Tampilkan postingan dengan label Opini. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Opini. Tampilkan semua postingan

Selasa, 13 Agustus 2013

Aliansi Pro Mursi Siapkan Diri Hadapi Operasi Keamanan Mesir

aliansidakwatuna.com – Kairo. Aliansi pro Mursi yang melakukan demonstrasi di beberapa kawasan di Kairo khususnya di lapangan Rab’ah Adawiyah sedang mempersiapkan diri untuk menghadapi operasi keamanan militer Mesir yang bertujuan untuk membubarkan mereka.
Pasukan keamanan Mesir sedang mempersiapkan diri untuk mengepung pendukung Presiden Muhammad Mursi yang berkumpul di kamp-kamp protes di Kairo selama lebih dari satu bulan.
Sumber-sumber keamanan mengatakan kepada Al Jazeera, polisi Mesir akan meluncurkan tindakan terhadap para demonstran pada Senin pagi (12/8).
Dalam persiapannya, para pengunjuk rasa pro-Mursi telah melakukan pembentengan pada kamp-kamp mereka di Kairo.
Langkah-langkah itu untuk melindungi diri terhadap kendaraan patroli lapis baja dan termasuk membangun penghalang beton dan kayu, serta membeli masker gas, kacamata, dan sarung tangan.
“Keputusan untuk mengambil tindakan pengepungan muncul setelah pertemuan antara Menteri Dalam Negeri Mesir dan para pembantunya,” kata satu sumber keamanan Mesir.
Sumber lain mengkonfirmasi, pasukan keamanan Mesir akan dikerahkan di sekitar aksi duduk pada waktu fajar sebagai awal prosedur yang pada akhirnya akan mengarah ke penyebaran.
Gamal Heshmat, seorang pemimpin senior Ikhwanul Muslimin mengatakan, setiap upaya untuk mengepung aksi duduk akan berujung pada sebuah “kejahatan”.
“Ini adalah pendudukan untuk semua rakyat Mesir dan setiap upaya untuk menempatkan pengepungan di atasnya atau untuk memaksakan kematian yang lambat dengan memotong air, makanan, atau listrik adalah kejahatan, dan siapa yang bertanggung jawab akan dimintai pertanggungjawaban,” kata Heshmat.
“Juga setiap serangan atau pembunuhan terhadap rakyat Mesir atas dasar perbedaan politik seperti yang terjadi sekarang oleh polisi dan tentara juga akan dihukum, dan bisa memicu seluruh Mesir,” Hesmat menambahkan.
Pada Ahad (11/8), ribuan massa demonstrai menuntut pemulihan Mursi di tengah upaya terakhir untuk rekonsiliasi menjelang ancaman tindak kekerasan aparat keamanan.
Sementara itu, Al-Azhar mengumumkan upaya terakhir untuk menyelesaikan ketegangan politik dan menyerukan pembicaraan rekonsiliasi antara kedua pihak. (mina)
Read more »

Senin, 12 Agustus 2013

Krisis dan Kebangkitan

1376202817538988920
Marso, S.Pd
Islam, sejak kemunculannya pertama kali yang dibawakan oleh Rasulullah SAW hingga kini kira kira empat belas abad. Sepanjang rentang waktu itu, islam mengalami pasang surut peradaban. Seperti kita lihat dalam sebuah nubuwwat-nya Rasulullah SAW pernah menengarai bahwa umat Islam setidaknya akan melalui lima periode dalam perjalannnya hingga kiamat nanti, yaitu: Periode Kenabian, Periode Kekhalifahan yang tegak diatas nilai-nilai Kenabian, Periode Mulkan ‘Aadhan (Penguasa yang menggigit), Periode Mulkan Jabariyyan (Penguasa yang menindas), dan terakhir sebelum datangnya Kiamat sekali lagi Islam akan Jaya kembali pada Periode Kekhalifaan yang tegak diatas nilai-nilai kenabian.
Pertanyaan yang sangat relevan setelah kita membaca nubuwwat tersebut diatas adalah, Pada Periode manakah Umat Islam saat ini? mari kita lihat dulu ulasan berikut ini.
1. Periode Kenabian.
Merupakan periode para Nabi. Dan tidak mungkin jika saat ini merupakan periode tersebut.
2. Periode Kekhalifahan yang tegak diatas nilai-nilai Kenabian.
Periode ini umat Islam dipimpin oleh Khalifah, dan apakah sekarang seperti itu…..?? Tidak.
3. Periode Mulkan ‘Aadhan (Penguasa yang menggigit).
Suatu periode yang dalam pemerintahannya masih menggunakan secara legal Islam, Al-Qur’an, dan Assunah sebagai dasar system politik, namun dalam prakteknya bertabur penyimpangan, tidak konsisten.
lantas, apakah saat ini umat islam berada pada periode tersebut…??? Tentu saja juga bukan.
4. Periode Mulkan Jabariyyan (Penguasa yang menindas).
Inilah yang barangkali relevan sebagai gambaran priode umat Islam saat ini, dimana pada masa ini merupakan masa/periode terburuk, yaitu dimana secara dejure hukum islam tidak lagi tegak diatas muka bumi, apalagi secara defacto. Inilah Perjalanan Umat dimana Khilafafah Islamiyah tidak lagi tegak. Dan itulah yag sedang dialami umat Islam saat ini.
5. Periode Kekhalifaan yang tegak diatas nilai-nilai kenabian.
Sebelum hari kiamat nanti tiba, sesuai dengan nubuwwat tersebut diatas maka sekali lagi umat islam akan mengalami masa kejayaan yaitu akan kembali pada masa Kehalifaah yang tehak diatas nilai-nilai Kenabian.
Umat Islam telah melewati paerjalanan sejarah panjang dengan kebangkitan dan kemunduran yang datang silih berganti. Ini merupakan sunatullah. Alloh berfirman dalam QS Ali-Imran : 140 :
“Dan (masa kejayaan dan kehancuran) itu kmi pergilirkan diantara manusia (agar mereka mendapat pelajaran)”.
Begitulah kira kira gambaran perjalanan peradaban, dalam setiap kurun yang dilalui umat ini, kita selau melihat didalamnya terdapat krisis dalam aspek-aspek tertentu dari kehidupannya. Krisis itulah yang kemudian memicu munculnya Gerakan Pembaharuan (baca: Kebangkitan) dengan lontaran isu-isu yang khas sesuai dengan ragam Krisis yang terjadi. Dan setiap Fenomena Kebangkitan ini selalu dilahirkan dan Melahirkan Tokoh-tokoh fenomenal, Ulama, dan Ulama Mujahid yang dengan Karya-karya nyatanya.
Sekarang kita dapat memperoleh kesimpulan sementara bahwa pada kurun waktu tertentu kita mengalami Krisis. dan Setiap Krisis dalam kurun waktu tertentu akan melahirkan sebuah Kebangkitan. Dua Kata itulah (Krisis dan Kebangkitan) erupakan kunci dalam setiap perjalanan umat islam ini.
Wallohu a’lam bishowab.
Sumber: kompasiana
Read more »

Sabtu, 27 Juli 2013

Wow, Nama Aleg PKS ini dijadikan Nama Jalan oleh Warga Sekitar

Bangsiapa yang menanam kebaikan tentu ia akan memanen kebaikan. Seperti itulah peribahasa yang cocok untuk menggambarkan penghargaan warga RT.05 RW.04 Kel. Banjar Serasan Kec. Pontianak Timur, Kalimantan Barat terhadap Aleg PKS Provinsi Kalbar Dapil Kota Pontianak, Ust. H. Alifudin SE.,MM.

Menurut Ketua RT.05 RW.04, Bapak Ami Muharsa, warga sepakat untuk memberikan nama sebuah gang yang berada di lingkungan RT tersebut dengan nama Gg. H. Alifudin setelah beliau membantu perbaikan jalan gang tersebut melalui ajuan dana bansos perbaikan jalan lingkungan yang terus dikawal hingga pengerjaan jalan lingkungan tersebut selesai dikerjakan.

