Tampilkan postingan dengan label Politik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Politik. Tampilkan semua postingan

Rabu, 14 Agustus 2013

IM : 250 Pendukung Morsi Tewas oleh Tentara Keamanan Mesir

Kairo - Sesuai janjinya, otoritas Mesir benar-benar melancarkan operasi untuk membubarkan para demonstran pendukung presiden terguling Mohammed Morsi. Bahkan menurut kelompok Ikhwanul Muslimin, operasi yang dilancarkan hari ini telah merenggut ratusan jiwa.

Juru bicara Ikhwanul Muslimin, Gehad al-Haddad mengatakan sedikitnya 250 orang tewas saat aparat polisi melancarkan operasi di dua kamp demonstran yang diduduki para demonstran pro-Morsi.

Dikatakannya, lebih dari 5 ribu orang lainnya luka-luka. Lewat akun Twitter miliknya, Haddad menyebut insiden ini sebagai "pembantaian terbesar sejak kudeta".

Dalam operasi yang dilancarkan Rabu subuh waktu setempat, pasukan keamanan Mesir dengan didukung sejumlah buldoser, bergerak masuk ke dua kamp demonstran yang didirikan di Kairo. Operasi dimulai aparat dengan mengepung kamp Rabaa al-Adawiya di Kairo timur dan kamp lainnya di lapangan Al-Nahda, juga di Kairo.

Menurut saksi mata, polisi melepaskan gas air mata ke arah para demonstran sehingga menimbulkan kekacauan. Bentrokan pun tak terhindarkan. Suara-suara tembakan juga ramai terdengar.

Menurut koresponden AFP, sejauh ini 43 orang telah ditemukan tewas di kamp Rabaa al-Adawiya. Sebagian besar korban tampaknya tewas akibat luka-luka tembakan
Read more »

Kembali ke Zaman Mubarok, 19 Jenderal Diangkat Jadi Gubernur, Warga Mesir Takut

Militer Mesir (Foto: AFP) Militer Mesir (Foto: AFP)
KAIRO - Pemerintah Mesir yang baru dibentuk mengangkat sekira 19 jenderal sebagai gubernur baru. Kondisi ini membuahkan kekhawatiran bahwa kekuasaan otoriter kembali berkuasa di Mesir.

Semasa mantan Presiden Hosni Mubarak, Mesir diperintah dengan otoriter dan lebih mengutamakan Mesir sebagai peran militer dalam pemerintahan. Penunjukan ini mengundang tanya dari warga Mesir. Demikian diberitakan The New York Times, Rabu (14/8/2013).

Menurut keterangan, dari 19 jenderal yang ditunjuk, 17 di antaranya berasal dari militer dan dua lainnya berasal dari kepolisian. Salah seorang jenderal polisi dikenal sebagai sosok yang menolak memberikan perlindungan kepada Presiden Mesir pertama yang terpilih secara demokratis, Mohamad Morsi.

Sementara seorang lainnya yakni Jenderal Mahmoud Othman Ateeq pernah terekam dalam video mengangkat senjatanya melawan guru yang melakukan unjuk rasa di Alexandria pada 2011. Saat itu, Ateeq masih menjabat sebagai Deputi Gubernur Alexandria.

Meski menunjuk 19 jenderal, pemerintahan baru juga menunjuk enam warga sipil sebagai gubernur. Namun, keenam warga sipil itu dikenal sebagai loyalis Mubarak yang dikenal tidak bisa menerima kekuasaan Morsi.

Tidak ada satu pun sosok dari kelompok Ikhwanul Muslimin -yang selama ini mendukung Morsi- ditunjuk sebagai gubernur. Sebelumnya, ada 11 gubernur yang berkuasa di Mesir berasal dari Ikhwanul Muslimin.

Dengan menunjuk banyak jenderal, pemerintah baru yang didukung oleh Jenderal Abdul Fattah el-Sisi jelas kembali pada satu taktik kekuasaan yang menjadi ciri khas Mubarak. El-Sisi menggunakan posisi gubernur sebagai langkah untuk memupuk loyalitas dari petinggi militer demi melanggengkan kekuasaan. (faj)
Read more »

PKS tidak Memparmasalahkan Presidential Threshold

Metrotvnews.com, Jakarta: PKS atau Partai Keadilan Sejahtera mengaku tidak mempermasalahkan presidential threshold dalam pembahasan RUU Pilpres.

Presidential threshold menjadi polemik dalam pembahasan RUU Pilpres di pasal yang mengatur mengenai ambang batas pencalonan presiden itu. PKS mengaku lebih penting RUU Pilpres tidak berkutat hanya di presentase pencalonan presiden.

"Kita masih tetap untuk presidential threshold, 20 persen kita siap dibawah itu kita siap. Jangan mengkerdilkan RUU ini hanya sebatas ambang batas pengajuan capres tapi penting untuk dilakukan berbagai perubahan lain," jelas Ketua Fraksi PKS Hidayat Nur Wahid, di Jakarta, Selasa (13/8).

Perubahan yang tidak kalah penting, kata Hidayat adalah perlu adanya pasal yang mengatur mengenai rangkap jabatan seorang presiden. Pasalnya jika hal itu tidak diatur, bukan tidak mungkin seorang presdien tidak fokus mengerjakan tugasnya karena harus berbagi dengan kepentingan lain seperti kepentingan partai.

Selanjutnya, pasal mengenai kampanye dan pendanaannya pun perlu diatur, dengan alasan agar setiap warga negara mendapatkan informasi yang berimbang dari setiap capres yang akan bertarung 2014 mendatang. Untuk sarana kampanye pun, Hidayat berharap tidak ada penguasaan ruang publik di media massa oleh salah satu capres.

"Rakyat perlu informasi yang berimbang, jadi jangan hanya berpikir soal presdiential threshold saja, jangan dikerdilkan RUU ini," pungkasnya.

Mengenai mekanismenya nanti, Fraksi PKS mengaku siap mengahadapi apapun keputusan apakah akan dilakukan secara musyawarah ataupun voting. "Kami siap apapun keputusannya, apa akan musywarah atau voting." (Hafizd Mukti)
Read more »

Selasa, 13 Agustus 2013

Untuk kesekian kali Militer Mesir Ancam Bubarkan Demonstran Anti Kudeta

Islamedia - Pemerintahan sementara hasil kudeta di Ibu Kota Mesir, Kairo mengultimatum gerakan Anti Kudeta Mesir untuk tidak lagi melakukan aksi protes. Pemerintah memberikan kewenangan kepada militer untuk melakukan langkah represif terhadap pelaku demonstrasi.
 
Ancaman tersebut adalah kesekian kali untuk pendukung presiden sah Mesir, Muhammad Mursi. 

Kantor berita pendukung militer Ahram melansir penyebaran pasukan keamanan di dua titik demonstrasi sudah dilakukan. Pengerahan militer menanggapi rencana protes akbar kelompok pro-demokrasi saat Senin (12/8) waktu setempat.

''Akan ada serangkaian langkah secara bertahap. Militer akan mengumumkan sepanjang rangkaian demonstrasi berlangsung. Dan akan membubarkan,'' demikian pernyataan seorang pejabat kementerian sementara, seperti dilansir Ahram, Senin (12/8).

Kanal berita Al Jazeera melansir situasi bak akan perang terasa di dua tempat terpisah. Militer mengepung massa Pendukung Mursi. Demonstran sudah berkumpul sejak usai shalat shubuh, Senin (12/8) waktu setempat. Pengepungan dimaksudkan agar massa tidak keluar dari ''zona protes.''

Titik pengepungan pertama adalah di Rabaa al-Adawiyah di pinggiran Ibu Kota Kairo. Di tempat tersebut sudah sebulan lebih berdiri tenda-tenda darurat massa aksi. 

Sedangkan lokasi pengepungan ke dua adalah di el-Nahda Square di Provinsi Giza. Sejumlah kendaraan lapis baja ikut menjadi benteng penghalang massa demonstran.

Dikatakan, sejumlah satuan anti hura-hara juga melakukan aksi sweeping. Sementara para demonstran bertahan dengan aksi menuntut dikembalikannya Mursi sebagai presiden. 

''Kelompok Anti Kudeta Mesir mendirikan beton pelindung. Menyediakan kayu dan masker anti gas air mata untuk situasi terburuk,'' demikian Al Jazeera mengatakan, Senin (12/8).

