Tampilkan postingan dengan label Mesir. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Mesir. Tampilkan semua postingan

Senin, 19 Agustus 2013

"Kesomplakan Media Mesir dan Kebegoan Yang Membenarkannya"


KESOMPLAKAN TELEVISI MESIR

By: Muchammad Wachid Romadlon

Televisi pemerintah kudeta sibuk meliput insiden terbakarnya kantor polisi cabang Al-Warraq. Dengan semangat, penyiar TV mengatakan, "Tuh, Dah kita lihat bersama. Orang ikhwan membakar kantor polisi."

Untuk mencari dukungan, Aiman Nur pun, pimpinan partai “Masa Depan Baru” ia telepon. Ia tanya, "Bagaimana tanggapan anda tentang insiden ini?"

Ternyata tanggapan justru diluar dugaan, malah Aiman membuka kedok media dan polisi: “Saya berani mengatakan bahwa pelakunya aparat kepolisian. Kalau mau, saya beritahukan siapa saja pelaku pembakaran itu”.

Mendengar tanggapan ini, telepon pun diputus oleh pihak televiisi.

(dagelan media, tapi nyata )

___

Aneh dengan media Mesir? Tidak. Tidak aneh. Yang aneh binti ajaib itu orang senewen yang membenarkan media seperti itu.

"Jangan percaya para pembunuh, jika membunuh terasa ringan baginya, maka berdusta lebih ringan lagi... !!" (Abdullah Haidir, Lc)

Catatan Kebohongan Media Mainstream Mesir
(Sinai Mesir)

Sebetulnya kekuatan Islamis Mesir sangat kuat dan banyak serta sudah bisa menang melawan kudeta militer. Buktinya 45 hari lebih mereka mampu bertahan, walaupun sudah dibunuh secara massal jumlah mereka malah makin banyak. Hanya saja media-media mainstream Mesir memusuhi mereka, tak ada yang berpihak pada mereka, yang ada mereka malah banyak membohongi publik.

Ada beberapa kejahatan sekaligus kebodohan fatal yang dilakukan oleh media-media Mesir untuk membohongi publik:

-Ketika demo pro Islamis berlangsung tak satupun yang meliput. Mereka malah menayangkan sinetron, komedi, drama, atau acara memasak. Lalu mereka mengklaim tidak terjadi apa-apa. Inilah yang terjadi ketika demo-demo anti kekerasan sebelum 30 Juni lalu.

-Kalaupun mereka turun ke lapangan, yang di-shoot bukan demonstran, tapi jalanan yang bukan tempat demo. Jelas saja sepi, tak ada apa-apa. Seperti yang dilakukan ON tv di Alexandria siang tadi.

-Ketika dua kekuatan menggelar demo, mereka men-shoot dan men-zoom massa pro kudeta yang tak seberapa sehingga kesannya banyak. Atau mereka memutar gambar-gambar lama demo 25 Januari 2011 dan mengatakan itu live. Contohnya demo tanggal 26 Juli lalu setelah Sisi mohon mandat kepada rakyat pendukungnya untuk memberantas "teroris". Skenario terbodoh mereka adalah kenapa sampai ada perbedaan siang dan malam antara Tahrir dan Istana Ittihadiyah pada satu waktu.

-Ketika laporan reporter di lapangan berbeda dengan wacana yang disampaikan di studio, mereka buru-buru memutus sambungan karena alasan kualitas suara yang tidak bagus. Inilah yang dilakukan oleh Nile Tv beberapa waktu lalu terkait penyerangan terhadap warga Mesir di Sinai. Studio menyatakan pelakunya adalah oknum bersenjata, tapi reporter melaporkan serangan datang dari pesawat Israel hingga akhirnya laporan sang reporter diputus.

Ada banyak lagi pembohongan publik dan kesalahan fatal yang dilakukan oleh media-media Mesir, termasuk fitnah dan kebohongan tentang Rab'ah el Adawiyah. Sayangnya mereka juga tidak berani fair dengan media-media lain. Beberapa media yang cukup objektif seperti Aljazeera, Quds, Misr25 dan lainnya ditekan penguasa dan kameramennya bahkan dibunuh karena menampilkan gambar sesuai realita.

Termasuk masalah data korban pembantaian Rab'ah dan Nahdah yang sangat tidak masuk akal. Hanya meninggal ratusan padahal mereka diserang tanpa ampun selama 12 jam bertubi-tubi dan lokasinya dibumi hanguskan. Ketika Masjid Rab'ah hangus dibakar media mana yang meliput? Tapi ketika gereja diserang, media meliputnya rame-rame dan membuat berita selebay mungkin.

Kejahatan serupa tak hanya dilakukan oleh media-media elektronik, tapi juga dilakukan oleh media-media cetak. Begitu banyak koran-koran milik pendukung rezim Mubarak, dari koran liberal hingga yang tak bermutu sekalpun yang terus diterbitkan untuk membodohi masyarakat. Maka sangat tepat strategi Islamis ketika revolusi 25 Januari selesai, mereka kemudian mendirikan Tv Misr 25, Amgad, dan beberapam chanel Islam yang kini ditutup rezim kudeta. Keberadaan media-media ini sangat penting sebagai sarana informasi yang akan mengimbangi dan mencounter kebohongan media-media sekuler serta mencerdaskan masyarakat. Ketika media-media itu telah dibredel, maka yang beredar hanya pembodohan dan penipuan publk.

Jadi tantangan terbesar saat ini sebetulnya bukan kekuatan tentara Sisi atau aksi brutal para preman dan polisi-polisi rezim Mubarak, tapi media yang sudah dikendalikan oleh kepentingan mereka dan terus melakukan pembodohan. Keberhasilan Tamarrud 30 Juni bukanlah pada realita, tapi ada pada wacana yang mereka jual terus menerus lewat media-media cetak dan elektronik.

***

Begini Cara Media Lokal Mesir Beritakan Pro Mursi
(Republika)

Pekan-pekan terakhir menjelang pecahnya pembantaian di Rabba al Adawiya, alun-alun tersebut diberitakan menjadi tempat berbagai penyakit aneh oleh media lokal.

Kantor berita milik pemerintah melaporkan, aksi duduk ribuan pendukung Presiden Muhammad Mursi tersebut dilaporkan penuh dengan penyakit karena kebersihannya yang kurang.

Tidak hanya itu, media pun menulis terdapat fatwa untuk mengijinkan warga yang belum menikah untuk berhubungan seksual demi mendukung jihad. Mereka pun menulisnya dengan jihad seksual. Ada juga pemberitaan tentang pesawat tanpa awak yang mencurigakan melayang di atas kamp para demonstran seakan memberi perlindungan.

Aljazeera menulis, penyakit kudis tidak pernah terjadi. Ungkapan jihad seksual ternyata hanya sebuah pertanyaan di laman facebook Ikhwanul Muslimin yang berkembang menjadi rumor. Sementara, drone yang terbang merupakan pesawat pembawa kamera untuk mengambil gambar unjukrasa.

Tuduhan dan pemberitaan tersebut adalah indikasi yang kuat  di media sosial, outlet pribadi, dan stasiun radio milik pemerintah, saluran televisi, dan koran sejak protes nasional meletus pada 30 Juni.

Sesaat sebelum kudeta Muhammad Mursi, media pemerintah negara mulai mengubah nama elit politik yang berkuasa. Mantan politisi pro Mursi cepat menjadi "teroris". Sebagian saluran publik mulai menjalani kampanye untuk mengubah citra publik Ikhwanul Muslimin dan cabang politiknya, Partai Kebebasan dan Keadilan, sebagai musuh negara.

Media Mesir cepat mencap Ikhwanul Muslimin sebagai "teroris" dengan penciptaan narasi sendiri. Media lokal pun mengembalikan IM kembali ke setengah abad penindasan di bawah penguasa.

Menurut HA Hellyer, seorang analis yang berbasis di Kairo di Brookings Institute, media Mesir tak banyak memberitakan aksi penembakan militer kecuali untuk menyebutnya sebagai melawan  teroris.