“Sebelumnya gang kami ini belum ada nama dan jalannya juga masih gertak kayu yang sudah buruk dan kadang bergoyang jika dilewati. Kebetulan kondisi ini dilihat oleh salah seorang kader PKS yang kemudian menawarkan kepada kami agar membuat proposal perbaikan jalan gang yang nantinya akan beliau sampaikan pada aleg PKS. Alhamdulillah sekarang bisa dilihat hasilnya jalan gang kami ini sudah di perbaiki,” ujarnya.

Beliau juga menambahkan bahwa pemberian nama gang ini juga sudah melalui musyawarah warga RT.05 RW.04 sebagai ucapan terima kasih kami pada beliau.

“Kami putuskan dalam rapat bersama warga untuk menggunakan nama H. Alifudin sebagai nama gang sebagai wujud syukur kepada Allah dan ucapan terima kasih pada beliau yang telah membantu kami.”


*by Rony Mardiansyah @wak_tucik
Read more »

Senin, 24 Juni 2013

Kemenangan PKS di Bandung Menginspirasi Tamsil-Das’ad di Makassar

Makassar- Kemenangan Calon Walikota dan Wakil Walikota usungan PKS di Bandung menginspirasi PKS Makassar untuk menang di pilwali Makassar. Hal itu diungkapkan Juru Bicara pasangan Tamsil-Das’ad, Mudzakkir Ali Djamil. “Kemenangan RIDO di Bandung tentunya sangat menginspirasi kita di Makassar dalam menghadapi pilwali.” Kata Mudzakkir di kantor DPD PKS Makassar hari ini (23/06).
Hasil perhitungan cepat mengunggulkan Pasangan Ridwan Kamil- Oded M Danial dalam pilkada Bandung yang digelar hari ini. Pasangan yang diusung PKS dan Gerindra itu meraup 45,88 %. Hasil quick count yang dirilis oleh Jaringan Suara Indonesia (JSI) menempatkan pasangan nomor 4 itu diposisi pertama dengan perolehan 44,57 % meninggalkan 7 pasangan lainnya.
Menurut Mudzakkir bahwa kemenangan RIDO di pilwali Bandung membuktikan bahwa prediksi pengamat tentang PKS tidak terbukti. “Kemenangan di Bandung membuktikan bahwa prediksi pengamat bahwa suara pemilih PKS akan merosot ternyata tidak terbukti. Dan itu juga akan kita buktikan di Makassar.” Tegas Mudzakkir.
Kemenangan Ridwan-Oded di Bandung menjadi angin segar dan kemenangan Ridwan-Oded di Bandung menjadi angin segar dan menginspirasi tim pemenangan Tamsil-Das’ad untuk terus sosialisasi.
“Kemenangan pasangan Ridwan-Oded di Bandung yang diusung oleh PKS menjadi penyemangat bagi tim Tamsil-Das’ad untuk juga memenangkan Pak Tamsil dan Kak Das’ad di Makassar. Insya Allah pasangan ini akan memberikan ide-ide yang solutif untuk membenahi Kota Makassar”. Tambah ketua tim pemenangan Tamsil-Das’ad, Hasan Hamido.

*http://news.tamsil-dasad.com/kemenangan-pks-di-bandung-menginspirasi-tamsil-dasad-di-makassar/
Read more »

Kemenangan RIDO, Bukti PKS Masih Dipercaya


Ketua Dewan Perwakilan Wilayah PKS Jawa Barat Tate Komaruddin mengatakan,kemenangan Ridwan Kamil-Oded M Danial dalam pemilihan Wali Kota Bandung menandakan bahwa partainya masih dipercaya masyarakat. Dalam pemilihan wali kota Bandung, PKS berkoalisi dengan Gerindra mengusung Ridwan-Oded.
Sebelumnya dikabarkan meski PKS tengah dilanda masalah terkait korupsi suap impor daging yang melibatkan mantan presiden partai itu Luthfi Hasan Ishaaq, Ridwan diperkirakan akan tetap memenangi pemilihan wali kota Bandung. Beberapa survei menyebut, kali ini warga Bandung memilih figur Ridwan Kamil dan bukan partai pengusungnya.
Tate menilai pasangan nomor urut empat itu merupakan pasangan yang bisa berkoordinasi dengan baik ketika menjabat sebagai Wali Kota dan Wakil Walikota Bandung periode 2013-2018.
“Ibu Kota seperti Bandung itu harus punya kualitas dibanding kota lain, saya lihat akan ada koordinasi yang bagus antara Ridwan dan Oded sebagai Wakil dan Walikota Bandung,” kata Tate Komaruddin usai konferensi pers Hitung Cepat Media Center RIDO di Hotel Trans Luxury, Bandung, Ahad, 23 Juni 2013.
Menurutnya, kolaborasi Ridwan-Oded bisa membuat pembangunan Bandung menjadi lebih cepat.
Menurut hasil hitung cepat yang dilakukan oleh Media Center pasangan Ridwan Kamil-Oded M Danial (RIDO), pasangan yang diusung oleh PKS dan Gerindra itu unggul dengan raihan suara sebesar 45,56 persen, disusul oleh Edi Siswadi-Erwan Setiawan dengan perolehan 17,34 persen. Sementara, Ayi Vivananda-Nani Suryani mendapat 15,31 persen.
Di urutan empat, pasangan independen Wahyudin-Tonny Apriliani mendapat perolehan suara 8.81 persen, disusul Iswara-Asep Dedi (6.94 persen), Budi Setiawan-Rizal Firdaus (2,81 persen), Wawan Dewanta-M. Sayogo (2,05 persen) dan Bambang-Lex (1,18 persen). Perolehan tersebut berdasarkan data dari 45 persen suara dari 400 TPS hingga pukul 17.00 WIB, Ahad, 23 Juni 2013. Begitu pula dengan hasil hitung cepat yang diselenggarakan Lembaga Survei Indonesia, pasangan RIDO mengungguli pasangan lainnya. (pm/tempo)

*http://www.nabawia.com/read/308/kemenangan-rido-adalah-bukti-pks-masih-dipercaya#

__________
NB: oia, ngasih inpo aja, kalo semua saksi RIDO di semua TPS yang BERJUMLAH 4119-an TPS itu KADER DAN SIMPATISAN PKS (info by @sayawicakz)
Read more »

Suswono: Dunia Akui Ketahanan Pangan Indonesia


Dunia internasional melalui lembaga pangan dunia (food and agricultue organization/FAO) mengakui ketahanan pangan Indonesia dengan memberikan sebagai negara yang tidak memiliki kasus kelaparan.
Dalam dialog dengan sejumlah kelompok tani di Kelurahan Gedung Johor, Kecamatan Medan Johor, Menteri Pertanian Suswono mengatakan pengakuan dan penghargaan lembaga pangan PBB tersebut didapatkan tahun 2013.
Pihaknya merasa gembira sekaligus menyampaikan apresiasi atas dukungan berbagai elemen masyarakat tani di tanah air sehingga Indonesia bisa mendapatkan penghargaan itu. "Padahal targetnya pada 2016. Alhamdulillah, tiga tahun lebih cepat," katanya sebaimana dikutip Antara, Minggu (23/6/2013).
Menurut dia, pihaknya berkeyakinan lembaga internasional setingkat PBB memiliki alasan dan pertimbangan tersendiri ketika memberikan penghargaan atas ketahanan pangan di Indonesia tersebut.
Salah satu pertimbangan tersebut diperkirakan dari aspek perbandingan produksi padi yang mencapai 39 juta ton per tahun, sedangkan kebutuhan hanya 33 juta ton. "Dalam beberapa tahun ini, jarang terdengar ada busung lapar," ujarnya.
Namun, kata Mentan, pihaknya tidak membantah jika masyarakat miskin masih cukup banyak di tanah air yang jumlahnya berkisar 11% dari jumlah penduduk Indonesia.
Jika terdengar kasus gizi buruk, kondisi itu diperkirakan lebih pada aspek ketidakmampuan keluarga dalam mengatur asupan gizi terhadap anggota keluarganya.
Ia mencontohkan kasus di sebuah daerah di Provinsi Nusa Tenggara Barat tentang adanya anak yang disebutkan mengalami kasus gizi buruk.
"Ternyata, makanannya ada tetapi orang tuanya kurang dapat mengatur asupan gizi," katanya tanpa menjelaskan secara detail tentang nama korban dan daerah yang mengalami gizi buruk itu.(inilah)
Read more »

