Jumat, 26 April 2013

Hidayat Sampaikan Duka dan Doa atas Meninggalnya Ustadz Jefry Al Buchori

Jakarta – Ustadz Jefry Al Buchori atau biasa disapa Uje meninggal dunia dalam sebuah kecelakaan sepeda motor di Pondok Indah, Jakarta Selatan, Jumat (26/4/2013) dini hari.
Belum jelas penyebab kecelakaan tersebut. Namun, Twitter TMC Polda Metro Jaya pada pukul 03.02 WIB, menginformasikan kecelakaan pemotor Kawasaki E650 B 3590 SGQ menabrak pohon di Jl. Gedong Hijau 7 Pondok Indah, korban meninggal dan masih dalam penanganan.
Atas berita wafatnya Ustadz Jefry Al Buchori, Hidayat Nurwahid, Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) lewat akun twitternya @hnurwahid mengucapkan belasungkawa dan doa buat almarhum...

Innalillahi..., sahabat kita yg baik Ust Uje AlBuchariy tlah wafat, kita berduka & berdoa; Allahumaghfirlahu warhamhu wa'jal jannata matswahu. amin.
Read more »

Kekuasaan Yang Bicara, bukan (hanya) Membicarakan Kekuasaan


Ini cerita beberapa tahun silam di kota kami. Seorang Da’i muda yang punya pesantren dan santri yang setia. Sang Kiyai muda ini geram dan resah terhadap fenomena judi dan kemaksiatan  yang sudah mengakar di kotanya dan sangat sulit diberantas. Berbagai upaya dilakukan untuk melakukan nahyi munkar, bersama santri dan elemen umat Islam lain dengan melakukan demo, pengalangan opini, dll.
Namun semakin keras upayanya, semakin keras pula serangan balik yang dilakukan oleh para pelaku kemaksiatan. Demo, sweeping, yang hampir didukung oleh semua elemen umat islam waktu itu tak mampu memberantas judi (waktu itu Togel). Sampai akhirnya sang kiyai berhadapan dengan satu kenyataan yang terangkum dalam keluhannya: ”Susah, ternyata semua terlibat.....” ah, sebuah kenyataan pahit, karena semua kalangan sudah dicocok mulutnya dengan uang. Tak peduli aparat bahkan mungkin ada oknum dari kalangan ahli agama juga yang dicocok mulutnya.
Tahukah kita, bahwa beberapa bulan kemudian judi yang sangat susah diberantas itu ternyata bisa total diberantas hanya oleh satu orang. Orang itu adalah Kapolri (tidak perlu saya sebutkan namanya). Kiyai dengan ribuan santri, umat Islam dengan jutaan massa tak bisa memberantas kemunkaran kalau tak punya kewenangan dan kekuasaan. Tapi satu orang yang berwenang dan punya kekuasaan bisa memberantas itu dalam satu perintah saja.
Jika negeri ini masih jauh dari ideal sebagai negeri Islami, bukan berarti kita biarkan negeri ini dikelola oleh para bajingan. Kalau anda mengutuk para penguasa, 150 juta umat Islam mengutuk pun tak kan ada pengaruhnya kalau mereka yang berkuasa. Faktanya, 32 tahun orde baru berkuasa, umat Islam tak punya tenaga, bahkan untuk mengumpulkan kekuatan.
Kini semua terbuka lebar. Kesempatan untuk memperbaik negeri ini ada pada tangan para mujahid yang siap berkorban. Politik itu kotor dan menyeramkan ya ! dan resiko itu hanya bisa dipikul oleh mereka yang siap berperang. Dihina, dicemooh bahkan dibunuh karakternya adalah bayaran yang harus diterima dalam peperangan ini.  Tetapi, kita sudah melangkah, tak mungkin lagi berbalik ke belakang.
Kita tahu, banyak yang ingin melihat kita hancur, bahkan termasuk yang seharusnya menjadi kawan dan menjadi penolong. Tetapi jika keyakinan bahwa kita berada di jalan-Nya masih ada, maka Hasbunallah wa ni’mal wakiil....

from bandung with love

*by Ahadi
Read more »

"Kecewanya saya dengan PKS" | Curahan hati kader bawah.. Semoga dibaca para Petinggi PKS



