Tampilkan postingan dengan label Umum. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Umum. Tampilkan semua postingan

Rabu, 14 Agustus 2013

Kembali ke Zaman Mubarok, 19 Jenderal Diangkat Jadi Gubernur, Warga Mesir Takut

Militer Mesir (Foto: AFP) Militer Mesir (Foto: AFP)
KAIRO - Pemerintah Mesir yang baru dibentuk mengangkat sekira 19 jenderal sebagai gubernur baru. Kondisi ini membuahkan kekhawatiran bahwa kekuasaan otoriter kembali berkuasa di Mesir.

Semasa mantan Presiden Hosni Mubarak, Mesir diperintah dengan otoriter dan lebih mengutamakan Mesir sebagai peran militer dalam pemerintahan. Penunjukan ini mengundang tanya dari warga Mesir. Demikian diberitakan The New York Times, Rabu (14/8/2013).

Menurut keterangan, dari 19 jenderal yang ditunjuk, 17 di antaranya berasal dari militer dan dua lainnya berasal dari kepolisian. Salah seorang jenderal polisi dikenal sebagai sosok yang menolak memberikan perlindungan kepada Presiden Mesir pertama yang terpilih secara demokratis, Mohamad Morsi.

Sementara seorang lainnya yakni Jenderal Mahmoud Othman Ateeq pernah terekam dalam video mengangkat senjatanya melawan guru yang melakukan unjuk rasa di Alexandria pada 2011. Saat itu, Ateeq masih menjabat sebagai Deputi Gubernur Alexandria.

Meski menunjuk 19 jenderal, pemerintahan baru juga menunjuk enam warga sipil sebagai gubernur. Namun, keenam warga sipil itu dikenal sebagai loyalis Mubarak yang dikenal tidak bisa menerima kekuasaan Morsi.

Tidak ada satu pun sosok dari kelompok Ikhwanul Muslimin -yang selama ini mendukung Morsi- ditunjuk sebagai gubernur. Sebelumnya, ada 11 gubernur yang berkuasa di Mesir berasal dari Ikhwanul Muslimin.

Dengan menunjuk banyak jenderal, pemerintah baru yang didukung oleh Jenderal Abdul Fattah el-Sisi jelas kembali pada satu taktik kekuasaan yang menjadi ciri khas Mubarak. El-Sisi menggunakan posisi gubernur sebagai langkah untuk memupuk loyalitas dari petinggi militer demi melanggengkan kekuasaan. (faj)
Read more »

PKS: Rekonsiliasi Berhasil jika Pengungsi Syiah “Bertobat”

Evakuasi pengungsi syiah Sampang
Evakuasi pengungsi syiah Sampang
dakwatuna.com – Jakarta.  Direktur Eksekutif Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Universalia (YLBHU) Hertasning Ichlas alias Herta yang mendampingi para pengungsi Syiah pernah mengungkapkan, warga Syiah di Sampang dipaksa oleh para pejabat pemerintah dan kepolisian setempat untuk menandatangani ikrar.
Ikrar tersebut berisi 9 poin yang intinya menganggap ajaran Tajul Muluk sesat dan harus kembali ke Ahlus Sunnah. Sebagian besar pengungsi akhirnya terpaksa menandatangani itu karena keamanannya terancam tidak dilindungi aparat.
Menanggapi hal tersebut, anggota Komisi VIII dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Raihan Iskandar, mendukung adanya ikrar “tobat” yang harus dilakukan oleh para pengungsi Syiah jika mau hak-haknya dilindungi. Menurut Raihan, pengungsi Syiah juga seharusnya bisa menghormati kemapanan sosial yang sudah ada di Sampang, Jawa Timur, tempat asal mereka. Dengan adanya ikrar itu, Raihan menilai proses rekonsiliasi bisa berhasil dilakukan.
“Saya mendukung ikrar itu. Pada dasarnya kita kan harus menghormati masyarakat yang ada di setempat, kearifan lokal. Kalau ikrar itu sudah jadi kesepakatan masyarakat setempat dan jadi momentum positif untuk meningkatkan hubungan bermasyarakat, yah harus didukung,” ucap Raihan saat dihubungi, Selasa (13/8/2013).
Raihan menuturkan bahwa para pengungsi Syiah ini mau tidak mau harus mengubah keyakinannya. Jika memang mereka tidak mau mengubah keyakinan, Raihan mengusulkan agar warga Syiah yang terdepak dari kampung halamannya melapor ke Kementerian Agama supaya Syiah dijadikan agama baru.
“Kalau disahkan ada agama baru kita kan bisa saling menghormati. Jadi itu harus dilaporkan dulu ke kementerian,” imbuh Raihan.
Lebih lanjut, Raihan mengatakan, jika ternyata ada aliran baru di tengah masyarakat yang berlainan, maka hal ini kontraproduktif atas keharmonisan yang sudah terbentuk. Menurutnya, dalam membangun kebhinekaan di Indonesia juga harus dipahami bahwa perbedaan itu jangan menabrak kemapanan sosial yang sudah ada.
“Jangan paksakan ide kita dihormati, tapi tidak hormati kemapanan yang sudah ada,” katanya.
Ia mendukung jika warga Syiah perlu dipindahkan sementara waktu ke kawasan khusus hingga masyarakat setempat bisa menerima para pengungsi Syiah ini.