PKS Jepang Adakan Barbeque Bersama Masyarakat Indonesia di Tokyo


Tokyo - Pusat Informasi dan Pelayanan (PIP) PKS Jepang mengadakan acara Rihlah (Tamasya) hari Sabtu lalu tanggal 22 Juni 2013. Acara yang diselenggarakan untuk Masyarakat Indonesia yang berdomisili di Tokyo dan sekitarnya ini mengambil tema "Barbeque bersama Cinta, Kerja dan Harmoni". 
"Rihlah ini bertujuan agar kita yang hidup di Jepang dapat refreshing dari rutinitas kita di kampus, di kantor maupun di rumah," tutur Abu Fahmi Ketua Pelaksana Rihlah kali ini.
Sejak pukul 9:00 pagi yang cerah, setelah 2 hari sebelumnya Tokyo diguyur hujan, satu persatu peserta berdatangan ke lapangan eucalyptus Koganei Park tempat diadakannya acara. Koganei park merupakan taman terbesar kedua yang berada di Tokyo yang di dalamnya terdapat beragam jenis bunga dan pepohonan.
Di bawah pepohonan yang besar dan rindang, lantunan ayat suci Al Qur'an membuka kegiatan rihlah kali ini dan dilanjutkan dengan sambutan oleh Endrianto Djajadi. Dalam sambutannya, Endrianto yang sejak bulan Mei 2012 diamanahi sebagai Ketua PIP-PKS Jepang, menyampaikan pentingnya kita bersyukur atas nikmat yang telah kita miliki dan menjelaskan makna tamasya di negeri Sakura, serta bagaimana kita mempersiapkan diri dalam menyambut bulan suci Ramadhan. Dan tidak juga kalah penting, Sekjen Bondan Setiawan dalam sambutannya menjelaskan fungsi PIP-PKS Jepang. Bondan yang saat ini juga diamanahi sebagai Ketua Tim Pemenangan Pemilu PKS Jepang memaparkan kegiatan-kegiatan PIP ke depannya seperti Mendaki Gunung Fuji, Futsal dan Seminar-seminar menjelang Pemilu 2014.
Setelah menikmati masakan Barbeque yang nikmat dan shalat zuhur berjamaah, acara puncak diisi dengan tausyiah yang disampaikan oleh Dr. Purwadi Raharjo. Doktor lulusan Jepang yang sudah menetap di Jepang selama 25 tahun ini menjelaskan pentingnya kita meluruskan orientasi kerja karena cinta kepada Allah SWT, serta pentingnya mengenal lingkungan sekitar dan perlunya kita mempererat silaturahim sesama muslim di Jepang.
Rihlah ini dihadiri lebih dari 40 peserta yang tidak hanya berdomisilli di Tokyo saja, tetapi juga yang berasal dari Chiba, Yokohama, Saitama, Ibaraki dan Sendai. Peserta yang berasal dari Sendai adalah peserta terjauh yang hadir ke acara ini. Karena harus menempuh perjalanan selama 3 jam dengan Shinkansen atau 6 jam dengan bis.

Acara ini diakhiri dengan Quiz dan tidak lupa foto bersama yang diabadikan oleh Tim Media PIP-PKS Jepang.

(Tim Media)
Read more »

Selasa, 11 Juni 2013

BPK: Tak Perlu Tunggu Hasil Audit BPK, Penahanan itu Kewenangan KPK

Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali membohongi publik terkait penanganan kasus korupsi di Indonesia. Sampai saat ini KPK belum melakukan penahanan terhadap tersangka kasus Hambalang dengan alasan masih menunggu hasil audit kerugian negara dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
Namun tanggapan berbeda justru disampaikan oleh Ketua BPK Hadi Poernomo. Hadi mengatakan bahwa penahanan tersangka kasus korupsi adalah kewenangan KPK dan tidak perlu menunggu hasil audit.
“Kalau soal penahanan kita serahkan kepada KPK. Silakan tanya KPK, itu kewenangan penyidik KPK,” tegas Hadi, di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (11/6/2013).
Dia menjelaskan, hasil audit BPK untuk memperjelas kerugian negara kasus korupsi yang diduga melibatkan mantan Menpora Andi Mallarangeng. Hasil audit yang kedua ini bisa saja tidak jauh beda dengan hasil audit Hambalang yang pertama. “Bisa sama dan bisa beda, tunggu saja,” tuturnya.
Penegasan BPK tersebut sekaligus menjawab pimpinan KPK yang sebelumnya menyatakan pihaknya terhambat hasil audit kerugian negara di BPK untuk segera menyelesaikan kasus Hambalang.
Entah sampai kapan KPK akan terus berkelit dan membuat publik bingung dengan sepak terjang KPK dalam menangani kasus-kasus korupsi di Indonesia. (ms/ind)

Sumber: dakwatuna
Read more »

Rabu, 05 Juni 2013

Anis Matta: Jika Luthfi Bersalah, Kami Wajib Minta Maaf ke Rakyat


Presiden Partai Keadilan Sejahtera Anis Matta ditanyai soal kasus dugaan korupsi kuota impor daging sapi dalam dialog tentang kondisi umat Islam Indonesia dan dunia di Kabupaten Sampang, Jawa Timur, Senin (3/6/2013) malam. Kasus ini turut menyeret mantan Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq.
Anis mengatakan, kasus itu murni persoalan pribadi Luthfi. PKS, katanya, tidak ikut campur. Sebelumnya, saat kasus ini terkuak, Anis dan PKS menduga ada konspirasi di balik kasus itu.
Dia menegaskan, PKS kini menunggu proses hukum berlangsung hingga tuntas. Menurut Anis, bila Luthfi ternyata dinyatakan terbukti bersalah oleh pengadilan, ia sebagai Presiden PKS akan meminta maaf kepada seluruh rakyat Indonesia.
Kami di PKS adalah manusia biasa yang tidak luput dari khilaf. PKS tentu berharap LHI dinyatakan tidak bersalah, tetapi bila sebaliknya, saya wajib meminta maaf kepada seluruh rakyat Indonesia.
"Kami di PKS adalah manusia biasa yang tidak luput dari khilaf. PKS tentu berharap (LHI) dinyatakan tidak bersalah, tetapi bila sebaliknya, saya wajib meminta maaf kepada seluruh rakyat Indonesia," kata Anis dalam keterangan tertulisnya, seperti dikutip Antara, Selasa (4/6/2013).
Dalam kasus dugaan korupsi kuota impor daging sapi, KPK menetapkan Luthfi sebagai tersangka bersama orang dekatnya, Ahmad Fathanah. Keduanya diduga menerima pemberian hadiah atau janji dari PT Indoguna Utama terkait kepengurusan tambahan kuota impor daging sapi untuk perusahaan itu. Dalam pengembangannya, KPK menjerat Fathanah dan Luthfi dengan pasal tindak pidana pencucian uang (TPPU).
Dialog dengan kiai
Presiden PKS Anis Matta dan rombongan DPP PKS berada di Madura dalam rangkaian safari silaturahim se-Jawa dan Indonesia bagian timur. Dalam dialog yang dihadiri sekitar 300 kiai, habib, dan tokoh masyarakat se-Madura itu, Anis menegaskan perlunya seluruh komponen umat Islam melupakan perbedaan kecil antara satu dengan yang lain dan sebaiknya fokus pada persamaan pemikiran atas banyak hal.
"Mari kita melupakan perbedaan kecil dan fokus pada kerja-kerja besar kita bersama. Kita semua di sini memiliki persamaan pandangan terhadap banyak hal. Ini perlu agar umat Islam lebih menyatu dalam barisan yang besar dan kuat," katanya.
Anis menegaskan, dunia Barat, khususnya di Amerika Serikat dan Eropa, dalam beberapa tahun belakangan memiliki minat kuat untuk mengenal Islam yang sesungguhnya. Pada saat yang sama, menurut dia, masyarakat Barat melihat Indonesia sebagai wajah Islam yang damai.
"Indonesia sekarang menjadi model sebab di tengah banyaknya mazhab dan keragaman etnis maupun kelompok, kita tetap damai. Berbeda dengan saudara kita di belahan dunia lain yang justru terus bertikai," ujar Anis.

