Senin, 27 Mei 2013

Kementerian Agama: 27-28 Mei 2013 Momen Tepat bagi Umat Islam untuk Koreksi Arah Kiblat

arahl-qiblat
27-28 Mei dan 15-16 Juli Tiap Tahun, waktu untuk menentukan arah Kiblat (inet)
dakwatuna.com – Jakarta. Profesor Riset Astronomi-Astrofisika Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), Thomas Djamaluddin memberi tips bagaimana menentukan arah kiblat dengan benar.
Menentukan arah kiblat yang benar dengan menggunakan benda tegak, misalnya kusen jendela. Menentukan arah kiblat dari bayangannya pada waktu yang ditentukan. Beri tanda arah bayangan, misalnya dengan sajadah. Buat garis shaf baru berdasarkan arah yang telah ditentukan.
“Jangan ragu menyempurnakan arah kiblat demi kebenaran,” ujarnya, Ahad (26/5). Ia membenarkan pada setiap 26 Mei hingga 30 Mei adalah waktu yang tepat bagi umat Islam di Indonesia Barat untuk mengoreksi arah kiblat secara mudah dan sederhana.
“Dengan bayangan matahari pada saat-saat tertentu yang disebutkan di bawah ini, arah kiblat dapat lebih mudah dan lebih akurat ditentukan,” ujar Anggota Badan Hisab Rukyat, Kemenag RI ini. Rentang waktu plus atau minus 5 menit masih cukup akurat.
Arah kiblat adalah dari ujung bayangan ke arah tongkat. Selain itu, tanggal 14 hingga 18 Juli pada pukul 16:27 WIB bisa juga melihat arah bayangan.
Kementerian Agama merilis pada tanggal 27 hingga 28 Mei 2013 merupakan momentum yang tepat bagi umat Islam yang ingin mengoreksi arah kiblat masjid atau mushala di Indonesia.
Pasalnya pada kedua hari itu, tepat pukul 16.13 WIB sampai 16.23 WIB, matahari berada pada titik kulminasi (matahari tepat di atas kepala) di atas kota Makkah.
Secara astronomis, peristiwa matahari berada di atas Kakbah dapat terjadi dua kali dalam setahun yaitu pada tanggal 27-28 Mei dan tanggal 15-16 Juli.
Kepala Sub Direktorat (Kasubdit) Pembinaan Syariah dan Hisab Rukyat Kementerian Agama (Kemenag), Ahmad Izzudin mengatakan, pada tanggal tersebut, nilai deklinasi (posisi) matahari hampir sama dengan titik koordinat lintang Mekah yakni sebesar 21 derajat 25 menit.
Pada tahun ini rashdul kiblat jatuh pada hari Senin-Selasa, 27-28 Mei 2013. “Untuk daerah geografis Indonesia yang memiliki perbedaan bujur dengan Mekah, maka umat Islam yang ada di Indonesia akan dapat melihat bayangan kiblat pada waktu sore hari,” jelas Ketua Umum Asosiasi Dosen Ilmu Falak Indonesia ini, Ahad (26/5).
Sedangkan untuk Indonesia bagian tengah dan timur, waktunya bertambah satu jam, sehingga untuk daerah Indonesia bagian tengah bertepatan pada pukul 17. 18 WITA dan wilayah Indonesia bagian timur pada pukul 18.18 WIT.
Pada bayang-bayang kiblat atau yang disebut dengan rashdul kiblat, Mekah terletak pada garis lintang 21 derajat 25 menit LU, dan pada saat awal matahari melintasi Ka’bah (titik zenith Ka’bah) dari garis lintang utara menuju selatan juga tepat berseberangan meridiannya pada garis bujur 39 derajat 34 menit, pada saat itu secara astronomis kedudukan matahari di atas Kakbah. (USB/AA/ROL)
Redaktur: SaminTopik: ,

0 komentar:

Posting Komentar

 

KABAR DPC

KIPRAH KEWANITAAN