Adapun konflik Syiah dan Sunni di Sampang, Jawa Timur, bermula dari konflik internal keluarga antara pimpinan Islam Syiah, Tajul Muluk, dan saudaranya, Rois Al Hukama. Pada Agustus 2012, perkampungan pengikut aliran Islam Syiah di Desa Karang Gayam (Kecamatan Omben) dan Desa Bluran (Kecamatan Karangpenang) diserang kelompok bersenjata dan menyebabkan satu orang tewas serta enam orang lainnya luka-luka.
Hingga pada Juni 2013, para pengungsi korban tragedi kemanusiaan di Sampang itu akhirnya terpaksa dipindah dengan alasan keamanan dan kehidupan yang lebih layak di lokasi pengungsian. (hl/sbb/kmc

Sumber: http://www.dakwatuna.com/2013/08/14/37857/pks-rekonsiliasi-berhasil-jika-pengungsi-syiah-bertobat/#ixzz2bvwJZeOc
Read more »

Bocor Lagi, Rencana Serangan Rabu Pagi

serangan polisi mesirdakwatuna.com – Kairo.  Situs egyptwindow.net mendapatkan informasi bahwa kepolisian, satuan militer khusus, dilengkapi para preman telah siap siaga berkumpul di sebuah klub olah raga dekat dengan Rab’ah Adawiyah.
Mereka menunggu instruksi menyerang dengan kekuatan senjata untuk membubarkan paksa para demonstran. Diperkirakan waktu yang direncanakan adalah Rabu (14/8) pagi ini.
Bocornya informasi rahasia ini membuktikan bahwa masih banyak kalangan di kepolisian dan militer yang menjunjung nilai kemanusiaan. Mereka tidak mau terlibat dalam aksi pembantaian orang-orang yang tidak bersenjata. Pembantaian yang sebenarnya adalah permusuhan terhadap Islam. Adanya orang-orang baik seperti ini akan menjadi penghalang para pengkudeta untuk berhasil melakukan pembantaian.
Yang mengherankan, diketahuinya informasi seperti ini malah membuat semakin banyak orang berdatangan bergabung dengan demonstran di Rab’ah. (msa/sbb/dkw)
Read more »

PKS: Rekonsiliasi Berhasil jika Pengungsi Syiah “Bertobat”

Evakuasi pengungsi syiah Sampang
Evakuasi pengungsi syiah Sampang
dakwatuna.com – Jakarta.  Direktur Eksekutif Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Universalia (YLBHU) Hertasning Ichlas alias Herta yang mendampingi para pengungsi Syiah pernah mengungkapkan, warga Syiah di Sampang dipaksa oleh para pejabat pemerintah dan kepolisian setempat untuk menandatangani ikrar.
Ikrar tersebut berisi 9 poin yang intinya menganggap ajaran Tajul Muluk sesat dan harus kembali ke Ahlus Sunnah. Sebagian besar pengungsi akhirnya terpaksa menandatangani itu karena keamanannya terancam tidak dilindungi aparat.
Menanggapi hal tersebut, anggota Komisi VIII dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Raihan Iskandar, mendukung adanya ikrar “tobat” yang harus dilakukan oleh para pengungsi Syiah jika mau hak-haknya dilindungi. Menurut Raihan, pengungsi Syiah juga seharusnya bisa menghormati kemapanan sosial yang sudah ada di Sampang, Jawa Timur, tempat asal mereka. Dengan adanya ikrar itu, Raihan menilai proses rekonsiliasi bisa berhasil dilakukan.
“Saya mendukung ikrar itu. Pada dasarnya kita kan harus menghormati masyarakat yang ada di setempat, kearifan lokal. Kalau ikrar itu sudah jadi kesepakatan masyarakat setempat dan jadi momentum positif untuk meningkatkan hubungan bermasyarakat, yah harus didukung,” ucap Raihan saat dihubungi, Selasa (13/8/2013).
Raihan menuturkan bahwa para pengungsi Syiah ini mau tidak mau harus mengubah keyakinannya. Jika memang mereka tidak mau mengubah keyakinan, Raihan mengusulkan agar warga Syiah yang terdepak dari kampung halamannya melapor ke Kementerian Agama supaya Syiah dijadikan agama baru.
“Kalau disahkan ada agama baru kita kan bisa saling menghormati. Jadi itu harus dilaporkan dulu ke kementerian,” imbuh Raihan.
Lebih lanjut, Raihan mengatakan, jika ternyata ada aliran baru di tengah masyarakat yang berlainan, maka hal ini kontraproduktif atas keharmonisan yang sudah terbentuk. Menurutnya, dalam membangun kebhinekaan di Indonesia juga harus dipahami bahwa perbedaan itu jangan menabrak kemapanan sosial yang sudah ada.
“Jangan paksakan ide kita dihormati, tapi tidak hormati kemapanan yang sudah ada,” katanya.
Ia mendukung jika warga Syiah perlu dipindahkan sementara waktu ke kawasan khusus hingga masyarakat setempat bisa menerima para pengungsi Syiah ini.