*http://nasional.kompas.com/read/2013/06/04/13431467/Anis.Matta.Jika.Luthfi.Bersalah..Kami.Wajib.Minta.Maaf.ke.Rakyat
Read more »

Peluang PKS Memenangkan Pemilu 2014





Fajar Muhammad Hasan
Kompasioner




PKS memang tidak ada matinya

Saya buka kompasiana Beberapa menit yang lalu, yaitu pk 6 kurang sedikit. Sabtu 1 Juni 2013. Ternyata dari 5 artikel/tulisan yang teraktual 1-4 diduduki oleh yang mengandung kata PKS. Terlepas apakah artikel2 tersebut memuji, mengkritisi atau mencela.


PKS teraktual 1-4
PKS memang harus ditakdirkan berbahagia menjadi inspirasi kompasianer untuk membuat tulisan, baik positif atau negatif. Keadaan ini seharusnya menjadikan inspirasi bagi pengambil keputusan di PKS.
Positif atau negatif tetap saja ada nilai positifnya jika digali. Paling tidak kata PKS jadi sering nongol di kompasiana. Karena suatu parpol harus menaikkan popularitas sebelum elektabilitas. Popularitas menjadi salah satu isu penting dalam menaikkan elektabilitas karena tidak mungkin elektabilitas melebihi popularitas, atau dengan istilah lain dikenal maka dipilih.

Terpilih, Populer dan Pemilih
Fenomena di Kompasiana tersebut hanya salah satu indikator kalau PKS memang popular. Makin besar lingkaran merah maka makin populer (atau popular) suatu partai. Popularitas yang sempurna, atau lingkaran merah mendekati (menutupi) lingkaran hijau dalam sejarah politik di Indonesia hanya dimiliki Golkar. Dominasi selama puluhan tahun merupakan suatu alasan yang paling logis untuk menjelaskan hal itu.
Karena itu alangkah baiknya PKS mengambil sisi positif dari keadaan ini, yaitu memanfaatkan naiknya popularitas. Artinya tugas mengenalkan partai ke Pemilih sudah selesai. Bahwa ada kontestan yang memiliki nama PKS. Bahkan menjadi Top of Mind dari para Kompasianer (paling tidak diharapkan demikian juga pada pemilih).
Keunggulan menjadi Top of Mind adalah PKS akan dikenang, tidak hanya dikenal. Seorang anak disuruh ibunya membeli obat tetes mata Inst* (suatu merek dagang). Karena si anak sering melihat iklan iklan obat tetes mata Ait* (bedanya diawal kata INS dan AI) maka ketika anak tadi pergi ke Apotik dia bilang beli Ait*. Salah coblos atau salah coblos ini memang sangat sering terjadi karena Merek dagang Ait* menjadi pop up mind. Yang pertama kali diingat oleh pembeli adalah merek itu. Istilah pragmatis dari seorang marketing adalah “Tidak penting anda menganggap produk kami kelas 2, yang penting anda membeli produk kami”. Makanya selain ada strategi kualitas, dalam marketing kita kenal strategi harga. Harganya murah.
Jadi tugas selanjutnya masih cukup berat yaitu bagaimana pemilih itu mencoblos PKS di TPS pada 9 April 2014. Masih ada tiga (3) tugas yang harus diselesaikan oleh pengurus dan segenap kader PKS untuk menuju terpilih.
1. Memecah gelembung
Menjaga agar pemilih senantiasa ingat PKS, yaitu…
-Yang berani mengingatkan dan menjaga KPK agar tetap lurus sebagai lembaga pemberantas korupsi adalah PKS.
-Yang 100% anggota DPR ditingkat pusat tidak pernah kena kasus korupsi sampai saat ini adalah PKS
-Yang selalu melaporkan gratifikasi kepada KPK adalah PKS
-Yang selalu melayani dan membela kepentingan rakyat adalah PKS
… bisa ditambahkan. Penjelasan-penjelasan perlu dibuat secara sistematis dan massif (kepada seluruh pemilih) tentu saja dalam implementasi bisa berbeda2. Penjelasan ini diperlukan untuk memberi warna lain, sudut pandang lain,. Bahwa ada penjelasan dari sisi lain. Bahwa informasi yang ada itu tidak tunggal. Ada counter issue. PKS begini2 menurut si anu. Eh, menurut si inu kok begitu. Jadi tahap ini adalah tahap membuka wawasan. Setiap orang akan menerima lebih dari satu versi. Orang2 yang semula bersikap miringpun harus menerima juga ada versi lain selain yang diyakini.
Dalam teori Bubble, pemikiran seseorang itu dipengaruhi oleh informasi yang diterima. Jika informasi yang diterima adalah cenderung seragam maka informasi itu dianggap meyakinkan atau mendekati kepastian. Jadi fungsi dari memecah gelembung ini adalah memberi alternatif informasi tentang PKS. Tidak terlalu penting apakah pembaca percaya atau tidak yang penting sampaikan. Kalau ada 2 informasi miring tentang satu isu, maka berilah minimal 1 informasi, menjadi informasi ke 3. Sehingga orang tersebut berfikir, oh ternyata ada versi lain. Itu sudah cukup. Jangan biarkan masyarakat terbodohi dengan satu versi miring tentang suatu isu.
2. Meyakinkan pemilih dengan kelebihan PKS
Penjelasan saja mungkin tidak cukup. Karena informasi masuk dari semua lini. Melalui radio, TV, koran, gosip, dan banyak lagi media. Dalam tahap ini, kader PKS harus menjadi orang yang lebih dipercaya informasinya dibandingkan yang lain. Kalau ada informasi tentang suatu yang miring dari PKS. Kader berperan sebagai tempat klarifikasi, atau lebih bagus tempat rujukan. Untuk menjadi sumber rujukan memang harus ada sesuatu yang layak dipercaya, minimal :
-Kader PKS lebih dekat kepada pemilih. Jadi 1000 informasi yang lain akan menjadi tidak berguna jika kader PKS secara pribadi lebih dekat dan lebih dipercayai oleh masyarakat.
-Informasi yang dibawa masuk akal dan menenteramkan. Informasi hasutan memang mudah membakar, tapi informasi yang masuk akal dan menenteramkan akan lebih bertahan lama. Jelaskan secara meyakinkan tentang suatu isu sehingga memang penjelasan itu lebih bisa diterima. Sebagai contoh penggunaan TPPU oleh KPK, hampir semua pengamat mengatakan KPK bertindak melampaui hukum. Kumpulkan kliping, video, dan artikel2 dari pengamat yang kredibel.
-Cara lain untuk meyakinkan adalah dengan tindakan. Kader yang biasa memberi pengajian tetap melakukan aktivitasnya. Kader yang biasa baksos dan membantu masyarakat tetap melakukan aktivitasnya. Tidak ada atau sedikit sekali orang yang akan menolak kebaikan. Dan ini seperti menjadi rahasia, mengapa orang kaya yang suka memberi bantuan lebih dihormati daripada orang miskin yang tidak meminta-minta.
3. Menjaga keyakinan dan semangat bahwa PKS adalah pilihan yang paling, dan harus dibantu dengan cara vote.
Paling disini bisa dimaknai paling masuk akal, paling realistis dan sebagainya.  Sehingga tidak ada alasan untuk berpindah ke lain hati.
Hal pertama dari menjaga keyakinan disini adalah menjaga komunikasi dan kedekatan. Jangan sampai mereka yang sudah yakin untuk memilih PKS dipengaruhi oleh hal yang tidak2, berita tidak jelas dsb. Hal kedua adalah memastikan mereka memilih di TPS.
Meskipun meyakini bahwa PKS memang paling layak namun jika tidak datang di TPS atau tidak punya hak pilih atau tidak mengurus haknya, tidak akan bermakna bagi bertambahnya suara PKS. Dukungan berupa yang lain memang penting namun dukungan sesuai dengan waktunya adalah sangat penting. Artinya para pemilih yang sudah yakin untuk memilih PKS harus dijaga dan diperjuangkan agar :
- Suaranya tidak hilang karena ternyata tidak terdaftar di DPS
-Perlu motivasi untuk datang ke TPS, dukungan nyata adalah mencoblos
Sebagai kata akhir…….
Yang perlu disadari dengan baik disini adalah poin2 itu lebih terkait dengan pemilih bukan orang yang menjelaskan. Maksudnya bagi sekelompok orang (misalkan A) bisa jadi masih pada tahap 1. Namun dalam saat yang bersamaan sekelompok orang lain (misalkan B) sudah pada tahap 2. Jadi kalau ada yang mencaci maki PKS, tugas kita hanya menjelaskan versi PKS. Diterima atau tidak bukanlah masalah besar, toh mereka sudah masuk dalam lingkaran PKS. PKS sudah menjadi Top of Mind mereka. Kita hanya berusaha memecah gelembung, memberi versi lain. Bukan membalas dengan kata2 yang sama kotornya. Karena kata2 kotor itu bisa jadi justru pancingan agar mereka yang sudah di tahap 2 mundur ke tahap 1. Yang rugi adalah PKS. Toh para pencaci itu tidak akan rugi apapun terhadap tindakan kader/simpatisan PKS. Tindakan apa yang akan kita lakukan kontrol penuh ada pada diri kita. Respon pemilih adalah sepenuhnya juga dibawah kontrol pemilih. Salah tindakan dari kita, resiko ada pada kita. Dan khawatirnya menjadi bahan penilaian dari para pemilih.
Membawa orang dari tahap 1 ke tahap 2 bukanlah mudah, tindakan ini adalah tindakan memperluas lingkaran biru. Seberapa besar lingkaran biru, itulah suara yang diperoleh PKS. Bertindaklah rasional karena sesungguhnya tindakan kita itu sangat berpengaruh terhadap lingkaran biru kita.

