Sabtu, 17 Agustus 2013

Risalah dari Mesir | Oleh Iman Santoso, Lc




RISALAH DARI MESIR

Oleh Iman Santoso, Lc 

Mesir adalah negeri para rasul as. Bapak para rasul Ibrahim as berkeliling dunia menyampaikan risalah tauhid. Negeri yang di singgahi adalah berawal dari Irak, Syam (Palestina, Siria Yordania dan Libanon) dan Mesir. Dari Mesir mendapatkan hadiah seorang putri pernama Hajar yang kemudian menjadi istrinya.
   
Dari pernikahan dengan siti Hajar maka lahirlah Ismail as yang merupakan bapak bangsa Arab. Kemudian dari keturunan Ismail lahirlah Rasulullah saw nabi terakhir sebagai rahmatan lil alamin.
   
Kemudian  datanglah  ke Mesir Nabi Yusuf as bin Ya’kub bin Ishak bin Ibrahim as (cicit nabi Ibrahim). Beliau mengajak keluarganya untuk datang ke Mesir. “ Masuklah ke Mesir insya Allah aman” (QS 12: 99)
   
Dan Nabi terbesar bani Israil dari Mesir, Musa as yang membebaskan kaumnya dari Firaun dan tentaranya. Firaun dan tentaranya di tenggelamkan Allah karena ingkar pada Musa as dan memusuhinya.
   
Pada saat cahaya Islam terbit yang dibawa oleh nabi dan rasul terakhir Muhammad saw , maka Mesir termasuk wilayah yang menerima Islam  dengan suka cita. Adalah  Amru bin Al-Ash ra. sahabat  Rasul saw. yang membuka Mesir,  menjadi pemimpinannya  dan juga wafat disana.
   
Pada masa kholifah Umar bin Khathab ra. memimpin umat Islam di Madinah, umat Islam disana pernah ditimpa kelaparan dan kekeringan, sehingga beliau dan umat Islam makan apa saja yang dapat di makan. Umar ra berkata, “Demi Allah aku tidak akan makan daging dan keju hingga Allah mengangkat bencana yang menimpa kaum muslimin”.  Kemudian Umar teringat dengan saudara-saudaranya se iman di Mesir. Dan Mesir adalah negeri dermawan yang akan mengulurkan tangannya dan akan memberikan yang  terbaik untuk menyelamatkan saudaranya di ibukota  Islam.
   
Umar ra kemudian menulis surat kepada  gubernur  Amru bin Al-Ash ra. yang redaksinya berbunyi sbb: ”  Bismilallahirrahmanirrahiim … Dari Umar bin Khathab Amirul Mukminin kepada ‘Amru bin Al-Ash…. Amma Ba’du, Tolonglah kami , tolonglah kami, tolonglah kami…. Wassalam”.
   
Setelah Amru membaca surat itu, kemudian beliau mengumpulkan penduduk Mesir untuk membacakan surat tersebut  di hadapan mereka, selanjutnya berkata, “ Demi Allah, aku akan mengirimkan satu kafilah makanan yang pertama singgah memberikan makanan kepadamu di Madinah dn berikutnya kepadaku di Mesir”.
   
Maka penduduk Mesir berduyun-duyun mendermakan hartanya. Mereka memberikan bantuan makanan dan unta. Kafilah makanan itu mengalir laksana aliran air dan berjalan laksana malam. Membawa kehidupan, kebaikan, rezeki, dan bantuan bagi ibukota Islam di Madinah.
   
Berbicara tentang Mesir, maka tidak sempurna jika tidak berbicara tentang Universitas tertua di dunia yaitu Al-Azhar. Awalnya adalah masjid Al-Azhar, yang berdiri  pada 7 Ramadhan 361 H (972 M), dan ditandai dengan melakukan  ibadah sholat Jum’at di masjid bersejarah tersebut. Maka menurut penanggalan hijriah, al-Azhar saat ini telah berumur 1073 tahun.

Masjid al-Azhar didirikan oleh Dinasti Fatimiyah, sebuah dinasti Syiah Ismailiyah yang berhasil memasuki Mesir dan menaklukkan Dinasti Ikhsyidiyah pada tahun 358 H. Pendirian masjid tersebut merupakan bagian dari mega proyek pembangunan kota baru yang kelak menjadi ibukota Dinasti Fatimiyah di Mesir, yaitu Kairo. Maka  sejarah al-Azhar tidak  terlepas dari sejarah kota Kairo.