Adapun konflik Syiah dan Sunni di Sampang, Jawa Timur, bermula dari konflik internal keluarga antara pimpinan Islam Syiah, Tajul Muluk, dan saudaranya, Rois Al Hukama. Pada Agustus 2012, perkampungan pengikut aliran Islam Syiah di Desa Karang Gayam (Kecamatan Omben) dan Desa Bluran (Kecamatan Karangpenang) diserang kelompok bersenjata dan menyebabkan satu orang tewas serta enam orang lainnya luka-luka.
Hingga pada Juni 2013, para pengungsi korban tragedi kemanusiaan di Sampang itu akhirnya terpaksa dipindah dengan alasan keamanan dan kehidupan yang lebih layak di lokasi pengungsian. (hl/sbb/kmc)
Read more »

Selasa, 13 Agustus 2013

Untuk kesekian kali Militer Mesir Ancam Bubarkan Demonstran Anti Kudeta

Islamedia - Pemerintahan sementara hasil kudeta di Ibu Kota Mesir, Kairo mengultimatum gerakan Anti Kudeta Mesir untuk tidak lagi melakukan aksi protes. Pemerintah memberikan kewenangan kepada militer untuk melakukan langkah represif terhadap pelaku demonstrasi.
 
Ancaman tersebut adalah kesekian kali untuk pendukung presiden sah Mesir, Muhammad Mursi. 

Kantor berita pendukung militer Ahram melansir penyebaran pasukan keamanan di dua titik demonstrasi sudah dilakukan. Pengerahan militer menanggapi rencana protes akbar kelompok pro-demokrasi saat Senin (12/8) waktu setempat.

''Akan ada serangkaian langkah secara bertahap. Militer akan mengumumkan sepanjang rangkaian demonstrasi berlangsung. Dan akan membubarkan,'' demikian pernyataan seorang pejabat kementerian sementara, seperti dilansir Ahram, Senin (12/8).

Kanal berita Al Jazeera melansir situasi bak akan perang terasa di dua tempat terpisah. Militer mengepung massa Pendukung Mursi. Demonstran sudah berkumpul sejak usai shalat shubuh, Senin (12/8) waktu setempat. Pengepungan dimaksudkan agar massa tidak keluar dari ''zona protes.''

Titik pengepungan pertama adalah di Rabaa al-Adawiyah di pinggiran Ibu Kota Kairo. Di tempat tersebut sudah sebulan lebih berdiri tenda-tenda darurat massa aksi. 

Sedangkan lokasi pengepungan ke dua adalah di el-Nahda Square di Provinsi Giza. Sejumlah kendaraan lapis baja ikut menjadi benteng penghalang massa demonstran.

Dikatakan, sejumlah satuan anti hura-hara juga melakukan aksi sweeping. Sementara para demonstran bertahan dengan aksi menuntut dikembalikannya Mursi sebagai presiden. 

''Kelompok Anti Kudeta Mesir mendirikan beton pelindung. Menyediakan kayu dan masker anti gas air mata untuk situasi terburuk,'' demikian Al Jazeera mengatakan, Senin (12/8).

Pemimpin Senior Ikhwanul Muslimin Mohamed al-Belthagi menegaskan, tidak akan mengendurkan setiap aksi menolak rezim inkonstitusional. 

Meskipun militer terus melakukan tindakan sepihak, kata dia itu memang sudah tabiat menghalangi proses demokrasi.[Rol]
Read more »

"Gw benci PKS, tapi ternyata gw banyak terima manfaat dari PKS"


"Gw dan PKS"

Gw ga suka PKS. Gw ga suka orang berpolitik pake kedok agama kayak PKS. Tapi, anak gw kelas 4 SD udah hafal Quran juz 'amma dan juz 29, anak gw sekolah di SDIT yang belakangan baru gw tahu ternyata punya orang PKS. Dan guru-gurunya hampir semuanya orang PKS. Anak gw lebih soleh dari gw yang jadi bokapnya.
Pas gw sholat di mushola dekat imamnya bacaannya enak banget, pas ngobrol ternyata imamnya pake sarung dan baju koko yang ada lambang PKS-nya.
Bini gw belakangan alim banget. Ibadahnya rajin. Ternyata dia ikut majelis taklim deket rumah. Pas nanya-nanya sama bini yang ngisi majelis taklimnya ternyata orang PKS.
Anak gw yang SMP cewek manggil guru les privat. Ternyata guru privatnya cewek pake jilbab datangnya naik motor. Eh, di motornya ada stiker PKS.
Di rumah gw ada nyokap gw udah usia 60 tahunan. Suka ikutan senam ibu-ibu. Tiap bulan selalu ada cek tensi dan cek gula darah gratis. Gw tanya ke nyokap gw kok bisa gratis? Nyokap bilang anak-anak PKS memang rutin tiap bulan datang ke kelompok senam nyokap untuk tensi dan cek gula darah, kadangkala suka ada dokternya juga.
Suatu hari gw lihat pembokat gw yang kerjanya pulang pergi bawa bungkusan di plastik. Pas gw tanya apa isinya dia bilang sembako harga murah, sembako seharga 50 ribu dijual cuma dengan harga 25 ribu. Gw tanya ke pembokat kok bisa? Kata pembokat gw itu di beli di bazarnya PKS.
Terakhir gw punya boss baru di kantor, promosi dari kantor cabang ke kantor pusat katanya prestasinya luar biasa di kantor cabang, makanya di promosikan ke kantor pusat dan sekarang jadi boss gw. Waktu acara pisah sambut bos gw yang baru itu bawa bininya. Dan bininya ternyata berjilbab. Suatu ketika pernah nebeng mobil bos ternyata di mobil bos ada buku-bukunya Anis Matta.
Gw benci sama PKS, tapi ternyata gw juga banyak terima manfaat dari PKS. Bingung gw jadinya.