Selamat bekerja untuk memenangkan pertarungan.

————
edit pk 20:46, Semua yang teraktual ada kata PKS


PKS memang tidak ada matinya.....


:D :D :D


*http://politik.kompasiana.com/2013/06/01/peluang-pks-memenangkan-pemilu-2014-561415.html
Read more »

Senin, 27 Mei 2013

olitikus PKS: Tunggu Fatin Dewasa, Kami Ajak jadi Kader

Fatin Shidqia Lubis
Fatin Shidqia Lubis
dakwatuna.com – Jakarta. Pesona Fatin Shidqia Lubis memang luar biasa. Pasca menjuarai X Factor Indonesia, dukungan dan ucapan selamat mengalir dari banyak pihak. Salah satu dukungan datang dari Partai Islam.
Bahkan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) membuka peluang menjadikan pemenang ajang bernyanyi X Factor Indonesia, Fatin Shidqia Lubis sebagai simpatisan partai.
Namun demikian PKS tidak akan mengajak Fatin menjadi simpatisan untuk saat ini. “Kami belum berpikir melirik Fatin. Fatin kan masih remaja, biarlah dia menjadi dewasa dulu baru kita ajak jadi simpatisan kita,” ujar Ketua DPP PKS Nasir Djamil kepada JPNN, Sabtu (25/5).
Nasir mengatakan, kader PKS di daerah memberikan dukungan kepada perempuan kelahiran 30 Juli 1996 tersebut. “Dukungan untuk Fatin dari kader PKS karena ingin penyanyi berjilbab juga bisa berprestasi,” kata dia.
Bahkan anggota Komisi III DPR itu menyebut Fatin sebagai salah satu aset bangsa Indonesia dan umat Islam di bidang seni suara.
Dihubungi terpisah, Ketua Bidang Humas DPP PKS, Mardani Ali Sera mengatakan, pihaknya belum berpikir untuk mengajak Fatin menjadi simpatisan partai. “Kami dukung Fatin milik semua. PKS sudah gembira fenomena jilbaber tetap bisa berprestasi,” kata Mardani.
Menurut dia, meski tidak menjadi seorang simpatisan, Fatin bisa mengisi acara partai yang kini dipimpin Anis Matta tersebut. “Boleh saja. Asal profesional,” ujar Mardani. (gil/jpnn)
Redaktur: Saiful BahriTopik:
Read more »

Parlemen Turki Sahkan Undang-undang Anti-alkohol


ANKARA — Parlemen Turki, Jumat (24/5/2013), resmi meloloskan undang-undang baru yang melarang konsumsi dan iklan minuman beralkohol di negeri berpenduduk mayoritas Muslim itu.
Undang-undang baru ini melarang perusahaan minuman beralkohol menjadi sponsor berbagai acara di Turki dan melarang tempat-tempat yang memungkinkan konsumsi minuman beralkohol.
Undang-undang ini juga melarang siapa pun menjual minuman beralkohol pada pukul 22.00 hingga 06.00.
Televisi, film, atau video musik juga dilarang memuat gambar atau adegan yang mendorong konsumsi minuman beralkohol.
Pendukung undang-undang baru ini, yang didorong partai penguasa Partai Pembangunan dan Keadilan (AKP) yang berhaluan Islam, mengatakan, undang-undang ini akan melindungi masyarakat Turki, terutama anak-anak dari efek buruk alkohol.
Namun, kelompok yang menentang undang-undang baru ini menilai aturan baru ini merupakan tanda konservatisme mulai menguat di Turki yang sekuler.
Kelompok penentang juga menganggap undang-undang baru ini adalah intervensi negara terhadap kehidupan pribadi warga.
Undang-undang ini juga mengandung sanksi keras bagi pengemudi mobil yang ketahuan mabuk saat berkendara.
Mengemudikan mobil dengan kadar alkohol lebih dari 0,05 persen akan dihukum denda 300 euro atau Rp 3,8 juta dan pembekuan surat izin mengemudi selama enam bulan.
Pengemudi mobil dengan kadar alkohol dalam darah di atas 0,1 persen bahkan diancam hukuman penjara maksimal dua tahun.
Sebelum diberlakukan, undang-undang baru ini harus mendapatkan persetujuan Presiden Abdullah Gul. Presiden Gul diharapkan menandatangani undang-undang itu dalam waktu singkat.
Pemerintahan PM Recep Tayyip Erdogan yang sudah berkuasa selama satu dekade kerap dituduh akan membawa Turki menjadi negara Islam konservatif.
Turki selama ini dikenal sebagai sebuah negara sekuler meski sebagian besar warganya memeluk Islam. Bahkan, di masa lalu, penggunaan jilbab di instusi pemerintahan dilarang.
Di masa pemerintahan Erdogan, larangan itu dihapus dan semakin banyak perempuan berjilbab terlihat di seantero Turki dan larangan minuman beralkohol juga semakin luas.