Hellyer mengatakan, "Tidak inisiatif untuk akuntabilitas atau penyelidikan [atas penembakan] karena liputan media."

Ahmed Tourk, seorang karyawan sebuah saluran kesehatan milik negara, menggambarkan, iklim politik dalam markas televisi pemerintah seperti yang dituduhkan sangat politis dalam mendukung rezim junta militer saat ini. "Sebagian besar  media pemerintah benar-benar bertentangan Rabaa," katanya tentang protes pro-Mursi kepada Aljazeera.

Menurut Tourk, penyiar negara dipaksa untuk tetap pada narasi yang jelas karena bias anti-Morsi  di antara beberapa wartawan dan tekanan dari pejabat pemerintah. "Beberapa produsen merasa buruk tentang apa yang terjadi di Rabaa, tetapi karena saluran, mereka hanya menyiarkan satu pendapat," katanya.
Read more »

Sabtu, 17 Agustus 2013

"DARAH MEREKA DARAH KAMI JUGA !!" Besok Ahad Aksi Besar-besaran di Monas



Darah suci muslimin dan rakyat tak berdosa terus tertumpah... ribuan melayang... Mesir berduka.

HADIRILAH Aksi Peduli Kemanuisaan "Menentang Pembantaian di Mesir" bersama Komite Nasional untuk Kemanusiaan dan Demokrasi Mesir (KNKDM).

Wujud peduli kita 

"DARAH MEREKA DARAH KAMI JUGA !!"

Waktu:
Ahad, 18 Agustus 2013
08.00 - 12.00

Tempat:
Monas - HI
(Masuk lewat pintu patung kuda/indosat)

Orasi Tokoh Nasional:

1. DR Hidayat Nurwahid
2. KH. Hilmi Aminuddin
3. KH. Bachtiar Nasir (MIUMI)
4. Habiburrahman El Shirazy (Sastrawan)
5. Opick (Musisi)
6. Oki Setiana Dewi (Artis)
7. Makarim Wibisono (Diplomat)
8. Tokoh LSM dan Ormas
9. Dll

Pakaian:
Setiap peserta membawa bendera merah-putih
Pakain bebas sopan
Ajak keluarga sanak saudara sebanyak-banyaknya


Kontak Person Aksi:
Dr. Agus Setiawan
(081212864411)
Read more »

Jumat, 16 Agustus 2013

Hari Ini Jutaan Rakyat Indonesia Tumpah Ke Jalan Solidaritas untuk Mesir


"Tak perlu menjadi warga Mesir untuk bisa berempati. Cukuplah kamu menjadi manusia saja." (Erdogan)

Berbagai komponen dan elemen masyarakat Indonesia dari berbagai penjuru kota dan propinsi hari ini, Jumat 16 Agustus 2013, akan turun ke jalan dalam Aksi Damai Solidaritas Kemanusiaan untuk Mesir.
Pembantaian rakyat sipil oleh junta Militer Mesir pada Rabu lalu (14/8) yang telah menewaskan ribuan dan melukai puluhan ribu membuat seluruh dunia mengutuk junta Militer yang telah mengkudeta Presiden sah Muhammad Mursi.
Ketua PBNU Said Aqil dan Ketua DMI Jusuf Kalla dalam keprihatinannya telah menyerukan Umat Islam untuk sholat ghaib bagi korban yang meninggal pada peristiwa pembantaian keji tersebut.
Dan hari ini, jutaan rakyat Indonesia yang cinta damai akan turun ke jalan menyeruakan solidaritas atas Bencana Kemanusiaan yang sangat memilukan itu.
Di ibu kota Aksi Solidaritas akan dimulai dengan sholat Jumat di Masjid Istiqlal dan dilanjutkan longmarch ke Kedubes AS dan PBB.
Di Yogyakarta, massa aksi akan berkumpul di Malioboro di depan gedung DPRD DIY pukul 13.00 dan dilanjut longmarch ke Titik Nol.
Solo,  Aksi Damai Solo untuk Mesir, kumpul di Sriwedari SIANG jam 1.
Bandung, start di PUSDAI jam 11.30.

Kota Pahlawan Surabaya ngumpul depan DPRD kota Surabaya. Jam 12.30. Jum'atan di TKP.
Di belahan Sumatera: Medan start shalat jum'at di Masjid Agung Medan. Palembang di Bundaran Air Mancur Masjid Agung. Pekanbaru, Aksi solidaritas Mesir di Tugu Selais depan kantor walikota, sholat Jumat di Masjid Arrahman. Lampung: aksi solidaritas Mesir 13.00, rute: masjid Taqwa-Tugu Gajah.
Di Sulawesi, Aliansi Rakyat Sulsel Untuk Mesir akan berkumpul di Flyover Km 4 Makassar.
Di Kalimantan, Pontianak Jam : 14.00 s.d selesai. Kumpul : Di Plaza MTQ Untan (ex cafe Nineteen).
Dan masih banyak lagi kota-kota tempat aksi
Read more »

Ketua PBNU: Umat Islam harus mendukung Mursi yang dipilih secara sah dan demokratis


JAKARTA -- Tragedi pembantaian massal terhadap warga sipil yang dilakukan militer Mesir tidak hanya cukup sampai sebatas keprihatinan. Umat Islam di seluruh dunia perlu melakukan suatu langkah konkret dalam berkontribusi.
Ketua PBNU, Said Agil mengatakan, setiap muslim wajib menunjukkan solidaritasnya kepada saudara-saudara mereka yang dibantai di Mesir.
Umat Islam yang diibaratkan dalam hadis sebagai satu batang tubuh, harusnya ketika satu anggota tubuh sakit, maka yang lain akan ikut merasakan.
Demikian juga halnya dengan tragedi pembantaian Mesir, umat Islam diseluruh penjuru dunia harus ikut merasakan dan ikut membantu hingga masalah tersebut segera tuntas.
"Kita wajib memberikan dukungan, sekurang-kurangnya melalui doa. Kekuatan doa itu sangat dahsyat," kata Said kepada Republika, Kamis (15/8).
"Saya menhimbau kepada umat Islam agar membacakan qunut nazilah disetiap shalat fardhu, bahkan di dalam khutbah Jumat. Doa untuk Mesir bisa dibacakan dalam doa khutbah kedua," sambungnya.
Said menambahkan imbauan ini telah dilaksanakan dan disosialisasikan oleh para da'i anggota IKADI di seluruh Indonesia. Pun, ia  mengimbau kepada umat Islam terutama kepada ormas-ormas Islam agar berperan aktif dan menjadi pelopor terdepan dalam menyuarakan solidaritas kemanusiaan bagi Mesir.
Ormas harus aktif mendesak pemerintah Indonesia agar menyatakan sikap. Indonesia sebagai negara dengan umat Islam terbesar di Dunia harus menampakkan perannya bagi Mesir.
Menurut Said, ada tiga hal yang menonjol dari tragedi kemanusiaan di Mesir. "Pertama kemanusiaan, apa yang mereka (Militer Mesir) lakukan telah mencedrai nilai-nilai kemanusiaan.

Kedua, anti-kudeta. "Jika Militer terus berjalan berarti membiarkan kudeta," papar Said.
Sedangkan yang ketiga, demokratisasi. Said menegaskan umat Islam harus mendukung Mursi yang dipilih secara sah dan demokratis.