__
*sumber: fb
Read more »

Senin, 24 Juni 2013

PKS Jepang Adakan Barbeque Bersama Masyarakat Indonesia di Tokyo


Tokyo - Pusat Informasi dan Pelayanan (PIP) PKS Jepang mengadakan acara Rihlah (Tamasya) hari Sabtu lalu tanggal 22 Juni 2013. Acara yang diselenggarakan untuk Masyarakat Indonesia yang berdomisili di Tokyo dan sekitarnya ini mengambil tema "Barbeque bersama Cinta, Kerja dan Harmoni". 
"Rihlah ini bertujuan agar kita yang hidup di Jepang dapat refreshing dari rutinitas kita di kampus, di kantor maupun di rumah," tutur Abu Fahmi Ketua Pelaksana Rihlah kali ini.
Sejak pukul 9:00 pagi yang cerah, setelah 2 hari sebelumnya Tokyo diguyur hujan, satu persatu peserta berdatangan ke lapangan eucalyptus Koganei Park tempat diadakannya acara. Koganei park merupakan taman terbesar kedua yang berada di Tokyo yang di dalamnya terdapat beragam jenis bunga dan pepohonan.
Di bawah pepohonan yang besar dan rindang, lantunan ayat suci Al Qur'an membuka kegiatan rihlah kali ini dan dilanjutkan dengan sambutan oleh Endrianto Djajadi. Dalam sambutannya, Endrianto yang sejak bulan Mei 2012 diamanahi sebagai Ketua PIP-PKS Jepang, menyampaikan pentingnya kita bersyukur atas nikmat yang telah kita miliki dan menjelaskan makna tamasya di negeri Sakura, serta bagaimana kita mempersiapkan diri dalam menyambut bulan suci Ramadhan. Dan tidak juga kalah penting, Sekjen Bondan Setiawan dalam sambutannya menjelaskan fungsi PIP-PKS Jepang. Bondan yang saat ini juga diamanahi sebagai Ketua Tim Pemenangan Pemilu PKS Jepang memaparkan kegiatan-kegiatan PIP ke depannya seperti Mendaki Gunung Fuji, Futsal dan Seminar-seminar menjelang Pemilu 2014.
Setelah menikmati masakan Barbeque yang nikmat dan shalat zuhur berjamaah, acara puncak diisi dengan tausyiah yang disampaikan oleh Dr. Purwadi Raharjo. Doktor lulusan Jepang yang sudah menetap di Jepang selama 25 tahun ini menjelaskan pentingnya kita meluruskan orientasi kerja karena cinta kepada Allah SWT, serta pentingnya mengenal lingkungan sekitar dan perlunya kita mempererat silaturahim sesama muslim di Jepang.
Rihlah ini dihadiri lebih dari 40 peserta yang tidak hanya berdomisilli di Tokyo saja, tetapi juga yang berasal dari Chiba, Yokohama, Saitama, Ibaraki dan Sendai. Peserta yang berasal dari Sendai adalah peserta terjauh yang hadir ke acara ini. Karena harus menempuh perjalanan selama 3 jam dengan Shinkansen atau 6 jam dengan bis.

Acara ini diakhiri dengan Quiz dan tidak lupa foto bersama yang diabadikan oleh Tim Media PIP-PKS Jepang.

(Tim Media)
Read more »

Kamis, 30 Mei 2013

KAMMI Menagih Janji Abraham Samad

abrahamdakwatuna.com – Semarang. Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad mendapat kado celana dalam raksasa dari Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Jawa Tengah, Kamis (30/5). Hadiah itu sebagai sindiran karena Samad dinilai tak bernyali membongkar kasus Century dan Hambalang.
Celana dalam terbuat dari MMT itu memiliki panjang sekitar dua meter. KAMMI mengibarkan celana dalam model wanita itu di bundaran eks videotron Jalan Pahlawan pada pukul 09.00 Wib.
Seorang mahasiswa yang didandani mirip Abraham Samad nampak berdiri tegar di tengah puluhan anggota KAMMI. Celana dalam berwarna ungu itu kemudian diserahterimakan kepada Samad yang diapit dua hantu pocong.
Ketua KAMMI Jateng Arief Eka Atmadja mengatakan, KPK seharusnya memprioritaskan pengusutan kasus besar seperti Century dan Hambalang. Tapi yang terjadi, lembaga super body itu justru sibuk mengurus kasus tindak pidana pencucian uang kecil yang melibatkan wanita-wanita. Kalimat ini tiada lain merujuk pada kasus yang melibatkan Ahmad Fathanah dan mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS)  Lutfi Hasan Ishaq (LHI).
“Janji Samad pada saat dilantik menjadi pimpinan KPK bahwa ia akan membongkar Century harus segera ditunaikan,” kata Arief.
KAMMI juga meminta tidak ada diskriminasi perlakuan terhadap tersangka oleh KPK. Fathanah dan LHI yang menjadi tersangka langsung ditahan, sedangkan tersangka kasus korupsi Hambalang, Anas Urbaningrum dan Andi Malarangeng, masih bebas. Keduanya juga wajib ditahan karena berpotensi menghilangkan barang bukti, mengingat luasnya jaringan Anas dan Andi.
KPK juga didesak untuk memperkuat stabilitas, netralitas dan menjauh dari intervensi. Komisioner dan penyidik harus menegakkan kode etik untuk menghindari kebocoran data-data rahasia, suap, dan pelanggaran kode etik lainnya.
Aksi di Jalan Pahlawan itu juga diwarnai flashmob. Anggota KAMMI menirukan gaya “demi tuhan” Arya Wiguna, mantan murid Eyang Subur. Aksi lalu dilanjutkan di depan gerbang Polda Jateng. (as/smc)
Redaktur: Saiful Bahri
Read more »

Moursi, Sang Khalifah itu!

