medan kalau belum makan durian. Inilah kekayaan kuliner kebanggaan Sumatera Utara," tutur Gatot memperkenalkan lezatnya durian tembaga pada Anis Matta.
Agar lebih seru, acara silaturahim ini diramaikan lomba makan durian. Gatot yang berpasangan dengan Anis pun antusias ketika ditantang adu cepat menghabiskan dua buah durian. Di tengah sorak sorai suporter puluhan kader PKS, Gatot dan Anis pun adu cepat menghabiskan durian.
Tapi sayang upaya mereka masih kalah cepat dibanding para jurnalis. Budi dan Wahyu, koresponden televisi swasta di Medan, tampil sebagai juara. Mereka berhasil menghabiskan dua buah durian dalam tempo 4 menit 35 detik.
Posisi kedua dipegang Idris Lutfi anggota DPR RI yang berduet dengan Ketua DPW PKS Sumut Muhammad Hafez. Sedangkan juara ketiga diraih Deddy yang berpaket Robby, jurnalis dari media lokal di Medan.
Gatot dan Anis sendiri gagal tampil sebagai yang tercepat karena justru asyik menikmati lezatnya durian Medan.
"Durian Medan harus dinikmati pelan-pelan kelezatannya," ujar Anis Matta sembari terkekeh dan mengaku tak takut kena kolesterol akibat mengkonsumsi durian karena rajin berolahraga.
4. Copot Rolex
Anis Matta akan mengubah gaya hidupnya setelah menjadi Presiden PKS. Salah satunya soal jam tangan.
Anis Matta biasa memakai jam tangan Rolex. Jam tangan mewah ini biasa dipakai di pergelangan tangan kirinya. Anis sempat berbicara juga saat disinggung soal arlojinya itu.
"Nggak, tenang sajalah," kata Anis saat disinggung apakah dia terus memakai Rolex, di markas PKS, Jl TB Simatupang, Jakarta, Jumat (1/2/2013).
Anis dalam kesempatan itu memakai jam tangan silver berhias warna kuning. Tak diketahui apa mereknya.
Dahulu, soal jam tangan Rolex ini Anis pernah berbicara. Bagi Anis, jam tangan hanyalah sebuah kepantasan sebagai pejabat publik, bukan gaya hidup.
"Lebih kepada kepantasan. Jam tangan Rolex hanya sebagai aksesori bukan hobi," kata Anis sembari tersenyum kepada detikcom, Selasa (28/2/2012).


*detikcom
Read more »

Jumat, 19 April 2013

Anis MAtta: Kasus Luthfi Hasan Ujian bagi Elektabilitas PKS

Anis Matta (Foto: Okezone)
Anis Matta
SEMARANG - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menggelar rapat pimpinan nasional (Rapimnas) membahas strategis pemenangan Pemilu 2014 di Kota Semarang, Jawa Tengah.

Presiden PKS, Anis Matta, mengatakan, rapimnas ini merupakan bagian dari konsolidasi nasional setelah prahara yang menimpa PKS akhir Januari 2013.

“Saya terus melakukan kunjungan ke berbagai daerah untuk menyemangati moral kader. Acara ini merupakan puncak untuk konsolidasi PKS,” ujarnya.

Terkait dugaan kasus suap daging impor yang mejerat mantan Presiden PKS, Luthfi Hasan Ishaq, Anis mengatakan hal itu justru mempererat soliditas kader dan meningkatkan kepercayaan publik. Hal ini dibuktikan dengan kemenangan PKS di dua pemilihan gubernur, yakni Jawa Barat dan Sumatera Utara.

“Begitu prahara terjadi, ada pilkada provinsi yang diikuti kader PKS. Ini merupakan ujian elektabilitas dan kepercayaan publik bagi PKS, khususnya di Jawa Barat dan Sumatera Utara. Di dua wilayah tersebut kami menang dan bahkan sudah diputuskan oleh Mahkamah Konstitusi,” ungkap mantan Sekjen PKS itu.

Selain itu, tiga kemenangan juga diperoleh di tingkat kabupaten/kota, yakni Kota Sukabumi Jawa Barat, Kabupaten Hulu Sungai Selatan Kalimantan Selatan, dan Kabupaten Seruyan Kalimantan Tengah.

Dengan hasil yang telah dicapainya itu, Anis yakni PKS akan memenuhi target tiga besar di pemilihan umum legislatif 2014.

“Ini bukti kepercayaan masyarakat kepada PKS lebih besar dari sebelumnya. Kami menargetkan dapat masuk ke tiga besar,” ungkap Anis.