Kecewanya saya dengan PKS

Begitulah perasaan yang mewakili hati saya sekian tahun kebersemaan saya di PKS.
Kekecewaan demi kekecewaan telah membuat saya terus berfikir dan merenung apa yang bisa saya lakukan untuk memperbaiki kondisi bangsa Indonesia.
Diawali kekecewaan yang katanya para Aleg PKS gaya hidupnya sudah berubah, dekat dengan kesenangan duniawi. Tapi oh ternyata infaq mereka jauh dan jauh lebih besar berkali-kali lipat dari saya. Langsung saja saya kecewa ternyata infaq saya masih terbilang recehan, pantaslah mereka Allah berikan harta yang lebih banyak. Tapi dari yang sekian banyak anggota dewan yang Allah berikan harta, masih banyak saya kenal dekat anggota DPR&DPRD hidupnya jauh lebih sederhana dari saya. Ya, lebih sederhana, karena untuk sekedar biaya berobat anaknya pernah tdk memiliki uang, belum lagi kesederhanaan istrinya yang menjadi contoh teladan buat saya. Jelas saya kecewa, karena lagi-lagi saya belum mampu mengikuti jejak ketawadhuan mereka. Malu sambil menutup muka.
Kemudian saya kecewa lagi, karena ternyata Anggota DPR saya kedapatan nonton video porno (kata media), geram luar biasa saya ini sebagai kader PKS. Bagaimana tidak, selama ini kami begitu gigih memperjuangan golnya UU Pornografi agar bisa disahkan dan untuk mencegah degradasi moral. Lagi-lagi saya kecewa,karena dalam hitungan 1 hari setelahnya Aleg DPR tsb dengan bijak mengundurkan diri. Setelah berapa lama kemudian saya bertemu dengan beliau, akhirnya saya paham yang terjadi sebenarnya. Jauh dari kebenaran media yang memberitakan, bahkan sikap mengundurkan dirinya sepi tak terdengar.
Belum sampai disini kekecewaan saya hadir lagi pada PKS. Saya kecewa, kok ya pemimpin PKS pada ramai-ramai melepas jabatan strategis mereka di Partai, alias tidak merangkap jabatan karena mereka telah diberi amanah sebagai pejabat publik. Semisal Ustadz Nurhmahmudi, Ustadz Hidayat, Ustadz Tifatul, Ustadz Salim, dll melepas jabatannya di partai tanpa perlu merasa khawatir keberadaan mereka menjadi terganggu. Jelas kekecewaan saya bertambah, ternyata para pemimpin ini mengajarkan bahwa amanah publik tidak bisa dianggap main-main atau disambi. Kok kecewa? Ehm, kecewa karena contoh-contoh kebaikan ini jarang terdengar media. Malah yang lain sibuk berlomba-lomba mengamankan posisinya agar tetap strategis :)
Jumlah kami yang sedikit diparlemen, baru 57 dari 560 aleg DPR telah membuat saya kecewa. Kecewa kalau 57 orang saja sudah bisa 'menggigit' dalam mengawasi kinerja pemerintah. Dari mengusahakan UU Pornografi, mengusung hak angket pajak, hak angket century yang terakhir lebih seru saat berani menjadi satu-satunya partai koalisi bersikap tegas menolak kenaikan BBM. Kecewa dengan jumlah sedikit itu karena sudah berhasil mengajak dan melegislasi beberapa kepentingan masyarakat. Seperti sekarang ini yang nyaris sulit gol adalah RUU Jaminan Produk Halal, dll nya. Walaupun akhirnya PKS dengan segala perjuangannya diparlemen membuat kehilangan satu kursi menteri strategisnya. Ya, kecewa karena demi kepentingan masyarakat lagi-lagi PKS tidak khawatir akan kehilangan kursi menteri. PKS bersama rakyat, itu ucapan yang saya ingat yang disampaikan oleh Ustadz LHI saat beliau masih menjabat sebagai Presiden PKS. Jawaban seorang presiden yang bijak, yang mengutamakan kepentingan masyarakat dibandingkan kursi menteri untuk partainya.
Kekecewaan saya ternyata tidak sampai disana, disaat kami semua kader PKS sedang bersiap-siap untuk bergerak memenangkan Pemilu, diantara kerja-kerja kami di masyarakat. Lagi-lagi Partai Dakwah ini, yang mengusung nama Islam sebagai azas kami ditimpa musibah, ujian, cobaan yang sampai menusuk jantung (kalau bisa didramatisir nih berita). Bagaimana tidak, Presiden PKS kami disangkakan menerima suap 1M dari pengusaha terkait Impor sapi. Kecewa saya lagi-lagi, karena dengan sigap tanpa perlu pembuktian yang bertele-tele, Ustadz LHI lantas mengundurkan diri.

Sampai hari ini saya masih kecewa, ya karena tudingan sana-sini yang begitu keji masih sulit terbukti oleh KPK. Padahal sudah berhari-hari Ustadz LHI dipenjara sana, namun itulah berkah bagi aktivis dakwah bukan kekesalan dan mendendam, justru dipenjara Ustadz LHI bercerita hapalannya qur'annya malah bertambah. Jauh dari saya yang diluar sini, hapalan malah gak nambah-nambah.

Kecewa lagi saya dibuatnya, kalau Ustadz kami telah mengajarkan arti kemuliaan dalam menghadapi persoalan dengan baik. Setelah ujian yang menimpa Ustadz LHI, dalam hitungan hari lagi, Presiden PKS kami diganti oleh Ustadz Anis Matta. Bahkan yang membuat saya lebih kecewa, beliau langsung mengundurkan diri. Melepas jabatannya yang strategis sebagai wakil DPR untuk menyelamatkan prahara ini (bahasa media, lagi-lagi). Saking ingin memastikan kondisi kadernya diseluruh Indonesia, dalam hitungan hari Presiden PKS dan jajarannya langsung berkunjung ke kader-kader seluruh di Indonesia. Beliau ingin menyampaikan, bahwa prahara ini harus berlalu, harus terus dikawal kerja-kerja kita ini untuk masyarakat dengan terus memberikan cinta dan menghadirkan harmoni yang menyejukkan bagi seluruh bangsa Indonesia.
Terkagum-kagum masyarakat dibuatnya atas sikap dan pidato politik, sudah terlalu banyak yang terkesima atas sikap simpatik beliau dimedia televisi. Dimulai dari saya, orangtua saya, tetangga bahkan kurir langganan saya siap bergabung menjadi kader PKS.