Mencermati latar belakang pembangunan masjid al-Azhar oleh Dinasti Fatimiyah yang menganut paham Syiah, maka pada awal sejarahnya al-Azhar digunakan sebagai pusat penyebaran paham Syiah di Mesir.

Alhamdulillah, kemudian Allah Subhanahu Wata’ala.  menjadikan al-Azhar sebagai pusat keilmuan bagi Ahlu Sunnah. Adalah Shalahuddin al-Ayyubi, Sang Panglima Perang yang berhasil menaklukkan Dinasti Fatimiyah pada abad ke-6 Hijriyah. Keberhasilan tersebut berarti akhir sejarah bagi dinasti Syiah di Mesir, sekaligus menjadi titik mula sejarah baru bagi al-Azhar. Al-Azhar yang kemudian terus berkembang pesat hingga menjadi pusat keilmuan  paling berpengaruh di dunia Islam.

Di samping kedudukannya sebagai sebuah institusi keilmuan Islam, al-Azhar juga memiliki pengaruh besar dalam kehidupan politik. Pada masa dinasti Turki Utsmani misalnya, al-Azhar mempunyai semacam kekuatan untuk menentukan Gubernur Mesir dengan syarat-syarat tertentu. Al-Azhar juga bisa menurunkan sang gubernur bila terbukti tidak lagi amanah, adil dan bijaksana.

Di masa para penguasa Mesir Modern, mereka  berusaha melemahkan Al-Azhar dan berupaya agar dapat mengendalikannya. Seperti pada masa rezim Muhammad Naguib dan kemudian Jamal A. Naser. Bermula dari akhir 1952, dengan pengesahan undang-undang no. 180 tentang penghapusan wakaf swasta. Sebagai konsekuensinya, maka tanah-tanah wakaf yang menjadi sumber ekonomi utama al-Azhar dikuasai negara dan diserahkan kepada Departemen Perbaikan Pertanian. Rezim juga menghapus pengadilan-pengadilan syariah di Mesir, sehingga peran al-Azhar dalam praktek kehidupan rakyat Mesir semakin terbatas. Kemudian dikeluarkannya undang-undang no. 103 tahun 1961 tentang pengaturan ulang struktur al-Azhar. Undang-undang yang pada satu sisi mampu mengatur struktur baru bagi al-Azhar, namun di sisi lain menyebabkan kontrol negara atas al-Azhar semakin besar.

Pasca revolusi, berbagai usaha untuk mengembalikan citra, peran dan kedudukan al-Azhar di mata umat Islam terus diupayakan. Undang-undang independensi al-Azhar,  perubahan tata cara pemilihan  Syeikh Agung al-Azhar, termasuk sistem penunjukan Haiah Kibâr al-Ulamâ’adalah langkah-langkah awal menuju titik terang tersebut.

Hal lain yang harus mendapat perhatian para peneliti tentang Mesir adalah keberadaan dan peran jamaah Al-Ikhwanul Muslimun. Jamaah ini didirikan oleh Imam Hasan Al Banna pada Pada tahun 1928 pada saat itu beliau baru berusia 22 tahun. Al-Ikhwanul Muslimun adalah jamaah Islam terbesar di zaman modern ini. Seruannya adalah kembali kepada Islam sebagaimana yang termaktub dalam Al-Qur’an dan Sunnah serta mengajak kepada penerapan Syariat Islam dalam kehidupan nyata. Dengan tegar Jamaah ini  telah mampu membendung arus sekularisasi di Mesir, dunia Arab dan Islam.  Bahkan sekarang berhasil  memimpin Mesir. Dengan menempatkan putra terbaiknya menjadi presiden Mesir, Muhammad Mursi, presiden pertama di dunia yang hafizh Al-Qur’an.

Karya ilmiyah yang orisinil dan monumental Imam Hasan Al-Banna adalah  Majmu’ah Rasail (Risalah Dakwah), kumpulan ceramah dan pidato beliau yang kemudian dibukukan oleh murid-muridnya. Sedangkan tokoh-tokoh yang bergabung diantaranya adalah, syaikh Muhibbuddin Al-Khatib ulama hadits, syaikh Dr. Musthafa As-Siba’i ahli hukum, syaikh Amin Al-Husaini mufti Palestina, Ahmad Yasin Pendiri Hamas Palestina dll. Dan sekarang da’wah yang dirintisnya  sudah masuk  pada 70 negara lebih. Hampir tidak ada Gerakan Reformasi di dunia Islam yang tidak terpengaruh oleh jama’ah Al-Ikhwanul Muslimun.