*http://www.republika.co.id/berita/nasional/umum/13/08/15/mrkllt-ketua-pbnu-umat-islam-baca-qunut-nazilah-untuk-mesir
Read more »

Kamis, 15 Agustus 2013

ACT Akan Segera Kirim Tim Kemanuasiaan ke Mesir

SOS SYRIAdakwatuna.com – Jakarta.  Lembaga kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap (ACT) melalui akun Twitter resminya, 14 Agustus 2013 menyatakan akan mengirimkan tim bantuan kemanusiaan ke Mesir dalam rangka memberikan bantuan atas pembantaian pemerintahan kudeta pada pendukung presiden terpilih Mesir Muhammad Mursi.
“Kami segera kirim tim bantuan kemanusiaan ke Mesir, dunia berduka atas tragedi kemanusiaan di Mesir,” demikian pernyataan Dody  CHP ketua Tim SOS Egypt
ACT menyatakan bahwa masyarakat dapat menyalurkan bantuan kemanusiaan untuk Mesir melalui Bank BSM nomor rekening 1010005557, BNI Syariah nomor rekening 0096110239, Permata Syariah nomor rekening 701621239,  Muamalat nomor rekening 3040023015, dan BCA nomor rekening 6760300860, semuanya atas nama ACT.
Kondisi di Mesir dikabarkan sedang dilakukan jam malam selama satu bulan. Rumah sakit lapangan dan gudang obat telah dibakar oleh tentara dan polisi sehingga tenaga medis kesulitan memberikan bantuan.
Pun begitu, ambulans dan tenaga medis juga diancam pembunuhan jika memberikan bantuan medis pada pengunjukrasa yang terluka.
Juru bicara Ikhwanul Muslimin, Jihad Al Hadad menyampaikan bahwa sejumlah petugas medis di rumah sakit di Rabi’ah Al Adawiyah terjebak di lantai 3 rumah sakit, sementara polisi membakar lantai 1 rumah sakit. Demikian kondisi paramedis di Kairo.
Sebelumnya, menghadapi tragedi pembantaian di Rohingya dan Suriah, tim Aksi Cepat Tanggap telah mengirimkan bantuan kemanusiaan serupa. (sbb/dkw)
Read more »

Siap Syahid, Syaikh Salafy Terkemuka Mesir Akhirnya Bergabung dg Demo Pro Mursi


KAIRO - Dua ulama terkemuka Salafi, Syaikh Muhammad Hasan dan Syaikh Muhammad Husain Ya’qub bergabung dengan para pendukung presiden terpilih Mesir Muhammad Mursi di Lapangan Musthafa Mahmud, di distrik kelas atas Muhandisin, Kairo.

“Darah kami akan ditumpahkan sebelum kalian semua,” teriak Syaikh Muhamad Hassan kepada demonstran yang terus berada di alun-alun.

“Kami telah melakukan yang terbaik untuk menghindari pertumpahan darah,” katanya.

“Tapi hari ini, saya bergabung dengan kalian dalam protes damai untuk memberitahu kalian bahwa darah saya akan ditumpahkan sebelum darah kalian.”

Sementara itu, Syaikh Muhammad Hussein Yaq’ub, mengecam pembantaian di Rabi’ah al-Adawiyah Square dan Lapangan An Nahdhah, yang menyebabkan ratusan demonstran tewas dan terluka.

“Aksi duduk tidak akan berakhir, kami akan terus,” katanya.

Di lokasi ini, polisi kembali menyerang demonstran.

Syaikh Muhammad Hasan dilaporkan dirawat karena sesak nafas setelah polisi menembakkan gas air mata.

Sementara itu, Syaikh Dr Muhammad Al ‘Arifi selaku salah seorang anggota Persatuan Ulama Muslimin menyampaikan kecaman pada pelaku pembantaian, sebagaimana dilansir laman FJP.

“Wahai orang-orang yang menyokong pembunuhan dan membakar saudara kami di Mesir, aku bersumpah kepada Tuhan bahwasanya aku menasihatimu: Ingatlah Anda berdiri di antara tangan Allah dalam keadaan takut dan bertelanjangan, dan kamu akan ditanya tentang apa yang telah berlaku (akan ditulis penyaksian mereka dan kamu semua akan ditanya).”

Beliau berkata melalui laman”Twitter, “Wahai saudara kami di Mesir, darah kamu darah kami. Tiada siapa yang merelakan pembunuhanmu dan pembakaranmu kecuali musuh-musuh Islam dan musuh-musuh manusia.”

Ia mendoakan agar korban pembantaian menjadi syuhada’, “Semoga Allah menerima kesyahidan mereka, dan tetapkan pautan hati dikalangan keluarga-keluarga mereka.”
Read more »

Senyum Syuhada Syeikh Uwais Ulama Al Azhar 'Sang Perindu Syahid'


Oleh Zulfi Akmal
Kairo
***

Innalillahi wa inna ilaihi raji'un...

Di samping duka mendalam melihat kejadian hari ini (Tragedi Pembantaian 14/8/2013) ada tusukan istimewa bagi saya pribadi. Guru kami tercinta Prof. DR. Abdurrahman 'Uwais yang telah membimbing saya semenjak awal kedatangan di Mesir sampai jadi pembimbing tesis S 2 di jurusan Tafsir al Azhar, hari ini menjadi salah seorang syuhada' yang tewas di Maidan Rab'ah al 'Adawiyah. Beliau adalah salah seorang guru yang paling istimewa dalam hidup saya.

Ada segudang kenangan saya bersama beliau, yang insyaallah pada lain kesempatan akan saya ceritakan sebagiannya.

Beliau pencinta syahid dan selalu berdo'a semoga meninggal dalam keadaan syahid. Hari ini Allah betul-betul memberikan apa yang menjadi cita-cita beliau.

Baru saja saya menghubungi keluarga beliau di daerah Al Marj Jadidah, bertepatan dengan datang jenazah beliau. Sayang situasi tidak memungkinkan untuk datang ke sana malam ini.

Do'a dari teman semua, semoga Allah mengampuni dan merahmati beliau serta ditempatkan bersama para syuhada'.

***

Kenangan terakhir saya bersama beliau. Selamat jalan duktur, Semoga bahagia di surgaNya duktur kami tercinta. semoga Allah mempertemukan kita kembali di surga kelak. (dari @Hilal Toxx -fb-)

Mengenang Dr. Abdurrahman Uwais
Oleh Muhammad Yasin

Ustaz Abdurrahman Uwais seorang ustaz Tafsir dan Ulum Quran di Kuliah Usuluddin Universiti Al Azhar.

Senyuman yang tidak pernah lekang dari wajahnya sama ada ketika hidup dan matinya..Seakan-akan beliau sedang melihat tempat persinggahannya di syurga.

Saya akan menyampaikan kenangan kebaikan Dr. Abdurrahman Uwais, dan Allah lebih mengetahui tentang beliau. Selama tiga tahun saya tinggal di flat sewaan beliau, pas di bawah flat beliau, banyak kenangan baik dari beliau yang saya yakin membekas di benak setiap orang yang pernah berinteraksi dengan beliau.

Beliau memiliki rumah susun sekitar 4-5 tingkat. Sudah lupa pastinya. Tingkat paling dasar beliau jadikan masjid. Masyarakat di sekitar shalat di masjid rumah beliau. Saya berpikir kala itu, bahwa sang Duktur tidak hanya membangun rumah di dunia, tapi juga berobsesi membangun rumah di akhirat dengan menjadikan rumahnya sebagai masjid.

Dr. Abdurrahman Uwais sangat pemurah. Beberapa flat beliau sewakan untuk mahasiswa asing, dari Indonesia dan Afrika. Beliau sewakan dengan harga yang sangat murah.

Beliau sering memberi kami telur ayam kampung satu plastik, atau seekor bebek untuk kami masak. Beliau beternak di flat bagian atas, sebagaimana kebiasaan orang Mesir lainnya.

Tak jarang beliau mengundang kami makan di rumah beliau. Makan bersama keluarga beliau, makan mie khas Mesir, nasi minyak dengan daging, atau lainnya.

Setelah shalat Jamaah, biasanya beliau ceramah singkat. Terutama setelah shalat Subuh. Ceramah beliau selalu saja memasuki ruang hati. Mungkin beliau juga menyampaikannya dari hati.