Kekecewaan yang bertambah ini, karena bukannya kader PKS membubarkan diri atau membakar bendera di kantor DPC/DPD, yang ada saya malah menerima banyak pesan melalui ponsel saya untuk kembali bergabung dalam barisan dakwah ini. Ternyata kekecewaan saya ini malah membuat macan tidur kembali dari tidur panjangnya dengan banyak menggerakkan kembali semangat-semangat kader untuk lebih bekerja dengan tulus untuk masyarakat.

Alhamdulillah, diantara kekecewaan yang banyak ini Allah memberikan anugerah berupa kemenangan pilkada dibeberapa daerah. Padahal saat itu, bisa dibilang kondisi kader pada kondisi yang paling lemah. Namun ternyata Alhamdulillah, bukan kelemahan yang berkepanjangan namun justru menjadi titik balik dalam kebangkitan.
Sampai saat ini saya masih juga kecewa, karena berkali-kali Menteri Pertanian kami dipanggil KPK. Dipanggil untuk terus dimintai keterangannya. Padahal sudah jelas, kuota impor daging sapi dan buah dari AS dan Australia dikurangi dalam jumlah yang sangat besar. Kalau Ustadz LHI, mau menerima suap harusnya bukan dikurangin ya kuotanya. Justru malah ditambah, agar besar suap itu semakin besar. Ternyata oh ternyata selalu saja ada kepentingan bisnis yang membuat kasus ini semakin tidak jelas arahnya. Kecewa yang terus ada melihat bagaimana perlakuan hukum itu berbeda satu dengan yang lainnya. Antara Presiden Partai kecil dengan Ketua Umum Partai besar, yang satu dalam hitungan jam tanpa uang suap ditangan sudah ditangkap. Sedangkan yang dari Partai besar malah sudah terima mobil & dikembalikan, namun kenyataannya sampai sekarang masih bisa twiterran di social media dan plesiran ke Bali.
Kecewa tambah berat saya dengan partai islam ini, karena katanya PKS mengusung caleg non muslim. Udah sesat katanya PKS, karena hal ini. Hello, aleg non muslim dari PKS itu udah lama dari tahun 2004 kalau tidak salah. Ya, itu terjadi di daerah minoritas muslim. Dimana muslim disana hanya 1%, tapi ehm kok ya menarik banget dicermati. Kalau yang non muslim saja simpatik dan mau bergabung dengan PKS. Boleh donk ditanya kenapa? Kenapa yang non muslim bisa bekerja sama, malah lebih memilih bergabung dengan kami yang notabene hanya partai kecil disana. Kenapa caleg-caleg non muslim, itu tidak bergabung dengan partai besar nasionalis lainnya? bukankah peluangnya lebih besar dibandingkan dengan kami? Ya itulah, ketika PKS berhasil membuktikan. Bahwa keberadaan kami sebagai Partai Islam bukan lantas menjadi ancaman, namun menjadi pembuktian, kalau kami partai islam kecil disana bisa diajak kerjasama yang tunjuannya memberikan manfaat yang luas bagi kepentingan masyarakat. Itulah ketika ayat-ayat suci dalam Alqur'an telah diterjemahkan dengan nyata dengan baik. Karena memang tidak perlu ada yang dikhawatirkan memang, ketika Allah memberikan PKS memimpin negeri ini. Kerja nyata yang didasari cinta yang menunjukkan Islam sebagai Rahmatan lil Alamiin.
Miris memang negeri ini, negeri yang begitu kaya sumber daya alam. Memiliki banyak anak bangsa yang mumpuni diberbagai bidang, yang teah bertindak nyata namun jauh dari penghargaan. Namun, karena inikah terus kita semua jadi kecewa? meratapi nasib, bersungut-sungut menyesali keadaan, berteriak-teriak tanpa banyak berbuat. Ya saya kecewa, namun kekecewaan saya tidak akan diartikan dengan perbuatan yang sama. Saya akan mengartikan kekecewaan ini dengan kerja yang tulus untuk masyarakat, menghadirkan cinta dengan makna terus memberi dan memberi yang bisa saya miliki. Tanpa perlu peduli, mereka ada di barisan yang memilih PKS atau tidak. Karena bagi kami di PKS, sungguh indah harmoni anak bangsa yang saling bahu-membahu memberikan karya nyata hingga hasil kerja tersebut dapat dinikmati kelak oleh generasi penerus negeri ini.

