Sabtu, 13 April 2013

"KPK Kini Bukan Lagi Tempat Untuk Membenahi Hukum"



by @DangTuangku

  1. KPK harusnya independent tapi kok jadi alat penguasa?

  2. KPK harus dibenahi secara total. Jika tak dibenahi, maka tidak saja gagal malah jadi sumber korupsi karena jadi alat politik.

  3. Tanyalah Adnan Buyung Nasution. Mimpi awal pembentukan KPK adalah meniru KPK Hongkong.

  4. Coba bandingkan KPK Hongkong dan KPK kita soal langkah2 yg mereka lakukan.

  5. KPK Hongkong benar2 konsen membersihkan polisi, jaksa dan hakim. KPK kita? Malah terjebak nafsu jadi jagoan panggung elitnya.

  6. Mirip politisi yg baru tampil, suka mematut diri sendiri hingga lupa tugas utama. KPK jadi saingan polisi dan jaksa akhirnya.

  7. Padahal seperti yg sering kami tuitskan, tugas utama KPK memperkuat polisi dan jaksa serta menghentikan wabah korupsi.

  8. Apakah sekarang polisi dan jaksa sudah kuat? Nonsens. Apakah wabah korupsi berakhir? Mimpi.

  9. Bandingkan dgn KPK Hongkong. Polisi hongkong yg tadinya bagian mafia, dibenahi total dlm waktu kurang 5 tahun.

  10. Separuh lebih polisi hongkong dipecat, rekrutmen dgn cara bersih dilakukan. Begitu juga jaksa.

  11. Polisi hongkong yg tadinya lebih mirip mafia, berubah setidaknya lebih mirip polisi ideal.

  12. Mengapa polisi yg harus dulu dibenahi. Karena hulu masalah kacaunya hukum negeri ini dari sana.

  13. Mengapa? Karena awal sebuah penegakkan hukum dimulai polisi, lalu jaksa kemudian hakim.

  14. Bila hulunya tak bersih, maka muaranya (pengadilan) juga tak bersih.

  15. Sudahkah itu dijalankan KPK kita? Belum. KPK kita malah terjebak ingin seperti polisi dan jaksa.

  16. Malah, dgn dukungan LSM pendukungnya, sibuk bahas isu tak urgent seperti gedung baru misalnya.

  17. KPK tak lagi menjadi tempat pengabdian utk membenahi hukum, akhirnya tempat elit utk mencicipi kekuasaan dgn cara instan.

*sumber: http://chirpstory.com/li/67473

0 komentar:

Posting Komentar

 

KABAR DPC

KIPRAH KEWANITAAN