Pemimpin Senior Ikhwanul Muslimin Mohamed al-Belthagi menegaskan, tidak akan mengendurkan setiap aksi menolak rezim inkonstitusional. 

Meskipun militer terus melakukan tindakan sepihak, kata dia itu memang sudah tabiat menghalangi proses demokrasi.[Rol]
Read more »

40 Pasangan Menikah di Tengah Demonstrasi Pro-Mursi


Mari kita bayangkan sebentar, memilih titik terkacau sebagai tempat melangsungkan pernikahan. Tentu itu tidak terpikirkan bukan?

Tapi itu lah yang terjadi. Saat moncong kendaraan lapis baja diarahkan kepada demonstran, rombongan pemuda khidmat melangsungkang pernikahan.

Militer yang mengancam tidak menyurutkan Atif dan Saraa Saad untuk melangsungkan prosesi bahagia itu. Tercatat ada 40 pasangan mengikuti langkah pasangan muda ini.

Mereka memilih Rabaa al-Awadiyah Squere menjadi tempat untuk meresmikan hubungan dua sejoli tersebut. Jutaan demonstran pendukung Presiden Muhammad Mursi pun diminta menjadi saksi.

Puluhan pasangan ini, ''mendesak'' imam dari Ikhwanul Muslimin menjadi penghulu pernikahan massal tersebut.  ''Banyak orang hadir dalam pernikahan kami. Anak-anak membingkiskan permen untuk istri saya,'' kata Atif, Senin (12/8).

Anadolu Agency menuliskan, prosesi ijab qabul kali ini adalah oase dibalik ''kengerian''. Ketika para demonstran masih pusing memikirkan tujuan mengembalikan konstitusi, bahkan harus berkorban nyawa.

Tapi, tidak ada alasan menghalangi keinginan para pemuda menjalin kebahagian.Situasi pernikahan pun bernuansa serba salah. Kepungan militer jadi refleksi ketegangan.

Sementara di tengah alun-alun, basis massa Ikhwanul Muslimin mengoarkan doa-doa kelanggengan para pasangan. Makin menarik, para mempelai perempuan membopong potret mungil Mursi sebagai kenang-kenangan.

Masih menurut Anadolu Agency, nuansa politis memang terasa, ketika teriakan spontan para pasangan juga meneriakkan anti-militer dan anti-kudeta. Padahal, pasangan-pasangan ini entah berafiliasi politik ke arah mana.

''Kapan kita bisa merasakan kebahagian seperti sekarang ini,'' ujar Saad penuh harap.


*ROL
Read more »

Aliansi Pro Mursi Siapkan Diri Hadapi Operasi Keamanan Mesir

aliansidakwatuna.com – Kairo. Aliansi pro Mursi yang melakukan demonstrasi di beberapa kawasan di Kairo khususnya di lapangan Rab’ah Adawiyah sedang mempersiapkan diri untuk menghadapi operasi keamanan militer Mesir yang bertujuan untuk membubarkan mereka.
Pasukan keamanan Mesir sedang mempersiapkan diri untuk mengepung pendukung Presiden Muhammad Mursi yang berkumpul di kamp-kamp protes di Kairo selama lebih dari satu bulan.
Sumber-sumber keamanan mengatakan kepada Al Jazeera, polisi Mesir akan meluncurkan tindakan terhadap para demonstran pada Senin pagi (12/8).
Dalam persiapannya, para pengunjuk rasa pro-Mursi telah melakukan pembentengan pada kamp-kamp mereka di Kairo.
Langkah-langkah itu untuk melindungi diri terhadap kendaraan patroli lapis baja dan termasuk membangun penghalang beton dan kayu, serta membeli masker gas, kacamata, dan sarung tangan.
“Keputusan untuk mengambil tindakan pengepungan muncul setelah pertemuan antara Menteri Dalam Negeri Mesir dan para pembantunya,” kata satu sumber keamanan Mesir.
Sumber lain mengkonfirmasi, pasukan keamanan Mesir akan dikerahkan di sekitar aksi duduk pada waktu fajar sebagai awal prosedur yang pada akhirnya akan mengarah ke penyebaran.
Gamal Heshmat, seorang pemimpin senior Ikhwanul Muslimin mengatakan, setiap upaya untuk mengepung aksi duduk akan berujung pada sebuah “kejahatan”.
“Ini adalah pendudukan untuk semua rakyat Mesir dan setiap upaya untuk menempatkan pengepungan di atasnya atau untuk memaksakan kematian yang lambat dengan memotong air, makanan, atau listrik adalah kejahatan, dan siapa yang bertanggung jawab akan dimintai pertanggungjawaban,” kata Heshmat.
“Juga setiap serangan atau pembunuhan terhadap rakyat Mesir atas dasar perbedaan politik seperti yang terjadi sekarang oleh polisi dan tentara juga akan dihukum, dan bisa memicu seluruh Mesir,” Hesmat menambahkan.
Pada Ahad (11/8), ribuan massa demonstrai menuntut pemulihan Mursi di tengah upaya terakhir untuk rekonsiliasi menjelang ancaman tindak kekerasan aparat keamanan.
Sementara itu, Al-Azhar mengumumkan upaya terakhir untuk menyelesaikan ketegangan politik dan menyerukan pembicaraan rekonsiliasi antara kedua pihak. (mina)
Read more »

