Selasa, 13 Agustus 2013

Aliansi Pro Mursi Siapkan Diri Hadapi Operasi Keamanan Mesir

aliansidakwatuna.com – Kairo. Aliansi pro Mursi yang melakukan demonstrasi di beberapa kawasan di Kairo khususnya di lapangan Rab’ah Adawiyah sedang mempersiapkan diri untuk menghadapi operasi keamanan militer Mesir yang bertujuan untuk membubarkan mereka.
Pasukan keamanan Mesir sedang mempersiapkan diri untuk mengepung pendukung Presiden Muhammad Mursi yang berkumpul di kamp-kamp protes di Kairo selama lebih dari satu bulan.
Sumber-sumber keamanan mengatakan kepada Al Jazeera, polisi Mesir akan meluncurkan tindakan terhadap para demonstran pada Senin pagi (12/8).
Dalam persiapannya, para pengunjuk rasa pro-Mursi telah melakukan pembentengan pada kamp-kamp mereka di Kairo.
Langkah-langkah itu untuk melindungi diri terhadap kendaraan patroli lapis baja dan termasuk membangun penghalang beton dan kayu, serta membeli masker gas, kacamata, dan sarung tangan.
“Keputusan untuk mengambil tindakan pengepungan muncul setelah pertemuan antara Menteri Dalam Negeri Mesir dan para pembantunya,” kata satu sumber keamanan Mesir.
Sumber lain mengkonfirmasi, pasukan keamanan Mesir akan dikerahkan di sekitar aksi duduk pada waktu fajar sebagai awal prosedur yang pada akhirnya akan mengarah ke penyebaran.
Gamal Heshmat, seorang pemimpin senior Ikhwanul Muslimin mengatakan, setiap upaya untuk mengepung aksi duduk akan berujung pada sebuah “kejahatan”.
“Ini adalah pendudukan untuk semua rakyat Mesir dan setiap upaya untuk menempatkan pengepungan di atasnya atau untuk memaksakan kematian yang lambat dengan memotong air, makanan, atau listrik adalah kejahatan, dan siapa yang bertanggung jawab akan dimintai pertanggungjawaban,” kata Heshmat.
“Juga setiap serangan atau pembunuhan terhadap rakyat Mesir atas dasar perbedaan politik seperti yang terjadi sekarang oleh polisi dan tentara juga akan dihukum, dan bisa memicu seluruh Mesir,” Hesmat menambahkan.
Pada Ahad (11/8), ribuan massa demonstrai menuntut pemulihan Mursi di tengah upaya terakhir untuk rekonsiliasi menjelang ancaman tindak kekerasan aparat keamanan.
Sementara itu, Al-Azhar mengumumkan upaya terakhir untuk menyelesaikan ketegangan politik dan menyerukan pembicaraan rekonsiliasi antara kedua pihak. (mina)
Read more »