Dr. Abdurrahman Uwais. Tubuh dan wajah beliau tampak tua. Ketika ceramah di masjid rumah, selalu saja dengan lembut dan santai. Tapi, jika beliau khutbah Idul Fitri di lapangan terbuka dan luas, ternyata suara beliau menggelegar dan membangkitkan semangat setiap yang mendengarnya.

Dr. Abdurrahman Uwais. Dosen Al-Azhar, hafal Al-Quran, berilmu tinggi, dan tawadhu'. Ketika kami berdesak-desak naik metro Anfak menuju kuliah, tak jarang ketemu beliau yang juga berdesak-desak dengan yang lain. Tampak mulut beliau tampak komat-kamit melantunkan ayat-ayat Quran dengan cepat.

Dr. Abdurrahman Uwais, pernah mengisi ceramah di Keluarga Mahasiswa Aceh dan memberi motivasi untuk penuntut ilmu di negeri Kinanah. Sangat banyak jasa yang beliau berikan untuk para mahasiswanya.

Informasi terakhir, dari ikhwan di Mesir, beliau telah syahid dalam krisis Mesir baru-baru ini. Tentu membuat sangat sedih orang-orang yang mengenal beliau. Semoga Allah memberikan beliau tempat mulia di sisi-Nya.  

Semoga Allah memasukkan beliau dan para pejuang fi sabilillah di Mesir ke dalam firman-Nya:

لكن الرسول والذين آمنوا معه جاهدوا بأموالهم وأنفسهم وأولئك لهم الخيرات وأولئك هم المفلحون ( 88 )
أعد الله لهم جنات تجري من تحتها الأنهار خالدين فيها ذلك الفوز العظيم (
98

“Akan tetapi Rasul dan orang-orang beriman bersamanya berjihad dengan harta dan jiwa mereka, dan bagi mereka kebaikan yang banyak dan merekalah orang-orang yang beruntung. Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai, mereka kekal di dalamnya. ITULAH KEMENANGAN YANG BESAR.” (QS. At-Taubah: 88-89
Read more »

Syaikh Qardhawi serukan umat Islam sedunia serentak Jumat turun ke jalan


Ketua Persatuan Ulama Muslim Internasional, Syeikh DR Yusuf Al-Qardhawi, menyampaikan pernyataan resminya terkait pembantaian Umat Islam di Mesir oleh junta militer pro Israel. 
Berikut ringkasan pernyataan Syeikh DR Yusuf Al-Qardhawi yang disiarkan lansung TV Al Jazeera, Rabu (14/8/2013).

1. Menjadikan hari Jum'at (16/8/2013) sebagai Hari Kemurkaan Umat Islam Dunia kepada militer Mesir pimpinan As-Sisi.

2. Seluruh Umat Islam di negara-negara Muslim agar turun ke jalan beserta anak dan keluarga mereka melakukan unjuk rasa damai.

3. Turun ke jalan melakukan unjuk rasa damai ini hukumnya Fardhu 'Ain bagi setiap muslim yang tidak memiliki uzur syar'i.

4. Keselamatan para demonstran Al-Haq ini berada di tangan Allah, tidak akan terjadi apapun kepada mereka kecuali yang sudah Allah kehendaki.
Read more »

Rabu, 14 Agustus 2013

IM : 250 Pendukung Morsi Tewas oleh Tentara Keamanan Mesir

Kairo - Sesuai janjinya, otoritas Mesir benar-benar melancarkan operasi untuk membubarkan para demonstran pendukung presiden terguling Mohammed Morsi. Bahkan menurut kelompok Ikhwanul Muslimin, operasi yang dilancarkan hari ini telah merenggut ratusan jiwa.

Juru bicara Ikhwanul Muslimin, Gehad al-Haddad mengatakan sedikitnya 250 orang tewas saat aparat polisi melancarkan operasi di dua kamp demonstran yang diduduki para demonstran pro-Morsi.

Dikatakannya, lebih dari 5 ribu orang lainnya luka-luka. Lewat akun Twitter miliknya, Haddad menyebut insiden ini sebagai "pembantaian terbesar sejak kudeta".

Dalam operasi yang dilancarkan Rabu subuh waktu setempat, pasukan keamanan Mesir dengan didukung sejumlah buldoser, bergerak masuk ke dua kamp demonstran yang didirikan di Kairo. Operasi dimulai aparat dengan mengepung kamp Rabaa al-Adawiya di Kairo timur dan kamp lainnya di lapangan Al-Nahda, juga di Kairo.

Menurut saksi mata, polisi melepaskan gas air mata ke arah para demonstran sehingga menimbulkan kekacauan. Bentrokan pun tak terhindarkan. Suara-suara tembakan juga ramai terdengar.

Menurut koresponden AFP, sejauh ini 43 orang telah ditemukan tewas di kamp Rabaa al-Adawiya. Sebagian besar korban tampaknya tewas akibat luka-luka tembakan
Read more »

Kembali ke Zaman Mubarok, 19 Jenderal Diangkat Jadi Gubernur, Warga Mesir Takut

Militer Mesir (Foto: AFP) Militer Mesir (Foto: AFP)
KAIRO - Pemerintah Mesir yang baru dibentuk mengangkat sekira 19 jenderal sebagai gubernur baru. Kondisi ini membuahkan kekhawatiran bahwa kekuasaan otoriter kembali berkuasa di Mesir.

Semasa mantan Presiden Hosni Mubarak, Mesir diperintah dengan otoriter dan lebih mengutamakan Mesir sebagai peran militer dalam pemerintahan. Penunjukan ini mengundang tanya dari warga Mesir. Demikian diberitakan The New York Times, Rabu (14/8/2013).

Menurut keterangan, dari 19 jenderal yang ditunjuk, 17 di antaranya berasal dari militer dan dua lainnya berasal dari kepolisian. Salah seorang jenderal polisi dikenal sebagai sosok yang menolak memberikan perlindungan kepada Presiden Mesir pertama yang terpilih secara demokratis, Mohamad Morsi.

Sementara seorang lainnya yakni Jenderal Mahmoud Othman Ateeq pernah terekam dalam video mengangkat senjatanya melawan guru yang melakukan unjuk rasa di Alexandria pada 2011. Saat itu, Ateeq masih menjabat sebagai Deputi Gubernur Alexandria.

Meski menunjuk 19 jenderal, pemerintahan baru juga menunjuk enam warga sipil sebagai gubernur. Namun, keenam warga sipil itu dikenal sebagai loyalis Mubarak yang dikenal tidak bisa menerima kekuasaan Morsi.

Tidak ada satu pun sosok dari kelompok Ikhwanul Muslimin -yang selama ini mendukung Morsi- ditunjuk sebagai gubernur. Sebelumnya, ada 11 gubernur yang berkuasa di Mesir berasal dari Ikhwanul Muslimin.

Dengan menunjuk banyak jenderal, pemerintah baru yang didukung oleh Jenderal Abdul Fattah el-Sisi jelas kembali pada satu taktik kekuasaan yang menjadi ciri khas Mubarak. El-Sisi menggunakan posisi gubernur sebagai langkah untuk memupuk loyalitas dari petinggi militer demi melanggengkan kekuasaan. (faj)
Read more »

Breaking News : Pembubaran paksa oleh Militer, Mesir Membara

Ratusan pendukung Presiden Mursi yang terkudeta , berjatuhan  usai diserang tentara dan polisi di Kairo, Rabu (14/8).
atlet mesirSerangan pembubaran demonstrasi secara paksa itu merupakan perintah dari presiden sementara Adly Mansour. dengan beralasan kebijakan tersebut  untuk pemulihan stabilitas keamanan.
Tiga helikopter militer tampak berputar-putar di sekitar  bundaran. Para pendukung Mursi  membakar ban bekas di seputar jalan-jalan ke arah Bundaran Rabiah. Suasana menjadi sangat mencekam.
Banyak wanita dan anak-anak menangis disekitar lokasi demonstrasi dan berlindung di dalam tenda-tenda di sisi Masjid Rabiah Adawiyah. Para pemuda pendukung Mursi kewalahan melawan tentara yang didukung panser polisi. Pasukan keamanan dari tentara dan polisi mulai melancarkan serangan terhadap pendukung Mursi di Bundaran Rabiah Adawiyah, Kairo Timur, dan Bundaran Al Nahdhah di Kairo Barat, Rabu.
Hingga berita ini diturunkan pada pukul 08.15 waktu Kairo atau 13.15 WIB, Antaranews mengabarkan lima korban gugur  dan puluhan korban luka terkapar di perawatan medis lapangan di luar Masjid Rabiah Adawiyah. Tembakan terus dilancarkan aparat keamanan. (Ant/KH
Read more »