Senin, 29 Juli 2013

Label : Kemenangan Demonstran Pro Mursi di Bulan Ramadhan



Oleh Irsyad Syafar
Ketua DSW PKS Sumbar 2005-2013

Walau sebulan sudah mereka berkumpul dan berdemonstrasi di medan-medan utama mesir: Rab’ah Adawiyah, An Nahdhah, Al Ittihadiyah, Alexandria, manshourah, sinai dan lain sebagainya. Walau ratusan sudah nyawa yang melayang saat shalat shubuh, shalat qiyam, menjelang sahur dan waktu-waktu lainnya. Dan ribuan lain yang terluka oleh peluru para tentara preman-preman bersenjata.
Walaupun sampai hari ini Mursi belum juga kembali menempati jabatan dan amanah rakyatnya sebagai presiden, bahkan tidak tahu dimana posisinya beserta istri dan anak-anaknya, malah diperpanjang penjaranya 15 hari lagi oleh pengadilan mesir dengan tuduhan menjalin komunikasi dengan Hamas di Palestina. Walaupun itu semua, tapi para pejuang kebenaran, demonstran pro  Mursi telah meraih banyak sekali kemenangan pada ramadhan ini.
Kemenangan pertama adalah, mereka telah berhasil membuat bersatunya mayoritas berbagai kekuatan Islam di mesir, mengusung kepentingan bersama yang lebih besar. Mereka menjadi punya lahan latihan yang riil untuk bekerjasama dan saling menguatkan serta saling membantu.
Mereka secara bergantian tampil di panggung-panggung utama, berkolaborasi secara apik dan saling mendekatkan, menyeragamkan, menguatkan ide, gagasan, pemahaman bahkan langkah perjuangan. Dan ini merupakan kemenangan besar. Bahkan, mengatur para demonstran yang jutaan jumlahnya, mengamankan mereka dari para penyusup, mensuplai makanan untuk sahur dan berbuka, mengatur relawan dan para dokter untuk menghadapi korban tembakan, mempertahankan ruh jihad dan semangat untuk tetap tsabat di lokasi acara utk waktu yang lama dengan fasilitas sangat terbatas, memenuhi kebutuhan MCK dan lain sebagainya, itu semua adalah pekerjaan besar sekaligus berat yang telah dilaksanakan dengan baik oleh pemuda-pemuda dari berbagai gerakan, jamaah, unsur dan organisasi.
Kemenangan kedua, berhasilnya mereka membuka mata, wawasan, serta cara pandang banyak ulama, baik di dalam mesir ataupun di luar mesir, yang selama ini mungkin cendrung menutup diri, menjauh dari medan politik, relatif dianggap parsial, atau terkesan ta’ashshub golongan, dan lebih mengutamakan pengajian di masjid saja, berubah drastis menjadi ulama yang proaktif, peduli, mau bekerja sama dan bahkan mengorbankan darah dan nyawa demi eksistensi Islam di dalam kekuasaan dan pemerintahan.
Ulama-ulama senior dari kalangan salafi dan Jamaah Islamiyah yang dulunya menghindarkan diri dari panggung politik dan demokrasi, mereka hadir di tengah para demonstran memberikan suntikan semangat kepada para pemuda. Seperti: Syekh Muhammad Abdul Maqshud, Syekh Muhammad Yusri, Syekh Umar Abdul Aziz Quraisyi dan sekjen Partai Bina dan Tanmiah sayap politiknya JI serta ulama-ulama lainnya. Bahkan sebagian mereka hadir dengan istri dan anak-anak mereka.
Kemenangan ketiga adalah kemenangan dalam fiqh dakwah. Mereka mengajarkan kepada seluruh umat Islam bahwa perjuangan di negeri mayoritas muslim hanya dilakukan secara damai. Walaupun sudah ratusan nyawa melayang, mereka takkan melakukan perlawanan. Tidak akan mengangkat senjata melawan kediktatoran.
Dari panggung utama Rab’ah adawiyah mereka teriakkan dengan lantang: “Walau sampai sejuta orang yang syahid, kami tetap akan bertahan di sini sampai pemilik kebenaran dan legitimasi memperoleh haknya. Kami akan teruskan perlawanan damai”.
Ketika ada kekuatan islam di luar yang memancing mereka untuk melakukan perlawanan bersenjata karena mereka telah betul-betul terzhalimi, mereka menolaknya dengan baik.  Mereka mengatakan bahwa mengangkat senjata hanya untuk orang kafir harbi, seperti di palestina, bosnia, cehnya, Afghanistan dan sejenisnya. Adapun kepada sesama muslim tak akan mengangkat senjata.
Kemenangan keempat adalah terbongkarnya kedok para pemimpin sebagian Negara arab. Ternyata mereka telah bekerjasama dengan militer untuk melakukan kudeta ini, dan berkolaborasi dengan amerika dan Israel untuk suksesnya agenda ini. Mereka kucurkan dana besar untuk membiayai kudeta ini, membayar para preman serta media.
Salah seorang raja arab adalah orang pertama yang mengucapkan selamat atas berhasilnya kudeta ini, kurang dari 24 jam setelah kudeta. Disusul oleh raja arab lainnya yang langsung mengharapkan kerjasama yang baik dengan penguasa kudeta yang baru. Bahkan menlu negara arab ini aktif di amerika mengkampanyekan dukungan dana dan sikap untuk penguasa militer di mesir. Ini memberikan pelajaran berharga bagi umat Islam dalam bersikap dan memberikan loyalitas.
Kemenangan kelima adalah lahirnya generasi baru di Mesir. Setelah penembakan-penembakan yang dilakukan militer terhadap demonstran damai, muncullah generasi baru dari para pemuda yang tidak takut mati dan tidak takut ancaman. Malah mereka dengan lantang mengharapkan mati syahid, menuliskan surat wasiat untuk keluarganya, dan berdiri dengan berani sambil memegang mushaf menghadapi tentara dan preman yang memegang senjata api dan menembaknya. Kematian tidak lagi menjadi suatu yang menakutkan dan mengerikan bagi mereka bila untuk menegakkan kebenaran.
Diluar kemenangan besar di atas, sebenarnya ditembak ketika shalat shubuh, saat qiyam ramadhan, menjelang waktu sahur dipertiga malam terakhir, shalat qiyam ramadhan setiap malam dengan jutaan jamaah diiringi dengan qunut-qunut yang khusyuk, ceramah-ceramah keislaman dari para ulama, diskusi-diskusi ilmiah dan kenegaraan yang digelar dipanggung-panggung utama mereka selama ramadhan ini, merupakan kemenangan-kemengan lain yang tidak ternilai harganya.
Dalam suasana penuh tekanan ini mereka menjadi semakin dekat dengan Allah, semakin utuh tawakkal kepadaNya. Semoga kemenangan demi kemenangan akan terus hadir menghampiri mereka… dan kita umat Islam. []
Read more »

Senin, 24 Juni 2013

PKS Jepang Adakan Barbeque Bersama Masyarakat Indonesia di Tokyo


Tokyo - Pusat Informasi dan Pelayanan (PIP) PKS Jepang mengadakan acara Rihlah (Tamasya) hari Sabtu lalu tanggal 22 Juni 2013. Acara yang diselenggarakan untuk Masyarakat Indonesia yang berdomisili di Tokyo dan sekitarnya ini mengambil tema "Barbeque bersama Cinta, Kerja dan Harmoni". 
"Rihlah ini bertujuan agar kita yang hidup di Jepang dapat refreshing dari rutinitas kita di kampus, di kantor maupun di rumah," tutur Abu Fahmi Ketua Pelaksana Rihlah kali ini.
Sejak pukul 9:00 pagi yang cerah, setelah 2 hari sebelumnya Tokyo diguyur hujan, satu persatu peserta berdatangan ke lapangan eucalyptus Koganei Park tempat diadakannya acara. Koganei park merupakan taman terbesar kedua yang berada di Tokyo yang di dalamnya terdapat beragam jenis bunga dan pepohonan.
Di bawah pepohonan yang besar dan rindang, lantunan ayat suci Al Qur'an membuka kegiatan rihlah kali ini dan dilanjutkan dengan sambutan oleh Endrianto Djajadi. Dalam sambutannya, Endrianto yang sejak bulan Mei 2012 diamanahi sebagai Ketua PIP-PKS Jepang, menyampaikan pentingnya kita bersyukur atas nikmat yang telah kita miliki dan menjelaskan makna tamasya di negeri Sakura, serta bagaimana kita mempersiapkan diri dalam menyambut bulan suci Ramadhan. Dan tidak juga kalah penting, Sekjen Bondan Setiawan dalam sambutannya menjelaskan fungsi PIP-PKS Jepang. Bondan yang saat ini juga diamanahi sebagai Ketua Tim Pemenangan Pemilu PKS Jepang memaparkan kegiatan-kegiatan PIP ke depannya seperti Mendaki Gunung Fuji, Futsal dan Seminar-seminar menjelang Pemilu 2014.
Setelah menikmati masakan Barbeque yang nikmat dan shalat zuhur berjamaah, acara puncak diisi dengan tausyiah yang disampaikan oleh Dr. Purwadi Raharjo. Doktor lulusan Jepang yang sudah menetap di Jepang selama 25 tahun ini menjelaskan pentingnya kita meluruskan orientasi kerja karena cinta kepada Allah SWT, serta pentingnya mengenal lingkungan sekitar dan perlunya kita mempererat silaturahim sesama muslim di Jepang.
Rihlah ini dihadiri lebih dari 40 peserta yang tidak hanya berdomisilli di Tokyo saja, tetapi juga yang berasal dari Chiba, Yokohama, Saitama, Ibaraki dan Sendai. Peserta yang berasal dari Sendai adalah peserta terjauh yang hadir ke acara ini. Karena harus menempuh perjalanan selama 3 jam dengan Shinkansen atau 6 jam dengan bis.

Acara ini diakhiri dengan Quiz dan tidak lupa foto bersama yang diabadikan oleh Tim Media PIP-PKS Jepang.

(Tim Media)
Read more »

Selasa, 11 Juni 2013

BPK: Tak Perlu Tunggu Hasil Audit BPK, Penahanan itu Kewenangan KPK

Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali membohongi publik terkait penanganan kasus korupsi di Indonesia. Sampai saat ini KPK belum melakukan penahanan terhadap tersangka kasus Hambalang dengan alasan masih menunggu hasil audit kerugian negara dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
Namun tanggapan berbeda justru disampaikan oleh Ketua BPK Hadi Poernomo. Hadi mengatakan bahwa penahanan tersangka kasus korupsi adalah kewenangan KPK dan tidak perlu menunggu hasil audit.
“Kalau soal penahanan kita serahkan kepada KPK. Silakan tanya KPK, itu kewenangan penyidik KPK,” tegas Hadi, di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (11/6/2013).
Dia menjelaskan, hasil audit BPK untuk memperjelas kerugian negara kasus korupsi yang diduga melibatkan mantan Menpora Andi Mallarangeng. Hasil audit yang kedua ini bisa saja tidak jauh beda dengan hasil audit Hambalang yang pertama. “Bisa sama dan bisa beda, tunggu saja,” tuturnya.
Penegasan BPK tersebut sekaligus menjawab pimpinan KPK yang sebelumnya menyatakan pihaknya terhambat hasil audit kerugian negara di BPK untuk segera menyelesaikan kasus Hambalang.
Entah sampai kapan KPK akan terus berkelit dan membuat publik bingung dengan sepak terjang KPK dalam menangani kasus-kasus korupsi di Indonesia. (ms/ind)

Sumber: dakwatuna
Read more »