Islamedia - DR. Sa'ad Abdul Halim membuat catatan tengang Presiden Moursi. Judul tulisannya adalah: Yaa Moursii, Thuubaa Lil-Ghurabaa (Wahai Moursi, berbahagialah wahai jiwa terasing)

Mana kolam renang yang dahulu katanya diperintahkan istri Presiden untuk dibangun di dalam istana Ittihadiyah? Tidak terbukti. Istri Presiden Moursi memilih hidup biasa, tidak pernah memposisikan sebagai ibu negara yang ikut campur urusan kenegaraan.


Tajammu' Al-Khamis yang selama era Mubarak menjadi camp militer yang menegangkan, hingga jalan raya yang selalu dilewati rezim Mubarak berubah menjadi benteng militer, dimana tak seorang pun boleh mendekati atau berfoto di dekatnya, bahkan sinyal Telpon seluler menjadi kacau. Kini berlaku seperti biasa, karena Moursi lebih memilih tinggal dan menempati flatnya yang ia sewa dengan uang sendiri.

Apakah ada anggota keluarga Presiden yang tinggal menempati istana kepresidenan dan menikmati hidup borju dengan fasilitas istana? Tak satupun ada, keluarga Moursi memilih hidup bersahaja, laksana warga negara biasa lainnya.
 

Apakah saudara-saudara kandung dan kerabat Moursi ada yang berubah status dari petani yang menempati rumah-rumah sederhana di kampung, apakah ada yang berubah menjadi direktur atau memimpin BUMN/BUMD atau menjadi calo-calo proyek?  Tak seorang pun dari saudara Moursi yang menikmati kesempatan itu. Malah putra Moursi ikut melamar pekerjaan di salah satu agency Egypt Air, dengan gaji hanya 1.5 juta rupiah.
 

Adakah ibu hamil yang melahirkan di kendaraan saat menuju ke rumah sakit atau orang yang meninggal dalam perjalanan ke RS, karena jalan ditutup oleh rombongan presiden Moursi yang mau lewat seperti lumrah terjadi di masa Mubarak? Belum pernah ada laporan dan pengaduan ini. Diyakini, tidak ada. Karena rombongan kepresidenan tidak terlalu banyak dengan Paspampres yang jumlahnya secukupnya.

Ingatkah kalian pada Amru Adib, yang harus menderita bertahun-tahun lamanya, hanya karena ia mengucapkan satu kata yang dirasa menyinggung putra Mubarak, Gamal. Satu tahun penuh ia mengiba hingga menjilat sepatu Shafwat Syarif, menteri penerangan Mubarak untuk melobi Mubarak memaafkannya? Justru Moursi tidak dan enggan menggunakan haknya sebagai Presiden atas caci maki, hinaan, pelecehan kaum sekuler-liberal dan muslim ambigu yang tidak pernah berhenti.
 

Moursi, satu-satunya Presiden yang memerintahkan untuk tidak memampangkan foto-foto dirinya di seluruh Mesir. Padahal beberapa kalangan, belum jadi apa-apa saja, fotonya sudah dipampang!!

Jika khalifah itu ada, bukankah sifat-sifat yang terbaik mereka adalah seperti itu? Lalu khalifah yang mana lagi yang kita inginkan? Selamanya demokrasi itu mubah. Sebagaimana khilafah adalah mubah. Bisa menjadi haram atau wajib tergantung siapa dan untuk apa! 


Jadi, masihkan kita mau tertipu, membiarkan era demokrasi dinikmati orang-orang berpikiran Yahudi-Nasrani yang enggan mengabdi ke masyarakat?  
Wallahu A'lam.

Nandang Burhanudin
Read more »

