Sabtu, 13 April 2013

Hidayat: Demokrasi Harus Wujudkan Kesejahteraan

Demokrasi yang menjadi pilihan kolektif bangsa pasca Orde Baru harus mampu mewujudkan kesejahteraan bagi rakyat Indonesia. Karena itu, Demokrasi jangan sekedar dimaknai sebagai kontestasi dan persaingan politik antar golongan semata.
Demikian disampaikan Ketua Fraksi PKS Hidayat Nur Wahid dalam acara Dialog Demokrasi dan Peradaban Internasional yang diadakan Bidang Kebijakan Publik DPP PKS di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (11/4). Hadir sebagai Pembicara utama dalam kegiatan ini Presiden Republik Indonesia ke 3 Prof. Dr. Ing. BJ Habibie.
Menurut Hidayat, PKS menyadari sepenuhnya bahwa 2013 adalah tahun politik. Karenanya, PKS ingin mengajak semua elemen politik untuk bersaing bukan sekedar untuk memenangkan persainga, tapi juga  bagaimana untuk mewujudkan kesejahteraan.
“PKS menyadari sepenuhnya 2013 adalah tahun politik. Karena itu, Serial Diskusi Peradaban ini justru mengajak semua elemen untuk ikut serta menjadi bagian Demokrasi yang menjunjung tinggi etika dan menjauhi pemikiran politik yang pragmatis,” tegas Hidayat.
Habibie, kata Hidayat, merupakan tokoh utama yang mengantarkan transisi Demokrasi di Indonesia. Pada Tahun 1999 misalnya, Habibie memilih untuk mempercepat Pemilu dan memutuskan tidak memperpanjang jabatannya. Keputusan ini menunjukkan bahwa Habibie adalah Negarawan yang mementingkan kepentingan bangsa di atas kepentingan golongan.
“Tahun 1999 adalah masa genting transisi Demokrasi. Dan kita semua tahu bahwa Habibie kala itu mampu menyelematkan Indonesia dari ancaman perpecahan. Begitulah Negarawan, berpikir untuk bangsa daripada golongannya,” kata Hidayat.
Hidayat menegaskan, Habibie menjadi inspirasi bagi PKS untuk terus berjuang dalam koridor Demokrasi. Saat ini sampai 2014 nanti, Hidayat menjamin PKS akan mengedepankan persaingan politik yang beretika dan beradab serta berimplikasi pada kesejahteraan rakyat.
“Inspirasi Habibie menjadi pelajaran politik bagi PKS untuk mengedepankan etika dalam berpolitik. Kami menjamin, bahwa sampai nanti tahun 2014 PKS akan tetap mengdepankan etika dalam berpolitik dan mengdepankan kesejahteraan rakyat dalam koridor Demokrasi,” ungkap Hidayat.
Untuk Serial Dialog selanjutnya, kata Hidayat, akan menghadirkan tokoh-tokoh Demokrasi internasional diantaranya mantan Perdana Menteri Australia Kevin Rudd, Mantan Presiden Brazil Lula da Silva, serta Menteri Luar Negeri Turki yang juga merupakan tokoh AK Party Ahmet Davutoglu. “Visi PKS tidak hanya perbaikan di level nasional, tapi juga di level internasional. Karena itu, kita perlu belajar pada tokoh-tokoh demokrasi internasional dan membagi pengalamannya untuk Indonesia,” tutupnya.

*http://www.islamedia.web.id/2013/04/hnw-demokrasi-harus-wujudkan.html

0 komentar:

Posting Komentar

 

KABAR DPC

KIPRAH KEWANITAAN