PKS: Rekonsiliasi Berhasil jika Pengungsi Syiah “Bertobat”

Evakuasi pengungsi syiah Sampang
Evakuasi pengungsi syiah Sampang
dakwatuna.com – Jakarta.  Direktur Eksekutif Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Universalia (YLBHU) Hertasning Ichlas alias Herta yang mendampingi para pengungsi Syiah pernah mengungkapkan, warga Syiah di Sampang dipaksa oleh para pejabat pemerintah dan kepolisian setempat untuk menandatangani ikrar.
Ikrar tersebut berisi 9 poin yang intinya menganggap ajaran Tajul Muluk sesat dan harus kembali ke Ahlus Sunnah. Sebagian besar pengungsi akhirnya terpaksa menandatangani itu karena keamanannya terancam tidak dilindungi aparat.
Menanggapi hal tersebut, anggota Komisi VIII dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Raihan Iskandar, mendukung adanya ikrar “tobat” yang harus dilakukan oleh para pengungsi Syiah jika mau hak-haknya dilindungi. Menurut Raihan, pengungsi Syiah juga seharusnya bisa menghormati kemapanan sosial yang sudah ada di Sampang, Jawa Timur, tempat asal mereka. Dengan adanya ikrar itu, Raihan menilai proses rekonsiliasi bisa berhasil dilakukan.
“Saya mendukung ikrar itu. Pada dasarnya kita kan harus menghormati masyarakat yang ada di setempat, kearifan lokal. Kalau ikrar itu sudah jadi kesepakatan masyarakat setempat dan jadi momentum positif untuk meningkatkan hubungan bermasyarakat, yah harus didukung,” ucap Raihan saat dihubungi, Selasa (13/8/2013).
Raihan menuturkan bahwa para pengungsi Syiah ini mau tidak mau harus mengubah keyakinannya. Jika memang mereka tidak mau mengubah keyakinan, Raihan mengusulkan agar warga Syiah yang terdepak dari kampung halamannya melapor ke Kementerian Agama supaya Syiah dijadikan agama baru.
“Kalau disahkan ada agama baru kita kan bisa saling menghormati. Jadi itu harus dilaporkan dulu ke kementerian,” imbuh Raihan.
Lebih lanjut, Raihan mengatakan, jika ternyata ada aliran baru di tengah masyarakat yang berlainan, maka hal ini kontraproduktif atas keharmonisan yang sudah terbentuk. Menurutnya, dalam membangun kebhinekaan di Indonesia juga harus dipahami bahwa perbedaan itu jangan menabrak kemapanan sosial yang sudah ada.
“Jangan paksakan ide kita dihormati, tapi tidak hormati kemapanan yang sudah ada,” katanya.
Ia mendukung jika warga Syiah perlu dipindahkan sementara waktu ke kawasan khusus hingga masyarakat setempat bisa menerima para pengungsi Syiah ini.

Adapun konflik Syiah dan Sunni di Sampang, Jawa Timur, bermula dari konflik internal keluarga antara pimpinan Islam Syiah, Tajul Muluk, dan saudaranya, Rois Al Hukama. Pada Agustus 2012, perkampungan pengikut aliran Islam Syiah di Desa Karang Gayam (Kecamatan Omben) dan Desa Bluran (Kecamatan Karangpenang) diserang kelompok bersenjata dan menyebabkan satu orang tewas serta enam orang lainnya luka-luka.
Hingga pada Juni 2013, para pengungsi korban tragedi kemanusiaan di Sampang itu akhirnya terpaksa dipindah dengan alasan keamanan dan kehidupan yang lebih layak di lokasi pengungsian. (hl/sbb/kmc

Sumber: http://www.dakwatuna.com/2013/08/14/37857/pks-rekonsiliasi-berhasil-jika-pengungsi-syiah-bertobat/#ixzz2bvwJZeOc
Read more »

Bocor Lagi, Rencana Serangan Rabu Pagi

serangan polisi mesirdakwatuna.com – Kairo.  Situs egyptwindow.net mendapatkan informasi bahwa kepolisian, satuan militer khusus, dilengkapi para preman telah siap siaga berkumpul di sebuah klub olah raga dekat dengan Rab’ah Adawiyah.
Mereka menunggu instruksi menyerang dengan kekuatan senjata untuk membubarkan paksa para demonstran. Diperkirakan waktu yang direncanakan adalah Rabu (14/8) pagi ini.
Bocornya informasi rahasia ini membuktikan bahwa masih banyak kalangan di kepolisian dan militer yang menjunjung nilai kemanusiaan. Mereka tidak mau terlibat dalam aksi pembantaian orang-orang yang tidak bersenjata. Pembantaian yang sebenarnya adalah permusuhan terhadap Islam. Adanya orang-orang baik seperti ini akan menjadi penghalang para pengkudeta untuk berhasil melakukan pembantaian.
Yang mengherankan, diketahuinya informasi seperti ini malah membuat semakin banyak orang berdatangan bergabung dengan demonstran di Rab’ah. (msa/sbb/dkw)
Read more »

Label : Amerika Tawarkan Jenderal Al Sisi Suaka Politik, Ada Apa Ini?


By Masykur A. Baddal

Ketidak jelasan langkah yang diambil oleh penguasa militer Mesir Jenderal Al Sisi, telah membuat banyak kalangan bertanya-tanya tentang sikap politiknya untuk masa depan politik Mesir. Pasalnya, hingga hari ini yaitu sebulan lebih paska kudeta milter terhadap presiden sah Mesir Muhammad Mursi, Jenderal Al Sisi belum mampu menstabilkan situasi keamanan di negeri piramida tersebut. Karena masih terlihat marak dengan berbagai aksi unjuk rasa massa pro legitimasi di berbagai pelosok negeri, di samping aksi kriminalitas yang dilakukan oleh para preman pun semakin meningkat tajam di negeri fir’aun itu.

Situasi  stagnan semacam ini, telah memancing seorang penulis senior Harian Independent Inggeris Robert Fisk berkomentar, sebagaimana yang dirilis oleh media online Mesir rumonline.net (12/08). Dalam rangka mencari solusi untuk kisruh politik di Mesir, bahwa Amerika Serikat beberapa waktu yang lalu, pernah menawarkan kepada Jenderal Al Sisi suaka politik ke negeri Emirates, seandainya pada akhirnya nanti Muhammad Mursi harus kembali ke tampuk pemerintahan Mesir.

Selanjutnya Robert Fisk juga menambahkan, bahwa Amerika Serikat telah memperingatkan Jenderal Al Sisi akan kegagalan kudeta militer, sekaligus menunjukkan kekecewaan besarnya kepada Al Sisi, Mohamed Albaradei dan Hamdeen Shabahy akan kegagalan mereka. Di saat popularitas mereka semakin anjlok, malah image Ikhwanul Muslimin di mata rakyat Mesir menanjak tajam.

Saat mendapat tawaran suaka politik tersebut, Rober Fisk mengatakan, Jenderal Al Sisi tidak memberikan komentar apapun, menerima atau tidak. Paling tidak tawaran itu akan menjadi pegangan bagi Al Sisi, apalagi setelah melihat pergerakan massa pro legitimasi di bunderan Rab’ah Adaweya dan Nahdah semakin tidak terbendung.

