Rabu, 05 Juni 2013

Peluang PKS Memenangkan Pemilu 2014





Fajar Muhammad Hasan
Kompasioner




PKS memang tidak ada matinya

Saya buka kompasiana Beberapa menit yang lalu, yaitu pk 6 kurang sedikit. Sabtu 1 Juni 2013. Ternyata dari 5 artikel/tulisan yang teraktual 1-4 diduduki oleh yang mengandung kata PKS. Terlepas apakah artikel2 tersebut memuji, mengkritisi atau mencela.


PKS teraktual 1-4
PKS memang harus ditakdirkan berbahagia menjadi inspirasi kompasianer untuk membuat tulisan, baik positif atau negatif. Keadaan ini seharusnya menjadikan inspirasi bagi pengambil keputusan di PKS.
Positif atau negatif tetap saja ada nilai positifnya jika digali. Paling tidak kata PKS jadi sering nongol di kompasiana. Karena suatu parpol harus menaikkan popularitas sebelum elektabilitas. Popularitas menjadi salah satu isu penting dalam menaikkan elektabilitas karena tidak mungkin elektabilitas melebihi popularitas, atau dengan istilah lain dikenal maka dipilih.

Terpilih, Populer dan Pemilih
Fenomena di Kompasiana tersebut hanya salah satu indikator kalau PKS memang popular. Makin besar lingkaran merah maka makin populer (atau popular) suatu partai. Popularitas yang sempurna, atau lingkaran merah mendekati (menutupi) lingkaran hijau dalam sejarah politik di Indonesia hanya dimiliki Golkar. Dominasi selama puluhan tahun merupakan suatu alasan yang paling logis untuk menjelaskan hal itu.
Karena itu alangkah baiknya PKS mengambil sisi positif dari keadaan ini, yaitu memanfaatkan naiknya popularitas. Artinya tugas mengenalkan partai ke Pemilih sudah selesai. Bahwa ada kontestan yang memiliki nama PKS. Bahkan menjadi Top of Mind dari para Kompasianer (paling tidak diharapkan demikian juga pada pemilih).
Keunggulan menjadi Top of Mind adalah PKS akan dikenang, tidak hanya dikenal. Seorang anak disuruh ibunya membeli obat tetes mata Inst* (suatu merek dagang). Karena si anak sering melihat iklan iklan obat tetes mata Ait* (bedanya diawal kata INS dan AI) maka ketika anak tadi pergi ke Apotik dia bilang beli Ait*. Salah coblos atau salah coblos ini memang sangat sering terjadi karena Merek dagang Ait* menjadi pop up mind. Yang pertama kali diingat oleh pembeli adalah merek itu. Istilah pragmatis dari seorang marketing adalah “Tidak penting anda menganggap produk kami kelas 2, yang penting anda membeli produk kami”. Makanya selain ada strategi kualitas, dalam marketing kita kenal strategi harga. Harganya murah.
Jadi tugas selanjutnya masih cukup berat yaitu bagaimana pemilih itu mencoblos PKS di TPS pada 9 April 2014. Masih ada tiga (3) tugas yang harus diselesaikan oleh pengurus dan segenap kader PKS untuk menuju terpilih.
1. Memecah gelembung
Menjaga agar pemilih senantiasa ingat PKS, yaitu…
-Yang berani mengingatkan dan menjaga KPK agar tetap lurus sebagai lembaga pemberantas korupsi adalah PKS.
-Yang 100% anggota DPR ditingkat pusat tidak pernah kena kasus korupsi sampai saat ini adalah PKS
-Yang selalu melaporkan gratifikasi kepada KPK adalah PKS
-Yang selalu melayani dan membela kepentingan rakyat adalah PKS
… bisa ditambahkan. Penjelasan-penjelasan perlu dibuat secara sistematis dan massif (kepada seluruh pemilih) tentu saja dalam implementasi bisa berbeda2. Penjelasan ini diperlukan untuk memberi warna lain, sudut pandang lain,. Bahwa ada penjelasan dari sisi lain. Bahwa informasi yang ada itu tidak tunggal. Ada counter issue. PKS begini2 menurut si anu. Eh, menurut si inu kok begitu. Jadi tahap ini adalah tahap membuka wawasan. Setiap orang akan menerima lebih dari satu versi. Orang2 yang semula bersikap miringpun harus menerima juga ada versi lain selain yang diyakini.
Dalam teori Bubble, pemikiran seseorang itu dipengaruhi oleh informasi yang diterima. Jika informasi yang diterima adalah cenderung seragam maka informasi itu dianggap meyakinkan atau mendekati kepastian. Jadi fungsi dari memecah gelembung ini adalah memberi alternatif informasi tentang PKS. Tidak terlalu penting apakah pembaca percaya atau tidak yang penting sampaikan. Kalau ada 2 informasi miring tentang satu isu, maka berilah minimal 1 informasi, menjadi informasi ke 3. Sehingga orang tersebut berfikir, oh ternyata ada versi lain. Itu sudah cukup. Jangan biarkan masyarakat terbodohi dengan satu versi miring tentang suatu isu.