Cinta|Kerja|Harmoni




by Nurliani Ummu Nashifa
Jakarta



*http://www.facebook.com/nurliani.ummunashifazhafira/posts/10200501860241707
Read more »

Kader PKS Papua bicara tentang "Caleg Non-Muslim & Tantangan Dakwah Papua"




Sebenarnya saya malu mau menuliskan ini, belum banyak yang bisa saya perbuat untuk dakwah  dan saya juga tidak jago dalam menulis. Tapi melihat banyaknya kesalahpahaman kenapa PKS mencalonkan Non-Muslim di daerah Indonesia Timur. Kalau menurut saya ini isu biasa aja, tapi bagi sebagian orang mungkin ini isu yang cetar membahana layaknya Indonesia mau kiamat. Segala argumen dengan nada menyerang bertebaran di kolom komentar untuk postingan Dakwatuna pagi ini.
Saya sudah setahun berada di Papua tepatnya daerah Pegunungan Tengah di salah satu kabupaten pemekaran dari Jayawijaya, daerah yang sering dilanda konflik, daerah dengan jumlah muslim minoritas. Jangankan bicara jumlah kader, jumlah Muslimnya saja masih sedikit. 
Awal kesini saya menemui ketua DPW PKS Papua ustd. Danang untuk menanyakan siapa ikhwah dan kelompok liqo yang bisa saya temui di Kabupaten tujuan. Berharap akan gabung dengan kelompok liqo baru eh ternyata ikhwah dalam 1 kabupaten itu hanya 1 orang, beliau bekerja di salah satu perusahaan tambang. Bahagianya luar biasa ketika bertemu dengan ikhwah di tengah hutan belantara ini, rasanya menemukan sebongkah emas, jangankan bertemu ikhwah bertemu muslim saja sudah luar biasa senangnya. 
Mesjid hanya satu dalam 1 kabupaten yang begitu luas, itupun belum boleh adzan dengan menggunakan pengeras suara. Ke Mesjid perlu naek ojek biar tidak terlambat atau pergi 1 jam sebelum adzan biar gak telat shalat berjamaah karena komplek saya tinggal ada sekitar 3 KM jaraknya ke Mesjid. Jika kangen dengan suara adzan, ya kita putar melalui HP di rumah. Alhamdulillah itu masih kami syukuri karena masih ada mesjid meski cuma 1, ada tempat berkumpul dengan masyarakat Muslim lainnya. Di Kabupaten lain malah ada yang belum punya mesjid. 
Untuk agenda pengajian mingguan (Halaqoh) ikhwah harus rela menuju ke kabupaten tetangga, jangan bayangkan aksesnya mudah seperti di Jakarta yang dengan mudah kapan saja kita mau bisa berangkat, tak ada jalur darat semua jalur udara. Pertama kali mengikuti halaqoh dengan kawan-kawan ikhwah di pegunungan, saat perkenalan si A dari kabupaten ini, si B dari kabupaten itu. Luar biasa.
Itulah sekilas tentang kondisi kami di daerah minoritas di belantara Papua. Kita kembali ke masalah kenapa PKS mengusung calon yang Non-Muslim? Begitu munafiknyakah partai ini? Begitu rakusnyakah partai ini dengan kekuasaan? Melihat komen-komen itu saya sendiri miris melihatnya. Seperti daerah yang saya tinggal jumlah muslim kurang dari 1% apakah kita ngotot untuk memimpin yang mayoritas Non-Muslim, barangkali mereka juga gak mau dipimpin oleh yang muslim 1 % itu. Mereka juga berhak dipimpin oleh yang seaqidah dengan mereka. Sama halnya misalnya kita di daerah yang mayoritas 99% Muslim, apakah kita mau dipimpin oleh yang minoritas 1 %? Janganlah kita samakan dengan DKI Jakarta, itu kondisi antara langit dan bumi. Lagian seandainya PKS tetap ngotot mengajukan kader untuk maju, apakah ada kader yang bersedia? Saya sendiri lebih nyaman berdakwah melalui profesi saya ketimbang jadi anggota dewan, saya belum sanggup mengemban amanah yang begitu besar disini, tantangan yang luar biasa apalagi disini kalau sudah masalah politik penyelesainnya bukan ke pengadilan tapi perang suku. Coba kawan-kawan googling berapa banyak konflik politik disini yang berakhir perang antar suku. Disinilah keliahaian PKS untuk meminimalisir mudharat dengan menempatkan Non-Muslim di Dewan tapi yang mampu melindungi ummat Islam minoritas dan memberikan gerak untuk dakwah.
Secara psikologis masyarakat Papua juga lebih nyaman ketika mereka dipimpin oleh masyarakat asli ketimbang pendatang dan di tempat saya tak 1 pun orang asli Papua yang Muslim. Masih memaksakan orang Islam untuk naek?
Untuk komentar-komentar yang mennyatakan "kader bawah kasihan diperalat, kasihan kader bawah dibodohi". Kader bawah yang mana? Secara struktural saya tidak menjabat di PKS, saya juga tidak memiliki KTA PKS, saya hanya mengaji dengan orang-orang PKS. Saya tidak merasa dibodohi, apalagi merasa kasihan kepada saya. Jika saya dimanfaatkan untuk kebaikan oleh PKS, ya silahkan saja. Kalau memang benar-benar kasihan kepada kami disini, kesini yuk berdakwah di belantara Papua ini agar jumlah ikhwah cepat bertambah dan kerja-kerja dakwah ini lebih mudah. Saya salut dengan ikhwah yang berdakwah sudah puluhan tahun disini tanpa ingin kerja-kerjanya diketahui oleh dunia luar sana, ada yang sudah mendirikan sekolah Islam Terpadu, mendakwahi masyarakat pedalaman, tak ada mengeluh mereka hanya bekerja dengan cinta dan harmoni.
Do’a kan kami untuk bisa tetap istiqomah, melayani masyarakat dengan sepenuh hati, memberikan yang terbaik yang bisa kami berikan untuk agama dan negeri ini. Tak ada gunanya saling mencaci, merasa paling benar dakwahnya. 
Salam 3 Besar dari Pegunungan Tengah Papua…..