Rabu, 05 Juni 2013

Anis Matta: Jika Luthfi Bersalah, Kami Wajib Minta Maaf ke Rakyat


Presiden Partai Keadilan Sejahtera Anis Matta ditanyai soal kasus dugaan korupsi kuota impor daging sapi dalam dialog tentang kondisi umat Islam Indonesia dan dunia di Kabupaten Sampang, Jawa Timur, Senin (3/6/2013) malam. Kasus ini turut menyeret mantan Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq.
Anis mengatakan, kasus itu murni persoalan pribadi Luthfi. PKS, katanya, tidak ikut campur. Sebelumnya, saat kasus ini terkuak, Anis dan PKS menduga ada konspirasi di balik kasus itu.
Dia menegaskan, PKS kini menunggu proses hukum berlangsung hingga tuntas. Menurut Anis, bila Luthfi ternyata dinyatakan terbukti bersalah oleh pengadilan, ia sebagai Presiden PKS akan meminta maaf kepada seluruh rakyat Indonesia.
Kami di PKS adalah manusia biasa yang tidak luput dari khilaf. PKS tentu berharap LHI dinyatakan tidak bersalah, tetapi bila sebaliknya, saya wajib meminta maaf kepada seluruh rakyat Indonesia.
"Kami di PKS adalah manusia biasa yang tidak luput dari khilaf. PKS tentu berharap (LHI) dinyatakan tidak bersalah, tetapi bila sebaliknya, saya wajib meminta maaf kepada seluruh rakyat Indonesia," kata Anis dalam keterangan tertulisnya, seperti dikutip Antara, Selasa (4/6/2013).
Dalam kasus dugaan korupsi kuota impor daging sapi, KPK menetapkan Luthfi sebagai tersangka bersama orang dekatnya, Ahmad Fathanah. Keduanya diduga menerima pemberian hadiah atau janji dari PT Indoguna Utama terkait kepengurusan tambahan kuota impor daging sapi untuk perusahaan itu. Dalam pengembangannya, KPK menjerat Fathanah dan Luthfi dengan pasal tindak pidana pencucian uang (TPPU).
Dialog dengan kiai
Presiden PKS Anis Matta dan rombongan DPP PKS berada di Madura dalam rangkaian safari silaturahim se-Jawa dan Indonesia bagian timur. Dalam dialog yang dihadiri sekitar 300 kiai, habib, dan tokoh masyarakat se-Madura itu, Anis menegaskan perlunya seluruh komponen umat Islam melupakan perbedaan kecil antara satu dengan yang lain dan sebaiknya fokus pada persamaan pemikiran atas banyak hal.
"Mari kita melupakan perbedaan kecil dan fokus pada kerja-kerja besar kita bersama. Kita semua di sini memiliki persamaan pandangan terhadap banyak hal. Ini perlu agar umat Islam lebih menyatu dalam barisan yang besar dan kuat," katanya.
Anis menegaskan, dunia Barat, khususnya di Amerika Serikat dan Eropa, dalam beberapa tahun belakangan memiliki minat kuat untuk mengenal Islam yang sesungguhnya. Pada saat yang sama, menurut dia, masyarakat Barat melihat Indonesia sebagai wajah Islam yang damai.
"Indonesia sekarang menjadi model sebab di tengah banyaknya mazhab dan keragaman etnis maupun kelompok, kita tetap damai. Berbeda dengan saudara kita di belahan dunia lain yang justru terus bertikai," ujar Anis.

*http://nasional.kompas.com/read/2013/06/04/13431467/Anis.Matta.Jika.Luthfi.Bersalah..Kami.Wajib.Minta.Maaf.ke.Rakyat
Read more »

Peluang PKS Memenangkan Pemilu 2014





Fajar Muhammad Hasan
Kompasioner




PKS memang tidak ada matinya

Saya buka kompasiana Beberapa menit yang lalu, yaitu pk 6 kurang sedikit. Sabtu 1 Juni 2013. Ternyata dari 5 artikel/tulisan yang teraktual 1-4 diduduki oleh yang mengandung kata PKS. Terlepas apakah artikel2 tersebut memuji, mengkritisi atau mencela.


PKS teraktual 1-4
PKS memang harus ditakdirkan berbahagia menjadi inspirasi kompasianer untuk membuat tulisan, baik positif atau negatif. Keadaan ini seharusnya menjadikan inspirasi bagi pengambil keputusan di PKS.
Positif atau negatif tetap saja ada nilai positifnya jika digali. Paling tidak kata PKS jadi sering nongol di kompasiana. Karena suatu parpol harus menaikkan popularitas sebelum elektabilitas. Popularitas menjadi salah satu isu penting dalam menaikkan elektabilitas karena tidak mungkin elektabilitas melebihi popularitas, atau dengan istilah lain dikenal maka dipilih.