Senin, 12 Agustus 2013

Krisis dan Kebangkitan

1376202817538988920
Marso, S.Pd
Islam, sejak kemunculannya pertama kali yang dibawakan oleh Rasulullah SAW hingga kini kira kira empat belas abad. Sepanjang rentang waktu itu, islam mengalami pasang surut peradaban. Seperti kita lihat dalam sebuah nubuwwat-nya Rasulullah SAW pernah menengarai bahwa umat Islam setidaknya akan melalui lima periode dalam perjalannnya hingga kiamat nanti, yaitu: Periode Kenabian, Periode Kekhalifahan yang tegak diatas nilai-nilai Kenabian, Periode Mulkan ‘Aadhan (Penguasa yang menggigit), Periode Mulkan Jabariyyan (Penguasa yang menindas), dan terakhir sebelum datangnya Kiamat sekali lagi Islam akan Jaya kembali pada Periode Kekhalifaan yang tegak diatas nilai-nilai kenabian.
Pertanyaan yang sangat relevan setelah kita membaca nubuwwat tersebut diatas adalah, Pada Periode manakah Umat Islam saat ini? mari kita lihat dulu ulasan berikut ini.
1. Periode Kenabian.
Merupakan periode para Nabi. Dan tidak mungkin jika saat ini merupakan periode tersebut.
2. Periode Kekhalifahan yang tegak diatas nilai-nilai Kenabian.
Periode ini umat Islam dipimpin oleh Khalifah, dan apakah sekarang seperti itu…..?? Tidak.
3. Periode Mulkan ‘Aadhan (Penguasa yang menggigit).
Suatu periode yang dalam pemerintahannya masih menggunakan secara legal Islam, Al-Qur’an, dan Assunah sebagai dasar system politik, namun dalam prakteknya bertabur penyimpangan, tidak konsisten.
lantas, apakah saat ini umat islam berada pada periode tersebut…??? Tentu saja juga bukan.
4. Periode Mulkan Jabariyyan (Penguasa yang menindas).
Inilah yang barangkali relevan sebagai gambaran priode umat Islam saat ini, dimana pada masa ini merupakan masa/periode terburuk, yaitu dimana secara dejure hukum islam tidak lagi tegak diatas muka bumi, apalagi secara defacto. Inilah Perjalanan Umat dimana Khilafafah Islamiyah tidak lagi tegak. Dan itulah yag sedang dialami umat Islam saat ini.
5. Periode Kekhalifaan yang tegak diatas nilai-nilai kenabian.
Sebelum hari kiamat nanti tiba, sesuai dengan nubuwwat tersebut diatas maka sekali lagi umat islam akan mengalami masa kejayaan yaitu akan kembali pada masa Kehalifaah yang tehak diatas nilai-nilai Kenabian.
Umat Islam telah melewati paerjalanan sejarah panjang dengan kebangkitan dan kemunduran yang datang silih berganti. Ini merupakan sunatullah. Alloh berfirman dalam QS Ali-Imran : 140 :
“Dan (masa kejayaan dan kehancuran) itu kmi pergilirkan diantara manusia (agar mereka mendapat pelajaran)”.
Begitulah kira kira gambaran perjalanan peradaban, dalam setiap kurun yang dilalui umat ini, kita selau melihat didalamnya terdapat krisis dalam aspek-aspek tertentu dari kehidupannya. Krisis itulah yang kemudian memicu munculnya Gerakan Pembaharuan (baca: Kebangkitan) dengan lontaran isu-isu yang khas sesuai dengan ragam Krisis yang terjadi. Dan setiap Fenomena Kebangkitan ini selalu dilahirkan dan Melahirkan Tokoh-tokoh fenomenal, Ulama, dan Ulama Mujahid yang dengan Karya-karya nyatanya.
Sekarang kita dapat memperoleh kesimpulan sementara bahwa pada kurun waktu tertentu kita mengalami Krisis. dan Setiap Krisis dalam kurun waktu tertentu akan melahirkan sebuah Kebangkitan. Dua Kata itulah (Krisis dan Kebangkitan) erupakan kunci dalam setiap perjalanan umat islam ini.
Wallohu a’lam bishowab.
Sumber: kompasiana
Read more »

Ust. H.Thohari, S.Pd.I buka bersama kelompok tani "El-Makmur"

Selama Bulan Ramadhan 1434 H ini Kyai H.Thohari semakin sibuk. Hampir setiap sore Kyai Asal Desa Krandegan ini melukukan buka bersama dengan masyarakat dari satu tempat ketempat lain. Selain buka bersama dengan masyarakat, Anggota DPRD Kabupaten asal PKS ini juga menyempatkan diri untuk berdiskusi dan dialog dengan masyarakat setempat. Setiap kunjngannya, beliau juga sering diminta oleh masyarakat untuk menjadi Imam tarawih serta memberikan Tausiyah/kultum. kali ini beliau melakukan buka bersama dengan Kelompok Tani "El-Makmur" desa Jrakah - Bayan.

Read more »