Bagi beberapa analis politik setempat, pernyataan Robert Fisk tersebut, mereka anggap hanya sebagai  strategi politik Amerika untuk mendulang dukungan publik Mesir. Apalagi selama ini pamor penguasa junta militer Mesir semakin anjlok di mata publik Mesir. Jadi untuk mengamankan posisinya, Amerika berusaha melakukan berbagai manuver politik guna menyelamatkan wajahnya di negeri piramida itu. Sebab, di beberapa kesempatan sebelumnya, opsi yang sama juga pernah ditawarkan kepada Muhammad Mursi, namun sayang Mursi dengan tegas menolak tawaran tersebut.

Di sisi lain, jika statemen analis senior Inggeris itu benar, maka keruntuhan junta militer Mesir tinggal menunggu waktu saja. Apalagi sumber informasi tersebut didapat langsung dari sumber Washington, bisa saja itu sebagai ungkapan kegalauan yang sedang menerpa Washington, di tengah meningkatnya popularitas massa pro Muhammad Mursi yang terus melancarkan aksi protes di berbagai pelosok negeri Mesir, lebih dari sebulan yang lalu.

Salam


*http://luar-negeri.kompasiana.com/2013/08/13/amerika-tawarkan-jenderal-al-sisi-suaka-politik-ada-apa-ini-583569.html
Read more »

Selasa, 13 Agustus 2013

Untuk kesekian kali Militer Mesir Ancam Bubarkan Demonstran Anti Kudeta

Islamedia - Pemerintahan sementara hasil kudeta di Ibu Kota Mesir, Kairo mengultimatum gerakan Anti Kudeta Mesir untuk tidak lagi melakukan aksi protes. Pemerintah memberikan kewenangan kepada militer untuk melakukan langkah represif terhadap pelaku demonstrasi.
 
Ancaman tersebut adalah kesekian kali untuk pendukung presiden sah Mesir, Muhammad Mursi. 

Kantor berita pendukung militer Ahram melansir penyebaran pasukan keamanan di dua titik demonstrasi sudah dilakukan. Pengerahan militer menanggapi rencana protes akbar kelompok pro-demokrasi saat Senin (12/8) waktu setempat.

''Akan ada serangkaian langkah secara bertahap. Militer akan mengumumkan sepanjang rangkaian demonstrasi berlangsung. Dan akan membubarkan,'' demikian pernyataan seorang pejabat kementerian sementara, seperti dilansir Ahram, Senin (12/8).

Kanal berita Al Jazeera melansir situasi bak akan perang terasa di dua tempat terpisah. Militer mengepung massa Pendukung Mursi. Demonstran sudah berkumpul sejak usai shalat shubuh, Senin (12/8) waktu setempat. Pengepungan dimaksudkan agar massa tidak keluar dari ''zona protes.''

Titik pengepungan pertama adalah di Rabaa al-Adawiyah di pinggiran Ibu Kota Kairo. Di tempat tersebut sudah sebulan lebih berdiri tenda-tenda darurat massa aksi. 

Sedangkan lokasi pengepungan ke dua adalah di el-Nahda Square di Provinsi Giza. Sejumlah kendaraan lapis baja ikut menjadi benteng penghalang massa demonstran.

Dikatakan, sejumlah satuan anti hura-hara juga melakukan aksi sweeping. Sementara para demonstran bertahan dengan aksi menuntut dikembalikannya Mursi sebagai presiden. 

''Kelompok Anti Kudeta Mesir mendirikan beton pelindung. Menyediakan kayu dan masker anti gas air mata untuk situasi terburuk,'' demikian Al Jazeera mengatakan, Senin (12/8).

Pemimpin Senior Ikhwanul Muslimin Mohamed al-Belthagi menegaskan, tidak akan mengendurkan setiap aksi menolak rezim inkonstitusional. 

Meskipun militer terus melakukan tindakan sepihak, kata dia itu memang sudah tabiat menghalangi proses demokrasi.[Rol]
Read more »

40 Pasangan Menikah di Tengah Demonstrasi Pro-Mursi


Mari kita bayangkan sebentar, memilih titik terkacau sebagai tempat melangsungkan pernikahan. Tentu itu tidak terpikirkan bukan?

Tapi itu lah yang terjadi. Saat moncong kendaraan lapis baja diarahkan kepada demonstran, rombongan pemuda khidmat melangsungkang pernikahan.

Militer yang mengancam tidak menyurutkan Atif dan Saraa Saad untuk melangsungkan prosesi bahagia itu. Tercatat ada 40 pasangan mengikuti langkah pasangan muda ini.

Mereka memilih Rabaa al-Awadiyah Squere menjadi tempat untuk meresmikan hubungan dua sejoli tersebut. Jutaan demonstran pendukung Presiden Muhammad Mursi pun diminta menjadi saksi.

Puluhan pasangan ini, ''mendesak'' imam dari Ikhwanul Muslimin menjadi penghulu pernikahan massal tersebut.  ''Banyak orang hadir dalam pernikahan kami. Anak-anak membingkiskan permen untuk istri saya,'' kata Atif, Senin (12/8).

Anadolu Agency menuliskan, prosesi ijab qabul kali ini adalah oase dibalik ''kengerian''. Ketika para demonstran masih pusing memikirkan tujuan mengembalikan konstitusi, bahkan harus berkorban nyawa.

Tapi, tidak ada alasan menghalangi keinginan para pemuda menjalin kebahagian.Situasi pernikahan pun bernuansa serba salah. Kepungan militer jadi refleksi ketegangan.

Sementara di tengah alun-alun, basis massa Ikhwanul Muslimin mengoarkan doa-doa kelanggengan para pasangan. Makin menarik, para mempelai perempuan membopong potret mungil Mursi sebagai kenang-kenangan.

Masih menurut Anadolu Agency, nuansa politis memang terasa, ketika teriakan spontan para pasangan juga meneriakkan anti-militer dan anti-kudeta. Padahal, pasangan-pasangan ini entah berafiliasi politik ke arah mana.

''Kapan kita bisa merasakan kebahagian seperti sekarang ini,'' ujar Saad penuh harap.


*ROL
Read more »