Perhatian Al-Ikhwanul Muslimun yang dipimpin oleh imam Hasan Al Banna terhadap Islam dan umat Islam sangat besar termasuk umat Islam yang jauh dari Mesir, seperti Indonesia. Hal ini yang menjadikan beliau memimpin sendiri Komite Solidaritas bagi Kemerdekaan Indonesia. Dan utusan Indonesia  yang  berkunjung ke Mesir saat itu, yaitu  H. Agus Salim, Dr. HM Rasyidi, M. Zein Hasan dll mengucapkan terima kasih kepada imam Hasan Al-Banna atas dukungan untuk kemerdekaan Indonesia. ***
Read more »

"DARAH MEREKA DARAH KAMI JUGA !!" Besok Ahad Aksi Besar-besaran di Monas



Darah suci muslimin dan rakyat tak berdosa terus tertumpah... ribuan melayang... Mesir berduka.

HADIRILAH Aksi Peduli Kemanuisaan "Menentang Pembantaian di Mesir" bersama Komite Nasional untuk Kemanusiaan dan Demokrasi Mesir (KNKDM).

Wujud peduli kita 

"DARAH MEREKA DARAH KAMI JUGA !!"

Waktu:
Ahad, 18 Agustus 2013
08.00 - 12.00

Tempat:
Monas - HI
(Masuk lewat pintu patung kuda/indosat)

Orasi Tokoh Nasional:

1. DR Hidayat Nurwahid
2. KH. Hilmi Aminuddin
3. KH. Bachtiar Nasir (MIUMI)
4. Habiburrahman El Shirazy (Sastrawan)
5. Opick (Musisi)
6. Oki Setiana Dewi (Artis)
7. Makarim Wibisono (Diplomat)
8. Tokoh LSM dan Ormas
9. Dll

Pakaian:
Setiap peserta membawa bendera merah-putih
Pakain bebas sopan
Ajak keluarga sanak saudara sebanyak-banyaknya


Kontak Person Aksi:
Dr. Agus Setiawan
(081212864411)
Read more »

Jumat, 16 Agustus 2013

Donatur Timur Tengah Bangun Masjid di Purworejo


Para donator dari Timur Tengah menghadiri peresmian Masjid Markaz Al-Anshor Purworejo. (Foto: Gunarwan)

PURWOREJO (KRjogja.com) – Para penyandang dana atau donator dari negara Timur Tengah, yakni Arab Saudi berhasil membangun Masjid Markaz Al-Anshor di Desa Krandegan Kecamatan Bayan Kabupaten Purworejo. Masjid yang berdomisili di Kompleks Pondok Pesantren (PP) Nuurul Waahid itu, diresmikan, Kamis  (15/8/2013) dan dihadiri para donator.

Syaikh Da’yun, salah seorang penyandang dana dari Arab Saudi berharap, masjid ini akan menjadi makmur dan dapat mencetak penghafal Al-Quran. “Keberadaan masjid ini saya harapkan dapat membantu dan mencetak masyarakat menjadi saleh, dan menjadi tempat untuk mengkaji ilmu Islam,” katanya.

Pada kesempatan itu Pengasuh PP Nuurul Waahid KH Syaifudin menegaskan, bahwa keberadaan masjid ini bukan semata milik pesantren, namun milik masyarakat umum. “Siapa saja bisa dan boleh menggunakan masjid ini,” katanya.

Dijelaskan pula, bahwa masjid ini nantinya akan menjadi Masjid Madrasah Aliyah (MA) Nuurul Waahid Krandegan, yang merupakan pengembangan dari pesantren,” katanya seraya menambahkan, masjid ini juga akan menjadi sarana pengkaderan pemuda Islam dan pembinaan akhlak Islami.  (Nar)

http://krjogja.com/read/183866/donatur-timur-tengah-bangun-masjid-di-purworejo.kr
Read more »

Hari Ini Jutaan Rakyat Indonesia Tumpah Ke Jalan Solidaritas untuk Mesir


"Tak perlu menjadi warga Mesir untuk bisa berempati. Cukuplah kamu menjadi manusia saja." (Erdogan)