Rapimnas dan Milad ke-15 PKS dihadiri sekira 2.000 kader dan petinggi PKS, baik dari pusat maupun daerah. Turut hadir Ketua DPP Hidayat Nurwahid, Bendahara Umum Mahfudz Abdurrahman, Sekjen Taufik Ridho, Ketua Majelis Syuro Hilmi Aminuddin, Ketua MPP Untung Wahono, dan Ketua DSP Surahman.
(ton)
Read more »

Minggu, 14 April 2013

Anis Matta: “Tanpa Cinta, Jangan Harap Keadilan Akan Datang”


Jumat (12/4) kemarin, Gedung Biru Kaltim Post Balikpapan dikunjungi Presiden PKS Anis Matta. Orang nomor satu partai berbasis Islam tersebut, datang bersama pengurus DPP PKS yang sebagian telah menjadi anggota DPR RI. Dalam perbincangan hangat dengan jajaran manajemen Kaltim Post, Anis Matta membeber langkah-langkah penting. Mulai trik menghadapi incumbent dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) Kaltim, hingga dukungan pengambilalihan Blok Mahakam.
SEJAK pukul 13.30 Wita kemarin, simpatisan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) sudah berdatangan ke Gedung Biru Kaltim Post Jalan Soekarno-Hatta Km 3,5 Balikpapan. Sebagian besar perempuan, membawa spanduk bertuliskan “Selamat Datang Presiden PKS Anis Matta, Sang Soekarno Muda”. Tampak sejumlah anak-anak ikut meramaikan.
Mereka tampak setia menunggu, meski “sang idola” baru datang sekira pukul 14.45 Wita. Anis Matta yang didampingi pengurus DPP di antaranya anggota Komisi VII DPR RI Fahri Hamzah, anggota komisi II DPR RI Aus Hidayat Nur (perwakilan Kaltim), juga datang bersama petinggi PKS Kaltim. Di antaranya Ketua DPW PKS Kaltim Masykur Sarmian, dan Ketua DPP PKS Hadi Mulyadi.
Mereka diterima manajemen Kaltim Post Group, yakni Direktur Balikpapan Televisi Sugito, Pemimpin Redaksi (Pemred) Kaltim Post Chrisna Endra, Manajer Halaman 1 Kaltim Post Faroq Zamzami, dan Manajer Pemasaran HM Idris.
Hal pertama yang menjadi pemikiran Anis Matta dalam kunjungannya ke Kaltim, yakni melakukan recovery image. Apalagi, santer terdengar suara PKS menurun setelah Luthfi Hasan Ishak, presiden PKS sebelumnya, dijadikan tersangka oleh KPK dalam kasus impor daging sapi.
“Sama sekali belum ada dampak kasus tersebut. Buktinya kami sudah memenangi Pilkada Jawa Barat dan Sumatera Utara. Jumlah penduduk di dua provinsi ini, sama dengan 25 persen penduduk Indonesia,” ujarnya optimistis.
Mengenai Pilgub Kaltim yang tinggal hitungan bulan, Anis melihat masih ada celah. Saat ini, kondisinya para politikus di Kaltim seakan takut bersaing dengan incumbent, Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak. Dia mengingatkan, kondisi ini mirip pilgub Jakarta. Saat itu, Fauzi Bowo yang merupakan incumbent, terus ditampakkan sebagai sosok powerful.
Ternyata, ini memberikan dampak negatif. Masyarakat Jakarta bosan dengan image tersebut, dan ingin ada calon alternatif. Sehingga saat pendaftaran calon di KPU, sampai ada 6 pasangan yang bersaing. Dan akhirnya dimenangkan Joko Widodo, mantan wali kota Solo.
“Fenomena ini menunjukkan, incumbent tak selalu menang. Jokowi buktinya, bukan dari daerah yang lebih besar dari Jakarta, tapi bisa terpilih,” katanya.
Untuk pilgub Kaltim, Anis sepertinya tampak lebih sreg bila calon PKS datang dari internal partai. Namun apakah maju sebagai calon gubernur (cagub) atau calon wakil gubernur (cawagub), dia mengaku menyerahkan semuanya pada pertimbangan DPW PKS.
“Intervensi PKS pusat itu nyaris tidak ada. Meski saya ingin PKS mengincar KT 1 (gubernur), tapi semua saya serahkan ke DPW,” ujarnya.
Ia menegaskan, PKS siap bertarung di pemilihan kepala daerah (pilkada) manapun. Kader partai didorong untuk maju. Menang atau kalah katanya, adalah urusan belakang. Yang pasti PKS teguh menyatakan sikap. Baik itu untuk posisi gubernur, atau orang nomor dua.
Sebagai tokoh PKS yang kerap maju dalam pemilihan kepala daerah di Kaltim, Hadi Mulyadi turut memberikan pandangannya.
Dia secara pribadi, sangat siap maju menjadi calon gubernur. Meski begitu, ia mengaku belum bisa memastikan apakah PKS akan mengusung cagub atau cawagub. Saat ini pihaknya sedang bernegosiasi dengan partai lain.
Sejumlah nama yang sudah masuk radar PKS di antaranya, mantan Pangdam VI Mulawarman Mayjen Subekti, mantan Wali Kota Balikpapan Imdaad Hamid, dan Wakil Gubernur Kaltim Farid Wadjdy. Mereka sudah menjalin komunikasi dengan PKS.
