Rabu, 14 Agustus 2013

PKS: Rekonsiliasi Berhasil jika Pengungsi Syiah “Bertobat”

Evakuasi pengungsi syiah Sampang
Evakuasi pengungsi syiah Sampang
dakwatuna.com – Jakarta.  Direktur Eksekutif Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Universalia (YLBHU) Hertasning Ichlas alias Herta yang mendampingi para pengungsi Syiah pernah mengungkapkan, warga Syiah di Sampang dipaksa oleh para pejabat pemerintah dan kepolisian setempat untuk menandatangani ikrar.
Ikrar tersebut berisi 9 poin yang intinya menganggap ajaran Tajul Muluk sesat dan harus kembali ke Ahlus Sunnah. Sebagian besar pengungsi akhirnya terpaksa menandatangani itu karena keamanannya terancam tidak dilindungi aparat.
Menanggapi hal tersebut, anggota Komisi VIII dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Raihan Iskandar, mendukung adanya ikrar “tobat” yang harus dilakukan oleh para pengungsi Syiah jika mau hak-haknya dilindungi. Menurut Raihan, pengungsi Syiah juga seharusnya bisa menghormati kemapanan sosial yang sudah ada di Sampang, Jawa Timur, tempat asal mereka. Dengan adanya ikrar itu, Raihan menilai proses rekonsiliasi bisa berhasil dilakukan.
“Saya mendukung ikrar itu. Pada dasarnya kita kan harus menghormati masyarakat yang ada di setempat, kearifan lokal. Kalau ikrar itu sudah jadi kesepakatan masyarakat setempat dan jadi momentum positif untuk meningkatkan hubungan bermasyarakat, yah harus didukung,” ucap Raihan saat dihubungi, Selasa (13/8/2013).
Raihan menuturkan bahwa para pengungsi Syiah ini mau tidak mau harus mengubah keyakinannya. Jika memang mereka tidak mau mengubah keyakinan, Raihan mengusulkan agar warga Syiah yang terdepak dari kampung halamannya melapor ke Kementerian Agama supaya Syiah dijadikan agama baru.
“Kalau disahkan ada agama baru kita kan bisa saling menghormati. Jadi itu harus dilaporkan dulu ke kementerian,” imbuh Raihan.
Lebih lanjut, Raihan mengatakan, jika ternyata ada aliran baru di tengah masyarakat yang berlainan, maka hal ini kontraproduktif atas keharmonisan yang sudah terbentuk. Menurutnya, dalam membangun kebhinekaan di Indonesia juga harus dipahami bahwa perbedaan itu jangan menabrak kemapanan sosial yang sudah ada.
“Jangan paksakan ide kita dihormati, tapi tidak hormati kemapanan yang sudah ada,” katanya.
Ia mendukung jika warga Syiah perlu dipindahkan sementara waktu ke kawasan khusus hingga masyarakat setempat bisa menerima para pengungsi Syiah ini.

Adapun konflik Syiah dan Sunni di Sampang, Jawa Timur, bermula dari konflik internal keluarga antara pimpinan Islam Syiah, Tajul Muluk, dan saudaranya, Rois Al Hukama. Pada Agustus 2012, perkampungan pengikut aliran Islam Syiah di Desa Karang Gayam (Kecamatan Omben) dan Desa Bluran (Kecamatan Karangpenang) diserang kelompok bersenjata dan menyebabkan satu orang tewas serta enam orang lainnya luka-luka.
Hingga pada Juni 2013, para pengungsi korban tragedi kemanusiaan di Sampang itu akhirnya terpaksa dipindah dengan alasan keamanan dan kehidupan yang lebih layak di lokasi pengungsian. (hl/sbb/kmc

Sumber: http://www.dakwatuna.com/2013/08/14/37857/pks-rekonsiliasi-berhasil-jika-pengungsi-syiah-bertobat/#ixzz2bvwJZeOc
Read more »