Terpilih, Populer dan Pemilih
Fenomena di Kompasiana tersebut hanya salah satu indikator kalau PKS memang popular. Makin besar lingkaran merah maka makin populer (atau popular) suatu partai. Popularitas yang sempurna, atau lingkaran merah mendekati (menutupi) lingkaran hijau dalam sejarah politik di Indonesia hanya dimiliki Golkar. Dominasi selama puluhan tahun merupakan suatu alasan yang paling logis untuk menjelaskan hal itu.
Karena itu alangkah baiknya PKS mengambil sisi positif dari keadaan ini, yaitu memanfaatkan naiknya popularitas. Artinya tugas mengenalkan partai ke Pemilih sudah selesai. Bahwa ada kontestan yang memiliki nama PKS. Bahkan menjadi Top of Mind dari para Kompasianer (paling tidak diharapkan demikian juga pada pemilih).
Keunggulan menjadi Top of Mind adalah PKS akan dikenang, tidak hanya dikenal. Seorang anak disuruh ibunya membeli obat tetes mata Inst* (suatu merek dagang). Karena si anak sering melihat iklan iklan obat tetes mata Ait* (bedanya diawal kata INS dan AI) maka ketika anak tadi pergi ke Apotik dia bilang beli Ait*. Salah coblos atau salah coblos ini memang sangat sering terjadi karena Merek dagang Ait* menjadi pop up mind. Yang pertama kali diingat oleh pembeli adalah merek itu. Istilah pragmatis dari seorang marketing adalah “Tidak penting anda menganggap produk kami kelas 2, yang penting anda membeli produk kami”. Makanya selain ada strategi kualitas, dalam marketing kita kenal strategi harga. Harganya murah.
Jadi tugas selanjutnya masih cukup berat yaitu bagaimana pemilih itu mencoblos PKS di TPS pada 9 April 2014. Masih ada tiga (3) tugas yang harus diselesaikan oleh pengurus dan segenap kader PKS untuk menuju terpilih.
1. Memecah gelembung
Menjaga agar pemilih senantiasa ingat PKS, yaitu…
-Yang berani mengingatkan dan menjaga KPK agar tetap lurus sebagai lembaga pemberantas korupsi adalah PKS.
-Yang 100% anggota DPR ditingkat pusat tidak pernah kena kasus korupsi sampai saat ini adalah PKS
-Yang selalu melaporkan gratifikasi kepada KPK adalah PKS
-Yang selalu melayani dan membela kepentingan rakyat adalah PKS
… bisa ditambahkan. Penjelasan-penjelasan perlu dibuat secara sistematis dan massif (kepada seluruh pemilih) tentu saja dalam implementasi bisa berbeda2. Penjelasan ini diperlukan untuk memberi warna lain, sudut pandang lain,. Bahwa ada penjelasan dari sisi lain. Bahwa informasi yang ada itu tidak tunggal. Ada counter issue. PKS begini2 menurut si anu. Eh, menurut si inu kok begitu. Jadi tahap ini adalah tahap membuka wawasan. Setiap orang akan menerima lebih dari satu versi. Orang2 yang semula bersikap miringpun harus menerima juga ada versi lain selain yang diyakini.
Dalam teori Bubble, pemikiran seseorang itu dipengaruhi oleh informasi yang diterima. Jika informasi yang diterima adalah cenderung seragam maka informasi itu dianggap meyakinkan atau mendekati kepastian. Jadi fungsi dari memecah gelembung ini adalah memberi alternatif informasi tentang PKS. Tidak terlalu penting apakah pembaca percaya atau tidak yang penting sampaikan. Kalau ada 2 informasi miring tentang satu isu, maka berilah minimal 1 informasi, menjadi informasi ke 3. Sehingga orang tersebut berfikir, oh ternyata ada versi lain. Itu sudah cukup. Jangan biarkan masyarakat terbodohi dengan satu versi miring tentang suatu isu.
2. Meyakinkan pemilih dengan kelebihan PKS
Penjelasan saja mungkin tidak cukup. Karena informasi masuk dari semua lini. Melalui radio, TV, koran, gosip, dan banyak lagi media. Dalam tahap ini, kader PKS harus menjadi orang yang lebih dipercaya informasinya dibandingkan yang lain. Kalau ada informasi tentang suatu yang miring dari PKS. Kader berperan sebagai tempat klarifikasi, atau lebih bagus tempat rujukan. Untuk menjadi sumber rujukan memang harus ada sesuatu yang layak dipercaya, minimal :
-Kader PKS lebih dekat kepada pemilih. Jadi 1000 informasi yang lain akan menjadi tidak berguna jika kader PKS secara pribadi lebih dekat dan lebih dipercayai oleh masyarakat.
-Informasi yang dibawa masuk akal dan menenteramkan. Informasi hasutan memang mudah membakar, tapi informasi yang masuk akal dan menenteramkan akan lebih bertahan lama. Jelaskan secara meyakinkan tentang suatu isu sehingga memang penjelasan itu lebih bisa diterima. Sebagai contoh penggunaan TPPU oleh KPK, hampir semua pengamat mengatakan KPK bertindak melampaui hukum. Kumpulkan kliping, video, dan artikel2 dari pengamat yang kredibel.
-Cara lain untuk meyakinkan adalah dengan tindakan. Kader yang biasa memberi pengajian tetap melakukan aktivitasnya. Kader yang biasa baksos dan membantu masyarakat tetap melakukan aktivitasnya. Tidak ada atau sedikit sekali orang yang akan menolak kebaikan. Dan ini seperti menjadi rahasia, mengapa orang kaya yang suka memberi bantuan lebih dihormati daripada orang miskin yang tidak meminta-minta.
3. Menjaga keyakinan dan semangat bahwa PKS adalah pilihan yang paling, dan harus dibantu dengan cara vote.
Paling disini bisa dimaknai paling masuk akal, paling realistis dan sebagainya.  Sehingga tidak ada alasan untuk berpindah ke lain hati.
Hal pertama dari menjaga keyakinan disini adalah menjaga komunikasi dan kedekatan. Jangan sampai mereka yang sudah yakin untuk memilih PKS dipengaruhi oleh hal yang tidak2, berita tidak jelas dsb. Hal kedua adalah memastikan mereka memilih di TPS.
Meskipun meyakini bahwa PKS memang paling layak namun jika tidak datang di TPS atau tidak punya hak pilih atau tidak mengurus haknya, tidak akan bermakna bagi bertambahnya suara PKS. Dukungan berupa yang lain memang penting namun dukungan sesuai dengan waktunya adalah sangat penting. Artinya para pemilih yang sudah yakin untuk memilih PKS harus dijaga dan diperjuangkan agar :
- Suaranya tidak hilang karena ternyata tidak terdaftar di DPS
-Perlu motivasi untuk datang ke TPS, dukungan nyata adalah mencoblos
Sebagai kata akhir…….
Yang perlu disadari dengan baik disini adalah poin2 itu lebih terkait dengan pemilih bukan orang yang menjelaskan. Maksudnya bagi sekelompok orang (misalkan A) bisa jadi masih pada tahap 1. Namun dalam saat yang bersamaan sekelompok orang lain (misalkan B) sudah pada tahap 2. Jadi kalau ada yang mencaci maki PKS, tugas kita hanya menjelaskan versi PKS. Diterima atau tidak bukanlah masalah besar, toh mereka sudah masuk dalam lingkaran PKS. PKS sudah menjadi Top of Mind mereka. Kita hanya berusaha memecah gelembung, memberi versi lain. Bukan membalas dengan kata2 yang sama kotornya. Karena kata2 kotor itu bisa jadi justru pancingan agar mereka yang sudah di tahap 2 mundur ke tahap 1. Yang rugi adalah PKS. Toh para pencaci itu tidak akan rugi apapun terhadap tindakan kader/simpatisan PKS. Tindakan apa yang akan kita lakukan kontrol penuh ada pada diri kita. Respon pemilih adalah sepenuhnya juga dibawah kontrol pemilih. Salah tindakan dari kita, resiko ada pada kita. Dan khawatirnya menjadi bahan penilaian dari para pemilih.
Membawa orang dari tahap 1 ke tahap 2 bukanlah mudah, tindakan ini adalah tindakan memperluas lingkaran biru. Seberapa besar lingkaran biru, itulah suara yang diperoleh PKS. Bertindaklah rasional karena sesungguhnya tindakan kita itu sangat berpengaruh terhadap lingkaran biru kita.

Selamat bekerja untuk memenangkan pertarungan.

————
edit pk 20:46, Semua yang teraktual ada kata PKS


PKS memang tidak ada matinya.....


:D :D :D


*http://politik.kompasiana.com/2013/06/01/peluang-pks-memenangkan-pemilu-2014-561415.html
Read more »

Kamis, 30 Mei 2013

KAMMI Menagih Janji Abraham Samad

abrahamdakwatuna.com – Semarang. Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad mendapat kado celana dalam raksasa dari Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Jawa Tengah, Kamis (30/5). Hadiah itu sebagai sindiran karena Samad dinilai tak bernyali membongkar kasus Century dan Hambalang.
Celana dalam terbuat dari MMT itu memiliki panjang sekitar dua meter. KAMMI mengibarkan celana dalam model wanita itu di bundaran eks videotron Jalan Pahlawan pada pukul 09.00 Wib.
Seorang mahasiswa yang didandani mirip Abraham Samad nampak berdiri tegar di tengah puluhan anggota KAMMI. Celana dalam berwarna ungu itu kemudian diserahterimakan kepada Samad yang diapit dua hantu pocong.
Ketua KAMMI Jateng Arief Eka Atmadja mengatakan, KPK seharusnya memprioritaskan pengusutan kasus besar seperti Century dan Hambalang. Tapi yang terjadi, lembaga super body itu justru sibuk mengurus kasus tindak pidana pencucian uang kecil yang melibatkan wanita-wanita. Kalimat ini tiada lain merujuk pada kasus yang melibatkan Ahmad Fathanah dan mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS)  Lutfi Hasan Ishaq (LHI).
“Janji Samad pada saat dilantik menjadi pimpinan KPK bahwa ia akan membongkar Century harus segera ditunaikan,” kata Arief.
KAMMI juga meminta tidak ada diskriminasi perlakuan terhadap tersangka oleh KPK. Fathanah dan LHI yang menjadi tersangka langsung ditahan, sedangkan tersangka kasus korupsi Hambalang, Anas Urbaningrum dan Andi Malarangeng, masih bebas. Keduanya juga wajib ditahan karena berpotensi menghilangkan barang bukti, mengingat luasnya jaringan Anas dan Andi.
KPK juga didesak untuk memperkuat stabilitas, netralitas dan menjauh dari intervensi. Komisioner dan penyidik harus menegakkan kode etik untuk menghindari kebocoran data-data rahasia, suap, dan pelanggaran kode etik lainnya.
Aksi di Jalan Pahlawan itu juga diwarnai flashmob. Anggota KAMMI menirukan gaya “demi tuhan” Arya Wiguna, mantan murid Eyang Subur. Aksi lalu dilanjutkan di depan gerbang Polda Jateng. (as/smc)
Redaktur: Saiful Bahri
Read more »