Senin, 29 Juli 2013

Label : Kemenangan Demonstran Pro Mursi di Bulan Ramadhan



Oleh Irsyad Syafar
Ketua DSW PKS Sumbar 2005-2013

Walau sebulan sudah mereka berkumpul dan berdemonstrasi di medan-medan utama mesir: Rab’ah Adawiyah, An Nahdhah, Al Ittihadiyah, Alexandria, manshourah, sinai dan lain sebagainya. Walau ratusan sudah nyawa yang melayang saat shalat shubuh, shalat qiyam, menjelang sahur dan waktu-waktu lainnya. Dan ribuan lain yang terluka oleh peluru para tentara preman-preman bersenjata.
Walaupun sampai hari ini Mursi belum juga kembali menempati jabatan dan amanah rakyatnya sebagai presiden, bahkan tidak tahu dimana posisinya beserta istri dan anak-anaknya, malah diperpanjang penjaranya 15 hari lagi oleh pengadilan mesir dengan tuduhan menjalin komunikasi dengan Hamas di Palestina. Walaupun itu semua, tapi para pejuang kebenaran, demonstran pro  Mursi telah meraih banyak sekali kemenangan pada ramadhan ini.
Kemenangan pertama adalah, mereka telah berhasil membuat bersatunya mayoritas berbagai kekuatan Islam di mesir, mengusung kepentingan bersama yang lebih besar. Mereka menjadi punya lahan latihan yang riil untuk bekerjasama dan saling menguatkan serta saling membantu.
Mereka secara bergantian tampil di panggung-panggung utama, berkolaborasi secara apik dan saling mendekatkan, menyeragamkan, menguatkan ide, gagasan, pemahaman bahkan langkah perjuangan. Dan ini merupakan kemenangan besar. Bahkan, mengatur para demonstran yang jutaan jumlahnya, mengamankan mereka dari para penyusup, mensuplai makanan untuk sahur dan berbuka, mengatur relawan dan para dokter untuk menghadapi korban tembakan, mempertahankan ruh jihad dan semangat untuk tetap tsabat di lokasi acara utk waktu yang lama dengan fasilitas sangat terbatas, memenuhi kebutuhan MCK dan lain sebagainya, itu semua adalah pekerjaan besar sekaligus berat yang telah dilaksanakan dengan baik oleh pemuda-pemuda dari berbagai gerakan, jamaah, unsur dan organisasi.
Kemenangan kedua, berhasilnya mereka membuka mata, wawasan, serta cara pandang banyak ulama, baik di dalam mesir ataupun di luar mesir, yang selama ini mungkin cendrung menutup diri, menjauh dari medan politik, relatif dianggap parsial, atau terkesan ta’ashshub golongan, dan lebih mengutamakan pengajian di masjid saja, berubah drastis menjadi ulama yang proaktif, peduli, mau bekerja sama dan bahkan mengorbankan darah dan nyawa demi eksistensi Islam di dalam kekuasaan dan pemerintahan.
Ulama-ulama senior dari kalangan salafi dan Jamaah Islamiyah yang dulunya menghindarkan diri dari panggung politik dan demokrasi, mereka hadir di tengah para demonstran memberikan suntikan semangat kepada para pemuda. Seperti: Syekh Muhammad Abdul Maqshud, Syekh Muhammad Yusri, Syekh Umar Abdul Aziz Quraisyi dan sekjen Partai Bina dan Tanmiah sayap politiknya JI serta ulama-ulama lainnya. Bahkan sebagian mereka hadir dengan istri dan anak-anak mereka.
Kemenangan ketiga adalah kemenangan dalam fiqh dakwah. Mereka mengajarkan kepada seluruh umat Islam bahwa perjuangan di negeri mayoritas muslim hanya dilakukan secara damai. Walaupun sudah ratusan nyawa melayang, mereka takkan melakukan perlawanan. Tidak akan mengangkat senjata melawan kediktatoran.
Dari panggung utama Rab’ah adawiyah mereka teriakkan dengan lantang: “Walau sampai sejuta orang yang syahid, kami tetap akan bertahan di sini sampai pemilik kebenaran dan legitimasi memperoleh haknya. Kami akan teruskan perlawanan damai”.
Ketika ada kekuatan islam di luar yang memancing mereka untuk melakukan perlawanan bersenjata karena mereka telah betul-betul terzhalimi, mereka menolaknya dengan baik.  Mereka mengatakan bahwa mengangkat senjata hanya untuk orang kafir harbi, seperti di palestina, bosnia, cehnya, Afghanistan dan sejenisnya. Adapun kepada sesama muslim tak akan mengangkat senjata.
Kemenangan keempat adalah terbongkarnya kedok para pemimpin sebagian Negara arab. Ternyata mereka telah bekerjasama dengan militer untuk melakukan kudeta ini, dan berkolaborasi dengan amerika dan Israel untuk suksesnya agenda ini. Mereka kucurkan dana besar untuk membiayai kudeta ini, membayar para preman serta media.
Salah seorang raja arab adalah orang pertama yang mengucapkan selamat atas berhasilnya kudeta ini, kurang dari 24 jam setelah kudeta. Disusul oleh raja arab lainnya yang langsung mengharapkan kerjasama yang baik dengan penguasa kudeta yang baru. Bahkan menlu negara arab ini aktif di amerika mengkampanyekan dukungan dana dan sikap untuk penguasa militer di mesir. Ini memberikan pelajaran berharga bagi umat Islam dalam bersikap dan memberikan loyalitas.
Kemenangan kelima adalah lahirnya generasi baru di Mesir. Setelah penembakan-penembakan yang dilakukan militer terhadap demonstran damai, muncullah generasi baru dari para pemuda yang tidak takut mati dan tidak takut ancaman. Malah mereka dengan lantang mengharapkan mati syahid, menuliskan surat wasiat untuk keluarganya, dan berdiri dengan berani sambil memegang mushaf menghadapi tentara dan preman yang memegang senjata api dan menembaknya. Kematian tidak lagi menjadi suatu yang menakutkan dan mengerikan bagi mereka bila untuk menegakkan kebenaran.
Diluar kemenangan besar di atas, sebenarnya ditembak ketika shalat shubuh, saat qiyam ramadhan, menjelang waktu sahur dipertiga malam terakhir, shalat qiyam ramadhan setiap malam dengan jutaan jamaah diiringi dengan qunut-qunut yang khusyuk, ceramah-ceramah keislaman dari para ulama, diskusi-diskusi ilmiah dan kenegaraan yang digelar dipanggung-panggung utama mereka selama ramadhan ini, merupakan kemenangan-kemengan lain yang tidak ternilai harganya.
Dalam suasana penuh tekanan ini mereka menjadi semakin dekat dengan Allah, semakin utuh tawakkal kepadaNya. Semoga kemenangan demi kemenangan akan terus hadir menghampiri mereka… dan kita umat Islam. []
Read more »