Bocor Lagi, Rencana Serangan Rabu Pagi

serangan polisi mesirdakwatuna.com – Kairo.  Situs egyptwindow.net mendapatkan informasi bahwa kepolisian, satuan militer khusus, dilengkapi para preman telah siap siaga berkumpul di sebuah klub olah raga dekat dengan Rab’ah Adawiyah.
Mereka menunggu instruksi menyerang dengan kekuatan senjata untuk membubarkan paksa para demonstran. Diperkirakan waktu yang direncanakan adalah Rabu (14/8) pagi ini.
Bocornya informasi rahasia ini membuktikan bahwa masih banyak kalangan di kepolisian dan militer yang menjunjung nilai kemanusiaan. Mereka tidak mau terlibat dalam aksi pembantaian orang-orang yang tidak bersenjata. Pembantaian yang sebenarnya adalah permusuhan terhadap Islam. Adanya orang-orang baik seperti ini akan menjadi penghalang para pengkudeta untuk berhasil melakukan pembantaian.
Yang mengherankan, diketahuinya informasi seperti ini malah membuat semakin banyak orang berdatangan bergabung dengan demonstran di Rab’ah. (msa/sbb/dkw)
Read more »

PKS: Rekonsiliasi Berhasil jika Pengungsi Syiah “Bertobat”

Evakuasi pengungsi syiah Sampang
Evakuasi pengungsi syiah Sampang
dakwatuna.com – Jakarta.  Direktur Eksekutif Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Universalia (YLBHU) Hertasning Ichlas alias Herta yang mendampingi para pengungsi Syiah pernah mengungkapkan, warga Syiah di Sampang dipaksa oleh para pejabat pemerintah dan kepolisian setempat untuk menandatangani ikrar.
Ikrar tersebut berisi 9 poin yang intinya menganggap ajaran Tajul Muluk sesat dan harus kembali ke Ahlus Sunnah. Sebagian besar pengungsi akhirnya terpaksa menandatangani itu karena keamanannya terancam tidak dilindungi aparat.
Menanggapi hal tersebut, anggota Komisi VIII dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Raihan Iskandar, mendukung adanya ikrar “tobat” yang harus dilakukan oleh para pengungsi Syiah jika mau hak-haknya dilindungi. Menurut Raihan, pengungsi Syiah juga seharusnya bisa menghormati kemapanan sosial yang sudah ada di Sampang, Jawa Timur, tempat asal mereka. Dengan adanya ikrar itu, Raihan menilai proses rekonsiliasi bisa berhasil dilakukan.
“Saya mendukung ikrar itu. Pada dasarnya kita kan harus menghormati masyarakat yang ada di setempat, kearifan lokal. Kalau ikrar itu sudah jadi kesepakatan masyarakat setempat dan jadi momentum positif untuk meningkatkan hubungan bermasyarakat, yah harus didukung,” ucap Raihan saat dihubungi, Selasa (13/8/2013).
Raihan menuturkan bahwa para pengungsi Syiah ini mau tidak mau harus mengubah keyakinannya. Jika memang mereka tidak mau mengubah keyakinan, Raihan mengusulkan agar warga Syiah yang terdepak dari kampung halamannya melapor ke Kementerian Agama supaya Syiah dijadikan agama baru.
“Kalau disahkan ada agama baru kita kan bisa saling menghormati. Jadi itu harus dilaporkan dulu ke kementerian,” imbuh Raihan.
Lebih lanjut, Raihan mengatakan, jika ternyata ada aliran baru di tengah masyarakat yang berlainan, maka hal ini kontraproduktif atas keharmonisan yang sudah terbentuk. Menurutnya, dalam membangun kebhinekaan di Indonesia juga harus dipahami bahwa perbedaan itu jangan menabrak kemapanan sosial yang sudah ada.
“Jangan paksakan ide kita dihormati, tapi tidak hormati kemapanan yang sudah ada,” katanya.
Ia mendukung jika warga Syiah perlu dipindahkan sementara waktu ke kawasan khusus hingga masyarakat setempat bisa menerima para pengungsi Syiah ini.