2. Meyakinkan pemilih dengan kelebihan PKS
Penjelasan saja mungkin tidak cukup. Karena informasi masuk dari semua lini. Melalui radio, TV, koran, gosip, dan banyak lagi media. Dalam tahap ini, kader PKS harus menjadi orang yang lebih dipercaya informasinya dibandingkan yang lain. Kalau ada informasi tentang suatu yang miring dari PKS. Kader berperan sebagai tempat klarifikasi, atau lebih bagus tempat rujukan. Untuk menjadi sumber rujukan memang harus ada sesuatu yang layak dipercaya, minimal :
-Kader PKS lebih dekat kepada pemilih. Jadi 1000 informasi yang lain akan menjadi tidak berguna jika kader PKS secara pribadi lebih dekat dan lebih dipercayai oleh masyarakat.
-Informasi yang dibawa masuk akal dan menenteramkan. Informasi hasutan memang mudah membakar, tapi informasi yang masuk akal dan menenteramkan akan lebih bertahan lama. Jelaskan secara meyakinkan tentang suatu isu sehingga memang penjelasan itu lebih bisa diterima. Sebagai contoh penggunaan TPPU oleh KPK, hampir semua pengamat mengatakan KPK bertindak melampaui hukum. Kumpulkan kliping, video, dan artikel2 dari pengamat yang kredibel.
-Cara lain untuk meyakinkan adalah dengan tindakan. Kader yang biasa memberi pengajian tetap melakukan aktivitasnya. Kader yang biasa baksos dan membantu masyarakat tetap melakukan aktivitasnya. Tidak ada atau sedikit sekali orang yang akan menolak kebaikan. Dan ini seperti menjadi rahasia, mengapa orang kaya yang suka memberi bantuan lebih dihormati daripada orang miskin yang tidak meminta-minta.
3. Menjaga keyakinan dan semangat bahwa PKS adalah pilihan yang paling, dan harus dibantu dengan cara vote.
Paling disini bisa dimaknai paling masuk akal, paling realistis dan sebagainya.  Sehingga tidak ada alasan untuk berpindah ke lain hati.
Hal pertama dari menjaga keyakinan disini adalah menjaga komunikasi dan kedekatan. Jangan sampai mereka yang sudah yakin untuk memilih PKS dipengaruhi oleh hal yang tidak2, berita tidak jelas dsb. Hal kedua adalah memastikan mereka memilih di TPS.
Meskipun meyakini bahwa PKS memang paling layak namun jika tidak datang di TPS atau tidak punya hak pilih atau tidak mengurus haknya, tidak akan bermakna bagi bertambahnya suara PKS. Dukungan berupa yang lain memang penting namun dukungan sesuai dengan waktunya adalah sangat penting. Artinya para pemilih yang sudah yakin untuk memilih PKS harus dijaga dan diperjuangkan agar :
- Suaranya tidak hilang karena ternyata tidak terdaftar di DPS
-Perlu motivasi untuk datang ke TPS, dukungan nyata adalah mencoblos
Sebagai kata akhir…….
Yang perlu disadari dengan baik disini adalah poin2 itu lebih terkait dengan pemilih bukan orang yang menjelaskan. Maksudnya bagi sekelompok orang (misalkan A) bisa jadi masih pada tahap 1. Namun dalam saat yang bersamaan sekelompok orang lain (misalkan B) sudah pada tahap 2. Jadi kalau ada yang mencaci maki PKS, tugas kita hanya menjelaskan versi PKS. Diterima atau tidak bukanlah masalah besar, toh mereka sudah masuk dalam lingkaran PKS. PKS sudah menjadi Top of Mind mereka. Kita hanya berusaha memecah gelembung, memberi versi lain. Bukan membalas dengan kata2 yang sama kotornya. Karena kata2 kotor itu bisa jadi justru pancingan agar mereka yang sudah di tahap 2 mundur ke tahap 1. Yang rugi adalah PKS. Toh para pencaci itu tidak akan rugi apapun terhadap tindakan kader/simpatisan PKS. Tindakan apa yang akan kita lakukan kontrol penuh ada pada diri kita. Respon pemilih adalah sepenuhnya juga dibawah kontrol pemilih. Salah tindakan dari kita, resiko ada pada kita. Dan khawatirnya menjadi bahan penilaian dari para pemilih.
Membawa orang dari tahap 1 ke tahap 2 bukanlah mudah, tindakan ini adalah tindakan memperluas lingkaran biru. Seberapa besar lingkaran biru, itulah suara yang diperoleh PKS. Bertindaklah rasional karena sesungguhnya tindakan kita itu sangat berpengaruh terhadap lingkaran biru kita.

Selamat bekerja untuk memenangkan pertarungan.

————
edit pk 20:46, Semua yang teraktual ada kata PKS


PKS memang tidak ada matinya.....


:D :D :D


*http://politik.kompasiana.com/2013/06/01/peluang-pks-memenangkan-pemilu-2014-561415.html

0 komentar:

Posting Komentar

 

KABAR DPC

KIPRAH KEWANITAAN