@mukri_nst on twitter
Read more »

Rabu, 24 April 2013

Presiden PKS Kumpulkan Pengurus PKS Sedunia di Turki



Jakarta - Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Anis Matta bersama rombongan berangkat ke Istanbul, Turki. Di Istanbul, Anis akan bertemu dengan pengurus perwakilan PKS luar negeri dan kader seluruh dunia.

"Istanbul kita pilih karena posisinya di tengah-tengah sehingga kader PKS dari Afrika, Eropa, Amerika, dan Asia mudah berkumpul," ujar Anis Matta dalam keterangan pers yang diterima, Selasa (23/4/2013) malam.

Selain itu, Presiden PKS dan rombongan berencana bertemu dengan pengurus AK Party yang kini berkuasa di Turki. AK Party sendiri telah cukup lama bekerjasama erat dengan PKS.

Diharapkan, kader PKS dapat belajar dari AK Party yang berhasil mengubah Turki dari negara yang tidak diperhitungkan di Eropa menjadi salah satu negara yang perekonomiannya paling menggairahkan dan diperhitungkan di dunia. Turki yang sebelumnya dikuasai militer juga sukses mengelolah transisi negaranya menjadi negara demokrasi maju dan modern.

Pertemuan akan digelar selama dua hari, 27-28 April 2013, disi dengan pengarahan Presiden PKS dan konsolidasi kader menghadapi Pemilu 2014.

Sejak terpilih menjadi Presiden PKS pada 1 Februari 2013, Anis Matta melakukan roadshow maraton ke seluruh wilayah Indonesia. Wilayah yang menjadi prioritas adalah Jabar, Sumut, Jateng, NTB, dan Maluku Utara.

"Saya ingin mengukur apakah mesin politik masih penuh bekerja," ujar Anis.

Hasilnya cukup menggembirakan. Di Jabar dan Sumut, kader PKS yang diusung dalam Pilkada memenangkan kursi Gubernur.Sementara di sejumlah Pilkada tingkat kota/kabupaten di Jabar, Kalsel, dan Kalteng, kader PKS juga memenangkan Pilkada.

"Saya anggap konsolidasi di dalam negeri telah selesai dan sekarang waktunya saya bertemu kader di seluruh dunia," imbuhnya.

Kader PKS di seluruh dunia tercatat sebanyak 7.000 orang yang tersebar di 22 negara. Sejauh ini jumlah tersebut merupakan jumlah kader partai politik terbesar yang berada di luar negeri.


(mad/fdn)
Read more »

Senin, 22 April 2013

Label : "Virtualitas PKS"

Anis Matta (Tengah)

"Virtualitas PKS"