Adapun konflik Syiah dan Sunni di Sampang, Jawa Timur, bermula dari konflik internal keluarga antara pimpinan Islam Syiah, Tajul Muluk, dan saudaranya, Rois Al Hukama. Pada Agustus 2012, perkampungan pengikut aliran Islam Syiah di Desa Karang Gayam (Kecamatan Omben) dan Desa Bluran (Kecamatan Karangpenang) diserang kelompok bersenjata dan menyebabkan satu orang tewas serta enam orang lainnya luka-luka.
Hingga pada Juni 2013, para pengungsi korban tragedi kemanusiaan di Sampang itu akhirnya terpaksa dipindah dengan alasan keamanan dan kehidupan yang lebih layak di lokasi pengungsian. (hl/sbb/kmc)
Read more »

Label : Amerika Tawarkan Jenderal Al Sisi Suaka Politik, Ada Apa Ini?


By Masykur A. Baddal

Ketidak jelasan langkah yang diambil oleh penguasa militer Mesir Jenderal Al Sisi, telah membuat banyak kalangan bertanya-tanya tentang sikap politiknya untuk masa depan politik Mesir. Pasalnya, hingga hari ini yaitu sebulan lebih paska kudeta milter terhadap presiden sah Mesir Muhammad Mursi, Jenderal Al Sisi belum mampu menstabilkan situasi keamanan di negeri piramida tersebut. Karena masih terlihat marak dengan berbagai aksi unjuk rasa massa pro legitimasi di berbagai pelosok negeri, di samping aksi kriminalitas yang dilakukan oleh para preman pun semakin meningkat tajam di negeri fir’aun itu.

Situasi  stagnan semacam ini, telah memancing seorang penulis senior Harian Independent Inggeris Robert Fisk berkomentar, sebagaimana yang dirilis oleh media online Mesir rumonline.net (12/08). Dalam rangka mencari solusi untuk kisruh politik di Mesir, bahwa Amerika Serikat beberapa waktu yang lalu, pernah menawarkan kepada Jenderal Al Sisi suaka politik ke negeri Emirates, seandainya pada akhirnya nanti Muhammad Mursi harus kembali ke tampuk pemerintahan Mesir.

Selanjutnya Robert Fisk juga menambahkan, bahwa Amerika Serikat telah memperingatkan Jenderal Al Sisi akan kegagalan kudeta militer, sekaligus menunjukkan kekecewaan besarnya kepada Al Sisi, Mohamed Albaradei dan Hamdeen Shabahy akan kegagalan mereka. Di saat popularitas mereka semakin anjlok, malah image Ikhwanul Muslimin di mata rakyat Mesir menanjak tajam.

Saat mendapat tawaran suaka politik tersebut, Rober Fisk mengatakan, Jenderal Al Sisi tidak memberikan komentar apapun, menerima atau tidak. Paling tidak tawaran itu akan menjadi pegangan bagi Al Sisi, apalagi setelah melihat pergerakan massa pro legitimasi di bunderan Rab’ah Adaweya dan Nahdah semakin tidak terbendung.

Bagi beberapa analis politik setempat, pernyataan Robert Fisk tersebut, mereka anggap hanya sebagai  strategi politik Amerika untuk mendulang dukungan publik Mesir. Apalagi selama ini pamor penguasa junta militer Mesir semakin anjlok di mata publik Mesir. Jadi untuk mengamankan posisinya, Amerika berusaha melakukan berbagai manuver politik guna menyelamatkan wajahnya di negeri piramida itu. Sebab, di beberapa kesempatan sebelumnya, opsi yang sama juga pernah ditawarkan kepada Muhammad Mursi, namun sayang Mursi dengan tegas menolak tawaran tersebut.