Berbagai komponen dan elemen masyarakat Indonesia dari berbagai penjuru kota dan propinsi hari ini, Jumat 16 Agustus 2013, akan turun ke jalan dalam Aksi Damai Solidaritas Kemanusiaan untuk Mesir.
Pembantaian rakyat sipil oleh junta Militer Mesir pada Rabu lalu (14/8) yang telah menewaskan ribuan dan melukai puluhan ribu membuat seluruh dunia mengutuk junta Militer yang telah mengkudeta Presiden sah Muhammad Mursi.
Ketua PBNU Said Aqil dan Ketua DMI Jusuf Kalla dalam keprihatinannya telah menyerukan Umat Islam untuk sholat ghaib bagi korban yang meninggal pada peristiwa pembantaian keji tersebut.
Dan hari ini, jutaan rakyat Indonesia yang cinta damai akan turun ke jalan menyeruakan solidaritas atas Bencana Kemanusiaan yang sangat memilukan itu.
Di ibu kota Aksi Solidaritas akan dimulai dengan sholat Jumat di Masjid Istiqlal dan dilanjutkan longmarch ke Kedubes AS dan PBB.
Di Yogyakarta, massa aksi akan berkumpul di Malioboro di depan gedung DPRD DIY pukul 13.00 dan dilanjut longmarch ke Titik Nol.
Solo,  Aksi Damai Solo untuk Mesir, kumpul di Sriwedari SIANG jam 1.
Bandung, start di PUSDAI jam 11.30.

Kota Pahlawan Surabaya ngumpul depan DPRD kota Surabaya. Jam 12.30. Jum'atan di TKP.
Di belahan Sumatera: Medan start shalat jum'at di Masjid Agung Medan. Palembang di Bundaran Air Mancur Masjid Agung. Pekanbaru, Aksi solidaritas Mesir di Tugu Selais depan kantor walikota, sholat Jumat di Masjid Arrahman. Lampung: aksi solidaritas Mesir 13.00, rute: masjid Taqwa-Tugu Gajah.
Di Sulawesi, Aliansi Rakyat Sulsel Untuk Mesir akan berkumpul di Flyover Km 4 Makassar.
Di Kalimantan, Pontianak Jam : 14.00 s.d selesai. Kumpul : Di Plaza MTQ Untan (ex cafe Nineteen).
Dan masih banyak lagi kota-kota tempat aksi
Read more »

Ketua PBNU: Umat Islam harus mendukung Mursi yang dipilih secara sah dan demokratis


JAKARTA -- Tragedi pembantaian massal terhadap warga sipil yang dilakukan militer Mesir tidak hanya cukup sampai sebatas keprihatinan. Umat Islam di seluruh dunia perlu melakukan suatu langkah konkret dalam berkontribusi.
Ketua PBNU, Said Agil mengatakan, setiap muslim wajib menunjukkan solidaritasnya kepada saudara-saudara mereka yang dibantai di Mesir.
Umat Islam yang diibaratkan dalam hadis sebagai satu batang tubuh, harusnya ketika satu anggota tubuh sakit, maka yang lain akan ikut merasakan.
Demikian juga halnya dengan tragedi pembantaian Mesir, umat Islam diseluruh penjuru dunia harus ikut merasakan dan ikut membantu hingga masalah tersebut segera tuntas.
"Kita wajib memberikan dukungan, sekurang-kurangnya melalui doa. Kekuatan doa itu sangat dahsyat," kata Said kepada Republika, Kamis (15/8).
"Saya menhimbau kepada umat Islam agar membacakan qunut nazilah disetiap shalat fardhu, bahkan di dalam khutbah Jumat. Doa untuk Mesir bisa dibacakan dalam doa khutbah kedua," sambungnya.
Said menambahkan imbauan ini telah dilaksanakan dan disosialisasikan oleh para da'i anggota IKADI di seluruh Indonesia. Pun, ia  mengimbau kepada umat Islam terutama kepada ormas-ormas Islam agar berperan aktif dan menjadi pelopor terdepan dalam menyuarakan solidaritas kemanusiaan bagi Mesir.
Ormas harus aktif mendesak pemerintah Indonesia agar menyatakan sikap. Indonesia sebagai negara dengan umat Islam terbesar di Dunia harus menampakkan perannya bagi Mesir.
Menurut Said, ada tiga hal yang menonjol dari tragedi kemanusiaan di Mesir. "Pertama kemanusiaan, apa yang mereka (Militer Mesir) lakukan telah mencedrai nilai-nilai kemanusiaan.

Kedua, anti-kudeta. "Jika Militer terus berjalan berarti membiarkan kudeta," papar Said.
Sedangkan yang ketiga, demokratisasi. Said menegaskan umat Islam harus mendukung Mursi yang dipilih secara sah dan demokratis.