Oleh Ribut Lupiyanto

Twitland belakangan ini ramai oleh kicauan menyambut bergabungnya Presiden SBY di Twitter dengan akun @SBYudhoyono. Pro dan kontra, apresiasi dan caci maki, hingga apatis dan iseng mewarnai sambutan warga Twitland. Itulah realita yang terjadi dan memang sudah menjadi fenomena membudaya di dunia maya kita. Lepas dari hal itu  yang  patut dicermati adalah fenomena berbondong-bondongnya parpol dan politisi bergerilya ke dunia maya.
Memasuki tahun politik aktivitas dunia maya khususnya jejaring sosial semakin ramai dan panas. Salah satu hal yang menarik dan belum pernah diatur pada Pemilu 2009 adalah masuknya kesempatan parpol berkampanye melalui media virtual. Peraturan KPU No 01 Tahun 2013 Tentang Pedoman Pelaksanaan Kampanye Pemilu pada Pasal 20 menegaskan bahwa kampanye pemilu salah satunya dapat berbentuk layanan pesan singkat dan jejaring sosial melalui Facebook, Twitter, email, website dan lainnya yang bertujuan mempengaruhi atau mendapat dukungan. Hal ini perlu diapresiasi sekaligus dapat dioptimalkan oleh partai politik dan caleg.
Demokrasi di era informasi sangat kental dengan politik citra. Yasraf A. Piliang (2005) menyebutkan fenomena politik seperti ini sebagai ontologi citra (being images). Politik citra memiliki konotasi positif sekaligus negatif. Politik citra yang positif hanya mengemas realita agar benilai politis, sedangkan politik citra negatif adalah mempolitisasi atau merekayasa suatu keadaan dengan menyembunyikan atau bersifat seakan-akan. Positif atau negatifnya politik citra yang hadir sepenuhnya menjadi komitmen serta moralitas partai dan politisi. Lepas dari isinya, kampanye virtual menjadi media efektif untuk melakukan politik citra.
Virtualitas  
Berbicara kemampuan virtual parpol, menarik untuk menjadikan PKS sebagai studi kasusnya. PKS memasuki tahun politik 2013 dengan kondisi negatif. Pascapenetapan LHI sebagai tersangka oleh KPK, PKS seakan berada di titik lembah yang dalam. Tetapi sedikit demi sedikit PKS mampu menetralisasi, bahkan berbalik membuahkan kemenangan di Pemilukada Jabar dan Sumut.
Manajemen rapi dan kader solid adalah kunci utama keberhasilan PKS melewati badai politik yang melandanya. Salah satu aksi yang digunakan untuk menetralisasi keadaan adalah optimalisasi media sosial. Didominasi kader melek teknologi PKS cukup cekatan untuk menguasai opini.  Semua kader, pengurus, dan pejabat publik konon diwajibkan untuk aktif di jejaring sosial media. 
Sejak 2010 PKS sudah membentuk ‘Satgas Online’ di seluruh Indonesia. PKS di awal 2013 juga menggulirkan ‘Gerakan Sejuta Tulisan PKS’. Setiap ada tulisan tentang PKS dipastikan akan banjir komentar. Setiap opini tentang PKS juga sering menjadi trending topic. Bukti lainnya adalah website PKS menjadi satu-satunya website parpol yang masuk “The Top 500 Sites in Indonesia”. Website PKS itu bukan milik DPP, DPW, atau DPD, melainkan milik DPC (pengurus tingkat kecamatan) yang pasti dikelola dengan keterbatasan. Website itu milik PKS Kecamatan Piyungan Kabupaten Bantul Provinsi DIY (www.pkspiyungan.org). Menurut pemeringkatan Alexa Internet-Inc (USA) menempati posisi ke-479 dari seluruh website dan posisi ke-5 dari website Islam pada awal Maret 2013. Statistik website ini menunjukkan angka fantastis yaitu rata-rata mencapai kisaran 100.000 kunjungan per hari.
Kiranya parpol lain dapat meniru strategi dan kemampuan virtual PKS. Virtualisasi politik tentu akan banyak menekan ongkos politik yang selama ini menjadi dilema. Virtualisasi politik juga akan menjadi pintu pembuka menuju modernisasi pemilu. Gaya dan mekanisme virtual pun dituntut bagi penyelenggara pemilu. KPU perlu memikirkan sistem online dalam pendaftaran caleg, pendaftaran pemilih, hingga pemungutan suara. BAWASLU dapat mengimplementasikan pula untuk pengaduan pelanggaran pemilu. Bahkan, DKPP dapat menyelenggarakan sidang-sidang menggunakan perangkat virtual. Jika hal ini terlaksana biaya pemilu yang disedot dari APBN tentu dapat banyak ditekan dan dapat dialihkan untuk program kesejahteraan rakyat.
Daya Elektoral
Parpol dan caleg sudah semestinya serius menggarap media virtual sebagai sarana kampanye pemilu. Kementerian Kominfo RI mencatat pada tahun 2012 pengguna internet mencapai 55 juta orang, Facebook 44,6 juta orang, dan Twitter 19,5 juta orang di Indonesia. Angka ini tentu menjadi pangsa pasar politik yang potensial. Artinya, jika digarap serius maka bukan tidak mungkin kampanye virtual akan jauh memiliki daya elektoral dibandingkan kampanye konvensional.
Kampanye virtual memiliki daya jual bagi parpol dan caleg karena beberapa keunggulannya. Pertama adalah ramah lingkungan. Kampanye ini sangat efektif meminimalisasi hadirnya sampah visual dan fisikal di setiap musim kampanye pemilu. Hal ini sesuai amanat Peraturan KPU Nomor 01 Tahun 2013 yang menggariskan bahwa kampanye harus berprinsip ramah lingkungan. Kedua, kampanye virtual lebih efektif. Dalam waktu singkat kampanye ini mampu menjangkau wilayah luas dan objek pemilih yang tidak terbatasi oleh jarak dan luas. Ketiga, ongkosnya murah. Biaya hanya dibutuhkan untuk desain, membuat domain, akses internet, dan atau insentif admin. Biaya ini jauh lebih murah dibandingkan kampanye tatap muka. Keempat, kampanye virtual dapat menekan praktek politik uang, sebab komunikasi tidak dilakukan dengan bertatap muka langsung. Kelima, memiliki ruang dan waktu yang tidak terbatas dalam menyampaikan gagasan dan visi-misi politik. Kampanye ini juga tidak menutup ruang komunikasi, karena pola dua arah masih bisa dilakukan.
Prospek kampanye virtual yang menjanjikan tentu tidak lantas dapat dimaknai dengan aplikasi tanpa batas. Regulasi kepemiluan harus tetap ditegakkan. Etika komunikasi dunia maya penting pula untuk dijunjung tinggi. Yang tidak kalah penting adalah praktek kampanye virtual mesti memegang komitmen politik santun, bermoral, dan bertanggungjawab.
Kampanye virtual bukannya tanpa resiko dan hambatan. Hambatan datang karena ketergantungan teknologi. Bagi caleg, susah menyeleksi mitra komunikasi agar efektif dari daerah pemilihan setempat. Pelanggaran hukum dalam pelaksanaannya juga sama sanksinya dengan kampanye konvensional. Perlu diperhatikan sekali melakukan blunder dalam berkomunikasi di dunia maya tidak mustahil akan justru kontra produktif. Kunci pentingnya adalah bagaimana mengemas strategi berbasis isu dalam kampanye virtual ini.
Sudah hampir 3 bulan jadwal kampanye berjalan, namun geliatnya masih belum hangat. Semoga parpol tidak mengandalkan detik-detik akhir yang berpotensi menghadirkan politik uang yang haram. Kampanye virtual adalah alternatif, solusi, sekaligus strategi yang berdaya jual dan layak dipertimbangkan. Rakyat yang akan memilah dan memilih mana yang positif dan mana yang negatif. Kita tunggu sejauh mana virtualitas PKS yang kini genap berusia 15 tahun mampu berbuah elektabilitas sesuai target 3 besar yang dicanangkan. []