Di sisi lain, jika statemen analis senior Inggeris itu benar, maka keruntuhan junta militer Mesir tinggal menunggu waktu saja. Apalagi sumber informasi tersebut didapat langsung dari sumber Washington, bisa saja itu sebagai ungkapan kegalauan yang sedang menerpa Washington, di tengah meningkatnya popularitas massa pro Muhammad Mursi yang terus melancarkan aksi protes di berbagai pelosok negeri Mesir, lebih dari sebulan yang lalu.

Salam


*http://luar-negeri.kompasiana.com/2013/08/13/amerika-tawarkan-jenderal-al-sisi-suaka-politik-ada-apa-ini-583569.html
Read more »

Selasa, 13 Agustus 2013

Untuk kesekian kali Militer Mesir Ancam Bubarkan Demonstran Anti Kudeta

Islamedia - Pemerintahan sementara hasil kudeta di Ibu Kota Mesir, Kairo mengultimatum gerakan Anti Kudeta Mesir untuk tidak lagi melakukan aksi protes. Pemerintah memberikan kewenangan kepada militer untuk melakukan langkah represif terhadap pelaku demonstrasi.
 
Ancaman tersebut adalah kesekian kali untuk pendukung presiden sah Mesir, Muhammad Mursi. 

Kantor berita pendukung militer Ahram melansir penyebaran pasukan keamanan di dua titik demonstrasi sudah dilakukan. Pengerahan militer menanggapi rencana protes akbar kelompok pro-demokrasi saat Senin (12/8) waktu setempat.

''Akan ada serangkaian langkah secara bertahap. Militer akan mengumumkan sepanjang rangkaian demonstrasi berlangsung. Dan akan membubarkan,'' demikian pernyataan seorang pejabat kementerian sementara, seperti dilansir Ahram, Senin (12/8).

Kanal berita Al Jazeera melansir situasi bak akan perang terasa di dua tempat terpisah. Militer mengepung massa Pendukung Mursi. Demonstran sudah berkumpul sejak usai shalat shubuh, Senin (12/8) waktu setempat. Pengepungan dimaksudkan agar massa tidak keluar dari ''zona protes.''

Titik pengepungan pertama adalah di Rabaa al-Adawiyah di pinggiran Ibu Kota Kairo. Di tempat tersebut sudah sebulan lebih berdiri tenda-tenda darurat massa aksi. 

Sedangkan lokasi pengepungan ke dua adalah di el-Nahda Square di Provinsi Giza. Sejumlah kendaraan lapis baja ikut menjadi benteng penghalang massa demonstran.

Dikatakan, sejumlah satuan anti hura-hara juga melakukan aksi sweeping. Sementara para demonstran bertahan dengan aksi menuntut dikembalikannya Mursi sebagai presiden. 

''Kelompok Anti Kudeta Mesir mendirikan beton pelindung. Menyediakan kayu dan masker anti gas air mata untuk situasi terburuk,'' demikian Al Jazeera mengatakan, Senin (12/8).

Pemimpin Senior Ikhwanul Muslimin Mohamed al-Belthagi menegaskan, tidak akan mengendurkan setiap aksi menolak rezim inkonstitusional. 

Meskipun militer terus melakukan tindakan sepihak, kata dia itu memang sudah tabiat menghalangi proses demokrasi.[Rol]
Read more »

40 Pasangan Menikah di Tengah Demonstrasi Pro-Mursi


Mari kita bayangkan sebentar, memilih titik terkacau sebagai tempat melangsungkan pernikahan. Tentu itu tidak terpikirkan bukan?

Tapi itu lah yang terjadi. Saat moncong kendaraan lapis baja diarahkan kepada demonstran, rombongan pemuda khidmat melangsungkang pernikahan.

Militer yang mengancam tidak menyurutkan Atif dan Saraa Saad untuk melangsungkan prosesi bahagia itu. Tercatat ada 40 pasangan mengikuti langkah pasangan muda ini.

Mereka memilih Rabaa al-Awadiyah Squere menjadi tempat untuk meresmikan hubungan dua sejoli tersebut. Jutaan demonstran pendukung Presiden Muhammad Mursi pun diminta menjadi saksi.