“Semua calon tadi serius ingin maju. Tapi kami belum bisa pastikan siapa yang bakal kami dukung,” ucap Wakil Ketua DPRD Kaltim itu.
Ia menegaskan, akhir Mei mendatang PKS akan mengumumkan cagub atau cawagub yang didukung. Salah satu dari posisi tersebut, diisi kader PKS.
POLITIK CINTA
Meski politisi muda di Indonesia bermunculan, tapi hingga kini belum ada yang mampu memimpin negeri ini. Menurut Anis Matta, itu karena wajah politik kian keras dan berbahaya. Banyak konflik dan intrik. Sehingga membuat pemuda banyak yang terlempar dari panggung politik. Apalagi, saat ini strategi pembunuhan karakter sangat lazim dilakukan.
PKS katanya, harus keluar dari praktik-praktik seperti itu. PKS harus lebih enjoy. Karena itulah, pengurus DPP PKS akan terus mengunjungi daerah-daerah, untuk merubah cara berpikir politik para kadernya.
“Ini waktunya memberikan sentuhan cinta bagi dunia politik,” ucapnya, lantas tersenyum lebar.
Mestinya menurut Anis, cinta juga dibawa dalam praktik peradilan. “Dengan cinta, kejujuran akan datang. Tak akan lagi ada penyelewengan kekuasaan dan tirani. Peradilan akan seadil-adilnya. Kalau cinta sudah hilang, jangan harap keadilan akan datang,” tambahnya.
APBN BAGI RATA
Akhir-akhir ini di Kaltim masalah pemekaran wilayah menjadi isu yang hangat. Beberapa di antaranya, dipicu kegelisahan akibat pembangunan infrastruktur yang tak merata. Salah satunya ancaman Kutai Kartanegara (Kukar) keluar dari Kaltim akibat pembangunan jalan yang tersendat-sendat.
Soal ini, Anis mengaku sangat mendukung pemekaran. Menurutnya, pemekaran itu adalah kunci untuk mempercepat pembangunan daerah.
Menurut mantan Wakil Ketua DPR RI ini, pembangunan di Kaltim begitu lambat. Menurutnya, ini karena Kaltim tidak memiliki koneksi yang baik dengan daerah lain. Contohnya rute penerbangan yang tidak banyak menuju provinsi lainnya di Kalimantan. Ini kata Anis, karena Kalimantan tidak dibangun secara utuh.
Padahal, kata dia, Kalimantan memiliki posisi yang strategis untuk pertumbuhan ekonomi. Karena itu kata Anis, mestinya Kalimantan dijadikan pusat pembangunan tersendiri.
“Kalimantan ini harus dijadikan satu kawasan yang dibangun sekaligus. Banyak hal yang perlu dibangun, tapi harus terintegrasi dalam satu kawasan dulu. Jangan sampai warga Kalbar mau ke Kaltim, harus ke Jakarta dulu,” jelasnya.
Dia lalu mencontohkan Sumatera, yang dibangun secara satu kesatuan. Akhirnya, jalan di Sumatera jauh lebih mulus ketimbang Kaltim. Bahkan sudah dibangun Jalan Trans Sumatera.
BLOK MAHAKAM
Polemik siapa yang bakal mengelola Blok Mahakam pada 2017 mendatang, turut menjadi perhatian PKS. Anis Matta menyebut, PKS punya orang khusus untuk memberikan pandangan soal ini. Dia adalah Fahri Hamzah, anggota Komisi VII DPR RI yang mengurus masalah energi. Fahri yang kemarin menggunakan kemeja lengan pendek, langsung menegaskan bahwa pemerintah mampu mengelola sumur minyak itu. PKS juga mendukung usulan pemerintah Kaltim mengambil alih Blok Mahakam bersama Pertamina.
Jawaban Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Jero Wacik yang mengulur-ulur keputusan, dan menyiratkan bahwa Pertamina tak sanggup, dinilai Fahri tak beralasan. Dia menganalogikan, sejak dulu penambang minyak pribumi bisa menggarap sumur minyak.
“Kalau pemerintah yakin dan serius, berapapun alokasinya (untuk biaya investasi dan eksplorasi) pasti akan dipenuhi APBN,” bebernya.
Anggota tim pengawas bailout Bank Century ini mencontohkan, salah satu perusahaan minyak milik pemerintah Meksiko, sukses mengelola sumur migas di negara Sombrero tersebut. Perusahaan itu menguasai ladang minyak di sana. Karena pemerintah serius, negara pun menyanggupi pendanaannya.
“Konsep pembiayaannya yang penting. Tak ada cerita tak mampu,” sebutnya.
Perbincangan hangat dengan manajemen Kaltim Post ini, akhirnya harus berakhir. Karena sekitar pukul 16.00 Wita, Anis Matta dan rombongan harus bergegas ke Samarinda. Anis sendiri baru saja datang dari Jakarta, setelah makan siang dan berdiskusi dengan jajaran pengurus PKS di Hotel Novotel Balikpapan, Anis langsung ke Gedung Biru Kaltim Post. Rencananya, hingga Minggu (14/4) mendatang, Anis akan blusukan menemui tokoh-tokoh di Kaltim. (rom/far/che2/k1)

