Senin, 27 Mei 2013

Waspada, Asing Hancurkan RI dengan Narkoba

narkobadakwatuna.com – Jakarta.  Rongrongan terhadap NKRI bukan hanya datang dari pihak-pihak yang ingin menguasai wilayah Indonesia saja. Penyidik senior di Badan Narkotika Nasional (BNN) Slamet Pribadi, mengungkapkan, ada indikasi negara asing yang tidak menginginkan negara Indonesia menjadi kuat dan besar. Dia menduga narkoba dijadikan “senjata” untuk menghancurkan generasi muda Indonesia.
“Saat ini pola-pola penaklukan dan penjajahan dengan senjata sudah tidak dapat dilakukan khususnya untuk Indonesia.  Bisa saja ada negara yang berkepentingan menghancurkan Indonesia, membanjiri wilayah kita dengan narkoba,” ujar Slamet di Jakarta, Minggu (26/5).
Pola tersebut menurutnya, mungkin tidak dilakukan secara langsung, namun dapat dilakukan dengan memiinjam tangan-tangan para sindikat untuk mengedarkan barang haram itu.
Menghadapi kondisi yang ada, menurut Slamet butuh kepedulian semua pihak. Termasuk para Calon anggota Legislatif (Caleg) yang sebentar lagi menempati kursi parlemen.
“Jadi para caleg juga kita harapkan dengan kewenangan jika terpilih menjadi anggota dewan nantinya, mau menyuarakan dan ikut memperjuangkan perang terhadap narkoba,” katanya.
Namun para caleg menurut Slamet, perlu  memahami, bahwa perang terhadap narkoba ditujukan untuk sindikat dan pengedar narkoba. “Sementara mereka yang masuk dalam kategori korban, harus kita selamatkan dan di rehabilitasi,” katanya.
Ditemui terpisah, Kepala Sub Direktorat  Masyarakat BNN, Siti Alfiasih, menjelaskan bahwa semakin maraknya peredaran narkoba saat ini bisa juga merupakan indikasi masih kurangnya kemampuan masyarakat dalam menolak narkoba.
Upaya pemberantasan yang terus menerus tidak akan memberi hasil maksimal bila masyarakat juga kurang peduli.
“Hal inilah yang membuat BNN juga berupaya sekuat tenaga memberi pemahaman yang benar atas bahaya narkoba. Kita bisa memerangi narkoba tapi lewat pola pikir yang benar. Kita juga bisa mencegah jangan sampai narkoba masuk dalam hidup kita,” ujar SIti. (gir/jpnn)

Redaktur: Saiful Bahri

0 komentar:

Posting Komentar

 

KABAR DPC

KIPRAH KEWANITAAN