"Napak Tilas Ramadhan para Salafus Shalih" Ifthar Jama'i PKS di Riyadh


Riyadh - Jumat (26/7), Pusat Informasi dan Pelayanan Partai Keadilan Sejahtera (PIP- PKS) Riyadh atau setingkat Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PKS, mengadakan Ifthar Jama'i (buka puasa bersama) di Distrik Dir'iyyah, Riyadh, KSA.
Acara buka puasa bersama, yang merupakan acara tahunan yang diselenggarakan oleh PIP PKS Riyadh, pada kali ini dihadiri sekitar 300 jamaah, terdiri dari Ekspatriat, pekerja industri, Rumah Sakit, Mahasiswa, dan juga ibu-ibu rumah tangga.
Tema Ifthar Jama'i kali ini, "Harmoni Cinta di Negeri Padang Pasir", yang merupakan representasi dari Slogan PKS "Cinta Kerja dan Harmoni" dalam bingkai bulan suci Ramadhan di Negara Saudi Arabia. Acara dibuka oleh ketua panitia dan ketua PIP PKS Riyadh, bapak Tejo Bawono.
Sebelum berbuka, panitia mengundang dua pembicara. Pembicara pertama, Bapak Tommy Firmansyah, MSc ,membahas "Suasana Ramadhan di Dua Benua (Eropa & Asia)" .Pak Tommy, sapaan beliau, yang pernah stay di Inggris selama 18 tahun, menceritakan bagaimana suasana Ramadhan di Negara Inggris,  negara yang kini populasi muslim-nya sebesar 5% dari jumlah penduduk Inggris atau sekitar 3 juta penduduk yang beragama Islam. Durasi puasa di Inggris selama 18 jam ketika musim panas, dan 7 jam ketika musim dingin. Sedangkan di Jazirah arabia, durasi puasa ketika musim panas berkisar selama 15 jam sehari.
Kemudian acara dilanjutkan dengan berbuka waktu berbuka di Riyadh pukul 18:40 GMT+3 atau sekitar pukul 22:40 WIB. Ta'jil yang disediakan panitia berupa gorengan ala Indonesia, ada makanan khas saudi bubur Surbah dan gorengan Sambousa.
Setelah berbuka puasa, santap malam, dan sholat magrib, acara dilanjutkan dengan Teleconference dari Calon Anggota Dewan PKS daerah Pemilihan Luar Negeri, Bpk DR Taufik Widjaja untuk memaparkan profile dan visi misi nya, yang dilanjutkan sesi tanya jawab terkait kebijakan DPP PKS terhadap Diaspora dan bagaimana meningkatkan kesejahteraan Tenaga Kerja Indonesia.
Pembicara kedua, Ustadz Munir Ridwan, Lc membahas "Napak Tilas Ramadhan para Salafus Shalih". Pada kesempatan ini, Ustadz Ridwan menceritakan bagaimana generasi Salaf (Sahabat, Tabi'in dan Tabiut Tabi'in) menjalankan ibadah Puasa Ramadhan. Rasulullah shallallahi 'alaihi wa sallam berbuka puasa dengan beberapa buah Ruthab (kurma muda) dan beberapa teguk air, ketika 10 malam terakhir beliau mengencangkan sarung, menjauhi istri-istrinya dan bersungguh-sungguh beribadah beritikaf di 10 malam terakhir bulan Ramadhan. Ibnu Umar tidak berbuka puasa melainkan dengan fakir miskin. Malik bin Anas radhiallahuanhu meninggalkan aktivitas mengajarnya demi fokus membaca Al Quran. Imam Syafi'i mengkhatamkan Al Quran sebanyak 60 kali di bulan Ramadhan.
Kemudian acara Ifthar Jama'i ditutup dan panitia menyelenggarakan Shalat Isya dan Tarawih berjamaah. 