*http://www.kaltimpost.co.id/berita/detail/17423/tanpa-cinta-jangan-harap-keadilan-akan-datang.html
Read more »

Dilahirkan Pemuda, PKS Ingin Ciptakan Tokoh Nasional



Samarinda (13/4) - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) bertekad lahirkan tokoh-tokoh baru meski partai ini tidak dilahirkan oleh para tokoh. Didirikan 15 tahun lalu, partai yang awalnya bernama Partai Keadilan (PK) ini merupakan hasil ijtihad politik sejumlah pemuda. Karena itu, dari pemuda, PKS ingin melahirkan tokoh-tokoh nasional baru.
"Tidak seperti partai lain yang dilahirkan oleh para tokoh, PKS adalah partai yang dilahirkan oleh anak-anak muda yang belum dikenal di kancah politik Indonesia pada era reformasi tahun 1998," kata Presiden PKS Muhammad Anis Matta.
Hal itu disampaikan Anis usai makan siang kepada sejumlah wartawan di Samarinda, Kaltim, Sabtu (13/4).
Namun bersama dengan berjalannya waktu, Anis mengatakan PKS melahirkan tokoh-tokoh baru baik karena peran dalam jabatan publik seperti Menteri, Kepala Daerah atau tokoh politik lainnya.
Dalam kesempatan itu, mantan wakil ketua DPR ini juga menyampaikan kans kader PKS di Kaltim yaitu Hadi Mulyadi yang kini menjabat Wakil Ketua DPRD Kaltim, untuk maju sebagai calon gubernur Kaltim periode tahun 2013-2018.
"PKS mengutamakan kader lebih dulu untuk maju di Pilkada, karena itu kita akan dorong Hadi Mulyadi untuk maju di Pilgub Kaltim," tegas Anis.
Ia mengingatkan masyarakat pada nama-nama seperti Ahmad Heryawan, Irwan Prayitno dan Gatot Pujo Nugroho. Ketiganya adalah tokoh politik yang diakui oleh masyarakat Jawa Barat, Sumatera Barat dan Sumatera Utara.
"Tidak mudah memenangkan Pilkada di tiga provinsi tersebut, tapi syukurlah kader PKS diterima dan diakui prestasinya oleh masyarakat," ujar Anis yang mengunjungi Kaltim dalam rangka perayaan Milad PKS ke-15.
Ia meyakini PKS akan masih melahirkan tokoh-tokoh baru yang akan mberikan kontribusi positif bagi bangsa Indonesia.
"Ada 3 provinsi yang sudah dan rencananya akan ajukan kader PKS sebagai cagub, yaitu NTB, Maluku Utara dan Kaltim. Mudah-mudahan masyarakat bisa menerima mereka dengan baik," harap Anis.

Read more »

Sabtu, 13 April 2013

PKS Siap Tinggal Landas

SURYA Online, SAMARINDA - Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Anis Matta mengakui, partainya saat ini dalam kondisi take off atau siap lepas landas.
   
"Mesin sudah diperbaiki, jalanan sudah diratakan dan runway (landas pacu) siap digunakan sehingga PKS saat ini dalam posisi take off dan momentumnya itu pada saat milad nasional yang akan dilaksanakan di Semarang, Jawa Tengah, yang akan dirangkaikan dengan rapat kerja nasional oleh pengurus dan kader dari seluruh provinsi dan kabupaten/kota," ungkap Anis Matta kepada wartawan di Samarinda, Kalimantan Timur, Sabtu (13/4/2013).
   
Pascaprahara yang melanda PKS, yakni dugaan korupsi impor daging sapi yang melibatkan mantan Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq, partai berlambang bulan sabit kembar itu, lanjut Anis Matta, sudah pulih dan saat ini tengah berkonsentrasi menghadapi Pemilu 2014.
   
"Kunjungan saya ke Samarinda ini merupakan bagian konsolidasi nasional dan tahap satu dari seluruh perencanaan saya sejak menjadi Presiden PKS akan selesai pada bulan April 2013," ungkap Anis Matta.
   
Sejak menjadi Presiden PKS Anis Matta mengaku, pihaknya memiliki dua target jangka pendek, yakni mencegah terjadinya demoralisasi kader dan mempertahankan kepercayaan publik.
   
"Saya kira, dua target ini sudah tercapai dengan baik karena sekarang PKS jauh lebih solid dari sebelumnya. Para kader lebih bergairah dari sebelumnya, lebih dari itu kami berhasil mengembalikan kepercayaan publik," katanya.
   