*http://internasional.kompas.com/read/2013/05/24/16561286/Parlemen.Turki.Sahkan.Undang-undang.Anti-alkohol
Read more »

Jumat, 24 Mei 2013

Pakar Hukum: Penegak hukum menghancurkan karakter tersangka, pertanda kasus hukumnya lemah


DR. Chaerul Huda (ahli pidana, staf ahli kapolri)  dalam acara di Jak Tv tadi malam (23/5) menyatakan: "Kalo penegak hukum menghancurkan karakter tersangka, kasus hukumnya biasanya lemah (kasus TPPU LHI).
Sebagaimana semua kita tahu, kasus pokok yang menimpa Luthfi Hasan Ishaaq (LHI) sudah sangat kabur dan seperti ada unsur kesengajaan menutupinya dengan penghancuran karakter LHI dengan begitu bombastisnya pemberitaan tentang "wanita-wanita" Ahmad Fathanah dan munculnya sosok Darin Mumtazah yang dikait-kaitkan dengan LHI.
Sebagimana diberitakan, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akhirnya menunda melimpahkan berkas perkara tersangka Luthfi Hasan Ishaaq (LHI) dan Ahmad Fathanah ke penuntutan yang direncanakan pada pekan ini. Ini mungkin juga indikasi betapa KPK kesulitan dalam kasus LHI ini. Para pakar hukum juga banyak yang menyatakan lemahnya kasus LHI.
Read more »

Kamis, 23 Mei 2013

KPK Jangan Menegakan Hukum Dengan Melanggar Hukum



image
JAKARTA PKS Jateng Online– Ketua DPP PKS Indra mengatakan, dalam melakukan dan menjalankan tugas aparat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak boleh mengabaikan aturan hukum. "Jangan menegakkan hukum dengan melanggar hukum," kata Indra, Jakarta, Rabu (15/05/13). Sebab, menurut Indra, berdasarkan Pasal 38 UU KPK, KUHAP berlaku bagi penyelidik, penyidik, dan Penuntut Umum KPK. Bahkan, Pasal 39 UU KPK menegaskan penyelidikan, penyidikan, dan Penuntutan tindak pidana korupsi dilakukan berdasarkan KUHAP, Kecuali ditentukan lain oleh UU KPK, dan Pasal 47 ayat 3: Penyidik sebagaimana dimaksud ayat (1) wajib memuat berita acara penyitaan pada hari penyitaan yang sekurang - kurangnya memuat:
1.Nama,jenis, Dan jumlah barang, benda berharga lain yang disita;
2.Keterangan tempat,waktu,hari,tanggal,bulan,dan tahun dilakukan penyitaan;
3.Keterangan mengenai pemilik yang menguasai barang, benda berharga lainnya tersebut;
4.Tanda tangan dan identitas penyidik yang melakukan penyitaan; dan
5.Tanda tangan dan identitas dari pemilik orang yang menguasai barang tersebut.

" Belum lagi, kata Indra, berdasarkan Pasal 47 ayat 4: salinan berita cara penyitaan sebagaimana dimaksud pada ayat (3) disampaikan pada tersangka/keluarga.
"Bahkan berdasarkan SOP KPK No: SOP-2/23/2010 pd halaman 19 poin mengatur:
2a.1) Penyidik menunjukn Surat Perintah Penyitaan kepada pemilik/Kepala Kantor Instansi/Lembaga Pemerintahan atau yg menguasai barang/dokumen/data elektronik yg akan disita.
2a.3) Sebelum dilakukan penyitaan terhadap barang/dokumen/data elektronik,Penyidik memperlihatkanya kpd pemilik/Kepala Kantor Instansi/Lembaga Pemerintahan / yg menguasainya.
2a.8) Penyidik membuat Brita Acara Penyitaan & Surat Tanda Penerimaan Barang Bukti yang ditandatangani oleh penyidik,pemilik/Kepala Kantor Instansi/Lembaga Pemerintahan/penguasa barang atau 2 (dua) orang saksi.
2a.9) Berita Acara Penyitaan & Surat Tanda Penerimaan Barang Bukti disampaikan kepada pemilik/Kepala Kantor Instansi/Lembaga Pemerintahan/penguasa barang pada saat disita," ungkap dia Lebih lanjut.
Berdasarkan aturan tersebut, Ia menilai, sangat jelas bahwa penyidik KPK tidak boleh melakukn penyitaan dengan semaunya sendiri dan tidak boleh mengabaikan aturan yang ada.
"Jadi baca undang-undang dan aturan secara benar dan jujur. Berani jujur itu hebat," tandasnya.
Sumber: KBC
Read more »

KPK Dan Serial Drama Yang Dipertunjukkan Untuk Rakyat

kpk-pksdakwatuna.com - Ada nuansa berbeda yang kita rasakan dalam masa pemerintahan SBY jilid dua ini. Bukan sekedar kerja yang tulus dan apa adanya untuk menjalankan roda pemerintahan yang baik, tapi silih berganti dipertunjukkan rangkaian drama yang disuguhkan kepada segenap rakyat negeri ini. Namun yang menarik untuk dicermati sejak dari episode Antasari, Anggodo, Cicak Vs Buaya, Bibit-Chandra, Susno Duaji, Nazarudin, Anas Urbaningrum hingga kasus impor daging sapi yang melibatkan Ahmad Fathanah, LHI dan PKS, serial drama ini tidak jauh-jauh dari lembaga yang namanya KPK.

Seolah tidak ada lembaga selain KPK yang bisa memikat perhatian penonton agar tidak bosan-bosan beranjak dari pertunjukan ini. Disamping isu korupsi sudah sangat akrab bagi kita, juga kemampuan KPK menyuguhkan manuver-manuver yang spektakuler dan menghibur, bahkan lebih domonan daripada upaya serius menanggulangi dan mencegah korupsi itu sendiri. Publik sudah terlanjur menilai KPK adalah lembaga Super Hero yang sangat cekatan dalam menangani berbagai kasus. Penonton dibuat lupa terhadap kasus-kasus besar lain yang melibatkan penguasa, terhanyut dalam serial drama yang dikemas apik ini.

Di tengah apatisme publik terhadap lembaga-lembaga negara, KPK didesain menjadi bintang yang mampu menarik kepercayaan publik. Produk apapun yang diiklankan KPK akan diterima oleh publik. Apapun yang dilakukan KPK akan dianggap benar. Siapapun yang melawan KPK akan dianggap salah. Namun siapa yang bisa menjamin bahwa nilai jual KPK yang sangat tinggi ini dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu dan disalahgunakan?

Dalam drama ini, terkadang sang bintang awalnya muncul sebagai sosok antagonis, dicaci maki dan disumpah serapahi oleh penonton, namun di tengah cerita berbalik menjadi sosok protagonis. Sosok Susno Duaji atau Anas Urbaningrum yang mengawali peran sebagai orang jahat, di tengah jalan cerita berbalik menjadi pahlawan yang layak mendapat simpati dan dukungan publik, sosok yang terdzhalimi dan dikorbankan pihak lain sehingga harus dibela, sosok yang dianggap menjadi saksi kunci sehingga diharap-harapkan oleh publik membantu mengungkapkan kasus secara tuntas.

Terkadang sang bintang awalnya muncul sebagai sosok protagonis, hingga penonton dengan sukarela menggalang dukungan, memberikan pembelaan, dan menjadikannya sebagai tumpuan harapan. Namun di tengah cerita berbalik menjadi sosok antagonis, ditampakkan kesalahan-kesalahannya, sehingga menuai cacian dan kekecewaan dari publik. Seperti inilah yang terjadi pada sosok Candra Hamzah.

Tidak hanya cerita yang menarik, publikasi yang dikemas apik oleh media, bahkan melibatkan sejumlah selebritis sungguhan menjadikan serial drama ini tontonan yang menghanyutkan, menjadi buah bibir dan menuai kesuksesan di tengah sikap apatis publik terhadap politik. Perhatian kita tersita (bahkan teralihkan), kita sibuk dengan berbagai komentar, dugaan, prediksi, dukungan dan cacian atas apa yang mereka perankan. Tapi satu hal yang pasti, kebanyakan kita sejujurnya tidak mengerti alur cerita dan motif sebenarnya pembuatan serial drama ini.