Senin, 27 Mei 2013

Merubah Fitnah Jadi Energy

Fitnah-LogoDakwah dihantam, perkembangannya tak bisa diredam
Dakwah ditinju, pertumbuhannya tambah maju
Dakwah diinjak pendukungnya semakin melonjak
Abdullah bin Ubay semakin gusar, pamor Muhammad makin berkibar, kekuatan Islam semakin besar.
Tiap detik mereka mengintai, kapan umat Islam lalai, tipu muslihat semakin lihai mencari celah semakin pandai.
Kesempatan itu datang, harus segera ambil peluang ,tak butuh waktu panjang, rumah tangga Rasul digoyang, ketika pasukan usai perang, Isteri Rasul Aisyah terlambat datang, bersama seseorang , di waktu fajar menjelang.
Hembusan fitnah menerjang, bagai badai mengguncang, semua sibuk berbincang.
Tentang Aisyah dan Sofwan, yang  datang berduaan, duhai apa gerangan yang mereka lakukan sepanjang perjalanan???
Fitnah berhembus bagai Bola liar, makin meliuk mengular, penduduk sekota semua mendengar, berita bohong yang menggelegar. Perselingkuhan yang dikemas fulgar. Rumah tangga Rasul dibakar, berita makin tersebar. Wajah Rasul serasa ditampar
Aisyah bunda mukmin  suci sejati, tak kuasa membela diri, menahan luka tak terperi.
Hati rasa terkoyak, berharap turun wahyu rasa tak layak, ayah bunda hanya bisa terhenyak, dada semakin sesak. Tenggorokan rasa tersedak.
Ya begitulah  jalan dakwah ini tak pernah sepi dari liku dan duri, hanya manusia yang punya nurani sanggup mengambil ibroh di tiap sesi.
Badai itu akhirnya berlalu,  setelah Rasul mendapat wahyu.
Bersihkan Aisyah dari tuduhan, surat An-nur jadi tuntunan.
An-nur 11-20
11.  Sesungguhnya orang-orang yang membawa berita bohong itu adalah dari golongan kamu juga. Janganlah kamu kira bahwa berita bohong itu buruk bagi kamu bahkan ia adalah baik bagi kamu. Tiap-tiap seseorang dari mereka mendapat balasan dari dosa yang dikerjakannya. Dan siapa di antara mereka yang mengambil bahagian yang terbesar dalam penyiaran berita bohong itu baginya azab yang besar [1031].
12.  Mengapa di waktu kamu mendengar berita bohong itu orang-orang mukminin dan mukminat tidak bersangka baik terhadap diri mereka sendiri, dan (mengapa tidak) berkata: “Ini adalah suatu berita bohong yang nyata.”
13.  Mengapa mereka (yang menuduh itu) tidak mendatangkan empat orang saksi atas berita bohong itu? Oleh Karena mereka tidak mendatangkan saksi-saksi Maka mereka Itulah pada sisi Allah orang- orang yang dusta.
14.  Sekiranya tidak ada kurnia Allah dan rahmat-Nya kepada kamu semua di dunia dan di akhirat, niscaya kamu ditimpa azab yang besar, Karena pembicaraan kamu tentang berita bohong itu.
15.  (Ingatlah) di waktu kamu menerima berita bohong itu dari mulut ke mulut dan kamu katakan dengan mulutmu apa yang tidak kamu ketahui sedikit juga, dan kamu menganggapnya suatu yang ringan saja. padahal dia pada sisi Allah adalah besar.
16.  Dan Mengapa kamu tidak berkata, di waktu mendengar berita bohong itu: “Sekali-kali tidaklah pantas bagi kita memperkatakan ini, Maha Suci Engkau (Ya Tuhan kami), Ini adalah dusta yang besar.”
17.  Allah memperingatkan kamu agar (jangan) kembali memperbuat yang seperti itu selama-lamanya, jika kamu orang-orang yang beriman.
18.  Dan Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada kamu. Dan Allah Maha mengetahui lagi Maha Bijaksana.
19.  Sesungguhnya orang-orang yang ingin agar (berita) perbuatan yang amat keji itu tersiar di kalangan orang-orang yang beriman, bagi mereka azab yang pedih di dunia dan di akhirat. Dan Allah mengetahui, sedang, kamu tidak Mengetahui.
20.  Dan sekiranya tidaklah Karena kurnia Allah dan rahmat-Nya kepada kamu semua, dan Allah Maha Penyantun dan Maha Penyayang, (niscaya kamu akan ditimpa azab yang besar).

[1031]  berita bohong Ini mengenai istri Rasulullah s.a.w. ‘Aisyah r.a. ummul Mu’minin, sehabis perang dengan Bani Mushtaliq bulan Sya’ban 5 H. Perperangan Ini diikuti oleh kaum munafik, dan turut pula ‘Aisyah dengan nabi berdasarkan undian yang diadakan antara istri-istri beliau. Dalam perjalanan mereka kembali dari peperangan, mereka berhenti pada suatu tempat. ‘Aisyah keluar dari sekedupnya untuk suatu keperluan, Kemudian kembali. Tiba-tiba dia merasa kalungnya hilang, lalu dia pergi lagi mencarinya. Sementara itu, rombongan berangkat dengan persangkaan bahwa ‘Aisyah masih ada dalam sekedup. setelah ‘Aisyah mengetahui, sekedupnya sudah berangkat dia duduk di tempatnya dan mengaharapkan sekedup itu akan kembali menjemputnya. Kebetulan, lewat ditempat itu seorang sahabat nabi, Shafwan Ibnu Mu’aththal, diketemukannya seseorang sedang tidur sendirian dan dia terkejut seraya mengucapkan: “Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un, isteri Rasul!” ‘Aisyah terbangun. lalu dia dipersilakan oleh Shafwan mengendarai untanya. Syafwan berjalan menuntun unta sampai mereka tiba di Madinah. orang-orang yang melihat mereka membicarakannya menurut pendapat masing-masing. mulailah timbul desas-desus. Kemudian kaum munafik membesar- besarkannya, Maka fitnahan atas ‘Aisyah r.a. itupun bertambah luas, sehingga menimbulkan kegoncangan di kalangan kaum muslimin.
Pelajaran yang dapat diambil            
  1. Musuh-musuh Islam tak pernah tidur, mereka terus mengintai mencari celah untuk mencelakakan dan membendung laju dakwah ini.
  2. Semakin tinggi pohon semakin kencang angin menerpa. Kalau jadi rumput memang hampir tak kena angin tapi selalu diinjak-injak.
  3. Ayat 11 mengatakan fitnah itu baik bagimu, saya coba mereka-reka sisi baiknya, yaitu:
    1. Fitnah itu memisahkan mana kader sejati, mana munafik
    2. Fitnah itu menggembleng ,mematangkan, dan mendewasakan pemikul dakwah ini
    3. Fitnah itu memperbanyak sujud dan munajat kita, menguatkan hubungan kita kepada Allah sang Pencipta
    4. Sebagai isyarat kemenangan semakin dekat. 2th setelah peristiwa itu terjadi Fathu Makkah  tahun 8H.
    5. Allah sedang menyiapkan kita memikul amanah yang lebih besar.
    6. Kalau dakwah ini lurus tak mendaki, justru akan memandulkan potensi, menumpulkan strategi mengkerdilkan nyali, mematikan nurani.
    7. Maka ujian menjadi sebuah energy, hingga mempercepat ekspansi ke Madinah bahkan terus melebarkan sayap ke seantero Arab, bersihkan Yahudi yang jadi duri.
    8. Dari seorang diri di Makkah, yatim, hidup menumpang pada belas kasihan paman yang miskin, 13th berdakwah hanya mendapat sedikit pengikut, bahkan terusir secara hina dengan bekal seadanya, namun hanya membutuhkan 8th di Madinah , Rasulullah menghimpun 10.000 kekuatan dengan penuh wibawa menaklukkan Makkah tanpa perang pertumpahan darah melainkan  kedamaian dan pengampunan.
Saudaraku di Medan Dakwah
Hari ini kita merasakan fitnah itu. Namun sejatinya bukan saatnya mengeluh apalagi memaki. Bukan waktunya bersedih apalagi mengurung diri.
Jadikan fitnah sebagai energy
Yakinlah ini jalan para Nabi
Dakwah suci yang diberkahi
Tanpa itu rohani akan mati
Jauh sebelum jasad masuk bumi.
Tunjukkan bakti pada pertiwi
Bangun negeri ciptakan Harmoni
Di jalan Allah yang diridhoi…
Read more »