Indikatornya itu, menurut dia, terlihat pada Pemilihan Gubernur Jawa Barat dan Sumatera Utara. "Bahkan kami juga menang dalam Pilkada Kota Sukabumi dan kemarin baru saja menang Hulu Sungai Selatan di Kalimantan Selatan, kemudian di Seruyan, Kalimantan Tengah," ungkap Anis Matta.
   
Walaupun pemilihan kepala daerah bukan menjadi tolak ukur elektabilitas sebuah partai, Anis Matta mengaku, kemenangan PKS di tiga provinsi itu menjadi bukti bahwa masyarakat masih menaruh harapan besar terhadap PKS.
   
Akan tetapi dalam kasus PKS agak berbeda. Di Sumatera Utara, selain menang dalam Pilkada, suara PKS juga naik dan saat ini berada di posisi ketiga dalam kategori survei partai.
   
Begitu pula, lanjut dia, di Jawa Barat, PKS nomor tiga dalam survei partai dan di mana-mana suara PKS relatif naik. "Ini merupakan bukti bahwa kepercayaan publik pada PKS sudah kembali naik. Jadi saya bisa mengatakan bahwa saat ini PKS siap untuk take off," ungkap Anis Matta.

Editor : Wahjoe Harjanto
Source : Antara
Read more »

