Rabu, 17 Juli 2013

New York Times Ungkap Agenda Tunggal Menghancurkan IM

A supporter of former President Morsi read the Koran in Cairo

Kehidupan di Kairo tiba-tiba membaik. Antrean panjang untuk membeli bahan bakar tak terlihat, listrik yang dulu sering putus kini lancar menyala, dan polisi kembali bertugas di berbagai ruas jalan.

Ini semua terjadi ketika Presiden Mohammad Morsi digulingkan dan para menteri ditahan. Apa yang sebenarnya terjadi? Mengapa terjadi perbaikan hanya dalam waktu sekejap mata?

Menurut surat kabar Amerika Serikat The New York Times (NYT), 'keajaiban' ini bisa dimungkinkan karena ada peran penting aparat dan birokrat dari era Mubarak yang masih kuat menopang roda pemerintahan Mesir.

Baik disengaja atau tidak 'orang-orang lama' ini mengambil peran menentukan dalam mengubah kualitas kehidupan rakyat di bawah kepemimpinan Morsi.

Para pendukung Morsi dan Ikhwanul Muslimin mengatakan kehidupan rakyat yang tiba-tiba membaik ini menunjukkan ada konspirasi untuk menjatuhkan Morsi. Ada keinginan kuat untuk mengesankan bahwa Morsi telah gagal dan tak layak memimpin negara, kata pendukung Morsi.

Menjelang pelengseran Morsi, hampir semua badan negara yang mengurusi hajat hidup banyak seperti lumpuh. Polisi tak terlihat keberadaannya. Ketiadaan bahan bakar minyak, listrik, dan rasa aman membuat publik marah dan frustrasi.

“Itu semua adalah persiapan untuk kudeta,” kata Naser el-Farash, juru bicara di Kementerian Perdagangan Dalam Negeri di pemerintahan Morsi.

“Berbagai badan dan lembaga pemerintah berperan menciptakan krisis,” tambahnya.

The New York Times juga mencermati 'kekuatan-kekuatan' lain yang bekerja di balik layar. Mereka ini, di antaranya kalangan mapan yang dekat dengan Mubarak dan sejumlah jenderal, membantu membiayai, mengorganisir, dan menjadi penasehat gerakan untuk menumbangkan Morsi.

Beberapa nama yang masuk dalam kelompok ini di antaranya adalah Naguib Sawiris, miliuner dan penentang Ikhwanul Muslimin, Tahani el-Gebali, mantan hakim di Mahkamah Konstitusi yang dekat dengan para jenderal yang sekarang berkuasa, dan Shawki al-Sayed, penasehat hukum Ahmed Shafik, perdana menteri terakhir Mubarak, yang dikalahkan Morsi di pemilihan presiden.

Dari tanda-tanda konspirasi ini, yang paling kasat mata adalah munculnya kembali polisi ke jalan-jalan.

Hubungan Morsi dan institusi polisi memang tak bisa dikatakan baik dalam setahun ini. Upaya Morsi mereformasi Departemen Dalam Negeri (tempat kesatuan Polisi berada) belum bisa dilakukan sepenuhnya.

Padahal polisi sangat diperlukan dari mulai mengatasi kejahatan hingga membantu melancarkan lalu lintas yang macet. Pada intinya polisi berperan penting meningkatkan kualitas kehidupan sehari-hari dan juga di bidang ekonomi.

Tapi polisi menghilang sampai kemudian muncul aksi protes menentang Morsi.

Tiba-tiba saja mereka berada di jalan-jalan ikut mengamankan kelompok anti-Morsi.

Dan tiba-tiba saja muncul baliho dengan tulisan yang berbunyi, “Keamanan Anda adalah misi kami. Keamanan Anda adalah tujuan kami.”

Baliho ini dilengkapi foto besar polisi yang dikelilingi anak-anak yang tersenyum.