Si Farhat Abbas Kena Batunya, Sekarang Jadi Tersangka

farhat abbas
Penyidik Polda Metro Jaya menetapkan status tersangka terhadap pengacara, Farhat Abbas terkait dugaan menghina Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaya Purnama yang biasa dipanggil Ahok melalui media sosial (twitter).
“(Farhat) sudah diperiksa sebagai tersangka,” kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Rikwanto di Jakarta, Jumat.
Sebelumnya, Farhat melalui akun twitternya ‘@farhatabbaslaw’ menulis “Ahok sana sini protes plat pribadi B 2 DKI dijual polisi ke orang umum katanya! Dasar Ahok plat aja diributin! Apa pun
platnya tetap Cina” pada 09 Januari 2013. Selanjutnya, Anton Medan dan pengacara, Ramdan Alamsyah melaporkan Farhat ke Polda Metro Jaya, terkait dugaan penghinaan bernada diskriminasi kesukuan dan rasis.
Berdasarkan Laporan Polisi Nomor : TBL/82/I/2013/PMJ/Ditreskrimsus, Ramdan mengadukan Farhat dengan Pasal 4 huruf (b) ayat (1) Undang-Undang 40 Tahun 2004 tentang penghapusan diskriminasi ras dan etnis dan Pasal 28 ayat (1) juncto Pasal 45 ayat (2) Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi Transaksi Elektronik (ITE).
Farhat mengaku ucapannya melalui twitter tersebut, tidak bertujuan untuk menyerang Ahok dengan isu rasis dan menghina warga keturunan Cina.
Suami penyanyi Nia Daniati itu, mengaku telah meminta maaf kepada Ahok, terkait ucapannya melalui (twitter), namun proses hukum tetap berjalan.(bp)
Read more »

Puisi - Cinta Kerja Harmoni


Bersama tarbiyah
Kami dikenalkan dengan dakwah
Menyeru manusia agar mampu mendapatkan hidayah
Dan menjadikan kami agar senantiasa istiqomah

Bersama dakwah
Kami dikenalkan dengan ukhuwah
Mengenal kata cinta dengan bahasa mahabbah
Sampai kami hafal tuk mengatakan “uhibbukum fillah”

Cita-cita mulia terhujam dalam dada
Semangat semakin menggelora
Manakala taujih dan nasihat kami dapatkan setiap pekannya
Bahwa kami adalah dai sebelum profesi yang lainnya

Yah...tugas kami adalah dai
Meski disini banyak berbagai macam profesi
Mulai dari ibu rumah tangga, guru, dokter sampai para ahli
Semua sama tak berbeda kecuali iman yang ada dalam hati

Tapi kami sadar bahwa kami hanyalah jamaah manusia
Yang sangat mungkin berbuat salah dan dosa
Karenanya kami diajarkan untuk selalu melakukan taubatan nasuha
Agar kami mendapatkan keberkahan dan ridhoNya

Tujuan kami bukanlah semata-mata dunia
Apalagi kekuasaan dan suara manusia
Seperti pesan qiyadah kami dalam taujihnya
Menjadikan sepenggal firdaus untuk negeri kita tercinta

Bila kami saat ini dihina dan difitnah
Tak kan surut kaki ini kan melangkah
Bak bunga di taman yang senantiasa merekah
Menyongsong kemenangan layaknya Fathu Mekkah