Senin, 27 Mei 2013

Merubah Fitnah Jadi Energy

Fitnah-LogoDakwah dihantam, perkembangannya tak bisa diredam
Dakwah ditinju, pertumbuhannya tambah maju
Dakwah diinjak pendukungnya semakin melonjak
Abdullah bin Ubay semakin gusar, pamor Muhammad makin berkibar, kekuatan Islam semakin besar.
Tiap detik mereka mengintai, kapan umat Islam lalai, tipu muslihat semakin lihai mencari celah semakin pandai.
Kesempatan itu datang, harus segera ambil peluang ,tak butuh waktu panjang, rumah tangga Rasul digoyang, ketika pasukan usai perang, Isteri Rasul Aisyah terlambat datang, bersama seseorang , di waktu fajar menjelang.
Hembusan fitnah menerjang, bagai badai mengguncang, semua sibuk berbincang.
Tentang Aisyah dan Sofwan, yang  datang berduaan, duhai apa gerangan yang mereka lakukan sepanjang perjalanan???
Fitnah berhembus bagai Bola liar, makin meliuk mengular, penduduk sekota semua mendengar, berita bohong yang menggelegar. Perselingkuhan yang dikemas fulgar. Rumah tangga Rasul dibakar, berita makin tersebar. Wajah Rasul serasa ditampar
Aisyah bunda mukmin  suci sejati, tak kuasa membela diri, menahan luka tak terperi.
Hati rasa terkoyak, berharap turun wahyu rasa tak layak, ayah bunda hanya bisa terhenyak, dada semakin sesak. Tenggorokan rasa tersedak.
Ya begitulah  jalan dakwah ini tak pernah sepi dari liku dan duri, hanya manusia yang punya nurani sanggup mengambil ibroh di tiap sesi.
Badai itu akhirnya berlalu,  setelah Rasul mendapat wahyu.
Bersihkan Aisyah dari tuduhan, surat An-nur jadi tuntunan.
An-nur 11-20
11.  Sesungguhnya orang-orang yang membawa berita bohong itu adalah dari golongan kamu juga. Janganlah kamu kira bahwa berita bohong itu buruk bagi kamu bahkan ia adalah baik bagi kamu. Tiap-tiap seseorang dari mereka mendapat balasan dari dosa yang dikerjakannya. Dan siapa di antara mereka yang mengambil bahagian yang terbesar dalam penyiaran berita bohong itu baginya azab yang besar [1031].
12.  Mengapa di waktu kamu mendengar berita bohong itu orang-orang mukminin dan mukminat tidak bersangka baik terhadap diri mereka sendiri, dan (mengapa tidak) berkata: “Ini adalah suatu berita bohong yang nyata.”
13.  Mengapa mereka (yang menuduh itu) tidak mendatangkan empat orang saksi atas berita bohong itu? Oleh Karena mereka tidak mendatangkan saksi-saksi Maka mereka Itulah pada sisi Allah orang- orang yang dusta.
14.  Sekiranya tidak ada kurnia Allah dan rahmat-Nya kepada kamu semua di dunia dan di akhirat, niscaya kamu ditimpa azab yang besar, Karena pembicaraan kamu tentang berita bohong itu.
15.  (Ingatlah) di waktu kamu menerima berita bohong itu dari mulut ke mulut dan kamu katakan dengan mulutmu apa yang tidak kamu ketahui sedikit juga, dan kamu menganggapnya suatu yang ringan saja. padahal dia pada sisi Allah adalah besar.
16.  Dan Mengapa kamu tidak berkata, di waktu mendengar berita bohong itu: “Sekali-kali tidaklah pantas bagi kita memperkatakan ini, Maha Suci Engkau (Ya Tuhan kami), Ini adalah dusta yang besar.”
17.  Allah memperingatkan kamu agar (jangan) kembali memperbuat yang seperti itu selama-lamanya, jika kamu orang-orang yang beriman.
18.  Dan Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada kamu. Dan Allah Maha mengetahui lagi Maha Bijaksana.
19.  Sesungguhnya orang-orang yang ingin agar (berita) perbuatan yang amat keji itu tersiar di kalangan orang-orang yang beriman, bagi mereka azab yang pedih di dunia dan di akhirat. Dan Allah mengetahui, sedang, kamu tidak Mengetahui.
20.  Dan sekiranya tidaklah Karena kurnia Allah dan rahmat-Nya kepada kamu semua, dan Allah Maha Penyantun dan Maha Penyayang, (niscaya kamu akan ditimpa azab yang besar).

[1031]  berita bohong Ini mengenai istri Rasulullah s.a.w. ‘Aisyah r.a. ummul Mu’minin, sehabis perang dengan Bani Mushtaliq bulan Sya’ban 5 H. Perperangan Ini diikuti oleh kaum munafik, dan turut pula ‘Aisyah dengan nabi berdasarkan undian yang diadakan antara istri-istri beliau. Dalam perjalanan mereka kembali dari peperangan, mereka berhenti pada suatu tempat. ‘Aisyah keluar dari sekedupnya untuk suatu keperluan, Kemudian kembali. Tiba-tiba dia merasa kalungnya hilang, lalu dia pergi lagi mencarinya. Sementara itu, rombongan berangkat dengan persangkaan bahwa ‘Aisyah masih ada dalam sekedup. setelah ‘Aisyah mengetahui, sekedupnya sudah berangkat dia duduk di tempatnya dan mengaharapkan sekedup itu akan kembali menjemputnya. Kebetulan, lewat ditempat itu seorang sahabat nabi, Shafwan Ibnu Mu’aththal, diketemukannya seseorang sedang tidur sendirian dan dia terkejut seraya mengucapkan: “Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un, isteri Rasul!” ‘Aisyah terbangun. lalu dia dipersilakan oleh Shafwan mengendarai untanya. Syafwan berjalan menuntun unta sampai mereka tiba di Madinah. orang-orang yang melihat mereka membicarakannya menurut pendapat masing-masing. mulailah timbul desas-desus. Kemudian kaum munafik membesar- besarkannya, Maka fitnahan atas ‘Aisyah r.a. itupun bertambah luas, sehingga menimbulkan kegoncangan di kalangan kaum muslimin.
Pelajaran yang dapat diambil            
  1. Musuh-musuh Islam tak pernah tidur, mereka terus mengintai mencari celah untuk mencelakakan dan membendung laju dakwah ini.
  2. Semakin tinggi pohon semakin kencang angin menerpa. Kalau jadi rumput memang hampir tak kena angin tapi selalu diinjak-injak.
  3. Ayat 11 mengatakan fitnah itu baik bagimu, saya coba mereka-reka sisi baiknya, yaitu:
    1. Fitnah itu memisahkan mana kader sejati, mana munafik
    2. Fitnah itu menggembleng ,mematangkan, dan mendewasakan pemikul dakwah ini
    3. Fitnah itu memperbanyak sujud dan munajat kita, menguatkan hubungan kita kepada Allah sang Pencipta
    4. Sebagai isyarat kemenangan semakin dekat. 2th setelah peristiwa itu terjadi Fathu Makkah  tahun 8H.
    5. Allah sedang menyiapkan kita memikul amanah yang lebih besar.
    6. Kalau dakwah ini lurus tak mendaki, justru akan memandulkan potensi, menumpulkan strategi mengkerdilkan nyali, mematikan nurani.
    7. Maka ujian menjadi sebuah energy, hingga mempercepat ekspansi ke Madinah bahkan terus melebarkan sayap ke seantero Arab, bersihkan Yahudi yang jadi duri.
    8. Dari seorang diri di Makkah, yatim, hidup menumpang pada belas kasihan paman yang miskin, 13th berdakwah hanya mendapat sedikit pengikut, bahkan terusir secara hina dengan bekal seadanya, namun hanya membutuhkan 8th di Madinah , Rasulullah menghimpun 10.000 kekuatan dengan penuh wibawa menaklukkan Makkah tanpa perang pertumpahan darah melainkan  kedamaian dan pengampunan.
Saudaraku di Medan Dakwah
Hari ini kita merasakan fitnah itu. Namun sejatinya bukan saatnya mengeluh apalagi memaki. Bukan waktunya bersedih apalagi mengurung diri.
Jadikan fitnah sebagai energy
Yakinlah ini jalan para Nabi
Dakwah suci yang diberkahi
Tanpa itu rohani akan mati
Jauh sebelum jasad masuk bumi.
Tunjukkan bakti pada pertiwi
Bangun negeri ciptakan Harmoni
Di jalan Allah yang diridhoi…
Read more »

Pengacara: Penahanan Pak Luthfi akan berakhir 30 Mei (Genap 120 hari)


Jakarta: Berkas pemeriksaan mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Luthfi Hasan Ishaaq (LHI) segera rampung. Tersangka tindak pidana korupsi dan pencucian uang kasus dugaan suap kuota impor daging sapi itu pun segera menjalani persidangan.
"Kemarin KPK menyampaikan ke kita tanggal 25-26 (Mei) pelimpahan ke JPU, artinya bisa jadi hari ini pelimpahan berkas ke sana," kata kuasa hukum Luthfi, Zainuddin Paru, di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Senin (27/5) pagi.
Zainuddin datang mengantar Hilmi Aminuddin, yang menjadi saksi untuk LHI. Hilmi datang untuk menandatangani berita acara pemeriksaan (BAP) yang masih kurang.
"Untuk melengkapi BAP yang masih kurang. Kemarin kan TPK, keterangan TPK itu untuk TPPU," kata Paru.
Dia pun mengaku tak membawa dokumen apa pun. Sebab, katanya, semuanya sudah hampir rampung dan Luthfi segera menjalani persidangan.
"Karena penahanan Pak Luthfi akan berakhir tanggal 30 Mei besok dan sudan 120 hari, setelah tanggal 30 Mei, akan ada jadwal persidangan," tegasnya. (metrotvnews)
Read more »

Tak Ikut Ajukan Interpelasi KJS, Bang Sani Ajukan Solusi Lain

Islamedia - Di tengah rencana beberapa anggota DPRD DKI Jakarta yang ingin melakukan pemakzulan pada Jokowi, masih ada anggota DPRD DKI yang masih berfikir objektif.