*http://lupy-indonesia.blogspot.com/2013/04/virtualitas-pks.html
Read more »

Menuju 2014 Dalam Kerja Harmoni





By Nina Mariana
Jakarta


Ketika cinta telah terpaut karena Allah SWT dalam hati kita, kecenderungan untuk selalu bersama pasti akan tumbuh. Impian mewujudkan keselarasan dalam kebersamaan kian membuncah. Setiap perbedaan, penghalang atau jarak yang ada tak akan menjadi kendala berarti. Justru keindahan yang akan terpancar apabila pribadi-pribadi yang penuh cinta ini  dapat bersatu, saling mengisi, dalam wujud kasih sayang nyata sehingga tercipta keselarasan yang diidamkan.
Menjaga suatu hubungan agar tetap harmonis adalah usaha yang harus diupayakan. Kaitannya dengan partai ini (PKS) adalah  impian atau cita-cita kemenangan untuk dapat menembus tiga besar dalam pemilu 2014.  Terlepas sebuah impian itu membumi atau tidak, realistis atau tidak, kemustahilan atau tidak. Namun dibalik impian itu terkandung suatu makna yang besar, yaitu misi kemanusian dan misi peradaban (seperti yang telah dituturkan oleh presiden PKS Anis Mata) bahkan demi terciptanya sepenggal firdaus. Sungguh suatu impian yang jauh dari keegoisan semata. Harus diiringi kerjasama yang nyata.
Menekankan pada kerja-kerja nyata dalam tubuh PKS. Sejauh ini, kita sudah sering merasa takjub menyaksikan bagaimana seorang kader biasa dapat bekerja sangat luar biasa. Berapa jumlah kader dalam partai ini? Bagaimana bisa menciptakan kerja yang luar biasa dari seorang kader biasa? Sehingga kerja-kerja tersebut sangat efektif dalam membangun tubuh partai.
Terfokus pada dua hal, yaitu penggerak kader dan dinamika kader. Penggerak kader merupakan segala hal yang dilakukan kader adalah dampak yang diberikan tubuh partai itu sendiri. Sebagai contoh pertemuan pekanan yang rutin kader PKS lakukan merupakan hal yang sangat efektif sebagai jembatan antara elite politik dan kader, sebagai wadah dalam menyerap segala ilmu atau informasi, sebagai pencetus untuk melakukan suatu proyek bersama yang dapat meningkatkan kehamonisan masing-masing kader , disitu letaknya saling mengisi. Setiap kader pasti berbeda namun suatu kerjasama akan menciptakan keselarasan atau harmoni. Dalam pertemuan pekanan ini juga, setiap kader akan merasa terikat, entah adanya suatu ikatan yang lemah atau ikatan yang kuat, terkait komitmen dan konsistensi tentunya, dan dengan sendirinya akan tersaring dan akan menghasilkan suatu keluaran yang optimal.
Dinamika kader merupakan pengaruh kader terhadap tubuh partai, terhadap lingkungan sekitarnya atau lingkup yang lebih luas lagi yaitu terhadap negeri ini. Sesuai fungsi, peranan, atau kemampuan masing-masing kader yang senantiasa mengalami proses perubahan, perkembangan dan penyesuaian diri seiring dengan situasi dan kondisi yang ada, termasuk menyesuaikan diri terhadap konflik-konflik yang terjadi.  Erat kaitannya dengan interaksi antar individu dalam satu tubuh partai maupun dengan individu diluar partai. Disini terlihat adanya ketergantungan, adanya pengaruh yang kuat antara satu dengan yang lain, adanya kebutuhan untuk bekerjasama, untuk saling tolong menolong. Khususnya dalam mewujudkan impian atau cita-cita bersama. Sehingga perlu kita sadari  bahwa keefektifan kerja kader akan meningkatkan kualitas suatu partai.
Sebagai penutup dalam setiap rangkaian kerja harmoni kita, mari kita lantunkan doa perekat hati : 
“Ya Allah sesungguhnya Engkau mengetahui bahwa hati-hati kami telah berkumpul karena cinta-Mu, bertemu karena ketaatan pada-Mu, bersatu atas dakwah-Mu, maka kuatkanlah Ya Allah ikatan itu, kekalkan cinta itu, berilah petunjuk atasnya, dan penuhilah ia dengan cahaya-Mu yang tidak pernah padam. Lapangkanlah dadanya dengan limpahan iman kepada-Mu. Dan hidupkanlah dengan pengetahuan dari sisi-Mu, dan matikanlah ia dalam keadaan mati syahid di jalan-Mu. Sesungguhnya Engkau adalah sebaik-baik pelindung dan sebaik-baik penolong. Dan semoga shalawat serta salam selalu tercurahkan kepada Muhammad, kepada keluarga, dan kepada semua sahabatnya.”