Anis Matta Nyatakan Siap Maju Capres Jika PKS Masuk 3 Besar

BALIKPAPAN - Presiden Partai Keadilan Sejahtera, M Anis Matta mengaku siap bertarung menjadi Calon Presiden RI (capres) dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014 mendatang, jika PKS masuk dalam tiga besar.
Kesiapan itu Anis sampaikan setelah diskusi bersama Pemimpin Redaksi Tribun Kaltim Achmad Subechi dan awak redaksi Tribun Kaltim di Balikpapan, Kalimantan Timur, Jumat (12/4/2013).
Anis Matta masih ragu-ragu untuk tampil sebagai Capres pada Pilpres 2014.
"Seperti saya katakan lima tahun lalu ketika kita ketemu di tepi Teluk Balikpapan, siapkan diri anda menjadi presiden. Sekarang bola sudah ada di tangan... Ini momentum. Kalah menang dicoba dan tidak ada ruginya. Ini eranya anak muda. Apakah anda siap maju menjadi presiden?" tanya Achmad Subechi kepada Anis.
Mendapat pertanyaan itu sontak ruangan rapat Tribun Kaltim yang dipenuhi kader PKS, menjadi riuh rendah. Tepuk tangan membahana di seantero ruangan.
Anis Matta terlihat menghelai nafas.
"Kita dapat provokasi yang luar biasa. Kemarin pertanyaan ini sudah kita tanyakan ke Pak Habibie. Kata Pak Habibie presiden mendatang itu usianya 40-60 tahun. Tapi kalau anda tanya secara pribadi, di kepala saya sekarang ini bagaimana membawa PKS masuk dalam tiga besar. Setelah itu baru saya mikirin langkah kedua," katanya.
"Setelah masuk tiga besar, anda akan siap?" kejar Achmad Subechi. "Kalau anda tanya apakah saya siap? Saya siap....! Di PKS tidak ada yang tidak siap. Sekarang saya bekerja secara bertahap dan saya terbiasa bekerja dengan tahapan-tahapan yang terukur. Saya benar-benar fokus agar PKS masuk tiga besar dan ini amanah. Kalau Insya Allah kita masuk ketiga besar, maka akan kita pikirkan kompetisi yang kedua ini (Pilpres)," tuturnya.
"Saya mau tanya dulu, saya ini bukan orang Jawa," tanya Anis. "Emang orang di luar Jawa tidak boleh jadi presiden?" tanya Achmad Subechi.
Lalu siapa lawan terberat capres 2014 menurut anda? "Saya tidak melihat dalam perspektif itu. Karena saya melihat perspektif tiga besar. Saya tidak melihat kompetitor itu sebagai perorangan. Cuma saya melihat begini dari tahun 1999 sampai 2009 tren partai decline. Kita sekarang trendnya naik. Biasanya itu akan terjadi kontraksi pada waktu terjadi shifting. PKS berbeda dengan partai lain, karena yang kuat di PKS adalah organisasinya dan bukan sekedar figur. Ini adalah partai yang melahirkan tokoh. Bukan tokoh yang melahirkan partai."
Dalam kesempatan itu, Anis Matta mencontohkan keberhasilan dua calon gubernur yang digadang-gadang PKS akhirnya terpilih menjadi gubernur. Keduanya adalah Ahmad Heryawan (Gubernur Jawa Barat terpilih) dan Gatot Pujo Nugroho (Gubernur Sumatera Utara).
"Ahmad Heryawan seorang guru bahasa Arab digodok-godok, jadilah gubernur. Gatot Pujo Nugroho seorang insinyur, digodok-godok menjadi gubernur," tuturnya.
"Sekarang Presiden PKS, digodok-godok jadi presiden..." kelakar Achmad Subechi.
Anis Matta sengaja datang ke kantor Tribun Kaltim untuk melakukan silahturahmi didampingi Sekjen PKS Muhammad Taufik Ridho, Ketua DPP PKS Bidang Pembangunan Ummat Raihan Iskandar, Ketua DPP PKS Bidang Generasi Muda dan Profesi Ahmad Sumiyanto, Wakil Sekjen DPP PKS Fahri Hamzah, Ketua DPW PKS Kaltim Masykur Sarmian, Ketua DPP PKS Wilda Kalimantan H Hadi Mulyadi, Wakil Ketua DPP PKS Dr Najamuddin Marahamid, Ketua DPD PKS Balikpapan Syukri Wahid dan para pimpinan DPW PKS Kaltim.
"Ini bagian dari silaturahim yang saya lakukan sejak saya menjadi Presiden PKS. Saya memimpin dalam keadaan darurat, karena itu saya langsung menetapkan dua target. Pertama mencegah terjadinya demoralisasi. Kedua mempertahankan kepercayaan publik. Karena itu saya langsung melakukan roadshow. Alhamdulillah berlangsung sampai sekarang dan keadaan PKS jauh lebih bagus, jauh lebih solid dan jauh lebih kuat," ungkapnya.
Rombongan PKS disambut Pemred Tribun Kaltim Achmad Subechi, Redaktur Pelaksana Priyo Suwarna, Manajer Sirkulasi Iskandar dan beberapa pimpinan lainnya.
Dalam kesempatan itu Anis Matta juga bercerita soal musibah yang belum lama ini menimpa PKS. "Saya bisa mengatakan musibah ini membawa berkah bagi PKS, dan menjadi momentum pembenahan dan kebangkitan bagi PKS. Saya bisa mengatakan ibarat pesawat enginenya sudah kita perbaiki semuanya, sudah siap terbang, landasan juga sudah siapkan dan bulan april ini Insya Allah kita siap take off," tambahnya.
Ia juga merasa bersyukur  bahwa kepercayaan publik terhadap PKS sudah bagus. Indikatornya, Pilkada di Jabar dan Sumut dimenangkan PKS.
"Alhamdulillah kita bisa memenangkan pilkada ini. Artinya apa, kepercayaan publik kepada PKS jauh lebih bagus dari yang kami perkirakan. Belum lagi hasil survey partai elektabilitasnya juga naik. Artinya apa? Misi yang saya emban ini berhasil dan Insya Allah kita akan mendeklarasikan bahwa kita siap untuk take off nanti di Semarang, milad PKS tanggal 20 April sekaligus rapimnas."
Sejak menjadi Presiden PKS, Anis Matta mengaku jarang berada di Jakarta. Ia selalu keliling daerah untuk melakukan konsolidasi.
"Saya hampir tidak ada di Jakarta sejak jadi Presiden PKS. Mengapa? karena Jakarta hawanya hawa perang. Kalau kita masuk ke Jakarta mindset kita harus kita rubah," jelasnya.
Apalagi, belakangan ini Anis Matta menangkap kesan kuat bahwa di level nasional ada tren yang berorientasi merubah
wajah politik kita kepada tren destruktif, trend bumi hangus.
"Bahasa Hawanya tiji tibeh (mati satu mati semua). Jadi trend ini yang mengubah wajah politik ini menjadi keras. Bahkan saya sering mengistilahkan politik menjadi dangerous game, permainan politik yang berbahaya, mengerikan dan menakutkan. Ada character assassination.
"Coba anda lihat politisi muda yang terpental dari panggung. Setengah mati sekolah jauh-jauh, di usia muda terlempar dari panggung politik. lenyap..."
Konflik elite semacam ini kata Ani Matta membuat elite politik tidak mengurusi publik. "Sehingga saya jadi mengerti kenapa anak anak muda menjadi apolitis, karena mereka tidak melihat gunannya. Apa  politik sekarang? Tidak bersentuhan dengan masyarakat. Padahal politik itu hakekatnya adalah cara kita sebagai manusia mengatur kehidupan publik kita sebagai manusia. Sehinggga kita bisa merubah permusuhan menjadi persahabatan, bisa mengubah kompetisi menjadi kolaborasi. Kalau toh ada kompetisi, pada akhirnya kompetsi kreatiftas."
Berangkat dari situlah, maka semua kader PKS dhimbau agar keluar dari konflik semacam itu. "Kita akan ketemu orang silaturahim, merekonstruksi kembali bangunan politik yang sesungguhnya. Dan menurut saya kita bisa melakukan ini manakala kita memberikan satu energi baru ke tangan politik yaitu cinta. Kalau kita datang dengan semangat cinta ke dalam politik, ini akan merubah wajah politik yang keras jadi lembut, yang bermusuhan menjadi bersahabat dan keragaman bukan menjadi sumber konflik, tetapi menjadi sumber kekuatan, sumber kolektivitas. Jadi kalau kita memberikan sentuhan cinta kepada kekuasaan, maka wajah politik kita akan berubah."
Ia mencontohkan, karut-marut dalam penerapan hukum disebabkan karena orang datang dengan semangat kebencian, semangat menghukum, bukan datang dengan semangat keadilan. Ini yang membuat pelaksanaan penerapan hukum menjadi berat.
"Kini setelah saya keliling hampir tiga bulan, politik ini jadi enak, kita bisa rileks dan tidak tegang serta kita tidak kehilangan hubungan kemanusiaan yang murni hanya karena kita sedang berkompetisi. Dan tema ini akan menjadi tagline PKS menghadirkan cinta dalam politik."
Seusai pertemuan Anis Matta memberikan cinderamata berupa karikatur gambar dirinya yang sedang berjabat tangan dengan Pemred Tribun Kaltim Achmad Subechi.  (*)
*http://www.tribunnews.com/2013/04/12/anit-matta-maju-capres-jika-pks-masuk-3-besar
Read more »