Seperti Wakil DPRD DKI Jakarta dari PKS, Triwisaksana. Beliau melihat bahwa permasalahan mundurnya 16 rumah sakit dari KJS masih sangat bisa diselesaikan tanpa interpelasi.

"Menurut saya, saya lebih setuju untuk mencari solusi bersama antara Pemprov dan DPRD. Lebih baik ada komunikasi informal dengan pak Gubernur dan Wagub. Jadi tak perlu (interpelasi)," ujar pria yang disebut Bang Sani kepada wartawan, Ahad malam (27/5/2013).

Bang Sani menyatakan bahwa beliau tidak ikut menandatangani pengajuan hak interpelasi oleh sebagiang koleganya.

"Saya tidak ikut tandatangan. Saya pribadi masih ingin cari solusi bersama-sama mengingat KJS ini sangat dibutuhkan oleh warga DKI," lanjutnya.

Beberapa anggota DPRD DKI beralasan bahwa hak interpelasi diambil karena Wagub Ahok bersikeras bekerjasama dengan Askes, padahal menurunya Askes selalu disepelekan oleh rumah sakit. Kerjasama dengan askes ini sangat merugikan Rumah sakit karena pencairan claimnya biasanya sangat sulit.
Read more »

Kamis, 23 Mei 2013

Ketua PP KAMMI: KPK Pembohong!

Ketua Umum PP KAMMI M Ilyas
Ketua Umum PP KAMMI M Ilyas

JAKARTA – Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) menilai KPK sebagai pembohong dalam menuntaskan kasus korupsi. Lembaga anti korupsi itu juga dinilai tidak bersih dan penuh intervensi kepentingan politik tertentu. “Ada ketidakjujuran dalam tubuh KPK dalam menuntaskan kasus korupsi. Selama ini KPK menjadi kepanjangan tangan pihak-pihak tertentu. Ini berbahaya!! ” tegas Ketua Umum PP KAMMI, Muhammad Ilyas kepada Berita99 di Jakarta, Sabtu (23/2)
Ilyas menilai, KPK banyak melakukan pembohongan kepada masyarakat. Dalam menetapkan tersangka, KPK lebih mencerminkan aspek politis dibandingkan hukum sehingga mencederai rasa keadilan masyarakat.
“KPK sebaiknya jujur kepada masyarakat Indonesia. Sebab bagaimanapun, Anas Urbaningrum maupun Luthfi Hasan adalah korban ketidakjujuran KPK, “ tegasnya
Seperti diketahui selama tahun 2013, KPK sudah menetapkan dua pimpinan parpol yakni Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum dan mantan Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq sebagai tersangka. Anas terjerat kasus korupsi Hambalang, sedangkan Luthfi tersandung kasus korupsi impor daging sapi.
Sumber: berita99.com
Read more »

Rabu, 22 Mei 2013

"Sengkuni yang Tak Bisa Sembunyi" | Saat ILC Membuka Tabir KPK


"Sengkuni yang Tak Bisa Sembunyi"

By: Nandang Burhanudin

****

Tadi malam (21/5/13), sepulang dari Jakarta, saya sempatkan menekan tombol "on". Saya tertegun dengan penjelasan seorang ahli hukum dan tim penyusun UU TPPU. Tertegun, betapa negeri ini amburadul. Negeri ini tidak lagi berdasarkan Pancasila, Demokrasi, atau Demokrasi Terpimpin. Tapi negeri ini telah menjadi negeri berdasarkan KEKUASAAN. Siapa yang berkuasa, dialah yang berhak melakukan apapun, terhadap siapapun, terlebih kepada pihak-pihak yang membahayakan tersendatnya "aliran" UANG HARAM.
Penjelasan penjelasan Prof. Romli Atmasasmita di ILC @tvone_ilc, singkatnya sebagai berikut:

1. Undang undang penjualan kekuasaan belum di undang-undangkan diIndonesia!!

2. Kalaupaun ada LHI menjual kekuasaan kepada Mentan tidak terbukti ada kenaikan Kuota Import dari semenjak 2010-2013.

3. Bahkan MENTAN menolak menaikkan Kuota Import.

4. Kalau di tuntut soal Korupsi, dia tidak menerima uangnya.

5. Kalau di tuntut soal TPPU dia tidak terbukti Korupsi.

6. Kalau tidak ada bukti korupsi tidak bisa dituntut pencucian Uang. Karena belum ada undang-undangnya (penjualan kekuasaan).

Bahkan saya dengar, Prof. Romli mengatakan, pihak LHI bisa menuntut balik atas perilaku absurd oknum-oknum aparat negeri ini.
Di tulisan-tulisan sebelumnya, saya tegaskan: Jika LHI terbukti korupsi atau melakukan pencucian uang, HUKUMlah seberat-beratnya. Karena itu perbuatan pribadi sebagai pejabat publik. Namun jika tidak terbukti, rehabilitasi nama baiknya.
Publik semakin yakin, teori konspirasi kaum sengkuni itu benar adanya. Kader-kader PKS, seperti dikatakan Jubir PKS Pak Mardani, merasakan tercabik-cabiknya seluruh jiwa dan nurani atas tindakan sewenang-wenang tim penyidik KPK. Mirip seperti tindakan aparat atas seorang kakek yang mencuri 3 buah kakao, atau seorang nenek yang menebang pohon yang ia tanam di halamannya, yang di kemudian hari kedua orang tua ini disidik dan disidang. Atau di level nasional, kasus Antasari Azhar, Misbakhun, hingga yang terbaru kasus Komjen Susno. Para sengkuni seakan mengirim sinyal: Siapapun anda, jika mau mengorek-ngorek kasus Century-Hambalang-Pajak keluarga Cikeas .. pasti akan dihadapkan dengan spytrap atau jebakan-jebakan batman.
Inilah mengapa KPK begitu brutal mengobrak-abrik kantor DPP PKS, namun tak pernah berani masuk ke halaman DPP Demokrat.

KPK menyandera dan menyita mobil-mobil, namun tak satu ban pun milik kader-kader Demokrat yang diambil.
Karena tahu KPK salah langkah, maka yang digembar-gemborkan di pengadilan Tipikor adalah: wanita-wanita di sekitar LHI. Seakan mengirim sinyal, LHI adalah manusia bejat moral. Kita lihat saja nanti! Karena Sengkuni tak bisa sembunyi, akhirnya LHI yang terus dibully!
Read more »

Minggu, 19 Mei 2013

Kader PKS Harus Melek Internet dan Lawan Tulisan dengan Tulisan...