Namanya saja drama, meski dibuat serapi mungkin, tetap saja banyak adegan yang janggal, terkesan dibuat-buat dan tidak alami. Namun satu hal yang tidak bisa kita kesampingkan, efek dari drama ini menyangkut kepentingan bangsa termasuk kita-kita.
Read more »

BEM SI Desak KPK Tuntaskan Century & Hambalang

bem sidakwatuna.com – Jakarta. Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia menggelar demonstrasi di depan Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi. Mereka mendesak Abraham Samad dan kawan-kawan segera menuntaskan skandal bailout Rp6,7 triliun Bank Century dengan memanggil Wakil Presiden Boediono atau mundur.
“Kami BEM seluruh Indonesia menuntut KPK mengusut penyelesaian secara total skandal Century. Kami meminta KPK segera memeriksa Wakil Presiden Boediono,” kata juru bicara aksi BEM se-Indonesia, Rizky Kurniawan, di depan Gedung KPK, Jakarta Selatan, Selasa (21/5/2013).
Menurut Rizky, ada tiga indikasi penyimpangan skandal Bank Century. Penyimpangan pertama, Bank Century telah berulang kali melakukan pelanggaran batas maksimum pemberian kredit, penyimpangan kedua, pemegang saham, pengurus Bank Century menyebabkan kerugian dengan memberi kredit dan fasilitas surat kredit yang melanggar ketentuan.
“Ketiga, wewenang terkait dengan kebijakan pengucuran fasilitas pendanaan jangka pendek (FPJP) melanggar peraturan Bank Indonesia,” kata mahasiswa semester delapan Universitas Brawijaya tersebut.
Rizky memberi tenggat kepada KPK agar bisa menuntaskan kasus Century hingga Senin, 30 September 2013. “Apabila kasus ini tidak terselesaikan, kami menagih janji Ketua KPK yang menyatakan siap mundur dengan sukarela,” tegas Rizky.
“Kami soroti kasus Bank Century, kami menagih janji dari pernyataan Abraham Samad, pada tahun 2012 lalu.
Bahwa Abraham akan menuntaskan kasus Century dan bila tidak selesai dia Abraham Samad akan mundur dari jabatannya, dan kami tagih janji Abraham Samad hari ini, Abraham harus mundur,” ujar Rizky.
Kami juga sudah menyiapkan MOU, sampai Abraham Samad turun kemari menemui kami, dan menandatangani MOU dan bila tidak kami akan terus bermalam di sini hingga Abraham mundur,” ujar Rizky humas BEM SI.
Dalam aksi itu, BEM SI ini juga menuntut KPK turut menuntaskan kasus korupsi pembangunan sport center Hambalang, Jawa Barat. “Masyarakat sudah lelah menunggu KPK menuntaskan kasus ini sedangkan fakta dan bukti sudah tersedia banyak dan dapat dilihat dengan jelas,” ungkap Rizky.
BEM Seluruh Indonesia mulai menggelar demonstrasi, pukul 13.00 WIB. Mahasiswa-mahasiswa yang diklaim berasal, antara lain, dari Universitas Brawijaya Malang, Universitas Negeri Jakarta, BSI Jakarta, dan Universitas Jenderal Soedirman itu membawa pocong dan nisan bertuliskan, “telah Meninggal Nurani, Abraham Samad, wafat: 21-05-2013.” Aksi ini sendiri diikuti sekitar 500 mahasiswa. (mst/okz)
Redaktur: Saiful Bahri
Read more »

"Dakwah Kami, dari Dana Kami Sendiri..."



Dari uang-uang lusuh ini kami biayai ide-ide besar kami..

Tak peduli 'sumur' kami lagi kering, tetap kami sisih-sisihkan..

Mungkin dari celengan ini tak akan sampai 2T, tapi kami yakin ia bak tongkat Musa..

Allah-lah yg akan mencukupkannya, bukan hanya 2-3T, bahkan seluruh perbendaharaan dunia ini, Dia akan bukakan..

Karena kami juga yakin dakwah ini big boss-nya Allah, kami cuma pelaksana di lapangan, terlalu sering dalam agenda-agenda dakwah kami...

Saat kami kekurangan dana, kami berdoa, "Ya Allah, ini mau ada agenda dakwah, tapi dananya kurang, tolong tambahin Ya Robb."... Lalu ada saja jalan keluar yang Dia berikan..

Kami ingat wejangan presiden kami, IDE-lah yang melahirkan sumber daya, bukan sebaliknya..

Kepada para penuduh, (baik via media cetak atau elektronik), tolong siapkan bukti-bukti, bila tak selesai di dunia, Allah pastikan selesai kelak di Mahsyar..

Jangan sampai anda wahai penuduh menjadi muflis, pahala habis malah ditambahi dosa mereka yang anda tuduh..

Tapi seperti kata guru kami dalam kumpulan suratnya, kami akan terus berjuang demi kejayaan bangsa ini.. Tak peduli kami terus difitnah dicaci..

Salam Cinta Kerja dan Harmoni..

Amsa AbdaHu
Read more »

"PKS Dicaci, PKS Berbakti"


Ada suasana yang berbeda di Ahad pagi ini (19/05/2013) dimana aura cinta bertebaran di sekitar Rt.02 Rw 04 Lebak Bulus, Cilandak, Jakarta Selatan.
Lantunan Nasyid Maher-Zain merdu mengundang warga untuk datang dan memadati lokasi kegiatan cinta dari PKS Dpra Lebak Bulus, mulai dari yang tua, muda bahkan anak-anak kecil. Pasalnya hari ini adalah hari diadakannya Bakti sosial pengobatan, Lomba memasak antar RW dan lomba mewarnai anak-anak Paud sampai Sekolah Dasar serta dongeng anak dari Rumah Keluarga Indonesi (RKI) Cilandak.
Acara dimulai dengan Lomba mewarnai yang disambu anak-anak dengan keramaian khas mereka yang sangat antusiasnya. Setelah mereka selesai mewarnai dilanjutkan dengan dongen islami dari Rumah Keluarga Indonesi (RKI) sambil menunggu pengumuman pemenang.
Kemudian disusul acara berikutnya yaitu Lomba masak ibu-ibu antar RW, dengan tema makanan alternatif dari bahan singkong. Sungguh riuh suasanya saat semua menyajikan hasil masakannya dengan kreasi masakan yang menarik dan tidak kalah menarik yaitu rasanya juga lezat.
Di tempat terpisah juga diadakan pengobatan gratis dan pemeriksaan Gula darah, Asam Urat, Kolesterol Murah dan Tensi darah Gratis.
Alhamdulillah acara berlangsung lancar mulai dari jam 09.00-12.00 yang di buka oleh ketua Ranting Lebak Bulus Bp. Abdul Wahid dan diikuti peserta pengobatan sekitar 60an warga dan 10 kelompok untuk untuk lombak masak serta 40an peserta untuk lomba mewarnai.
Alhamdulillah warga antusias menerima bunga cinta dari kami dan menafikkan badai yang tengah berkecamuk. Semoga bunga-bunga cinta dari kami tumbuh dan berbunga di hati-hati warga, dan semoga ini terus menjadi lahan amal bagi kami. Amin

*By J. Santoso, Reporter PKS Lebak-bulus
Read more »

Rabu, 22 Mei 2013

"Prahara PKS sampai ke Mana?" | Sujiwo Tejo Bicara



Prahara PKS sampai ke Mana?

Nah, itu adalah judul ILC malam tadi. Dari sisi judul saja paling tidak, “ILC” sendiri pun tidak tahu kemana sebenarnya arah kasus LHI.