Senin, 29 Juli 2013

Label : Kemenangan Demonstran Pro Mursi di Bulan Ramadhan



Oleh Irsyad Syafar
Ketua DSW PKS Sumbar 2005-2013

Walau sebulan sudah mereka berkumpul dan berdemonstrasi di medan-medan utama mesir: Rab’ah Adawiyah, An Nahdhah, Al Ittihadiyah, Alexandria, manshourah, sinai dan lain sebagainya. Walau ratusan sudah nyawa yang melayang saat shalat shubuh, shalat qiyam, menjelang sahur dan waktu-waktu lainnya. Dan ribuan lain yang terluka oleh peluru para tentara preman-preman bersenjata.
Walaupun sampai hari ini Mursi belum juga kembali menempati jabatan dan amanah rakyatnya sebagai presiden, bahkan tidak tahu dimana posisinya beserta istri dan anak-anaknya, malah diperpanjang penjaranya 15 hari lagi oleh pengadilan mesir dengan tuduhan menjalin komunikasi dengan Hamas di Palestina. Walaupun itu semua, tapi para pejuang kebenaran, demonstran pro  Mursi telah meraih banyak sekali kemenangan pada ramadhan ini.
Kemenangan pertama adalah, mereka telah berhasil membuat bersatunya mayoritas berbagai kekuatan Islam di mesir, mengusung kepentingan bersama yang lebih besar. Mereka menjadi punya lahan latihan yang riil untuk bekerjasama dan saling menguatkan serta saling membantu.
Mereka secara bergantian tampil di panggung-panggung utama, berkolaborasi secara apik dan saling mendekatkan, menyeragamkan, menguatkan ide, gagasan, pemahaman bahkan langkah perjuangan. Dan ini merupakan kemenangan besar. Bahkan, mengatur para demonstran yang jutaan jumlahnya, mengamankan mereka dari para penyusup, mensuplai makanan untuk sahur dan berbuka, mengatur relawan dan para dokter untuk menghadapi korban tembakan, mempertahankan ruh jihad dan semangat untuk tetap tsabat di lokasi acara utk waktu yang lama dengan fasilitas sangat terbatas, memenuhi kebutuhan MCK dan lain sebagainya, itu semua adalah pekerjaan besar sekaligus berat yang telah dilaksanakan dengan baik oleh pemuda-pemuda dari berbagai gerakan, jamaah, unsur dan organisasi.
Kemenangan kedua, berhasilnya mereka membuka mata, wawasan, serta cara pandang banyak ulama, baik di dalam mesir ataupun di luar mesir, yang selama ini mungkin cendrung menutup diri, menjauh dari medan politik, relatif dianggap parsial, atau terkesan ta’ashshub golongan, dan lebih mengutamakan pengajian di masjid saja, berubah drastis menjadi ulama yang proaktif, peduli, mau bekerja sama dan bahkan mengorbankan darah dan nyawa demi eksistensi Islam di dalam kekuasaan dan pemerintahan.
Ulama-ulama senior dari kalangan salafi dan Jamaah Islamiyah yang dulunya menghindarkan diri dari panggung politik dan demokrasi, mereka hadir di tengah para demonstran memberikan suntikan semangat kepada para pemuda. Seperti: Syekh Muhammad Abdul Maqshud, Syekh Muhammad Yusri, Syekh Umar Abdul Aziz Quraisyi dan sekjen Partai Bina dan Tanmiah sayap politiknya JI serta ulama-ulama lainnya. Bahkan sebagian mereka hadir dengan istri dan anak-anak mereka.
Kemenangan ketiga adalah kemenangan dalam fiqh dakwah. Mereka mengajarkan kepada seluruh umat Islam bahwa perjuangan di negeri mayoritas muslim hanya dilakukan secara damai. Walaupun sudah ratusan nyawa melayang, mereka takkan melakukan perlawanan. Tidak akan mengangkat senjata melawan kediktatoran.
Dari panggung utama Rab’ah adawiyah mereka teriakkan dengan lantang: “Walau sampai sejuta orang yang syahid, kami tetap akan bertahan di sini sampai pemilik kebenaran dan legitimasi memperoleh haknya. Kami akan teruskan perlawanan damai”.
Ketika ada kekuatan islam di luar yang memancing mereka untuk melakukan perlawanan bersenjata karena mereka telah betul-betul terzhalimi, mereka menolaknya dengan baik.  Mereka mengatakan bahwa mengangkat senjata hanya untuk orang kafir harbi, seperti di palestina, bosnia, cehnya, Afghanistan dan sejenisnya. Adapun kepada sesama muslim tak akan mengangkat senjata.
Kemenangan keempat adalah terbongkarnya kedok para pemimpin sebagian Negara arab. Ternyata mereka telah bekerjasama dengan militer untuk melakukan kudeta ini, dan berkolaborasi dengan amerika dan Israel untuk suksesnya agenda ini. Mereka kucurkan dana besar untuk membiayai kudeta ini, membayar para preman serta media.
Salah seorang raja arab adalah orang pertama yang mengucapkan selamat atas berhasilnya kudeta ini, kurang dari 24 jam setelah kudeta. Disusul oleh raja arab lainnya yang langsung mengharapkan kerjasama yang baik dengan penguasa kudeta yang baru. Bahkan menlu negara arab ini aktif di amerika mengkampanyekan dukungan dana dan sikap untuk penguasa militer di mesir. Ini memberikan pelajaran berharga bagi umat Islam dalam bersikap dan memberikan loyalitas.
Kemenangan kelima adalah lahirnya generasi baru di Mesir. Setelah penembakan-penembakan yang dilakukan militer terhadap demonstran damai, muncullah generasi baru dari para pemuda yang tidak takut mati dan tidak takut ancaman. Malah mereka dengan lantang mengharapkan mati syahid, menuliskan surat wasiat untuk keluarganya, dan berdiri dengan berani sambil memegang mushaf menghadapi tentara dan preman yang memegang senjata api dan menembaknya. Kematian tidak lagi menjadi suatu yang menakutkan dan mengerikan bagi mereka bila untuk menegakkan kebenaran.
Diluar kemenangan besar di atas, sebenarnya ditembak ketika shalat shubuh, saat qiyam ramadhan, menjelang waktu sahur dipertiga malam terakhir, shalat qiyam ramadhan setiap malam dengan jutaan jamaah diiringi dengan qunut-qunut yang khusyuk, ceramah-ceramah keislaman dari para ulama, diskusi-diskusi ilmiah dan kenegaraan yang digelar dipanggung-panggung utama mereka selama ramadhan ini, merupakan kemenangan-kemengan lain yang tidak ternilai harganya.
Dalam suasana penuh tekanan ini mereka menjadi semakin dekat dengan Allah, semakin utuh tawakkal kepadaNya. Semoga kemenangan demi kemenangan akan terus hadir menghampiri mereka… dan kita umat Islam. []
Read more »

Tanggapan Fahri Hamzah untuk Zuhairi Misrawi

Mas @pramonoanung apa caleg PDIP boleh bersikap se nasionalistik ini?



Saya sedikit komentar soal twit @zuhairimisrawi karena pekan ini ada 2 kader PDIP senior menyerang ikhwan di mesir.

Saya juga ingin menarik perhatian mas @pramonoanung yg selama hampir 4 tahun bersama presiden PKS @anismatta memimpin DPR.

Dan saya merasa bahwa selama ini konflik politik aliran di Indonesia sdh selesai terutama di kalangan parpol.

Memang masih ada masalah di akar rumput dan sebagian ormas..tapi prinsipnya sudah selesai di elite politik.

Ini progresi luar biasa dalam transisi politik kita menuju demokrasi yang sejati di mana meritokrasi lebih penting.

Tapi saya kaget kok PDIP anggap ini belum selesai? Paling tidak itu nampak di pernyataan @jokowi_do2 dan @zuhairimisrawi

Kemarin @jokowi_do2 menyatakan bahwa mursi dikudeta karena tidak mendengar rakyat dan hanya untuk sekelompok orang.

Saya kaget aja mantan walikota solo yg menjadi gubernur DKI tiba2 komentar soal presiden mursi. Apa urusannya?

Dan komentarnya bernada persis sama dengan @zuhairimisrawi yang mendukung kudeta karena mursi dianggap hanya untuk ikhwan.

Lalu lebih ekstrem @zuhairimisrawi memakai istilah "islamist"..untuk menisbatkan kelompok islam di Indonesia dgn yg di arab.

Menurut kader senior PDIP yg juga caleg ini, "bersyukur kelompok islamist di Indonesia tidak dibunuh...seperti di arab".

Luar biasa, saya tidak mengerti dari mana akar pikiran kader partai banteng ini ya? terinspirasi tahun2 pembunuhan politik?

@jokowi_do2 mungkin hanya ikut2an...tapi apa nalarnya tentang demokrasi dan suara rakyat? Kok mudah merestui kudeta militer?

Kita baru saja kehilangan Taufik Kiemas, seorang anak masyumi yg menikah dengan anak PNI (megawati) yg berusaha hapus sekat ini.

Lalu tiba2 saja ideologi merah berdarah muncul mau menegasi kelompok lain hanya karena survey-nya mulai unggul?

Kalau pemilu hari ini (menurut survey) maka @jokowi_do2 presiden dan DPR dikuasai PDIP...inikah yg bikin kalian blagu?

Kawan, zaman berubah...demokrasi kita akan kita tata semakin beradab...kesalahan sejarah kita takkan berulang...ini tekad.

Militer Kita takkan sebodoh militer mesir karena mereka dibiayai uang rakyat bukan bantuan asing.

Dan untuk atau atas nama apapun kepemimpinan sipil haram dijatuhkan secara militer apalagi dgn alasan kepuasan publik.