Berpolitik penuh cinta ala Anis Matta

Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Anis Matta menilai, sederet persoalan politik dan hukum yang terjadi di tanah air belakangan ini, akibat kurangnya para elite menghadirkan rasa cinta dalam berpolitik. Terlebih lagi, PKS yang kerap kali difitnah.
Anis mengaku prihatin dengan kondisi politik yang bertolak belakang dengan harapan masyarakat saat ini. Di mana, para elite saling jegal dan saling serang demi tujuan tertentu.
"Praktik pembunuhan karakter dan tindak zalim lainnya menyebabkan komponen bangsa yang seharusnya bersatu, justru tercerai-berai," kata Anis kepada merdeka.com, Sabtu (13/4).
Anis beranggapan, dalam politik yang terjadi sekarang, selalu ada saja pihak yang tidak menghendaki segenap komponen bangsa bersatu. Karenanya, mereka selalu menghadirkan kebencian di tengah masyarakat. Hal ini dirasakan mantan wakil ketua DPR ini saat partainya dituding sebagai partai yang anti tahlil dan ziarah ke makam.
"Menyimpulkan PKS menentang tahlil dan ziarah adalah keliru besar. Mereka ini terus menyebar kebencian," imbuhnya.
Oleh sebab itu, agar tidak terjadi fitnah dan saling jegal dalam berpolitik, Anis berharap agar para elite menggunakan rasa cinta dalam berpolitik. "Dengan menghadirkan cinta dalam berpolitik, kompetisi saling jegal menjadi kolaborasi antara satu dengan lain. Cinta menyatukan sesuatu yang tercerai-berai, menyambung yang terputus menjadi satu kembali," tandasnya.
*http://www.merdeka.com/politik/berpolitik-penuh-cinta-ala-anis-matta.html
Read more »

Tagline Baru PKS 'Cinta-Kerja-Harmoni' Sebuah "Evolusi Marketing"


Nasrulloh Mu

Aa Gym, memiliki arti sendiri dalam dunia bisnis. Dari ceramah-ceramahnya, memberikan banyak inspirasi kepada pengusaha dan top manajemen perusahaan untuk memasukan nilai-nilai moralitas dan spiritual dalam pengelolaan perusahaan dan pelayanan.
Maka sejak itu banyak sekali slogan-slogan perusahaan yang mengaitkan moralitas dan spiritualitas dengan kerja-kerja bisnisnya. Saat ini, sudah sangat lumrah menemukan sebuah slogan perusahaan yang berbunyi “Melayani Dengan Sepenuh Hati”. Dan masih banyak lagi slogan-slogan lainnya.
Hermawan Kartajaya, sang Begawan Marketing, pernah membuat tulisan tentang evolusi marketing. Awalnya, tujuan perusahaan adalah profit center. Mencari keuntungan dengan segala cara. Kemudian, mencari keuntungan dengan memperhatikan aturan-aturan perundang-undangan.
Kemudian  mencari keuntungan dengan peduli pada kondisi lingkungan dan masyarakat. Saat ini, menurut Sang Begawan Marketing, merupakan era dimana perusahaan memasukan nilai-nilai spiritualitas dalam bisnisnya.
Tulisan ini saya baca di email, dari seorang top manajemen ditempat saya bekerja, sekitar 5 tahun yang lalu.
Tagline Baru PKS
Tadi pagi ada berita yang menarik, yaitu mengenai bergantinya slogan PKS, dari bersih, peduli dan profesional menjadi cinta, kerja dan harmoni. Sepertinya PKS ingin memasukan era baru dalam pengelolaan partainya.
Dari sebuah partai yang peduli dengan masyarakat menjadi partai yang memasukan  nilai spiritual dan kemanusiaan. Sebenarnya ini bukan hal yang baru bagi PKS. Namun PKS ingin nilai cinta, kerja dan harmoni menjadi esensi bagi kerja-kerja politiknya.
Membaca slogan itu, saya jadi teringat tulisan Aa Gym dan Hermawan Kartajaya mengenai evolusi marketing. Sepertinya, PKS ingin membawa politik sama seperti era pengelolaan bisnis. Yaitu, memasukan nilai-nilai spiritual dan kemanusiaan dalam aksi dan pengelolaan kera-kerja politiknya.
Mengingat saat ini masyarkat mulai jenuh dan apatis dengan politik. Publik sudah muak dengan aksi korupsi dan moralitas para politisi dan pengelolaan negara yang sudah rusak. Semua ini terjadi karena tercabutnya moralitas dan kemanusiaan dalam politik.
Mungkin PKS ingin memutar haluan, membuat arus baru  dan evolusi baru diperpolitikan Indonesia. Mari kita tunggu realitanya dengan slogan PKS yang baru. ***