Jika arah kasus itu tujuannya adalah PKS, PKS sama sekali tidak terlibat dalam masalah impor daging. Jika arah kasusnya adalah LHI, maka makin bingung lagi kita memikirkannya. Siapa itu LHI sekarang? pejabat publik bukan, pemimpin masyarakat juga bukan. Pun dia tidak akan membawa nyanyian-nyanyian yang akan melibatkan petinggi PKS lainnya. Lantas apa sebenarnya yang terjadi? Para pakar hukum yang menyampaikan pendapat pun dengan bahasa yang mudah dimengerti, mengisyaratkan kasus daging ini sudah selesai, kecuali jika memang KPK memiliki banyak logistik yang memang hanya KPK saja yang tahu. Aneh.
Bahkan yang bukan pakar hukum pun, seperti Sujiwo Tejo mengomentari para pakar hukum itu dengan sindirannya yang khas, kalau memang ini kasus hukum, ya hukum saja yang diangkat, jangan membawa bawa masalah wanita. Pandangan yang mewakili orang awam. Permasalahan wanita lebih menjadi intens ketimbang masalah kasusnya sendiri. Mungkin semuanya sepakat, ketika nama-nama wanita itu muncul, naluri investigasi kita lansung mencari informasi, siapa dia? mengapa dia? dimana dia? kapan dia? kenapa dia? dan lain sebagainya. Pun, investigasi yang kita lakukan adalah berdasarkan info-info sepotong dari media web. Jika pertanyaan itu terjawab, maka kita mencoba merangkaikan info-info dari media web itu sehingga menjadi sebuah kesimpulan. Oh, ternyata dia itu ini. Pendek akal.
Mengapa kita tidak mencoba sedikit berkonspirasi dan berimajinas serta berparanoid sedikit. Otak kita mampu untuk itu. Kemampuan otak kita bukan hanya merangkai info-info dari media web yang berisikan 2 paragraf tulisan. Otak mampu melakukan lebih dari itu.
Coba saja kita berandai. Sesuai misinya, PKS menargetkan 3 besar. Apa yang akan terjadi jika misi itu tercapai? Apakah PKS akan dominan di Legislatif dan Eksekutif? Siapa yang merasa paling terancam dengan ke dominan tersebut? Bagaimana hasil survey terhadap saat sebelum dan sesudah LHI di jadikan tersangka? Jika mau lebih jauh, bagaimana Freeport, Exxon Mobil, Chevron, dll jika partai ini dominan? akankah terjadi nasionalisasi terhadap perusahaan-perusahaan itu? Lihat saja, ketika keran impor daging di sempitkan sedikit, banyak pihak-pihak berpaham neo liberal mengernyitkan kening. Termasuk manusia tak tersentuh, Budiono. Nah, jika memang iklim yang dibawa partai ini akan membahayakan dunia ke liberal an, secara cerdas apa yang akan kita lakukan? Tekel. Masalah kartu kuning atau merah, belakangan.

Tetapi ini jika mencoba untuk berimajinasi secara liar saja. Semuanya, “Kita tunggu di Pengadilan”.


*by Hana
Kompasioner

-http://politik.kompasiana.com/2013/05/22/prahara-pks-sampai-ke-mana-558231.html
Read more »

Pengamat Hukum: "KPK Semakin Bermasalah Dalam Kasus Daging Impor"



by @alejandro_law17

  1. Ada kesulitan pembuktian oleh KPK terhadap kasus suap impor daging? Jelas. Meski KPK kesulitan, prinsip KPK adalah kagok asong.

  2. Kagok asong adalah terminologi bahasa sunda yg artinya kurang lebih nanggung, hajar blehh bnr salah gimana ntar. udh kepalang tanggung.

  3. Saya dah berkali2 ngomong bhw pasal suap erat kaitannya dgn kewenangan & jabatan seseorang sbg penyelenggara negara. liat pasal 11 UU TPK.

  4. Org pajak disuap karena jabatan & kewenangannya dlm ngurusi tupoksi dia sebagai peg pajak. Nazar & Wa Ode jg disuap krn jbtnnya sbg DPR.

  5. Dr mana kita tahu mrk disuap krn jbtn dan atau kewenangannya? Bisa kita liat dr implikasi suapnya yaitu loby mrk krn jabatanya sbg DPR.

  6. Wa Ode disuap karena dia punya otoritas di banggar. Nazar disuap karena posisi dia sbg anggota DPR yg punya akses loby ke banggar/kom X.

  7. Pigimana dgn LHI? Dia disebut terima cuap karena otoritas dia sbg ketua parpol bukan sbg anggota DPR atau penyelenggara negara.

  8. Bisa kita liat dr loby yg dia lakukan ke kementan. LHI bisa didengar oleh org kementan karena posisi dia sbg ketua parpol bukan sbg DPR.

  9. LHI bisa fasilitasi pertemuan medan dengan mentan karena posisi dia sbg ketua parpol dmn Mentan menjadi salah satu kadernya.

  10. Tanpa jbtn ketua parpol, urusan impor daging adlh urusan diluar jangkauan LHI sbg Aleg Komisi I yg urusi kom/prthanan/luar negeri.

  11. Sadar thd kelemahan dakwaannya dgn ps suap, blakangan mulai muncul kriminilisasi kasus LHI pake trading in influence.

  12. Sebuah aturan yg diratifikasi dari UN Convention Against Corruption. Tool ini dah jd instrumen hukum di Indonesia? belum dunk!

  13. Orang yg ngomong trading in influence kek org berhayal mengawang2 bisa menjerat pelaku suap secara retroaktif. UU-nya aja blm ada *lol

  14. Permasalahan lain dlm kasus suap impor daging adalah sporadisnya aparat KPK dan badut2 yg mengatasnamakan aktifis antikorupsi.

  15. KPK pasang TPPU tanpa diketahui terlebih dahulu criminal offence dibelakangnya. Taukah anda apa predicate crime TPPU untuk LHI?

  16. Ini adalah tanda tanya besar karena sampe detik ini KPK belum pernah umumkan pidana asal dr pencucian uang kasus LHI. Ini permasalahan.

  17. Mrk pake psl suap yg gagal diterima & dijadiin predicate crime, diasumsikan tlh melakukan pidana yg sama berulang2 sbg pidana asl TPPU.

  18. Lalu pigimana kl psl suap yg jd pidana asal gagal dibuktikan? otomatis TPPU nggak akan bisa dibuktikan slma criminal offence nggak ada.

  19. Mulai lagi mrk ngemeng illicit enrichment. Sebuah konsep pemberantasan korupsi yg diratifikasi dr UNCAC dan msh dlm tahap perancangan.

  20. PPATK konon dah sodorkan RUU perampasan asset ke presiden dgn konsep illicit enrichment sbg upaya super dlm pemberantasan korupsi.

  21. Illicit enrichment make pembuktian terbalik murni dgn standar pembuktian lebih ringan. tanpa pidana asal, cukup modal lap PPATK & LHKPN.

  22. Lagi2 aturan ini nggak bisa dikenakan dlm kasus daging impor karena masih dlm tahap pembuatan d PPATK, bahkan blm masuk DPR sama sekali.

  23. FYI pembuktian terbalik nggak dimaksudkan u/ buktikan tindak pidana. Pembuktian terbalik hanya berfungsi untuk kejar asset.

  24. ada dua cara dalam TPPU: memidana orang atau mengejar hartanya saja... Jika untuk memidana, tdk digunakan pembuktian terbalik.

  25. percayakah dgn penegakan hukum secara membabi buta? Sy nggak percaya. Hukum yg dipke secara sporadis hanya akan hancurkan hkm itu sndr.

  26. Cara pintar (licik) KPK dlm menghindar dr sorotan kesahalan mrk adalah dgn goreng kasus ini dgn isue sensitif mslh pere dgn kata futsun.

  27. Publik sibuk gossipin pribadi tersangka dan akan dikait2kan seolah jd kebiasaan PKS. Liat aja, sikit omongan substantif mslh korupsi.

  28. Media dan sosmed berame2 omongin masalah pere dan digoreng sebegitu rupa. Ini cara redherring KPK yg murahan dlm kasus impor daging.

  29. Korupsi adlh xtraordinary crime yg perlu upaya ekstra. Namun upaya luar biasa tetap harus dlm koridor dgn tool yg tlh disediakan UU.

  30. Jangan karena menggebu ingin memberantas korupsi lalu melanggar non-self incrimination dlm sistem common law yg sekarang kita pake.

  31. Sistem hukum yg bnr bekerja memake hukum acara pidana/UU lain yg telah disepakati sbg dasar acuan dlm penegakan hukum di negara ini.

  32. Jgn pake cara2 diluar hukum acara karena negara ini anut non-self implementing legislation. Harus ada UU dulu sblm diimplementasikan.

  33. Maka nggak benar jika penegakan hukum dlm pemberantasan korupsi memakai cara diluar prosedur hukum karena rentan perampasan hak manusia.

  34. Aja klalen! Plototin kasus ini secara substantif! Jangan teralihkan dgn isue asusila yg sengaja dibuka untuk mengalihkan perhatian kita.

  35. Kebenaran bukan milik mrk. Kebenaran selalu nyender ke aturan yg dipahami secara komprehensif dan imparsial. Sekian..Yuk mareeeeee!


*sumber:
Read more »

 

KABAR DPC

KIPRAH KEWANITAAN