Panitia Ifthar Jama'i DPD PKS Riyadh
Read more »

Tanggapan Fahri Hamzah untuk Zuhairi Misrawi

Mas @pramonoanung apa caleg PDIP boleh bersikap se nasionalistik ini?



Saya sedikit komentar soal twit @zuhairimisrawi karena pekan ini ada 2 kader PDIP senior menyerang ikhwan di mesir.

Saya juga ingin menarik perhatian mas @pramonoanung yg selama hampir 4 tahun bersama presiden PKS @anismatta memimpin DPR.

Dan saya merasa bahwa selama ini konflik politik aliran di Indonesia sdh selesai terutama di kalangan parpol.

Memang masih ada masalah di akar rumput dan sebagian ormas..tapi prinsipnya sudah selesai di elite politik.

Ini progresi luar biasa dalam transisi politik kita menuju demokrasi yang sejati di mana meritokrasi lebih penting.

Tapi saya kaget kok PDIP anggap ini belum selesai? Paling tidak itu nampak di pernyataan @jokowi_do2 dan @zuhairimisrawi

Kemarin @jokowi_do2 menyatakan bahwa mursi dikudeta karena tidak mendengar rakyat dan hanya untuk sekelompok orang.

Saya kaget aja mantan walikota solo yg menjadi gubernur DKI tiba2 komentar soal presiden mursi. Apa urusannya?

Dan komentarnya bernada persis sama dengan @zuhairimisrawi yang mendukung kudeta karena mursi dianggap hanya untuk ikhwan.

Lalu lebih ekstrem @zuhairimisrawi memakai istilah "islamist"..untuk menisbatkan kelompok islam di Indonesia dgn yg di arab.

Menurut kader senior PDIP yg juga caleg ini, "bersyukur kelompok islamist di Indonesia tidak dibunuh...seperti di arab".

Luar biasa, saya tidak mengerti dari mana akar pikiran kader partai banteng ini ya? terinspirasi tahun2 pembunuhan politik?

@jokowi_do2 mungkin hanya ikut2an...tapi apa nalarnya tentang demokrasi dan suara rakyat? Kok mudah merestui kudeta militer?

Kita baru saja kehilangan Taufik Kiemas, seorang anak masyumi yg menikah dengan anak PNI (megawati) yg berusaha hapus sekat ini.

Lalu tiba2 saja ideologi merah berdarah muncul mau menegasi kelompok lain hanya karena survey-nya mulai unggul?

Kalau pemilu hari ini (menurut survey) maka @jokowi_do2 presiden dan DPR dikuasai PDIP...inikah yg bikin kalian blagu?

Kawan, zaman berubah...demokrasi kita akan kita tata semakin beradab...kesalahan sejarah kita takkan berulang...ini tekad.

Militer Kita takkan sebodoh militer mesir karena mereka dibiayai uang rakyat bukan bantuan asing.

Dan untuk atau atas nama apapun kepemimpinan sipil haram dijatuhkan secara militer apalagi dgn alasan kepuasan publik.

Survey boleh menunjukkan kepuasan di bawah 50% kepada presiden @SBYudhoyono tapi dia haram dijatuhkan secara kudeta.

Presiden di negara demokrasi hanya bisa dijatuhkan via pemilu atau karena melakukan pelanggaran hukum berat.