*penulis: @mariananina3 on twitter
Read more »

PKS Tolak Perusahaan Israel Terlibat di PLTP Sumut



 
 
Hidayatullah.com--Keterlibatan perusahaan asal Israel, Ormat Technologies Inc, pada proyek Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Sarulla di Sumatera Utara mendapat sorotan Soeripto, anggota Majelis Pertimbangan Partai (MPP) DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS).
"Saya sangat prihatin. Kita harus memprotes kebijakan ini. Israel tidak memiliki hubungan apa pun dengan Indonesia. Saya mendorong agar Ormas-ormas Islam mempertanyakan kebijakan ini," jelas Soeripto kepada hidayatullah.com, Senin (22/04/2013) sore.
Soeripto mengkhawatirkan jika keterlibatan perusahaan Israel di PLTP Sarulla ini akan berdampak negatif bagi Indonesia.
"Israel tengah mengetes sejauhmana kelonggaran atau toleransi Indonesia dalam penerima perusahaan-perusahaan mereka (Israel). Jika ini lolos, maka ke depan akan banyak perusahaan Israel yang mengembangkan bisnisnya di Indonesia," kata Soeritpo.
Secara pribadi, Soeripto telah menyampaikan persoalan ini di depan kader-kader PKS saat memperingati milad PKS ke-15 di Semarang, Jawa Tengah, belum lama ini.
"Kader-kader terkaget-kaget. Bangsa Indonesia harus menolaknya. Masih banyak perusahaan-perusahaan yang tidak kontroversi yang mampu garap PLTP Sumut," ujar Soeripto kembali menegaskan.*
Rep: Ibnu Syafaat
Red: Cholis Akbar
Read more »

Minggu, 21 April 2013

Di Purworejo, "Petani-petani" PKS Didaftarkan Jadi Caleg

BCAD Purworejo daftarkan ke KPU

Dewan Pengurus Daerah Partai Keadilan Purworejo (DPD PKS Purworejo) mendaftarkan Daftar Calon Sementara (DCS) pada Minggu (21/4). Pendaftaran diikuti oleh sebagian besar Bakal Calon Anggota Dewan (BCAD) PKS Purworejo dengan menggunakan caping selayaknya petani. BCAD PKS Purworejo berjalan kaki dari Masjid Agung Purworejo menuju kantor KPU.
Penggunaan caping oleh BCAD PKS adalah wujud komitmen PKS untuk memberdayakan dan memajukan sektor pertanian di Purworejo yang menjadi pilar utama mata pencaharian mayoritas penduduk Purworejo. Baik jadi atau tidak jadi BCAD PKS tetap peduli terhadap petani yg selalu termarginalkan.
DCS PKS Purworejo terdiri dari 43 orang calon yang terdiri dari 26 calon laki-laki dan 17 calon perempuan. Total calon perempuan adalah 40%, insya Allah secara komposisi dan no urut calon perempuan sudah memenuhi amanah undang-undang maupun Peraturan KPU. Untuk Daerah Pemilihan Purworejo-1 ada 7 orang calon, Dapil-2 ada 5 calon, Dapil-3 ada 6 calon, Dapil-4 ada 9 calon, Dapil-5 ada 8 calon, Dapil-6 ada 8 calon.
            
Dari sisi usia BCAD PKS Purworejo masih tergolong muda. BCAD termuda usia 22 tahun yakni Taufiq Khoirurrohman dari Dapil-4, tertua usia 50 tahun Drs. Edi Juliono dari Dapil-1. Menjadi komitmen PKS bahwa partai adalah sekolah kepemimpinan (school of leadership), sehingga para BCAD akan dibina dan dilatih bagaimana menjadi pemimpin yang baik. Semangat pemuda yang menggebu dipadukan dengan kemampuan memimpin dan kompetensi, menjadikan BCAD PKS siap menjadi pemimpin bangsa.
            
Pendaftaran diantar langsung oleh Ketua Umum DPD PKS Purworejo, Purwoko Kurniawan dan Sekretaris Umum, Reko Budiyono dan diterima oleh Komisioner KPU Purworejo, Handoko. Dalam suasana keakraban, berkas pendaftaran diteliti oleh staf KPU Purworejo.
            
PKS yang mendapatkan no urut 3 di Pemilu 2014, dalam pendaftaran ke KPU Purworejo hari ini, merupakan partai ketiga yang sudah mendaftarkan DCS ke KPU. “Ini menjadikan motivasi lebih untuk kami PKS, memenangkan Pemilu 2014 menjadi 3 besar.”
            
Tema yang diusung PKS pada pemilu 2014 adalah Cinta, Kerja dan Harmoni. PKS dan calon-calonnya akan berpolitik dengan cinta, sehingga politik yang oleh sebagian kalangan dianggap dunia yang kotor dan penuh intrik, PKS ingin menjadikan politik adalah cara membangun peradaban dan kehidupan sosial yang adil dan sejahtera. PKS akan bekerja untuk indonesia bersama (ber-Harmoni) dengan komponen bangsa lainnya. Seperti lagu Iwan Fals “Kalau Cinta sudah dibuang, jangan harap Keadilan akan datang.”
Read more »

 

KABAR DPC

KIPRAH KEWANITAAN