*http://www.republika.co.id/berita/nasional/umum/13/08/15/mrkllt-ketua-pbnu-umat-islam-baca-qunut-nazilah-untuk-mesir
Read more »

Kamis, 15 Agustus 2013

ACT Akan Segera Kirim Tim Kemanuasiaan ke Mesir

SOS SYRIAdakwatuna.com – Jakarta.  Lembaga kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap (ACT) melalui akun Twitter resminya, 14 Agustus 2013 menyatakan akan mengirimkan tim bantuan kemanusiaan ke Mesir dalam rangka memberikan bantuan atas pembantaian pemerintahan kudeta pada pendukung presiden terpilih Mesir Muhammad Mursi.
“Kami segera kirim tim bantuan kemanusiaan ke Mesir, dunia berduka atas tragedi kemanusiaan di Mesir,” demikian pernyataan Dody  CHP ketua Tim SOS Egypt
ACT menyatakan bahwa masyarakat dapat menyalurkan bantuan kemanusiaan untuk Mesir melalui Bank BSM nomor rekening 1010005557, BNI Syariah nomor rekening 0096110239, Permata Syariah nomor rekening 701621239,  Muamalat nomor rekening 3040023015, dan BCA nomor rekening 6760300860, semuanya atas nama ACT.
Kondisi di Mesir dikabarkan sedang dilakukan jam malam selama satu bulan. Rumah sakit lapangan dan gudang obat telah dibakar oleh tentara dan polisi sehingga tenaga medis kesulitan memberikan bantuan.
Pun begitu, ambulans dan tenaga medis juga diancam pembunuhan jika memberikan bantuan medis pada pengunjukrasa yang terluka.
Juru bicara Ikhwanul Muslimin, Jihad Al Hadad menyampaikan bahwa sejumlah petugas medis di rumah sakit di Rabi’ah Al Adawiyah terjebak di lantai 3 rumah sakit, sementara polisi membakar lantai 1 rumah sakit. Demikian kondisi paramedis di Kairo.
Sebelumnya, menghadapi tragedi pembantaian di Rohingya dan Suriah, tim Aksi Cepat Tanggap telah mengirimkan bantuan kemanusiaan serupa. (sbb/dkw)
Read more »

Siap Syahid, Syaikh Salafy Terkemuka Mesir Akhirnya Bergabung dg Demo Pro Mursi


KAIRO - Dua ulama terkemuka Salafi, Syaikh Muhammad Hasan dan Syaikh Muhammad Husain Ya’qub bergabung dengan para pendukung presiden terpilih Mesir Muhammad Mursi di Lapangan Musthafa Mahmud, di distrik kelas atas Muhandisin, Kairo.

“Darah kami akan ditumpahkan sebelum kalian semua,” teriak Syaikh Muhamad Hassan kepada demonstran yang terus berada di alun-alun.

“Kami telah melakukan yang terbaik untuk menghindari pertumpahan darah,” katanya.

“Tapi hari ini, saya bergabung dengan kalian dalam protes damai untuk memberitahu kalian bahwa darah saya akan ditumpahkan sebelum darah kalian.”

Sementara itu, Syaikh Muhammad Hussein Yaq’ub, mengecam pembantaian di Rabi’ah al-Adawiyah Square dan Lapangan An Nahdhah, yang menyebabkan ratusan demonstran tewas dan terluka.

“Aksi duduk tidak akan berakhir, kami akan terus,” katanya.

Di lokasi ini, polisi kembali menyerang demonstran.

Syaikh Muhammad Hasan dilaporkan dirawat karena sesak nafas setelah polisi menembakkan gas air mata.

Sementara itu, Syaikh Dr Muhammad Al ‘Arifi selaku salah seorang anggota Persatuan Ulama Muslimin menyampaikan kecaman pada pelaku pembantaian, sebagaimana dilansir laman FJP.

“Wahai orang-orang yang menyokong pembunuhan dan membakar saudara kami di Mesir, aku bersumpah kepada Tuhan bahwasanya aku menasihatimu: Ingatlah Anda berdiri di antara tangan Allah dalam keadaan takut dan bertelanjangan, dan kamu akan ditanya tentang apa yang telah berlaku (akan ditulis penyaksian mereka dan kamu semua akan ditanya).”

Beliau berkata melalui laman”Twitter, “Wahai saudara kami di Mesir, darah kamu darah kami. Tiada siapa yang merelakan pembunuhanmu dan pembakaranmu kecuali musuh-musuh Islam dan musuh-musuh manusia.”

Ia mendoakan agar korban pembantaian menjadi syuhada’, “Semoga Allah menerima kesyahidan mereka, dan tetapkan pautan hati dikalangan keluarga-keluarga mereka.”
Read more »

 

KABAR DPC

KIPRAH KEWANITAAN