Selasa, 11 Juni 2013

Anis Matta: Setgab sudah seperti Hitler


KENDARI - Ternyata, Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Anis Matta, Lc punya kesan buruk dengan keberadaan Sekretariat Gabungan (Setgab).  Ketika berbicara saat berkunjung di Graha Pena Kendari, Sabtu (8/6), Anis sempat menyinggung hal-hal negatif di sekitar Setgab.
"Anggota Setgab itu adalah 75 persen dari total suara di DPR. Kita yang mayoritas di parlemen yang tergabung dalam Setgab ini seharusnya juga menggambarkan akal kolektif masyarakat. Filosofi inilah yang hilang," kata Anis Matta.
Di mata Anis Matta, kelemahan Setgab selama ini karena menggunakan pendekatan instruksional. "Jadi, pendekatannya tidak boleh instruksional. Itu minyak harus naik, tidak boleh ngomong yang lain. Century harus terima, harus dibela, tidak boleh ngomong yang lain. Sehingga kemudian, segala hal serba dipolitisasi, didekati secara emosional. Ini masalah kesetiaan, ini masalah loyalitas, ini tidak loyal, anda munafik dan seterusnya," tutur Anis dengan mimik serius.
Menurut Anis Matta, persoalan yang dihadapi bukan hanya persoalan Setgab, tapi sistem politik yang berubah dari sistem demokrasi menjadi otoriter.
"Kalimat-kalimat loyalitas, munafik ini kan hanya ada dalam masyarakat berbudaya feodal, atau budaya dalam sistem pemerintahan otoriter. Kalau anda baca dalam negara komunis, itu kan bahasa-bahasa seperti ini yang dipakai kepada orang yang berbeda. Ini tidak loyal pada negara, penghianat negara, komprador, macam-macam. Sama juga dengan bahasanya Hitler semuanya. Ini tidak sehat dalam kehidupan demokrasi," tandas Anis Matta didampingi sejumlah anggota Fraksi PKS DPR.
Padahal, dalam sistem presidensial itu, hanya satu lembaga penyeimbang bagi eksekutif, namanya legislatif. "Kalau mau seperti itu, mending kita berubah saja jadi kerajaan. Jangan pakai republik kalau begitu. Kan ini masalah," katanya.(ong)

*sumber: jppn

0 komentar:

Posting Komentar

 

KABAR DPC

KIPRAH KEWANITAAN