PKS Dapil 3 Pwr_ Saya kaget ketika tulisan saya tentang pengakuan Ahmad Fatonah (AF) menguntungkan PKS diserbu banyak pembaca. Bahkan masuk dalam kolom trending artikel di blog keroyokan ini. Kompasiana, nampaknya menjadi ajang saling adu argumentasi melalui tulisan.
Bagi saya yang berprofesi sebagai seorang blogger, menulis menjadi tempat bagi saya mengeluarkan isi hati. Katakan kebenaran menurut hati nuranimu dengan sebuah tulisan yang keluar dari hatimu yang terdalam. Itulah yang seharusnya dilakukan oleh para kader dan simpatisan Partai Keadilan Sejatera (PKS). Harus banyak kader PKS yang pintar menulis dari hatinya.
Saya bukan kader PKS apalagi simpatisannya. Oleh karena itu saya menyarankan kepada kader dan simpatisan PKS untuk melek internet dan lawanlah tulisan dengan tulisan. Tentu tulisan itu harus mengalir dan keluar dari hati. Tidak perlu mencaci maki dan jadilah seorang blogger yang menulis dari hatinya.
PKS dan kekuatan media sosial akan menjadi ternding topik yang menarik. Sudah selayaknya petinggi PKS dan para kadernya memanfaatkan media ini untuk mempublikasikan kegiatan PKS yang positif. Lawan tulisan yang negatif tentang PKS dengan tulisan yang positif. Pada akhirnya, pembaca akan mendapatkan informasi yang benar dari tulisan yang keluar dari hati yang bersih nan suci.
Pengakuan Ahmad Fatonah di televisi bisa menjadi tulisan yang menarik bila kita menulisnya dengan santai dan tak memihak. Saya menuliskannya setelah beolahraga pagi, dan tanpa ada beban apa-apa. Saya pun belum pernah kenal dengan PKS dan petingginya. Kalau pun kenal, kami tak terlalu akrab.
Saran saya, ajarkan ilmu menulis kepada semua kader PKS, dan ajaklah mereka untuk memiliki akun di facebook, twitter, blog, dan media sosial lainnya. Mungkin para kader PKS bisa belajar dari film twitter dan facebook. Di film itu para kader PKS bisa melihat bagaimana sekelompok orang menaikkan pamor seorang tokoh hanya lewat media sosial twitter. Tokoh itupun menjadi trending topik di twitter. Keren khan?
Hal yang baik memang harus dituliskan, dan saya berharap kader PKS banyak menulis tentang hal yang baik. Seperti Jokowi yang banyak dituliskan oleh blogger, dan media arus utama. Oleh karena itu, semua kader PKS harus mampu memberikan contoh dan keteladanan. Kasus Korupsi “daging sapi” yang menyudutkan PKS bisa menjadi pelajaran yang sangat berharga buat perkembangan PKS menghadapi pemilu 2014.
Akhirnya, PKS dan kekuatan media sosial akan menjadi semakin besar ketika banyak orang yang menulis tentang keunikan dan kehebatan partai ini. Dari lubuk hati yang terdalam saya ucapkan selamat menulis di media sosial dan latihlah para kader PKS untuk menulis dengan hatinya. Mbak Irma Susanti di blog pribadinya irmasenja.com selalu berpesan dalam blog pribadinya,  “Menulislah dari hatimu,maka kau akan menyentuh hati pembacamu “.

Salam Blogger persahabatan

By: Omjay (Wijaya Kusumah) - Kompasianer
http://wijayalabs.com

* Judul asli: PKS dan Kekuatan Media Sosial
Read more »

Rabu, 08 Mei 2013

Fahri Hamzah: KPK Bak Preman Kepada PKS, Partai Lain Lembek

Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Fachri Hamzah menilai tindakan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap PKS dalam penanganan kasus kuota impor daging sapi, seperti preman. Terdapat kesan diskriminatif dan berbeda dibanding penanganan KPK terhadap kasus korupsi di partai lain.
Fachri Hamzah yang juga anggota DPR menyatakan hal itu menanggapi kisruh penyitaan sejumlah mobil di halaman kantor DPP PKS, Jl. TB Simatupang, Jakarta Selatan, dua hari terakhir.
"Apapun, tetap harus pakai prosedur. Anda tiba-tiba didatangi orang yang mau nyita mobil atau rumah, tentu tanya siapa yang bersangkutan. Dia bilang KPK, buktinya mana? Kemarin enggak bawa surat. Jadi kayak preman," ujar Fahri kepada binesia.com, di Jakarta, Rabu (8/5/2013).
Fachri menilai, penyidik KPK telah menghalalkan segala cara dalam menjalankan tugas dan tanggungjawabnya. Mereka berperilaku seolah-olah pihak lain tidak mengetahui tatacara menjalankan hukum yang berlaku.
Ditambahkan, dalam negara demokrasi, tindakan aparat penegak hukum wajib menghormati hak pihak lain. Aparat harus memiliki dasar hukum kuat dan melaksanakan tatacara yang benar ketika hendak merampas hak siapapun.
"Penyisik KPK enggak ngerti undang-undang. Maunya main tangkap. Siapapun kalau semena-mena harus dilawan. KPK itu lembaga negara yang (personelnya) digaji lima kali lipat. Jadi jangan semena-mena," ujar anggota Fachri, anggota DPR Komisi VII yang direncanakan pindah ke Komisi Hukum.
Mengenai siapa pemilik sah mobil-mobil yang kini disegel KPK di halaman kantor DPP PKS, Fachri menyatakan, tidak tahu persis kendaraan yang akan disita dan siapa pemiliknya. Hal pasti, sebagian kader PKS pantas memiliki mobil sebab mereka jauh sebelum menjadi legislator telah menjadi pebisnis.
"Sekarang ini, jangan persoalkan ke PKS-nya, tapi KPK-nya. Kenapa (KPK) datang tidak pakai surat. Ini abuse of power," tegas Fahri lagi.
Peristiwa yang dinilai berbau premanisme tersebut terjadi ketika penyidik KPK akan membawa lima unit mobil yang di kantor DPP PKS sejak Senin (6/5/2013) hingga Selasa (7/5/2013) malam. Jenis kendaraan: VW Carravelle, Mazda CX9, Fortuner B 544, Mitsubishi Pajero Sport, dan Nissan Navara.
Upaya paksa gagal karena petugas keamanan kantor dan puluhan kader PKS menghalangi KPK. Akhirnya, penyidik KPK hanya menyegel kelima mobil.
Jurubicara KPK Johan Budi kepada pers menjelaskan, mobil di DPP PKS disita dalam hubungan kasus tindak pidana pencucian uang terkait korupsi kuota impor daging sapi. Dalam kasus ini, KPK telah menetapkan mantan Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq (LHI) sebagai tersangka.
Kalangan PKS menilai, perlakuan KPK terhadap LHI berbeda dengan tersangka kasus korupsi di partai lain. LHI langsung ditangkap secara dramatis tidak lama setelah ditetapkan sebagai tersangka.
Sementara sejumlah petinggi partai lain, antara lain Andi Mallarangeng dan Anas Urbaningrum --masing-masing politikus Partai Demokrat, hingga kini masih menghirup udara bebas meski lebih awal ditetapkan sebagai tersangka. Keduanya bahkan tersangkut kasus korupsi yang lebih dahsyat nilainya.
Read more »

LSM Anti Korupsi Tuding Jubir KPK Johan Budi Ikut Terlibat Kasus Hambalang


Johan Budi SP, Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dituding terlibat dalam kongkalingkong kasus korupsi Hambalang. Keterlibatan Johan Budi dikarenakan ia pernah melakukan pertemuan dengan Bupati Bogor, Rachmat Yasin 7 Februari 2013 lalu. Nah, di dalam pertemuan itu dinilai ada deal-deal tertentu antara Johan Budi dengan orang nomor satu di Bogor itu.
Menurut rilis Lembaga Informasi Masyarakat Anti Korupsi (LIMAK), Rabu (20/2), kecurigaan LIMAK muncul karena adanya pertemuan itu. Pertemuan 7 Februari itu berlangsung di Pendopo atau rumah dinas bupati Bogor. Pertemuan itu diawali dialog interaktif di gedung serba guna II, Sekda Kabupaten Bogor. Dalam acara itu dihadari pula Kepala Dinas Kabupaten Bogor.
Dalam rilis ditulis pula, "Sangat ironis, Johan Budi sebagai juru bicara KPK seharusnya tidak menghadiri acara yang diadakan di lingkungan kabupaten Bogor yang dihadiri kepala dinas kabupaten Bogor. Serta bertemu Rachmat Yasin yang saat ini masih terlibat kasus Hambalang yang ditangani KPK. Ini demi menjaga kredibilitas lembaga KPK."
Untuk itu, LIMAK menuntut KPK agar segera menjebloskan Rachmat Yasin ke sel penjara, KPK segera memeriksa juru bicaranya, Johan Budi SP, serta tangkap koruptor-koruptor Hambalang lainnya.
Sebenarnya, KPK sudah memeriksa beberapa pejabat pemerintah setempat, termasuk bupati Bogor. Sampai saat ini KPK belum menetapkan Rachmat Yasin sebagai tersangka. Temuan di BPK menemukan 11 indikasi pelanggaran, di antaranya keterlibatan diduga melanggar UU 32 tahun 2009 tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup, serta melanggar peraturan bupati Bogor nomor 30 tahun 2009 tentang pedoman pengesahan master plan, site dan peta situasi. (bhc/din)

*sumber: Beritahukum.com
Read more »

 

KABAR DPC

KIPRAH KEWANITAAN