Survey boleh menunjukkan kepuasan di bawah 50% kepada presiden @SBYudhoyono tapi dia haram dijatuhkan secara kudeta.

Presiden di negara demokrasi hanya bisa dijatuhkan via pemilu atau karena melakukan pelanggaran hukum berat.

Jadi, kita perlu waspada dengan keinginan ingin menguasai Indonesia ini sendiri...negara ini terlalu besar bung.

Apalagi ingin berkuasa dengan menolak keberadaan kelompok lain...apakah mereka sdh tidak percaya akal?

Saya bukan membela buta ikhwan dan Mursi...tapi kan mereka susah payah bikin partai dan ikut pemilu seperti yang lain.

Bahwa ada kecanggungan dalam memimpin ya sama saja dengan PKB di bawah Gus Dur dan PDIP di Bawah megawati waktu jadi presiden?

Ikhwan setelah keluar masuk penjara militer, termasuk mursi tiba2 berkuasa ya pasti ada masalah...tapi kan baru setahun.

Lagi pula periode presiden kan hanya 4 tahun...jadi nunggu 3 tahun gak sanggup? 30 tahun di bawah Mubarak sanggup?

Kalau kita percaya demokrasi, presiden juga gak bisa seenaknya berkuasa sektarian atau apapun tuduhannya.

Zaman berubah..rakyat sekarang terlalu kuat untuk bisa dipimpin secara sewenang2...ada twitter dll yg mustahil dibendung.

Jadi berfantasi seperti @zuhairimisrawi dan @jokowi_do2 seolah akan ada kekuatan yg absolut merusak ya mustahil.

Darimana mereka dapat ini pikiran "islamophobia" ya? Zaman2 apa sih yg mereka takutkan.?

Emangnya kalau kita Islamist trus dianggap bisa ngapain? Emang ada masalah apa buat loh?

Heran deh gue..hari gini masi ada yg mikir beginian..kayak militer pakai helm tapi otaknya kosong...

Sekian dulu...puasa tinggal 10 hari...mari kita berdoa agar tak ada lagi nyawa melayang...end.
Read more »

Inkonsistensi Kaum Liberalis

by Zeta


Keganasan Militer terhadap rakyat sipil belum pernah terjadi sebelumnya. New York Times menjuluki dengan “ferocious attack” untuk menunjukkan kebrutalan anak buah Sisi dan tentu saja juga anak buah El Baradei dan Presiden Adly. Militer itu menggunakan peluru tajam, pasukan sniper dan kendaraan lapis baja seperti mereka menghadapi musuh. Dan lebih gila lagi, mereka menggunakan Gas Syaraf untuk membunuh ratusan orang diantara jutaan demonstran.

Gas Syaraf yang ditemukan sumber: twitter al Haddad

Ketika seorang demonstran terbunuh sewaktu memprotes Morsi maka El Baradei mengatakan “Morsi telah kehilangan legitimasi sebagai presiden”. Sekarang 300 orang terbunuh, apakah El Baradei tidak kehilangan legitimasi? inkonsistensi yang memuakkan.

Mereka melakukan kup (kudeta) dengan atas nama demokrasi , menjungkalkan presiden terpilih dari pemilu oleh orang yang kalah pemilu dengan alasan demokrasi. Alasan yang sangat tidak masuk akal.

Presiden dijabat oleh ketua MK dan merangkap Parlemen (3 kekuasaan sekaligus dalam trias politika), dan itu adalah sah. Ini keanehan berikutnya.

Yang menarik adalah pendapat seorang sepilis (Sekulerisme, Pluralisme, Liberalisme -red) yang berwarga Negara Indonesia : Zuhairi Misrawi, sebagai berikut..

Kicauan dari seorang petinggi sepilis: Zuhairi Misrawi

Seakan-akan membenarkan sikap membantai orang yang berbeda pendapat. Hanya dia terlalu baik dibandingkan dengan standar sepilis yang lain, yaitu tidak akan membunuh. Artinya ada dua :

- Standar sikap sepilis adalah membantai yang tidak sependapat

- Sikap sangat baik adalah dengan tidak membantai, mungkin cukup menyiksa, menangkap dan memenjarakan yang berbeda pendapat.

Terimakasih pak Zuhairi, yang tidak akan membunuh orang-orang yang berbeda dengan anda. Sayapun tidak akan berfikir cara apa yang akan anda lakukan untuk memaksakan pendapat.


*http://sosbud.kompasiana.com/2013/07/28/inkonsistensi-kaum-sepilis-580085.html
Read more »

Sabtu, 27 Juli 2013

Ancaman As-sisi Dibalas dengan Jutaan Pro Mursi Turun ke Jalan di "Jumat Furqon"


Jutaan rakyat Mesir yang tergabung dalam aliansi Nasional menolak kudeta dan mendukung legitimasi Presiden Mesir, Mohammad Mursi kembali menggelar long march dan aksi damai di seluruh penjuru kota negara Mesir, Jumat (26/7/2013).
Aksi ini mereka sebut "Jumat Furqon" jumat yang membedakan pendukung Al-Haq dan pendukung Kebathilan.
Aksi digelar setelah melakukan ibadah sholat Jum'at diseluruh penjuru masjid kota Mesir.
Ancaman As-Sisi pada saat pidato di acara wisuda militer Rabu lalu yang akan menghabisi pendukung Mursi bila masih tetap melakukan unjuk rasa nampaknya tak membuat gentar sedikitpun massa rakyat yang menginginkan legitimasi Presiden Mursi dikembalikan itu.
Para pendukung Mursi telah berazam akan terus melakukan aksi damai mendukung presiden Mursi dalam situasi apapun. Tekanan dari militer dan penyerangan kelompok preman pendukung kudeta dibeberapa tempat tidak akan menyurutkan langkah mereka.
Bahkan kali ini gelombang pendukung Mursi terus bertambah dan berdatangan dari berbagai pelosok mesir untuk menuju satu titik di Rab’a Adaweyah.

Gelombang lautan massa pendukung Mursi


Sebuah video di unduh seorang wartawan lokal pada hari jum’at, mengabadikan gelombang pendukung pro Mursi dari Ramses Square menuju Medan Rab’ah Al-Adaweyah.

Tampak dalam video tersebut gelombang Pro Mursi mengalir bagaikan air dan tidak terputus, jarak antara Ramses Square sampai Medan Rab’ah sepanjang lebih dari 12 kilometer.



Sisi si Jenderal Pengecut

Di hari yang sama, Sisi mengerahkan demonstran untuk mendukung kudeta di Tahrir. Walau pihak militer dan media-media pemerintah mengklaim jumlah demonstran pendukung kudeta di tahrir lebih banyak dibanding pro-Mursi di Rab'a Adaweyah, tapi masih ada jurnalis jujur yang mematahkan klaim tersebut. Adalah @Beltrew seorang jurnalis wanita melaporkan via akun twiternya:
Military say there were a million in the streets in support of the armed forces, big crowds on #Tahrir but equally big crowds at Rabaa.



Sisi si Pengecut yang menuduh demo Pro-Mursi sebagai Teroris ternyata mengerahkan preman-preman bersenjata dan polisi berpakaian sipil untuk membubarkan demo damai pendukung Mursi. Lalu yang teroris siapa??



Pemuda-pemuda Gagah

Apakah preman-preman bersenjata ini membuat takut para pemuda pendukung Mursi?? Lihatlah betapa gagah beraninya pemuda di kota Alexandria ini sendirian hanya berbekal mushaf Al-Quran di tangan hadapi keganasan preman.

Keberanian yang membuat takjub seorang musisi kenamaan Mesir Hamza Namira sampai-sampai musisi ini memposting gambar itu di akun twitternya @HamzaNamira yang memiliki folower satu juta lebih sambil bilang... "Apa yang terlintas dalam benak anda melihat gambar ini? ... Laa haula wa laa quwwata illa billahil 'aliyil adhim"





*berbagai sumber
Read more »

 

KABAR DPC

KIPRAH KEWANITAAN