Puluhan pasangan ini, ''mendesak'' imam dari Ikhwanul Muslimin menjadi penghulu pernikahan massal tersebut.  ''Banyak orang hadir dalam pernikahan kami. Anak-anak membingkiskan permen untuk istri saya,'' kata Atif, Senin (12/8).

Anadolu Agency menuliskan, prosesi ijab qabul kali ini adalah oase dibalik ''kengerian''. Ketika para demonstran masih pusing memikirkan tujuan mengembalikan konstitusi, bahkan harus berkorban nyawa.

Tapi, tidak ada alasan menghalangi keinginan para pemuda menjalin kebahagian.Situasi pernikahan pun bernuansa serba salah. Kepungan militer jadi refleksi ketegangan.

Sementara di tengah alun-alun, basis massa Ikhwanul Muslimin mengoarkan doa-doa kelanggengan para pasangan. Makin menarik, para mempelai perempuan membopong potret mungil Mursi sebagai kenang-kenangan.

Masih menurut Anadolu Agency, nuansa politis memang terasa, ketika teriakan spontan para pasangan juga meneriakkan anti-militer dan anti-kudeta. Padahal, pasangan-pasangan ini entah berafiliasi politik ke arah mana.

''Kapan kita bisa merasakan kebahagian seperti sekarang ini,'' ujar Saad penuh harap.


*ROL
Read more »

"Gw benci PKS, tapi ternyata gw banyak terima manfaat dari PKS"


"Gw dan PKS"

Gw ga suka PKS. Gw ga suka orang berpolitik pake kedok agama kayak PKS. Tapi, anak gw kelas 4 SD udah hafal Quran juz 'amma dan juz 29, anak gw sekolah di SDIT yang belakangan baru gw tahu ternyata punya orang PKS. Dan guru-gurunya hampir semuanya orang PKS. Anak gw lebih soleh dari gw yang jadi bokapnya.
Pas gw sholat di mushola dekat imamnya bacaannya enak banget, pas ngobrol ternyata imamnya pake sarung dan baju koko yang ada lambang PKS-nya.
Bini gw belakangan alim banget. Ibadahnya rajin. Ternyata dia ikut majelis taklim deket rumah. Pas nanya-nanya sama bini yang ngisi majelis taklimnya ternyata orang PKS.
Anak gw yang SMP cewek manggil guru les privat. Ternyata guru privatnya cewek pake jilbab datangnya naik motor. Eh, di motornya ada stiker PKS.
Di rumah gw ada nyokap gw udah usia 60 tahunan. Suka ikutan senam ibu-ibu. Tiap bulan selalu ada cek tensi dan cek gula darah gratis. Gw tanya ke nyokap gw kok bisa gratis? Nyokap bilang anak-anak PKS memang rutin tiap bulan datang ke kelompok senam nyokap untuk tensi dan cek gula darah, kadangkala suka ada dokternya juga.
Suatu hari gw lihat pembokat gw yang kerjanya pulang pergi bawa bungkusan di plastik. Pas gw tanya apa isinya dia bilang sembako harga murah, sembako seharga 50 ribu dijual cuma dengan harga 25 ribu. Gw tanya ke pembokat kok bisa? Kata pembokat gw itu di beli di bazarnya PKS.
Terakhir gw punya boss baru di kantor, promosi dari kantor cabang ke kantor pusat katanya prestasinya luar biasa di kantor cabang, makanya di promosikan ke kantor pusat dan sekarang jadi boss gw. Waktu acara pisah sambut bos gw yang baru itu bawa bininya. Dan bininya ternyata berjilbab. Suatu ketika pernah nebeng mobil bos ternyata di mobil bos ada buku-bukunya Anis Matta.
Gw benci sama PKS, tapi ternyata gw juga banyak terima manfaat dari PKS. Bingung gw jadinya.

__
*sumber: fb
Read more »

 

KABAR DPC

KIPRAH KEWANITAAN