Ketika Mubarak dilengeserkan setelah 30 tahun berkuasa, birokrasi yang ia bangun sebagian besar masih bertahan. Masih banyak pula kalangan pengusaha, salah satu pilar penting rezim lama, masih punya kekayaan dan pengaruh.

Mereka ini mendukung dan ikut mengatur gerakan dan kampanye sistematis melengserkan Morsi.

Mereka disatukan agenda yang sama: tidak ingin melihat Mesir dipimpin Morsi dan Ikhwanul Muslimin.***

__
*Diolah oleh admin @PKSInggris dari artikel New York Times: “Sudden Improvements in Egypt Suggest a Campaign to Undermine Morsi” yang bisa diakses di http://nyti.ms/1aLx32A
Read more »

Label : TV Israel: Al-Sisi dan El-Baradei "laporan" ke Israel sebelum dan sesudah kudeta


Analis militer Israel Roni Daniel mengungkapkan pada hari Minggu (14/7) bahwa Jenderal Abdul Fattah al-Sisi-memberitahu Israel usahanya untuk menyingkirkan Presiden Mohamed Morsi tiga hari sebelum kudeta.
Berbicara ke saluran TV Israel 2, Daniel mengatakan bahwa Al-Sisi meminta Israel untuk memantau gerakan Islam Palestina Hamas, yang menguasai Jalur Gaza.
Dia mengatakan Al-Sisi takut Hamas, tapi rasa takutnya memudar setelah ada jaminan Israel bahwa segala sesuatu di Gaza telah berada di bawah pengawasan ketat. Israel menyarankan Al-Sisi untuk menghancurkan terowongan.
Daniel menegaskan bahwa kudeta militer di Mesir berguna untuk Israel dan telah menjadi "kebutuhan mendesak" untuk Israel dan keamanannya.
Analis militer ini tidak ragu-ragu untuk mengkonfirmasi berita tentang kontak antara Al-Sisi dan Mohamed El Baradei dengan pejabat pemerintah Israel.
Dia mengatakan bahwa El-Baradei bertemu Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sekali sebelum kudeta dan lagi setelah kudeta. Menurut Daniel, Israel berjanji pada Al-Baradei untuk membantu lobi untuk pengakuan Barat dengan pemerintah baru (setelah Morsi).
Tentara Mesir mulai menghancurkan terowongan Gaza beberapa hari sebelum kudeta terjadi. Terowongan adalah jalur kehidupan utama bagi warga Gaza setelah diblokade Israel didukung secara internasional sejak tahun 2006.

*http://www.middleeastmonitor.com/news/middle-east/6575-al-sisi-informed-israel-of-the-coup-three-days-prior
Read more »

Erdogan Tolak Bertemu El Baradei. "Turki tidak tahu presiden sah Mesir, selain Mursi"


Perdana Menteri Turki Recep Tayyip Erdogan menolak pertemuan dengan Muhammad El Baradei, pemimpin Front Keselamatan yang kini menjadi wakil Presiden Interim Urusan Luar Negeri, dan merupakan salah satu dalang kudeta militer pada presiden terpilih secara sah Dr Muhammad Mursi, Islam Memo melaporkan 16 Juli 2013.
Surat kabar Ocksham, melaporkan bahwa Erdogan menolak pertemuan tersebut karena melihat hal tersebut sebagai upaya oleh El Baradei untuk melegitimasi kudeta terhadap Presiden Mursi, dimana secara tegas Erdogan menolak kudeta tersebut dan menekankan bahwa Turki tidak tahu presiden sah Mesir, selain Mursi.
Presiden Turki Abdullah Gul juga menolak pada hari Senin, pesan tertulis dari Adli Manshur, yang diangkat oleh pemimpin militer Abdul Fatah As Sisi dalam rangka pengiriman duta besar Mesir di Ankara. Hal itu dilakukan sebagi bentuk penolakan untuk mengakui legitimasi pemerintahan baru di Mesir, sembari mengatakan: “Kami tidak tahu presiden (Mesir), selain Mursi.” (fimadani)
Read more »

Akhwat IM: "Kemenangan, Hanya Perlu Kesabaran Sejenak!"