Jadi, kita perlu waspada dengan keinginan ingin menguasai Indonesia ini sendiri...negara ini terlalu besar bung.

Apalagi ingin berkuasa dengan menolak keberadaan kelompok lain...apakah mereka sdh tidak percaya akal?

Saya bukan membela buta ikhwan dan Mursi...tapi kan mereka susah payah bikin partai dan ikut pemilu seperti yang lain.

Bahwa ada kecanggungan dalam memimpin ya sama saja dengan PKB di bawah Gus Dur dan PDIP di Bawah megawati waktu jadi presiden?

Ikhwan setelah keluar masuk penjara militer, termasuk mursi tiba2 berkuasa ya pasti ada masalah...tapi kan baru setahun.

Lagi pula periode presiden kan hanya 4 tahun...jadi nunggu 3 tahun gak sanggup? 30 tahun di bawah Mubarak sanggup?

Kalau kita percaya demokrasi, presiden juga gak bisa seenaknya berkuasa sektarian atau apapun tuduhannya.

Zaman berubah..rakyat sekarang terlalu kuat untuk bisa dipimpin secara sewenang2...ada twitter dll yg mustahil dibendung.

Jadi berfantasi seperti @zuhairimisrawi dan @jokowi_do2 seolah akan ada kekuatan yg absolut merusak ya mustahil.

Darimana mereka dapat ini pikiran "islamophobia" ya? Zaman2 apa sih yg mereka takutkan.?

Emangnya kalau kita Islamist trus dianggap bisa ngapain? Emang ada masalah apa buat loh?

Heran deh gue..hari gini masi ada yg mikir beginian..kayak militer pakai helm tapi otaknya kosong...

Sekian dulu...puasa tinggal 10 hari...mari kita berdoa agar tak ada lagi nyawa melayang...end.
Read more »

Inkonsistensi Kaum Liberalis

by Zeta


Keganasan Militer terhadap rakyat sipil belum pernah terjadi sebelumnya. New York Times menjuluki dengan “ferocious attack” untuk menunjukkan kebrutalan anak buah Sisi dan tentu saja juga anak buah El Baradei dan Presiden Adly. Militer itu menggunakan peluru tajam, pasukan sniper dan kendaraan lapis baja seperti mereka menghadapi musuh. Dan lebih gila lagi, mereka menggunakan Gas Syaraf untuk membunuh ratusan orang diantara jutaan demonstran.

Gas Syaraf yang ditemukan sumber: twitter al Haddad

Ketika seorang demonstran terbunuh sewaktu memprotes Morsi maka El Baradei mengatakan “Morsi telah kehilangan legitimasi sebagai presiden”. Sekarang 300 orang terbunuh, apakah El Baradei tidak kehilangan legitimasi? inkonsistensi yang memuakkan.

Mereka melakukan kup (kudeta) dengan atas nama demokrasi , menjungkalkan presiden terpilih dari pemilu oleh orang yang kalah pemilu dengan alasan demokrasi. Alasan yang sangat tidak masuk akal.

Presiden dijabat oleh ketua MK dan merangkap Parlemen (3 kekuasaan sekaligus dalam trias politika), dan itu adalah sah. Ini keanehan berikutnya.

Yang menarik adalah pendapat seorang sepilis (Sekulerisme, Pluralisme, Liberalisme -red) yang berwarga Negara Indonesia : Zuhairi Misrawi, sebagai berikut..

Kicauan dari seorang petinggi sepilis: Zuhairi Misrawi

Seakan-akan membenarkan sikap membantai orang yang berbeda pendapat. Hanya dia terlalu baik dibandingkan dengan standar sepilis yang lain, yaitu tidak akan membunuh. Artinya ada dua :

- Standar sikap sepilis adalah membantai yang tidak sependapat

- Sikap sangat baik adalah dengan tidak membantai, mungkin cukup menyiksa, menangkap dan memenjarakan yang berbeda pendapat.

Terimakasih pak Zuhairi, yang tidak akan membunuh orang-orang yang berbeda dengan anda. Sayapun tidak akan berfikir cara apa yang akan anda lakukan untuk memaksakan pendapat.


*http://sosbud.kompasiana.com/2013/07/28/inkonsistensi-kaum-sepilis-580085.html
Read more »

 

KABAR DPC

KIPRAH KEWANITAAN