*http://politik.kompasiana.com/2013/04/12/aa-gym-begawan-marketing-dan-pks-545474.html
Read more »

Jumat, 12 April 2013

Anis Matta: Habibie Sosok Inspiratif bagi PKS

Anis Matta: Habibie Sosok Inspiratif bagi PKSPartai Keadilan Sejahtera menyerahkan penghargaan Guru Demokrasi Bangsa pada mantan Presiden BJ Habibie (dua dari kanan), Kamis (11/4/2013). Penghargaan diserahkan Presiden PKS Anis Matta (kanan).


JAKARTA, KOMPAS.com — Sosok Presiden ketiga Indonesia, BJ Habibie, disebut sangat melekat dan inpiratif bagi Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Dia dinilai telah mengajarkan bahwa politik dan kekuasaan tidak bisa mengalahkan cinta yang begitu besar kepada bangsa dan rakyat Indonesia.
"Karenanya, PKS menobatkan Habibie sebagai Guru Demokrasi Indonesia," kata Presiden PKS, Anis Matta, dalam Dialog Demokrasi dan Peradaban Internasional yang diadakan Bidang Kebijakan Publik DPP PKS di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (11/4/2013) malam.
Anis menyebut Habibie sebagai "sosok spesial" untuk partainya. "Inspirasinya mengajarkan bahwa politik dan kekuasaan harus didekati dengan cinta dan bukan untuk kepentingan pragmatis dan golongan semata. Inilah budaya politik yang menjadi inspirasi bagi PKS," tegas Anis, dalam siaran persnya.
Dialog ini adalah rangkaian acara untuk memperingati Milad ke-15 PKS. Anis mengatakan PKS adalah partai yang lahir sebagai "anak kandung" reformasi. Hal itu tidak lepas dari peran Habibie yang membuka keran demokrasi dan mengantarkan Indonesia melewati transisi pada 1999.
"Jangan lupa, PKS atau PK pada waktu itu didirikan dengan tanda tangan Pak Habibie. Kami adalah anak muda yang diberi pintu masuk oleh Pak Habibie untuk ikut serta membangun bangsa melalui jalur politik. Memperingati Milad PKS adalah memperingati reformasi itu sendiri," jelas Anis.

Anis menegaskan, pelajaran penting dari Habibie adalah pada kemampuannya mendekati politik dan kekuasaan dengan cinta. Bagi Habibie, lanjutnya, meninggalkan kekuasaan bukanlah sesuatu yang harus diratapi dengan kesedihan.

"Seseorang yang merebut kekuasaan dengan cinta maka akan meninggalkan kekuasaan dengan cinta. Cinta yang (lebih) besar kepada rakyat daripada kepentingan pragmatisnya. Inilah budaya politik yang diajarkan Pak Habibie dan menjadi inspirasi PKS untuk terus berkiprah dalam demokrasi. Bahwa kekuasaan dan politik adalah sarana untuk menuju kesejahteraan rakyat," tutup Anis
Read more »

Usai Jumatan, Anthony Koster Menyatakan Masuk Islam Dihadapan Anis Matta

BALIKPAPAN - Presiden PKS Anis Matta hari ini Jumat (12/4) tiba di Balikpapan dalam rangkaian kunjungannya ke Kalimantan Timur selama tiga hari. 
Kegiatan Anis dimulai dengan mengisi khutbah Jum’at di Masjid Istiqomah, Balikpapan. Seusai sholat jum'at ada peristiwa menarik dimana ada seorang muallaf Anthony Foster yang menyatakan masuk Islam dan mengucapkan syahadat di hadapan Anis Matta.

Anis kemudian bertanya kepada sang muallaf, apakah ada nama hijrah yang telah ia pilih? Koster menjawab dengan mantap, "Muhammad." Kontan saja jamaah sholat Jumat yang menyaksikan menyambut dengan seruan takbir.

Kepada Muhammad, Anis berkata bahwa sebagai saudara seiman ia berpesan bahwa setelah ini harus mempelajari Islam lebih dalam lagi.

Kita doakan semoga Muhammad Anthony Koster diberi keistiqomahan dan kebahagiaan dunia akhirat. Amin.


*sumber: @pkskaltim
Read more »

 

KABAR DPC

KIPRAH KEWANITAAN