Kemenangan, Hanya Perlu Kesabaran Sejenak!
(Belajar dari Demonstran Ikhwanul Muslimin)

By: Nandang Burhanudin
*****

Dalam keadaan menjadi objek penindasan yang masif, terstruktur, dan deras bertubi-tubi. Di medan juang, diserang-dikepung-dilempari kaum Kristen dan aparat. Di media, dituduh menebar bohong-transaksi seks-hingga teroris. Di medan dakwah, dituduh "menjual agama", antisyariat, hingga digunting dalam lipatan oleh kaum Salafy proSaudi.
Saat himpitan bertubi itu, kita menemukan oase keimanan dari jamaah Ikhwanul Muslimin, yang 60 tahun berjibaku melawan penindasan-pembonsaian-hingga pembunuhan.
Tulisan karya muslimah Ikhwanul Muslimin 'Izzat Mukhtar, sangat menenangkan dan memancarkan aura optimisme. Judul tulisan itu adalah; "Innaman Nashru Shabrun Saa'ah" (Kemenangan/Pertolongan Allah Hanya Perlu Kesabaran Sejenak).

Berikut isi tulisannya:

"Kita seringkali menasihati Ikhwan di Palestina dan Syiria yang tengah dirundung suasana nestapa. Namun, iradah Allah menghendaki kita untuk belajar langsung dari proses aksi nyata. Bahwa pertolongan Allah hanya perlu kesabaran sejenak. Sejenak kita bersimpuh merendahkan jiwa kita di hadapan Allah, Rabb kita.

Sejenak kita larut dalam lapar dahaga di tengah terik matahari yang membakar, dalam keadaan berpuasa, hingga saat itu kita mampu mempersempit sel-sel ruang gerak syetan.

Sejenak kita lelehkan semua dosa-dosa dan gugurkan kesalahan-kesalahan kita, seiring dengan bercak-bercak darah yang tercecer saat rukuk dan sujud.

Sejenak kita cucurkan airmata dalam isak tangis ketakutan kepada Allah, di saat kedua mata kita tak pernah lelah terjaga dalam perjuangan di jalan-Nya.

Sejenak kita lejitkan diri dan luhurkan jiwa dalam sebenar-benar tawakal. Jangan biarkan diri terkecoh melihat kemenangan dari segi sebab semata, namun melupakan Allah Maha Penyebab segala hal.

Sejenak pejuang Al-Haq kembali belajar dari kesalahan di masa lalu, untuk kemudian mengubah nahkoda.

Sejenak pejuang Al-Haq akan melihat topeng-topeng kebatilan terkuak. Maka tak akan ada lagi yang tersisa pejuang imitasi, pendusta, ahli retorika, dan bermuka dua dalam shaf perjuangan kita.

Sejenak pejuang Al-Haq akan diperlihatkan, ketika kebatilan mencapai titik puncaknya, maka akan terungkap seluruh aurat, kebusukan, dan aib, hingga tidak ada yang tersisa di belakang kebatilan selain kaum munafik.

Sejenak pejuang Al-Haq akan merasakan kesempitan di atas kesempitan, hingga hati seakan mendekati tenggorokan, dan di saat itu kita sadar hanya Allah tempat mengadu.

Sejenak kita teguhkan agar jiwa-jiwa kita selalu menganggap sama antara kematian dan kehidupan, antara syahid dan kemenangan, dan kita dorong untuk mencium bau surga.

Itulah saat-saat yang ditunggu, waktu sejenak yang dinanti. Hujamkanlah ia dalam diri kita. Hanya sejenak saja kita akan meraih pertolongan Rabbani, dimana kita tak akan pernah kalah setelahnya sama sekali.


Bandung; Adzan Maghrib, 6/07/13
Read more »

 

KABAR DPC

KIPRAH KEWANITAAN