Mari kita songsong kemenangan itu
Hujamkan dalam hati dan siapkan energimu
Bukan dengan perang kami melawan para tirani
Tapi kami tunjukkan dengan CINTA, KERJA dan HARMONI

ALLAHU AKBAR...ALLAHU AKBAR...ALLAHU AKBAR

Read more »

Silaturohim Anis Matta dengan Masyarakat dan Alim Ulama Cilincing


Anis Matta : Orang yang Semestinya Sering Ingat Kematian adalah Politikus dan Penegak Hukum

Pengajian masyarakat cilincing yang diadakan di kediaman Ustzh. Hj.Yusriah Dzinnun, S.Pd. malam ini (26/05) berjalan khusyu’ dan penuh khidmat. Selain dihadiri oleh para kader PKS se-Cilincing, turut hadir pula para alim ulama, tokoh masyarakat dan juga Presiden PKS Anis Matta, Lc. dan rombongan.
Ratusan jamaah memadati halaman rumah Ustzh. Hj. Yusriah Dzinnun, dari teras rumah hingga lapangan depan yang disediakan tenda serta layar agar jamaah yang tidak bisa masuk,dapat menikmati rangkaian acara melalui layar tersebut.
Dalam tausiyahnya,  Anis Matta mengajak para jamaah yang hadir agar sering-sering mengingat kematian, karena kematian dapat meluruskan akhlaq serta menjaga kerja hati dan kontrol diri.
“Dengan mengingat mati, maka kita dapat meluruskan akhlaq kita, dan terutama lagi dengan kematian kita dapat mengendalikan kerja hati dan kekuatan kontrol kita” terang Anis Matta dalam tausiyahnya.
Anis Matta menilai, pihak-pihak yang semestinya lebih sering mengingat kematian adalah para politikus dan penegak hukum. Karena tak dipungkiri merekalah yang kesehariannya tak lepas dari sebuah agenda konspirasi. Banyaknya godaan yang hadir dari profesi sebagai politikus dan penegak hukum, maka menghadirkan pentingnya mengingat kematian dalam intensitas yang lebih tinggi.
“Orang yang seharusnya lebih sering mengingat kematian adalah para pilitikus, yaitu yah saya ini” pungkas Anis Matta sambil mengarahkan tangannya ke dirinya sendiri, gesture Anis Matta spontan mengundang gelak tawa dari jamaah.
Turut menyertai Anis Matta yaitu Ahmad Zainuddin Lc, anggota DPR RI FPKS dan Ahmad Rilyadi, SE mantan anggota DPR RI FPKS yang mengundurkan diri karena ingin fokus dengan partai.
Acara berlangsung khidmat dengan rangkaian tahlil dan tahmid serta rangkaian tausiyah dari para alim ulama yang hadir. (ar/kabarpks)


*Foto: Chandra Alif, pks.or.id

Read more »

Waspada, Asing Hancurkan RI dengan Narkoba

narkobadakwatuna.com – Jakarta.  Rongrongan terhadap NKRI bukan hanya datang dari pihak-pihak yang ingin menguasai wilayah Indonesia saja. Penyidik senior di Badan Narkotika Nasional (BNN) Slamet Pribadi, mengungkapkan, ada indikasi negara asing yang tidak menginginkan negara Indonesia menjadi kuat dan besar. Dia menduga narkoba dijadikan “senjata” untuk menghancurkan generasi muda Indonesia.
“Saat ini pola-pola penaklukan dan penjajahan dengan senjata sudah tidak dapat dilakukan khususnya untuk Indonesia.  Bisa saja ada negara yang berkepentingan menghancurkan Indonesia, membanjiri wilayah kita dengan narkoba,” ujar Slamet di Jakarta, Minggu (26/5).
Pola tersebut menurutnya, mungkin tidak dilakukan secara langsung, namun dapat dilakukan dengan memiinjam tangan-tangan para sindikat untuk mengedarkan barang haram itu.
Menghadapi kondisi yang ada, menurut Slamet butuh kepedulian semua pihak. Termasuk para Calon anggota Legislatif (Caleg) yang sebentar lagi menempati kursi parlemen.
“Jadi para caleg juga kita harapkan dengan kewenangan jika terpilih menjadi anggota dewan nantinya, mau menyuarakan dan ikut memperjuangkan perang terhadap narkoba,” katanya.
Namun para caleg menurut Slamet, perlu  memahami, bahwa perang terhadap narkoba ditujukan untuk sindikat dan pengedar narkoba. “Sementara mereka yang masuk dalam kategori korban, harus kita selamatkan dan di rehabilitasi,” katanya.
Ditemui terpisah, Kepala Sub Direktorat  Masyarakat BNN, Siti Alfiasih, menjelaskan bahwa semakin maraknya peredaran narkoba saat ini bisa juga merupakan indikasi masih kurangnya kemampuan masyarakat dalam menolak narkoba.
Upaya pemberantasan yang terus menerus tidak akan memberi hasil maksimal bila masyarakat juga kurang peduli.
“Hal inilah yang membuat BNN juga berupaya sekuat tenaga memberi pemahaman yang benar atas bahaya narkoba. Kita bisa memerangi narkoba tapi lewat pola pikir yang benar. Kita juga bisa mencegah jangan sampai narkoba masuk dalam hidup kita,” ujar SIti. (gir/jpnn)
Redaktur: Saiful Bahri
Read more »

 

KABAR DPC

KIPRAH KEWANITAAN